
Hari sudah beranjak siang, namun Kinan masih betah di tempat semula. Ia tak menghiraukan tatapan membunuh dari Maria.
Baginya bodoh amat, yang penting hari ini ia bisa bertemu dengan Kenzo.
"Kau benar-benar betah ya duduk disini ? apa Sofa di rumahmu tak seempuk di sini ?" tanya Maria dengan nada sindiran.
"Betul sekali Ma, makanya Kinan betah di sini" jawab Kinan sembari tersenyum tipis, hatinya sudah sekuat bajah jadi apapun sindiran yang di ucapkan oleh Maria tak akan membuatnya pergi.
"Benar-benar tak tau malu" gumam Maria tapi masih bisa di dengar oleh Kinan.
Maria kembali berlalu, rencananya ia akan makan siang. Tak sedikitpun Maria menawari Kinan karena keinginannya adalah menyuruh Kinan pergi sebelum putranya Kenzo datang.
"Bi, jangan buatkan apapun untuk wanita itu" pinta Maria kepada Asisten rumah tangganya.
"Baik Nyonya"
Maria menganggukan kepalanya, satu tangannya ia kibaskan tanda dia harua di tinggalkan.
Di ruang tamu Kinan mendengar kalau Maria hendak makan siang, tak terasa perutnya sudah keroncongan karena memang ini waktunya makan siang. Matanya sesekali melirik namun tak ada panggilan untuk dirinya bahkan tak ada satupun yang menghampiri nya untuk mengajak makan siang.
"Apa aku keluar sebentar ya untuk mencari makan siang ?"
"Tapi bagaimana saat aku keluar ternyata Kenzo datang, enggak-enggak aku harus menunggu Kenzo"
"Tapi aku lapar sekali"
----------
Di Bandara Kenzo dan Qiandra baru saja tiba, ada perasaan aneh yang Qiandra rasakan apalagi tujuan mereka kali ini adalah rumah utama Kenzo dimana kedua orang tuanya berada.
Takut dan khawatir itu pasti ada, Qiandra sudah menyiapkan segalanya apalagi ia begitu yakin kalau Wijaya tak akan menerima kehadiran dirinya di rumah itu.
"Ayo sayang, itu Arka sudah menjemput" ajak Kenzo.
Pintu mobil sudah di buka oleh Arka. "Silahkan Tuan dan Nyonya" ucap Arka sembari tersenyum.
Sekarang Arka harus memanggil Qiandra dengan sebutan Nyonya karena sekarang wanita itu adalah istri majikannya.
"Langsung pulang !" pinta Kenzo saat Arka sudah kembali duduk di kursi kemudi.
"Baik Tuan"
Mobil sudah melaju dengan pelan, meninggalkan parkiran bandara yang masih begitu ramai. Detak jantung Qiandra semakin berpacu dengan kuat, telapak tangannya berkeringat dingin membuat Kenzo yang saat itu sedang menggenggam tangan Qiandra menjadi terkekeh. Ia tahu kalau istrinya sedang ketakutan.
"Tenang sayang jangan gugup seperti ini, kedua orang tua ku baik orangnya" bisik Kenzo.
Qiandra menoleh "Tapi tetap aja aku takut Ken"
__ADS_1
"Takut kenapa ? apa mereka membahayakan mu ?"
"Tidak, hanya saja aku terlalu minder untuk masuk ke dalam kehidupan keluargamu, kau tau kan bagaimana masalaluku"
"Sudah jangan bahas itu, lagian kau bekerja seperti itu karena ada alasannya"
Memang benar jika bisa memilih Qiandra tak ingin menjalani pekerjaan terlarang itu, memuaskan hasrat laki-laki hanya karena ingin mendapatkan uang banyak. Jika saja bukan karena sang ibu yang kondisinya memprihatinkan Qiandra tak akan masuk kedalam dunia kelam itu.
"Kamu mau kan janji sama aku" tanya Qiandra.
"Janji apa ?"
"Apapun yang terjadi, kamu akan tetap bertahan padaku, aku sayang sama kamu Ken, aku gak mau kehilangan kamu"
Kenzo tersenyum, ia mengelus rambut panjang Qiandra dengan lembut.
"Pasti, tanpa kamu minta pun aku akan tetap bersama kamu. Aku juga sangat menyayangi kamu Qia" balas Kenzo, kedua kening mereka saling bersentuhan tak peduli dengan keberadaan Arka di depannya.
Tak berapa lama mobil memasuki perkarangan rumah Kenzo.
"Ayo turun, jangan takut semuanya akan baik-baiks saja" Kenzo menjulurkan tangannya untuk menyambut sang istri.
Qiandra mencoba tersenyum di tenga perasaan gugupnya, ia meraih tangan Kenzo kemudian beranjak keluar dari mobil.
---------
"Mau kemana kau ?" tanya Maria yang langsung memegangi tangan Kinan.
"Mau kedepan, untuk menyambut kedatangan Kenzo" jawab Kinan.
"Memangnya kau siapa ? kau bukan lagi istri Kenzo"
Tapi Kinan tak memperdulikan ucapan Maria, ia menghempaskan tangan Maria dan kembali berlari kedepan. Disana Kinan tercengang melihat kedatangan Kenzo bersama dengan Qiandra.
"Kenapa Kenzo datang bersama wanita jal*ng itu ?" batin Kinan penuh tanda tanya.
Begitupun dengan Maria yang kaget melihat putranya datang bersama seorang wanita.
"Hai Ma" sapa Kenzo saat melihat sang Mama berdiri di bibir pintu.
Maria tersenyum "Kau pulang juga akhirnya"
Kinan hanya seperti patung yang tak terlihat, saat Kenzo dan Qiandra hanya melewati dirinya bahkan tak menyapa sama sekali.
"Kenzo" panggil Kinan.
Kenzo menoleh, ia mengernyit melihat kehadiran Kinan di rumahnya "Kau ngapain kesini ?"
__ADS_1
"Aku mau bertemu dengan mu, aku sengaja datang pagi-pagi untuk menemuinya tapi kenapa kau membawa wanita jal*ng ini"
Mendengar Qiandra di bilang wanita jal*ng emosi Kenzo memuncak, ia mendekati Kinan dan mencengkram dagu Kinan dengan kuat.
"Jangan pernah kau katakan lagi kalau Qiandra wanita jal*ng, karena yang pantas mendapat julukan seperti itu adalah kamu" ucap Kenzo emosi.
"Ken sudah ! dia bisa kesakitan" Qiandra mendekati sang suami lalu menurunkan tangan Kenzo.
"Cuiiiihhhhh" Kinan membuang ludahnya "Jangan sok suci deh, Saya tau bagaimana pekerjaan Lo di luar sana. lo mendekati Kenzo pasti karena ingin hartanya ya kan ?" tanya Kinan pada Qiandra.
"Cukup Kinan" bentak Kenzo "Aku sedang tak ingin berdebat dengan mu, dan bukankah kamu sediri yang menginginkan hartaku ?"
"Ken, tolong maafkan aku ! aku mau kembali sama kamu Ken" Kali ini Kinan mengiba, ia mendekati Kenzo untuk mencoba meluluhkan laki-laki itu.
"Tidak akan bisa, karena aku dan Qiandra sudah menikah" balas Kenzo.
"Apa ??"
"Apa ??"
Ucap Maria dan Kinan serempak, keduanya saling pandang.
"Kamu serius nak sudah menikah ?" tanya Maria pada Kenzo.
"Iya Ma, semalam aku menikah dengan Qiandra, maafkan kami yang tidak memberi tahu Mama dan Papa. Semua ini aku lakukan supaya terhindar dari gangguan seperti dia" tunjuk Kenzo pada Kinan
Maria menggelengkan kepalanya, ia mendekati Qiandra yang saat ini sudah menjadi menantunya.
"Cantik, dia cocok untuk Kenzo" batin Maria.
"Tante, aku Qiandra" ucap Qiandra memperkenalkan diri.
"Jangan panggil Tante, panggil Mama dong sama seperti Kenzo,.kan sekarang kamu sudah menjadi menantu Mama" balas Maria.
Kinan kesal karena Maria langsung menerima Qiandra dengan baik.
"Ma kenapa Mama mau mengakui dia sebagai menantu ? dia itu perempuan murahan Ma, dia sudah banyak di jajah sama laki-laki, dia perempuan kot---"
"Cukup dan berhentilah Kinan !" bentak Maria. "Aku tak mempermasalahkan semuanya asal dia bisa membuat Kenzo putraku bahagia" sambung Maria lagi.
-----
...LIKE DAN KOMEN...
...ADD FAVORIT...
MAAF KALAU BANTAK TYPO SOALNYA INI KARYA PERTAMAKU..
__ADS_1