
hari Minggu hari yang selalu ditunggu tunggu setiap anak sekolah begitu pula dengan Gea cewek remaja anggun nan polos itu yang dilihat oleh orang lain tidak seperti yang dilihat oleh sahabat sahabatnya sangat bertolak belakang
Lima sekawan Gea, Ical, Alfian, Yuna, Bandi yang sudah dari kecil hidup di desa bersama sama dengan rumah yang berdekatan mereka sudah seperti saudara untuk satu sama lain meski sering bertengkar mereka selalu menjaga satu sama lain
"Gea Gea Gea!! bangun anak remaja jam segini masih aja tidur" teriak mama Gea
"huaaaaaa, ini kan hari Minggu, geaa masih ngantuk " ucap gea
"geaaa! bangun bantuin mama bersihin rumah , geaa!"
ucap mama Gea
"astaga, iyaaaaaaaa" teriak gea
teriakan Gea dan mama Gea sampai terdengar oleh tetangga Gea begitu juga sahabat Gea
"buset...,, itu suara bisa di besarin lagi nggak?, baru juga jam 7" ucap Ical yang terbangun usai teriakan menawan Gea
"mulai... mulai lagi, ini desa kayaknya nggak pernah tenang perasaan 18 tahun gue hidup disini ,hari Minggu nggak berasa kaya hari Minggu " ucap Bandi
"Geaaa cas gue lu pinjem ya?!" teriak Yuna dari rumahnya
sedangkan Alfian yang baru saja pulang setelah lari lari pagi yang tertawa mendengar Gea dan mamanya sedang paduan suara dan melanjutkan aktivitasnya
"nah mumpung ada nak yuna disini ,tolong sekalian bangunin Gea ya" ucap mama Gea
"loh Gea belum bangun Tan? yaudah Yuna bangunin sekalian ambil cas hp" ucap Yuna
"tok tok tok ge gue masuk!!
geaaa! tuh dia panggil mama lo!" ucap Yuna dan tercengang melihat Gea yang masih rebahan dengan mata terbukanya menatap langit dari jendela tepat diatas kepalanya
"ge lu bikin gue kaget aja , ngapain sih btw dimana Lo naruh cas hp gue?" ucap Yuna sambil mencari cari cas hpnya
"cantik" ucap gea yang masih menatap langit dari jendela kamarnya
"gue? " ucap Yuna dengan pedenya
"Yun pinjem tangan Lo" ucap gea
"buat apa, Lo mau ngasih gue hadiah ya mana mana? "ucap Yuna
"buat nadahin muntahan gue, puas" ucap gea
"eww, pagi pagi bahas muntahan, waras lo" ucap Yuna
"yang harus dipertanyakan kewarasannya itu Lo yunaaaa, otak kosong, lagian kepedean Lo itu terlalu tinggi nggak baik huuffffff" ucap gea sambil menghela nafas panjang
__ADS_1
"lagian Lo juga orang langit sama tiap hari loh, nah ini dia ketemu juga, yaudah deh ge gue balik dulu" ucap Yuna yang menemukan cas hpnya dan pamit pulang
"eh Yun, gimana kalo misalnya gue mati ,gue bisa nggak ya liat langit kaya gini lagi" ucap gea
"ge,gue belum mati mana gue tau , dahlah omongan Lo makin ngawur gue balik dulu ya by" ucap Yuna yang meninggalkan Gea
"buk, sarapannya apa?" ucap Ical yang telah bangkit dari tidurnya
"bangun bangun nanyain sarapan , dimeja ada nasi goreng makan bareng sama adek kamu " ucap ibuk Ical yang sedang memasak untuk makan siang
"sasya !!!, tok tok tok bangun sasya sasya, buset ini bocah kebo bener, saya kalo Lo nggak bangun nasi gorengnya gue abisin sendiri!! " ucap Ical sambil menggedor-gedor pintu kamar adiknya
"apaan sih bang, cerewet banget sih, iya sasya bangun" ucap adek Ical sasya yang masih mengumpulkan nyawa untuk sarapan
Alfian yang sering dipanggil Pian sedang bersiap siap untuk pergi dengan sepeda motor kesayangannya, saat akan berkendara tiba tiba jok belakang seakan ada yang duduk menaiki motor Alfian
"Piannnn, nebeng ya ke warung pak mat hehehe" ucap gea yang sudah berada dibelakang Pian
"hadeh nih bocah, emang sepeda Lo kemana?" tanya Alfian
"bocah? beda setahun aja bocah , prikk Lo yan, motor gue biasa bannya bocor hehehe" ucap gea
"yaudah ayok, Lo mau beli apa emang?" ucap Pian dengan wajah pasrah nya
"emmmm banyak sih bumbu dapur, jajan buat kita di HEALVEN nanti, emang Lo mau ke mana yan?" ucap gea
"gue mau kerumah annet ada urusan bentar" ucap Alfian sambil berkendara dengan tidak aman
ngenggggg nguengggg ......... meskipun berkendara dengan Abal abalan Gea tetap tenang dan menikmati pemandangan sekitar, itu karena Gea sudah terbiasa dengan sikap sahabat sahabatnya yang bisa dibilang tidak waras seperti dirinya
"iyeee, yaudah gue cabut dulu, eh iya nitip minuman soda by geollll" ucap Alfian dengan nada tengilnya
"iyeee gue tau Bambang, jangan lupa nanti jam 3 di HEALVEN " ucap gea
"siappp" ucap Alfian yang mulai menjauh
bruuukkk
"tolol..... nggak punya mata ya Lo" ucap gea dengan nada sengitnya
"sorry, nggak sengaja" cowok yang nabrak Gea
"awas, gue buru buru" ucap gea yang langsung meninggalkan si cowok
Ical yang mencari Bandi kerumahnya, rumah Bandi yang sering sepi karena kedua orang tuanya bekerja dan sering pulang malam, Ical up sudah berteman sudah lama tau dimana letak kunci rumah Bandi.
Ical yang sering jail mulai menjaili Bandi yang masih tertidur dengan pulas
"huahahaha korban pertama dimulai" ucap Ical dengan ketengilannya
"gausah aneh aneh lu" ucap Bandi dengan mata yang masih tertutup
__ADS_1
"gagal deh hehehe" ucap Ical sambil tertawa kecil
"gagal gagal emang gue eksperimen elo apaa? prikkk ni bocah , Lo kagak ada kerjaan apa kerumah gue terus?" ucap Bandi
"karena itu gue kesini mau ngajak Lo nyuci motor, masa jam segini masih ngebo Lo, dah dah ayok kita nyuci motor sekarang!" ucap Ical sambil menyeret Bandi dari kasurnya
"hadeh tar aja dah, kalo nggak punya gue Lo cuciin sekalian aja " ucap Bandi
"ayokk!!!! ucap ical yang masih menyeret Bandi
Ical dan Bandi menyiapkan alat dan motor mereka untuk di cuci, lalu ada tukang bakpao yang lewat
"pak pak pakkk......!" suara Gea yang nyaring sampai terdengar oleh Ical dan Bandi yang sedang mencuci motor mereka sampai seisi desa
Gea pun melempar sendal ke tukang bakpao agar berhenti
ngikkkkk tukang bakpao akhirnya berhenti tepat didepan rumah bandi
"buset nih bocah kalo teriak nggak main main meski gue udah hidup di desa yang sama dari lahir, gue masih aja belum biasa juga sama teriakan Lo ge" ucap ical dengan sedikit nada ngegasnya
"ge, emang harus lempar sendal ya, bahaya ge kalo kena bapak yang jualan, untung nggak kene gea Gea kasian tukang bakpaonya nanti trauma lewat Sini lagi hahaha" ucap Bandi yang menggoda Gea
"huahahaha" Ical ikut tertawa
"haiss nih bocah mau gue lempar juga kalian" ucap Gea
"maaf neng tadi nggak kedengeran" ucap tukang bakpao
"iya pak nggak papa ,saya juga minta maaf karena udah lempar sendal ke bapak refleks soalnya hehehe" ucap Gea sambil tertawa kecil
"kalian mau nggak? rasa apa? " ucap gea yang menawarkan bakpao untuk Ical dan Bandi
"gue coklat" ucap Bandi
"gue kacang hijau" ucap Ical
"gue blueberry" ucap Yuna dari kejauhan dan menghampiri ketiga sahabatnya
"eh Eneng mau beli juga?" goda Gea
"gue Lo nggak tawarin ge?" ucap Yuna
Gea pun membisikkan Yuna sesuatu dan Yuna mengiyakan
"pak coklatnya dua, kacang hijaunya dua Sama blueberry nya dua dipisah yang yang coklat 1sama kacang hijau satu punya temen saya yang prik itu yang lagi nyuci motor, nah yang 4 buat saya sama bocah prik satu ini " ucap gea pada bapak bakpao
"siap neng" ucap bapak bakpao sambil mengambil bakpao
"ini neng pesanannya" ucap bapak bakpao
"makasih pak" ucap gea dan Yuna
__ADS_1
"woi Bandi Ical kalian yang bayar!!!huahahahha " teriak gea sambil berlari dengan Yuna
"dasar bocah prikk kalian!! teriak Bandi dan Ical