
"icall...!" ucap Alfian Bandi Gea dan Yuna
"wow gilaaa ini buah terenak yang pernah gue makan seumur hidup gue" ucap Ical dengan mata melotot
"apa dia akan mati?" ucap Bandi
"tapi bukankah ini sudah terlalu lama "ucap Alfian
"bisakah aku juga mencobanya "ucap Yuna
"gais ini nggak ada racunnya" ucap Ical , saat Ical akan melangkah tiba tiba Ical melompat sangat tinggi
"aaaaaaaew" teriak Ical dan sahabat sahabatnya hanya melongo melihat Ical yang melompat sangat tinggi lalu kembali turun
"oh wowww apa kalian melihatnya gilaaa" ucap Ical
"kok Lo elo bisa loncat tinggi banget cal" ucap Bandi yang masih bingung dan kaget
"buah yang Lo makan tadi iya pasti ada kaitannya sama buah yang Lo makan" ucap gea lalu ikut memakan buah buah disana dan mencoba melompat
"kok nggak bisa eh eh gimana sih prikk nih buah" ucap Gea dengan kesal
"ahahahaha" ledek Ical
saat Gea ingin memukul Ical tiba-tiba sesuatu keluar dari tangannya
"oh wowww" ucap Gea yang terpesona dengan apa yang baru ia lakukan
"Lo hampir ngebunuh gue " ucap Ical yang masih terkejut
"nyawa Lo hampir ilang cal" Ical Alfian
tangan Gea yang mengeluarkan sesuatu seperti cahaya merah dari tangannya membuat pohon terbakar habis menjadi debu dalam sekejap
Bandi dan yuna yang ikut mencoba memakan buah yang aneh ,
"oh woww yun Lo dimana" ucap gea yang takjub melihat Yuna tidak terlihat
"gais ini gimana caranya balik lagi" ucap Yuna yang ketar ketir ketakutan sendiri
"punya gue apa kok nggak ada bedanya?" ucap Bandi dengan kebingungan
"coba coba aja ban" ucap Gea
"Lo nggak ada bakat Bandi hahaha" ucap Ical yang menertawakan Bandi
dan saat ingin memukul Bandi tiba ical terpental sangking kuatnya Bandi
"aduhhhh, ****** Lo ban!" ucap Ical
"Yan coba aja kayaknya buah ini nggak ada bahayanya, kaya bakat yang jadi lebih kuat kayaknya" ucap Gea
"kelamaan Lo ya aaa" ucap Bandi yang menyuapi Alfian
"Lo ngerasa ada yang aneh nggak" tanya Gea
"Lo yakin nggak beracun kok kepala gue pengen pusing" jawab Alfi
"kalo racun kita udah dari tadi ya sakit bahkan bisa mati" ucap Ical
"jangan jangan Lo alergi yan" ucap Bandi
"tapi emang ada yang alergi, kan baru makan sekali, buahnya juga kayaknya cuma ada disini" ucap Yuna
saat Gea ingin menolong Alfian dan menyentuh tangannya, tiba tiba Alfian terkejut seperti tersambar listrik, dan berada ditempat gelap, suara sahabat sahabatnya membuat kesadarannya kembali
"Yan Lo kenapa?" tanya Ical dan menyentuh tangan Alfian dan melihat isi fikiran ical
"lo haus?" ucap Alfian
"haaa" ucap Bandi
__ADS_1
"Ical Lo haus?" tanya Alfian
"kok Lo tau" tanya Ical
"aaaa gue tau Lo bisa baca fikiran orang, iyakan?" ucap Bandi
"Yan Yan coba tebak gue lagi mikirin apa" tanya Yuna
"nggak tau" ucap Alfian
"kok nggak bisa, ngasal Lo ya?" tanya Yuna yang tangannya langsung dipegang oleh Alfian
"Lo pengen makan coklat" ucap Bandi
"ohhhhh Pian bisa baca fikiran orang yang dia sentuh" ucap Gea
"tapi agak horor ya, itu privasi orang" ucap Ical
tiba-tiba terdengar suara tawa dari hutan
"disini nggak ada setan kan ya?" ucap Ical
"atau monster" ucap Gea dengan kegirangan
"wahhh kaya difilm film gilaaa" ucap Gea yang mengikuti asal suara tawa
"ge tunggu" ucap Yuna
"woi jangan tinggalin gue" ucap Ical
"woi woi geaa kalo itu monster kita bisa mati sadar Gea " ucap Bandi
"bukannya kita udah kuat" ucap Yuna
"nah itu udah dijawab sama Yuna" ucap Gea
"gais gais udah gelap gimana kalo kita lanjutin besok" ucap Ical
"okelah wahai bestie ku" ucap Gea
saat diperjalanan untuk kembali mereka dibuat takjub oleh pemandangan yang super cantik
"oh wow rasanya pengen tinggal disini" ucap Gea
"bener gue juga pengen" ucap Ical
"gais gue tau pemandangannya emang bagus tapi jangan lama lama" ucap Alfian
"haiss Lo bisa nggak yang jangan merusak suasana indah ini" ucap Gea
"terserah ayo cepet balik, perasaan gue gak enak" ucap Alfian yang merasakan sesuatu sedang menatap mereka
"iya iya" ucap Ical
dan mereka berhasil keluar dari hutan ajaib dan sampai dirumah kayu
"oke sekarang kita bahas, hal yang baru kita lihat" ucap Alfian
"tepatnya yang kita lakuin " ucap Bandi
"ya itu dia, ini cukup jadi rahasia kita aja jangan ceritain kesiapa siapa bahkan keluarga kita ,oke" ucap Alfian
"siap Pian jangan khawatir "ucap Yuna
"dan ada lagi waktu disana dan disini itu beda, selama kita tinggal disana berapa pun lamanya nggak ada pengaruhnya disini "ucap Ical
"lebih tepatnya dunia kita itu beda, kaya dimensi lain ya nggak sih " ucap Gea
__ADS_1
"bener kata Gea, dan kalian sadar kekuatan yang kita dapat dari makan buah disana itu nggak ada pengaruh sama didunia kita" ucap Alfian
"agak ribet ya gimana kalo kita kasih nama tempat tadi emm bukan dunia tadi atau dimensi tadi terserah lah pokoknya kita kasih nama yang cuma kita yang tau" ucap Yuna
"emmm gue lagi nggak bisa mikir kalian aja " ucap Bandi
"gimana kalo HEALVEN " ucap Gea
"bukannya warga desa udah banyak yang tau?" tanya Yuna
"mereka taunya rumah kayu ini rumah pohon tempat kita yang sering kumpul" ucap Alfian
" good pintar mereka nggak tau tempat yang baru aja kita kunjungi " ucap Gea
"gue setuju" ucap Ical
"gue juga" ucap Bandi
"nama yang keren" ucap Yuna
"Ical Bandi kayu bakarnya mana? ucap Gea
"iya gue udah laper nih" ucap Yuna
"oh iya lupa kayaknya ketinggalan dihealven "
"tapi bukannya agak membingungkan nggak sih?"ucap Alfian
"HEALVEN mana nih yang ini apa yang itu?" ucap Bandi
"gimana kalo HEALMEGIC" ucap Gea
"emmm keren juga " ucap Yuna sambil senyum
"kalo masalah ngasih nama ya ini Geaaaaa" ucap Ical
"gue sih setuju setuju aja" ucap Bandi
"oke jadi sepakat ya HEALMEGIC " ucap Alfian
"oke karena udah sepakat Lo Ical sama Bandi tanggung jawab untuk cari kayu bakar lagi!" ucap Gea dengan tegasnya
"kan kita udah ngasih HEALMEGIC "ucap Bandi
"ngasih ngasih emang barang apa" ucap Gea
"tapi ge Lo lupa singkong sama jagungnya kan ilang?" ucap Yuna
"oh iya Lo Pian pergi sama Ical dan Bandi sekalian cari singkong atau apalah" ucap Gea
"gue juga, kan gue nggak salah singkong sama jagungnya ilang sendiri" ucap Alfian
"jadi adilnya kita berlima cari sama sama" ucap Bandi
"bener pake banget kalian cewek cewek juga tanggung jawab karena nggak bisa jagain makanan kita" ucap Ical
"ya gue juga setuju" ucap Alfian
"oke terserah kalian gue juga bosen disini" ucap Gea
"kalian mau liat tempat tadi?" ucap Yuna
"emmm gimana baiknya aja sih gue" ucap Bandi
"kita liat dari luar aja nggak perlu masuk oke" ucap Alfian
"ayok lemot kalian" ucap Gea
"tunggu geaaaa" ucap Ical Yuna Bandi dan Alfian
saat ingin mencari kayu bakar mereka dikejutkan oleh sesuatu yang tidak pernah diduga
__ADS_1
"gais lariiii!" ucap Alfian