HEALVEN

HEALVEN
school


__ADS_3

"gilaakkk" ucap Bandi


"kenapa kenapa kaget ya dengan kecantikan gue" ucap Yuna


"bengek Lo Yun Yun , yang bagus cuma Alfian Lo ikut gaya jelek Napa yan" ucap Bandi


"haaa mana mana coba liat" ucap Gea


"ahahaha bengek banget" ucap Gea


"gais liat dua sodara ini" ucap Alfian yang menunjuk ke Ical dan Sasya


"icallll!!!" teriak Gea Yuna dan Bandi


"kalian kelamaan, tumpeng terlalu menggoda hehe" ucap Ical


"sorry bang Bandi tumpengnya jadi rusak ini gara gara bang Ical yang rakus nggak sabaran" ucap Sasya


"idih Lo juga ikutan" ucap Ical


"nih gue bawa capcay sama kering dari rumah" ucap Yuna


"kering? aaa sukaa" ucap Gea


"iyalah Lo kan paling suka sama kering yagaya" ucap Yuna


"dan gue bawa makjrenggg gorengan, mumpung masi panas nih makan makan" ucap Ical


"wih enak nih anget anget" ucap Alfian


"Lo bawa apa yan" tanya Gea


"jus alpukat, dirumah alpukat nya udah pada matang gue juga bawa beberapa buah buat kalian bawa pulang, Sasya juga" ucap Alfian


"makasih Pian " ucap Yuna Bandi Gea Ical


"makasih bang Pian" ucap Sasya


"oh iya Lo bawa apa ge?" tanya Ical


"nih nih kecium nggak?" ucap Gea


"ayam?" ucap Ical


"seratus" ucap Gea


"makasih gais udah nemenin makan malem" ucap Bandi dengan tersenyum


"tenang aja ban kita kan udah kaya keluarga" ucap Alfian


"santuy lah" ucap Gea


"Yoi mas bro " ucap Ical


"em ini udah boleh makan belum?" tanya Sasya yang sudah tidak sabar menyantap


"eh iya makan makan " ucap Bandi



ketika mereka selesai makan dan sedang mengobrol menonton tv dan makan cemilan


tiba tiba Gea mimisan tapi tidak ada yang menyadarinya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dan Alfian yang merasa Gea terlalu lama dikamar mandi membuatnya cemas lalu menghampiri Gea ke kamar mandi


"ge Lo gapapa?" tanya Alfian


"gapapa Yan cuma sakit perut doang nanti gue kesana kalo udah selesai" ucap Gea


"perlu obat ge?" tanya Alfian


"nggak perlu ya ini cuma sakit perut biasa" ucap Gea


"yaudah gue gue balik kasana dulu ya kalo ada apa apa bilang aja" ucap Alfian


"oke Yan" ucap Gea


"haiss ini nggak berhenti sih tadi batuk sekarang mimisan awwww" ucap Gea yang tiba tiba merasa aneh dengan dirinya


"Gea mana yan" tanya Yuna


"sakit perut katanya tapi nggak papa sebentar lagi balik kesini" ucap Alfian


"okelah" ucap Yuna


Alfian yang merasa aneh dengan Gea


"Gea Lo gapapa?" tanya Bandi


"gapapa cuma mules dikit" ucap Gea


"oke karena semua udah pada kumpul gimana kalo kita main poker?" ucap Ical


"wihh seru nih gas lahh" ucap Bandi


poker dibagikan oleh Bandi dengan poker tengah daun tujuh

__ADS_1


"oke gue empat" ucap Bandi


"gue delapan" ucap Yuna


"gue sepuluh" ucap Alfian


"gue dua" ucap Ical


"gue tiga" ucap Gea


"gue K" ucap Sasya


"widihhhh ngerihh" ucap Yuna Bandi dan Gea


"hehehe " tawa kecil Sasya


putaran terakhir poker dengan bata J


"gue tujuh, sudah kuduga kalah" ucap yuna


"gue Q, ada yang lebih besar?" ucap Bandi


"ohhh tentu gue K" ucap Sasya


"widih Sasya ternyata jago juga" ucap Bandi


"eh entar dulu masih ada Ical yagaya" ucap Ical dengan percaya diri mengeluarkan As


"widih ini bukan jago cuma lagi hoki aja ahahaha" ucap Yuna mengejek Ical


"heee yang kalah nggak diajak wekkk" ucap Ical yang balik mengejek Yuna


"eh entar dulu masih ada Alfian sama Gea" ucap Bandi


"barengan aja oke, satu dua tiga" ucap Ical


Joker merah keluar dari Alfian dan juga Gea


"widihh waaaa Gilak Gilak" ucap Ical Yuna dan Bandi yang sumringah seneng dan kaget karena memiliki dua pemenang



"biasanya Gea terus yang menang waww momet yang langka" ucap Bandi


"tapi gue masih punya satu" ucap Alfian


"haaaaa?" mereka terkejut ternyata Alfian masih memiliki satu kartu lagi


"piyannnn!" ucap Ical Yuna Bandi


"Abang Piyan bisa juga lol hahaha" ucap Sasya


"heh udah jam sepuluh gue belum nyiapin seragam buat besok" ucap Ical


"astaga gue belum selesai ngerjain tugas" ucap Yuna


"udah malem juga Sasya pamit pulang ya bang" ucap Sasya pada Bandi


"yaudah kalian pulang gue juga mau nyiapin buat besok sekolah" ucap Bandi


"yaudah kita pulang dulu ya band sampai ketemu besok by by by" ucap Gea Yuna Ical Alfian dan Sasya


............


"huhh akhirnya selesai juga, waktunya bobok" ucap Yuna


"aduh perut gue kekenyangan lagi ekkkk" ucap Ical bersendawa


Gea yang sedang duduk didepan cermin




"stop haisss jika Lo macem macem sama gue bunuh Lo" ucap Gea pada diri sendiri


Gea yang menatap dirinya dikaca merasa bukan hanya dirinya


tiba tiba sebuah ingatan terlintas seseorang berjubah hitam berjalan dihutan dengan banyak darah di jubahnya tiba tiba Gea terbangun melihat jam sudah pukul enam


"bego bego bego Gea bego, maaaa kenapa nggak bangunin Gea haisss ma maa? yah? bang Jeno?" teriak Gea mencari keluarganya


Gea tercengang melihat keadaan rumah yang berlumuran darah melihat keluarganya yang tidak ada


"a apa yang terjadi" ucap Gea yang mengambil pistol miliknya


"keluar Lo anjeng " ucap Gea yang keluar rumah dan melihat desa kecilnya terbakar dilalap api


"Ical Yuna Pian Bandi?" teriak Gea mencari sahabat sahabatnya


tiba tiba tangan Gea dan tubuhnya dipenuhi darah membuatnya frustasi


menemukan keluarga sahabat dan tetangganya yang digantung tanpa alas kaki dan penuh darah yang sudah tidak bernafas


"aaaaa siapa siapa yang ngelakuin ini haaaaa" teriak Gea dengan menangis

__ADS_1



seseorang berjubah menghampirinya


"geaa " ucap seseorang yang misterius


"siapa Lo haa " ucap Gea dengan sangat marah


"apapun yang terjadi telah menjadi takdir mereka, luka mu akan membuatmu sadar" ucap seseorang yang misterius


dorrrr Gea menembaknya tapi menghilang begitu saja seperti bayangan


Gea membuka matanya dari tidur dengan menangis


"Gea kenapa kamu tidur sambil nangis lagi?" ucap mama Gea memeluk Gea


"mimpi sialan" ucap batin Gea


"mending sekarang kamu mandi terus sarapan sama Abang kamu" ucap mama Gea


"iya mah" ucap Gea


"ternyata cuma mimpi buruk lagi " ucap Gea


"ge Lo bareng Abang apa sama Yuna?" tanya bang Jeno (Abang Gea)


"Abang duluan aja entar Gea bareng sama yang lain" ucap Gea


"ma Jeno berangkat dulu" pamit bang jeno


"iya hati hati" ucap mama Gea


"ma Gea juga berangkat dulu" ucap Gea


"yaa hati hati" ucap mama Gea


"woi Geaaa melas amat Lo" ucap Ical mencubit pipi Gea


"udah bosen hidup Lo" ucap Gea


"enggak canda hehehe" ucap Ical


"oii tunggu" teriak Yuna berlari menghampiri sahabat sahabatnya dengan ngos-ngosan


"Lo kesiangan Yun?" tanya Gea


"iya semalam ngerjain tugas nggak kelar kelar" ucap Yuna


"yaudah berangkat sekarang" ucap Bandi


"motor Lo belum baikan ge?" tanya Alfian


"belum nanti biar dibenerin Abang Jeno, jadi gue nebeng Lo ya yan hehe" ucap Gea


"Bandi Lo anterin gue ya sekolah kita juga Deket" ucap Yuna


"santuy gue anterin" ucap Bandi


"Sasya ngapain aja lama bener" ucap Ical


"sabar lah cal lagian kita juga nggak buru buru"


"saa cepetan" teriak Ical


"bentar" teriak Sasya menghampiri mereka


"yok berangkat" ucap Sasya




ngenggggg


sampai disekolah Sasya SMP BONDAN


"belajar jangan main main terus" ucap Ical pada adiknya


"iyehhh" ucap Sasya


"kaya Lo belajar aja cal?" ucap Gea


"ahahahaha " tawa Bandi dan Yuna


ngenggggg


"kita pisah disini ya daaaa" ucap Yuna



"daaaa" ucap Gea


ngenggggg


sampai disekolah SMA NEGERI 02 GESAN

__ADS_1



"geaaa" teriak fio dan tata teman Gea


__ADS_2