HEALVEN

HEALVEN
Zero


__ADS_3

geng zero berisi remaja yang berhenti sekolah sampai orang orang dewasa, organisasi zero dikenal organisasi pembunuh penjudi berisi orang orang kriminal organisasi yang dilindungi oleh orang orang yang memiliki koneksi besar, organisasi zero adalah organisasi bayaran banyak orang orang tinggi yang membayar mereka untuk melakukan banyak hal seperti membunuh mencuri dokumen atau melindungi barang berharga dengan bayaran yang sangat tinggi, mereka sangat sulit ditemukan bahkan untuk masuk dalam organisasi tersebut harus mengikuti ujian yang harus merelakan nyawa dan jiwa mereka


"jadi mereka geng zero" ucap Ical


"gue baru kali ini liat mereka" ucap Reyhan


"kita beruntung atau sebaliknya?" ucap Yuna


"woi kalian berisik tau nggak " ucap cowok salah satu organisasi Zero yang memiliki pangkat tinggi yaitu dewa



"kalian ngapain disini, ini bukan tempat kalian mending kalian cabut" ucap gadis yang juga memiliki pangkat tinggi yaitu Elsa



Novita yang kenal dengan mereka langsung menghampiri mereka


"gue anaknya pak Handoko atasan kalian, mereka cari gara gara sama gue, gue minta kalian abisin mereka sekarang juga!" ucap Novita


"Weh jadi Novita kenal sama mereka, bisa abis kita" ucap Fio


Elsa mendekati Novita perlahan kearahnya dan mencekiknya


"atasan Lo bilang!, bokap Lo cuma salah satu pelanggan kita jadi manusia jangan sok, kita bisa abisin keluarga sekaligus Lo, jadi jaga mulut Lo itu" ucap Elsa mendorong Novita, dewa tersenyum senang


"kalian masih mau disini?" ucap Elsa


tiba tiba banyak orang dari organisasi Zero yang keluar dari bangunan dari jendela maupun atap atap, tempat ini salah satu tempat organisasi Zero tampar yang sudah tidak berpenghuni dan tua


"kita juga udah nggak ada urusan sama mereka mending kita cabut sekarang" ucap


"kalo Lo cari masalah sama kita lagi abis Lo" ucap Ical


"cal ayok" ucap Bandi


mata Gea dan mata Elsa saling menatap satu sama lain beberapa detik


dan ada lagi satu orang yang memiliki pangkat tinggi yaitu Arya yang tadi juga melihat mereka dari jendela


"mending kalian pulang dan obatin luka luka kalian, sorry karena kita kalian jadi dapet masalah juga" ucap Alfian


"gapapa Yan, ini juga karena kemauan kita sendiri " ucap Reza


"lagian seru juga heheheh" ucap Reyhan


"bener banget kata Ical udah kaya drama drama di TV haha" ucap Fio


"kalo ada kaya gini lagi ajak ajak kita ya hehe" ucap Erfan


"kalian juga mending balik, besok masih sekolah " ucap Bandi pada gengnya


"oh iya makasih karena Lo udah mau jagain Gea dan Yuna " ucap Alfian pada Zahwa bersalaman


"santay aja Gea juga temen gue" ucap Zahwa


"ge yun kita balik dulu ya" ucap Tata

__ADS_1


"iya makasih buat semua" ucap Yuna


"kita harus banyak bayak ngumpul bareng yagaya" ucap Fio


"gampang itu hehehe" ucap Yuna


"ge Gea ?" ucap Ical yang berboncengan dengan Gea


"jangan jangan Gea?" ucap Fio semua langsung menghampiri Gea untuk mengecek keadaan Nya


"berisik banget gue nggak mati anjing" ucap Gea


"huhhh, Lo bisa nggak bikin kita sekali aja nggak jantungan" ucap Ical menghela nafasnya


"Gea Gea" ucap Reyhan


"emang gue nyuruh Lo buat jantungan, dah dah diem gue ngantuk" ucap Gea kembali tidur


"bukan Gea kalo nggak kebo" ucap Reyhan


ahahahaha


"yaudah kita balik dulu, kalian hati hati" ucap Reza


mereka semua pulang ketempat masing-masing


"ge tangan Lo nggak papa?" tanya Yuna


"enggak cuma kegores kecil, nanti gue obatin kalo udah mandi" ucap Gea


"mending Lo pindahan Yun" ucap Ical


"kesekolah gue juga bisa" ucap Bandi


"kayaknya gue bakal tetep stay disana" ucap Yuna senyum


"lagian setelah kejadian ini siapa yang mau ngelawan Yuna, kalo pun ada Yuna kita bisa ngatasin sendiri kali perlu Lo panah tuh otak otak mereka " ucap Gea


"ya enggak sesadis itu juga ge" ucap Ical


"udah udah mending semua pertanyaan kalian, kalian tahan dulu " ucap Alfian yang belum selesai ngomong gea langsung meninggalkan mereka


"bener kata Pian Lo Lo tahan dulu gue udah risih pengen mandi terus tidur bye" ucap Gea meninggalkan mereka


"Yoh Yoh bubar bubar" ucap Bandi,Ical dan Yuna juga pergi pulang


"cabut lah daripada kena ceramah goib Pian" ucap Ical


"huhh dasar bocah bocah prik" ucap Alfian yang juga pulang


Gea masuk kedalam rumah langsung diulti / diteriaki Abang Jeno


"Geaaaaa!" teriak bang Jeno


"wahhh mulai lagi perangnya,kasian gue sama Gea belum kelar kelar " ucap Ical yang mendengar teriakan bang Jeno


Yuna Bandi dan Alfian hanya bisa tersenyum geleng geleng melihat tingkah kedua sodara itu

__ADS_1


"buset ada apa sih ,gue capek njir" ucap Gea lalu tertawa


"ahahahaha Lo pake rok punya siapa bang, cocok buanget" ucap Gea menghina Abang jeno


"****** Lo ya,mana celana dalem Abang, Lo taruh mana geaaa!?" ucap bang Jeno kesal


"lupaa" ucap Gea masuk ke dalam kamar


"lupaaa Lo bilang" ucap bang Jeno


"lupaaa Lo bilang"ucap Gea menirukan Abangnya


"huaaaaa " frustasi bang Jeno dan menarik tangan Gea


"aaawww" ucap Gea kesakitan


bang Jeno menyadari tangan adiknya terluka


"tangan Lo kenapa?" tanya bang Jeno


"kagak napa napa, cuma kegores doang nggak usah lebay deh"ucap Gea


"nggak lebay gue itu Abang Lo, siapa yang ngelakuin ini jawab Gea?" ucap bang Jeno mode serius


"jangan bilang sama ayah bunda bang" ucap Gea


"gue enggak akan bilang kalo Lo jujur sama Abang, siapa yang ngelakuin ini?" tanya bang Jeno


"cuma kegores bang, ya ampun ngeyel banget jadi manusia" ucap Gea


bang Jeno langsung memukul kepala Gea


"aduh Abang sakit loh ini" ucap Gea


"jangan bodohin Abang ya ge, Abang tau itu luka nahan pisau, Lo hampir ditusukkan?" ucap bang Jeno


"punya Abang pinter amat masalah kaya gini tapi minjem pulpen aja di ilangin , pinter pinter pikun" ucap batin Gea


bang Jeno pergi untuk mengambil air dan P3K lalu kembali ke kamar Gea


"ge kalo Lo punya masalah dan nggak mau papa mama tau, seenggaknya bilang sama Abang Lo punya Abang ge jangan Lo Pendem sendiri masalah Lo, Lo juga punya sahabat yang sayang sama Lo" ucap bang Jeno membersihkan dan mengobati luka Gea


"kejedor dimana nih otak" ucap batin Gea


"kalo Lo enggak mau cerita sama Abang terserah Lo tapi jangan pernah nyembunyiin luka Lo dari Abang, Abang enggak mau adik satu satunya Abang kenapa napa Abang bakal nyalahin diri Abang sendiri kalo Lo kenapa napa ngerti" ucap bang Jeno


"gimana pulpen gue udah ketemu bang?" tanya Gea


"haaa Lo masih nanyain pulpen disuasana kaya gini!" ucap bang Jeno


"jangan bilang Lo nyembunyiin semua celana Abang karena pulpen sialan itu" ucap bang Jeno


"pulpen sialan? ucap Gea marah



__ADS_1


__ADS_2