
"woi kalian lagi main drama melow ya" ucap Sasya yang sudah didekat mereka
"setan Lo,nongol kagak ada napas napas" ucap Ical
ahahhah tawa mereka
" elo tuh setan Kunti" ucap Sasya
"emang ada setan Kunti cowok?" ucap Gea
"emmm"mereka berpikir keras
"udah udah bisa kesiangan kita" ucap Alfian
mereka semua berangkat bersama ke sekolah masing masing
"bang masih sakit?" tanya Sasya menggonceng Ical
"udah nggak, lagian udah biasa" ucap Ical
"ayah sebenernya itu sayang sama Abang kok jadi jangan mikir yang aneh ya bang" ucap Sasya
"hmmm, jangan bilang sama mereka soal kejadian kemaren" ucap Ical
"oke" ucap Sasya
"tangan Lo parah ya ge?" tanya Alfian
"cuma kegores doang santuy" ucap Gea
"emmm udah dikasih obat?" tanya Alfian
Alfian sebenarnya tau luka Gea cukup paeah, Gea tidak mau membuat khawatir sahabat sahabatnya Gea tidak mau menjadi beban dan akan menganggap dirinya menyedihkan, mungkin mereka tidak tau penuh karakter sahabat sahabatnya satu sama lain tapi mereka tumbuh bersama
"udah tadi bang Jeno juga ngasih obat yang katanya ampuh" ucap Gea
"udah baikan sama bang Jeno?" tanya Alfian
"baikan? emm ya gitu" ucap Gea
"dasar Lo ge ge" ucap Alfian
"Yun kalo mereka masih berulah lagi langsung kabarin gue dan yang lain, paham!" ucap Bandi
"siap ABANG BANDI, oh iya ban gue lagi tau kalo Lo ketua geng motor lo nggak pernah cerita tuh sama gue dan yang lainnya " ucap Yuna
"kan Lo nggak tanya Yun, ya gue nggak cerita lah" ucap Bandi
"ha ha serah lo lah ban, iyain aja" ucap Yuna
"ban jagain yuna ya" ucap Gea
"santay " ucap Bandi
"kita duluan ya by" ucap Yuna berpisah
Bandi mengantar Yuna kesekolahnya terlebih dahulu dan berpapasan dengan teman geng Bandi mereka ikut mengantar Yuna kesekolahnya
"dasar anak anak kurang kerjaan " ucap Bandi menghela nafas
"bukan kurang kerjaan tapi mereka itu peduli sama Lo ban" ucap Yuna
brem brem brem suara motor geng Bandi berhenti didepan gerbang SMA NEGERI 01 GESAN
"siapa dia?" ucap kakel
"dia kelas sepuluh anak IPA satu" ucap temannya
"bukannya itu geng motor soccer" ucap temannya
"mungkin dia nganterin pacarnya" ucap temannya
__ADS_1
"heh malah gosip disini, ayo katanya mau beli pulpen" ucap temannya yang menghampiri mereka
"Lo beneran nggak papa Yun?" tanya Bandi
"santuy ban gue udah bisa nanganin masalah ini sendiri, makasih indah cemasin gue , dan makasih juga buat kalian karena udah mau bantu gue kemarin " ucap Yuna
"santuy temannya Bandi juga teman kita" ucap tero salah satu anak geng motor soccer
"yaudah gue masuk dulu, kalian hati hati kalo bawa motor jangan kaya bocah satu ini " ucap Yuna menepuk pundak Bandi
Novita dan Chandra melihat Yuna dari kejauhan
"apa spesialnya sih Yuna kenapa dia bisa dapet teman kaya mereka " ucap Chandra
"cewek murahan " ucap Novita pergi
"yaudah Sono masuk" ucap Bandi
"Lo duluan Sono entar kesiangan" ucap Yuna
"huhh dasar cewek emang susah kalo dibilangin, yaudah gue berangkat " ucap Bandi meninggalkan Yuna
"kita duluan ya Yun dada yunaa" ucap teman teman Bandi dibalas senyum oleh Yuna
saat Yuna ingin ke kelas tidak sengaja berpapasan dengan Stella
Yuna sudah tidak peduli dan hanya berjalan melewatinya begitu saja
"yu" ucap Stella tapi Yuna sudah melewatinya
............
Ical Gea dan Alfian sudah sampai disekolah
"Lo bisa sampe babak belur gitu cal, gue jadi nggak yakin kalo Lo bisa bela diri" ucap Alfian
"nah bener banget Yan, Piyan aja bersih nggak ada tuh luka luka kaya Lo" ucap Gea
"eh iya ya Lo nggak seru Yan" ucap Gea
seorang cewek menabrak Alfian ketika berjalan menuju kelas
"awww" ucap cewek
"Lo nggak papa?" tanya Ical
"ha oh nggak papa kok" ucap cewek
"woi Yan bantuin dong, Lo juga yang nabrak" ucap Ical
seperti biasa Alfian sangat batu es kepada seorang cewek kecuali pada sahabat ibu dan orang tua
"Lo caper ya?" ucap Gea langsung diulti
"duh ini anak kalo ngomong, sorry ya temen gue emang gitu" ucap Ical membantu mengambil kertas yang berserakan
"caper caper aja nggak perlu merasa tersakiti kan Lo yang Nabrak duluan" ucap Gea jutek
tata dan Fio menghampiri mereka
"kenapa nih kenapa?" tanya Fio
"biasalah" ucap Gea
tata ikut membantu Ical dan cewek itu
"kenapa Lo ikut bantuin sih ta!" ucap Gea
"kasian ge, biar cepet aja" ucap Tata
Gea langsung pergi begitu saja meninggalkan teman temannya
__ADS_1
"ge tungguin" teriak Fio mengikuti Gea
Alfian juga pergi dengan santay meninggalkan Ical
"Gea emang gitu maafin aja ya" ucap Tata
"oh iya , makasih ya udah mau bantuin" ucap cewek
"udah kan?" ucap Ical langsung meninggalkan mereka
"i iya" ucap cewek
"dasar Piyan ninggalin gue gitu aja" ucap Ical kesal
"pagi geaaa fioo" ucap Erfan dan Reyhan
Gea langsung duduk ditempatnya
"stttt, geaa lagi bad mood" lirih Fio
Zahwa langsung menghampiri Gea
"ngapain tuh bocah" ucap Reyhan
"ikut gue" ucap Zahwa
"Lo siapa nyuruh nyuruh gue" ucap Gea
Reyhan menghampiri mereka
"bisa nggak Lo nggak usah ganggu Gea " ucap Reyhan memegang tangan Zahwa
Zahwa langsung memegang tangan Gea keatas
"aawww" ucap Gea kesakitan ternyata tangan Gea yang diperban mengeluarkan banyak darah karena Gea mengepalkan tangannya terlalu erat
"sekarang paham " ucap Zahwa pada Reyhan
"geaa, tangan Lo ayo gue anter ke UKS" ucap Fio
"tangan Lo ge?" ucap Tata cemas
"nggak papa nggak usah lebay ta" ucap Gea
Tata dan Fio mengantar Gea pergi ke UKS
"geaa kenapa lagi kamu ini" ucap Bu UKS
"biasa Bu " ucap Gea santay
"kok bisa sampai kaya gini sebenernya kalian itu mainnya apa toh" ucap Bu UKS yang sedang mengobati luka Gea
"main boneka Bu hehehe" ucap Fio
"cuma Lo yang main boneka kali" ucap Tata
seseorang datang menghampiri mereka seperti akan demo
"buset kalian pada ngapain disini?" tanya Fio
Alfian Ical Zahwa Reyhan Reza Erfan
"Lo nggak papa ge?" tanya Ical
"haduh nih bayi bayi ngapain sih, udah jam masuk bego" ucap Gea
"heh heh kalian pada ngumpul disini ngapain, nggak mungkin sakit berjamaah kan?" ucap Bu UKS
"hehe enggak Bu kami mau ke kamar mandi kebetulan bareng aja hehehe" ucap Erfan
"hehe iya Bu " ucap Reyhan
__ADS_1
"kalo kalian emang udah biasa tapi kenapa ketua OSIS ikutan nih, jadi curiga ibu" ucap Bu UKS