
"langit berubah menjadi gelap, hujan turun dan Gea belum ditemukan bahkan HEALMEGIC menghilangkan, membuat mereka frustasi dengan keadaan
"kita neduh dulu hujannya deres" ucap Bandi
"sementara Gea ilang gitu aja" ucap Ical
"yang khawatir bukan cuma Lo ya cal, kita semua khawatir sama keadaan Gea"" ucap Alfianl
"percuma kita nekat nyari Gea hujannya terlalu deres , pandangan kita juga kabur ditambah kabut" ucap Bandi
mereka kembali ke rumah kayu menunggu hujan reda , tiba tiba semak semak bergerak kencang sendiri dari semak semak lain
"sial apaan lagi itu" ucap Alfian
"gimana kalo monster itu kesini?" ucap Yuna
dan Bandi mengambil senjatanya sebuah tembak bersiap untuk menembak
"tunggu biar gue cek" ucap Ical
"gue ikut yang membawa sebuah pisau" ucap Alfian
dengan hujan yang tidak ada hentinya dan kabut membuat pengelihatan mereka terganggu, saat ingin menghampiri semak semak dari arah berlawanan Gea muncul dengan banyak luka ditubuh dan wajahnya
"geaaa" teriak ical segera menghampirinya dan sebuah bayangan hitam akan menyambar Ical
"icallll awass" ucap Alfian
duar suara tembakan dari Bandi mengenai bayangan itu membuatnya menghilang
mereka berlari kearah Gea yang terjatuh lemas ditanah
"ge geaa geaa " ucap Ical Yuna Bandi dan Alfian yang membangun Gea
Gea terbangun dari pingsannya
"kalian hihihi akhirnya gue nemuin kalian" ucap Gea dengan tertawa dan menangis
"hahaha Lo kemana aja kita nyariin Lo dari semalam" ucap Ical dengan tertawa dan menangis
"Lo gapapa kan ge" ucap Yuna dengan menangis lalu memeluk erat Gea
"kalian nangis ,ini momen perlu diabadikan hehe"ucap Gea tertawa
"bercanda terus Lo ge"ucap Bandi dengan senyum
"emang ada yang berani sama Gea kita" ucap Alfian dengan tawa kecil
"tembakan Lo makin bagus aja ban"ucap Gea
"kita kangen sama Lo tau ge" ucap Bandi memeluk Gea dan juga Ical dan Alfian
mereka berpelukan dan tertawa bersama disaat hujan
"aaaaw sakit gais, kalian masih mau hujan hujan ?" ucap Gea
ahahahaha mereka menertawakan Gea, tidak butuh waktu lama Ical langsung membopong Gea ke HEALVEN
"eeeeeeh" ucap Gea
"liat sekarang gue kuat kan" ucap Ical dengan songong
..........................
"ge sebenernya apa yang terjadi?" tanya Alfian
"gue ambil obat sama handuk dulu" ucap Yuna
"cal tangkap Bandi Pian" ucap Yuna melemparkan handuk
"kenapa monster bayangan itu ada dihutan ini juga" ucap Ical yang membantu Yuna mengobati luka Gea
"waktu gue melindungi kalian di HEALMEGIC dan kita lari kaki gue ditarik sama bayangan hitam" ucap Gea
"yang penting bayangan itu udah ilang ditembak Bandi" ucap Yuna
__ADS_1
"gimana kalo dia nggak mati" ucap Alfian
"mereka nggak mati gitu aja cuma gara gara ditembak karena mereka bukan manusia atau hewan, gue udah nyoba dan itu sia sia" ucap Gea menambah ketegangan
"maksut Lo mereka apa ge" ucap Ical
"mereka bayangan atau kabut atau apapun mereka, mereka banyak yang kita temui tadi hanya bagian kecil dari mereka" ucap Gea
"tapi gimana Lo bisa selamat ge?" ucap Alfian
"gue juga nggak tau , tiba tiba mereka ngelepasin gue gitu aja" ucap Gea
"dan jika ditembak emang sia sia kenapa monster itu hilang seperti takut sesuatu" ucap Bandi
"gue juga nggak tau " ucap Gea
"hujan udah reda gimana kalo kit pulang besok juga udah sekolah,da Gea bisa istirahat kalian juga" ucap Yuna
"bener kata Yuna mending kita pulang dulu besok disekolah kita omongin lagi gimana kedepannya" ucap Bandi
"kalo ada apa apa kabarin lewat HT oke " ucap Alfian
"Gea kenapa kamu berantem lagi?" tanya mama Gea
"tadi habis jatuh" singkat Gea dan pergi untuk membersihkan diri
diwaktu yang sama Alfian sedang melamun memiliki semua kejadian yang terjadi padanya dan sahabatnya
"bang Lo ambil minyak wangi gue ya" ucap Sasya
"apaan lagi sih ni bocah" ucap Ical
"Lo taruh mana bang minta ngak bilang bilang nggak dibalikin lagi" ucap Sasya
"nggak tau, lagian malem gini Lo mau kemana?" tanya Ical
"kewarung, banyak tanya ni orang dimana minyak wangi gue ditanyai malah kemana mana " ucap Sasya
"ya enggak lah Sasya kalo naruh barang Sasya ditempat Sasya sendiri nggak kaya manusia satu ini udah minjem nggak bilang di ilangin lagi" ucap Sasya
"udah dibilang gue nggak minjem, udah Sono kewarung aja peke minyak wangi "ucap Ical
diwaktu yang sama Bandi yang sedang memasak untuk makan malamnya
"gais ganti" ucap Bandi dengan HT
"ini Yuna ganti" ucap Yuna yang sedang belajar untuk besok
"ini Gea ganti" ucap Gea yang akan membaca buku dengan susu yang dia buat
"ini Alfian ganti" ucap Alfian yang sedang menyiapkan seragam sekolah
"ini Ical kenapa ban ganti?" ucap Ical yang selesai makan dan sedang rebahan di kamarnya
"ban Lo masak apa kecium sampe rumah gue? ganti" ucap Yuna
mereka paham dengan keadaan Bandi yang sedang kesepian
"aduh gue jadi laper, ganti" ucap Ical yang kenyataannya baru selesai makan
"cuma masak nasi goreng, nggak tau enak nggak nya" ucap Bandi
"otw, ganti" ucap Alfian
"dasar anak anak prikk" ucap Bandi yang tersenyum tipis
uhuk uhuk uhuk Gea yang batuk darah
"apa gara gara semalem ya, haisss monster anying awas aja kalo ketemu gue jadiin Lo rujak pepes" ucap Gea yang langsung mengambil obatnya
"Bandi woi woi Bandi " teriak Ical didepan pintu rumah Bandi
__ADS_1
"bwaaaaa" ucap Yuna Gea
"kita mau numpang makan" ucap Alfian
"ini sih bukan numpang tapi malak" ucap Bandi
"jangan bilang Lo cuma masak buat Lo doang " ucap Ical
"tenang gais" ucap Gea yang menunjukkan makanan yang ia bawa
"oh saya juga bawa dong" ucap Yuna
"widihhhh ngerihhh" ucap Ical
"ets saya juga bawa taraaa" ucap Ical
"jangan lupa minum yagaya" ucap Alfian
"uwihhh paling ngerti makan butuh minum otak Lo emang bisa diandelin Yan" ucap Yuna
"awas awas kelamaan kaki gue luka nih" ucap Gea yang menerobos masuk
"buset" ucap Gea yang terkejut dengan hiasan tumpeng nasi goreng yang dibuat Bandi
"gue cuma gabut jadi gue hias" ucap Bandi
"ini masih panas Lo ban" ucap Yuna yang juga terkejut
"gabut apa bakat Lo ban, mending Lo ikutan lomba yagaya" ucap Ical
"ini bukan lagi makan malam ini pesta" ucap Alfian
"pantes rame ternyata Abang gue" ucap Sasya pulang dari warung
"Sasya masuk sa" ucap Yuna
"oke kak" ucap Sasya
"ada yang ulang tahun ya?" tanya Sasya
"nggak ada sa cuma iseng iseng" ucap Bandi
"ini bocah ngapain lagi kesini" ucap Ical
"widihhh kayaknya enak" ucap Sasya
"mending Lo pulang Sono masih kecil juga" ucap Ical
"nyenyenye emang Lo udah gede beda 3 tahun aja" ucap Sasya
ahahahaha tawa Yuna Gea Bandi dan Alfian
"ini nih yang dinamakan sodara kagak ada akur akurnya" ucap Yuna
"Sasya kalo mau makan bareng kita aja" ucap Bandi
"makasih bang Bandi " ucap Sasya dengan tersenyum meledek Ical
"haiss dasar bocah" ucap ical
"ets tunggu sebelum potong tumpengnya kita foto bareng dulu sayang kalo dipotong gitu aja" ucap Gea
"nahh bener banget tuh" ucap Ical
"oke semuanya merapat " ucap Bandi
"sa sini ayo ikut foto" ajak Gea
"jangan diajak nanti jadi jelek fotonya "ucap Ical
"pala Lo yu jelek sambil merem aja udah keliatan jelek " ejek Sasya
"apa Lo kata" ucap Ical
"udah udah liat kamera " ucap Alfian
__ADS_1
123 cekrikkkk