HEALVEN

HEALVEN
ehmm


__ADS_3

"pulpen sialan?" tanya Gea


"iya sekarang mana celana dalem Abang?!" tanya bang Jeno


Gea pergi keluar kamarnya dan mengambil ****** ***** bang Jeno yang sudah dalam keadaan basah


"tuh ambil" ucap Gea masuk kamar dan menguncinya


"apa yang Lo lakuin sama celana Abang Geaaaa?!" teriak bang Jeno yang ****** ******** sudah berwarna pink semua karena terkena luntur


"huh punya Abang mukanya banyak banget" ucap Gea


"huhh akhirnya bisa rebahan juga" ucap Gea yang akhirnya tertidur


"ahahha , geaaa cepet nanti kita ketinggalan kereta" teriak seseorang


tu tu tu tuu suara kereta terdengar mendekat


"bentar ayok oliv cepetan " ucap Gea melambai


tiba tiba langit berubah menjadi hitam pekat dengan hujan merah seperti darah, dan disana hanya ada Gea


"woi kalian dimana" ucap Gea mencari sahabat sahabatnya


"geaaa lari!!!" teriak seseorang yang tidak dilihat oleh Gea


Gea kembali ketempat dimana semua orang yang ia sayangi digantung, dan menyadari bahwa ia sedang ada dalam mimpi, dan melihat dirinya juga ada disana



"siapa kamu mengapa kamu mirip" ucap Gea


"mirip dengan mu? kamu salah ini aku dan kamu juga aku" ucap dia


"kenapa kamu selalu muncul dalam mimpi?" tanya Gea


"karena mimpi adalah tempat yang kamu bisakah melakukan apa yang kamu mau tanpa memperdulikan peran dunia" ucap dia


"maksudmu aku yang menginginkan semua ini? kamu salah aku tidak pernah menginginkannya" ucap Gea


"kamu bisa berbohong padamu manusia tidak dengan ku kamu adalah aku" ucap dia


"apa yang sebenarnya kamu maksud, langsung intinya saja!" ucap Gea kesal


tiba tiba Gea berpindah didepan pohon besar yang terletak di HEALVEN dan bertemu dengan rusa ajaib


Gea mencoba untuk mendekati rusa ajaib tersebut lalu mengelus bulunya yang sangat halus dan bersinar


"mengapa kau selalu muncul tiba tiba" ucap Gea


"aku kira kau bisa berbicara seperti difilm film" ucap Gea


"ehh ini kan mimpi aku bisa melakukan apapun yang aku mau" ucap Gea


beberapa anak anak kecil menghampirinya


"eh eh bukankah itu kakak yang kemarin?" ucap salah satu anak cowok


"iya kenapa dia disini?" ucap anak perempuan


"kak kakak baik baik aja?" ucap anak perempuan


"iya yah dia banyak darah" ucap anak cowok


Gea baru menyadari bahwa ia berlumuran darah tapi tidak terlihat terlalu terkejut Gea malah memperhatikan anak perempuan yang jauh dari teman temannya yang tidak menghapiri gea dan hanya menatap Gea dari kejauhan dengan tatapan seperti kebencian


"siapa anak itu?" tanya Gea

__ADS_1


"siapa kak?" tanya anak perempuan


"iya kami hanya berlima kak" ucap anak cowok


"tadi ada anak yang seumuran kalian disina" ucap Gea menunjuk


"kakak ini pasti lagi berkhayal" bisik anak perempuan


"kayaknya iya apa lagi kakaknya juga banyak darah" ucap anak perempuan


sebuah badai menghampiri mereka yang tadinya begitu cerah kembali menjadi hitam ,rusa itu berubah menjadi kunang kunang yang ikut melarikan diri


aaaaa ucap anak anak yang terseret badai


Gea yang mencoba menolong mereka ikut terseret kedalam badai dengan petir berwarna biru


tapi saat masuk dalam pusaran badai Gea tidak melihat anak anak itu lagi, dia melihat kenangan dimasa lalunya , lalu menyadari sesuatu



Gea terbangun dari tidurnya dari mimpi mimpi yang tidak bisa dinalar dengan akal sehat manusia, anahnya saat dia bangun dia kembali mimisan seperti dulu


"lagi " ucap Gea membersihkan darah dan bersiap untuk sekolah


Gea pergi kemeja makan disana sudah ada Abang Jeno dan ayahnya


"ge sarapan dulu mamamu sudah nyiapin bekal juga buat kamu" ucap ayah


"iya yah" ucap Gea


"yasudah ayah berangkat kerja dulu, bang Jeno jaga adek kamu adek kamu itu perempuan " ucap ayah


"baik yah" ucap bang Jeno


bang Jeno memberikan sesuatu pada Gea dibawah meja agar bunda tidak curiga


"sttttt, itu obat buat tangan Lo bego" bisik bang Jeno memukul kepala adiknya


"aduhh" ucap Gea kesakitan


"kenapa ge?" tanya bunda


"ini nih bund ba" ucap Gea belum selesai langsung kaki Gea diinjak bang Jeno


"haisss " ucap Gea


"kenapa ge?" tanya bunda


"bang Jeno mukul Gea" ucap Gea


"Lo kira gue bakal terima kasih terus nggak ngadu sama bunda, salah Abang gue yang oon" ucap batin Gea senyum liciknya


"dasar adik durhaka" batinnya bang Jeno


"Kaka nggak boleh sama adek mukul" marah bunda pada bang Jeno


"iya bund" ucap bang Jeno


"berangkat dulu ya bund" pamit Gea dan bang Jeno


"iya hati hati" ucap bunda


"bang motor gea gimana, udah bener belum?" tanya Gea


"makanya kalo punya motor itu dijaga malah diasingkan" ucap bang Jeno


"awas gue mau lewat" ucap bang Jeno yang mengeluarkan motor kesayangannya

__ADS_1


"motor sama yang punya sama aja kagak ada otaknya" ucap Gea menendang motor bang Jeno


"ini pada kemana gue kesiangan apa kepagian sih ini?" ucap Gea


"pagi gueaaa" ucap Ical lebay


"idih paan sih Lo, pagi pagi udah setres aja" ucap Gea


"terserah gue Lo, tangan Lo gimana masih sakit?" tanya Ical


"udah mendingan" ucap Gea


"heh Lo babak belur juga Lo kalah sama geng mereka?" tanya Gea



"kalah gue? tidak ada dalam kamus Ical si pemberani " ucap Ical


Gea menyetuh luka Ical dengan keras


"aaaw " ucap Ical kesakitan


"sakit kan kalo sakit bilang sakit nggak usah sok sok an kuat" ucap Gea


"Lo juga sama aja" ucap Ical


"ehmmm ya pengecualian buat gue" ucap Gea


"pagi gaisss" ucap Yuna memberikan susu pada Ical dan Gea


"Lo udah baikan Yun?" tanya Gea


"santay ge, gue nggak papa" ucap Yuna


"widih widih susunya enak nih bagi dong" ucap Bandi


Yuna juga memberikan susu pada Alfian dan Bandi


"Lo udah cerita sama keluarga lo Yun?" tanya Alfian


"nggak perlu diceritain lagian udah selesai juga" ucap Yuna


" ya nggak bisa gitu dong Yun apa yang mereka lakuin itu bukan cuma candaan!" ucap Bandi


"jadi maksud Lo ,Lo mau maafin mereka gitu aja Yun?" tanya Ical


"sakit dibalas maaf itu curang" ucap Gea


"untuk yang ini gue setuju sama Gea" ucap Alfian


"gue nggak bisa maafin mereka untuk sekarang, tapi yang gue pengen cuma ngelupain semua kejadian itu" ucap Gea menatap sahabatnya


Gea tau perasaan Yuna dan langsung memeluk nya begitu juga Ical Bandi dan Alfian


"Lo masih punya kita Yun, kita selalu ada buat Lo" ucap Bandi


"gue rela babak belur kalo cuma buat sahabat sahabat gue" ucap Ical


"kita semua keluarga Lo Yun, Lo nggak pernah sendirian" ucap Alfian


"apapun masalah yang Lo punya kita juga akan ikut menanggungnya" ucap Gea


"makasih karena terlahir ke dunia, gue harap persahabatan ini nggak pernah terputus bahkan ajal nggak akan bisa buat kita pisah" ucap Yuna



__ADS_1


__ADS_2