
Gea dan Yuna segera berlari dan tertawa terbahak bahak
"siapa suruh ngetawain guwe kalian , sebagai bayarannya kalian bayarin bakpao kita ya, kalian kan juga makan ,bye bestieee gueee!" teriak gea sambil tertawa-tawa dengan Yuna
"pak sering sering lewat sini ya" teriak Yuna ke bapak bakpao dengan senyum lembut
"yaaaaa!, kalian yang beli banyak woi punya tetangga gini amat sih awas ya kalian nanti!" teriak Ical
"didesa ini kayaknya cuma gue yang waras hufff" ucap Bandi sambil menghela nafas
"Ban, lu yang bayar ya hehehe rumah gue kan jauh" ucap Ical
"jauh dari mana?, noh rumah Lo aja keliatan dari sini" dan Bandi mendekati bapak bakpao untuk membayar
"pak ini uangnya maaf jadi nunggu lama" ucap Bandi dengan senyum ramah ke bapak bakpao
"ini nak kembaliannya, nggak papa nah malah bapak jarang liat tetangga seperti kalian, jadi desa nggak terasa sepi"ucap bapak bakpao sambil tersenyum
Bandi hanya bisa tersenyum pada bapak bakpao karena yang dikatakan bapak bakpao ada benarnya ,Bandi yang sering dirumah sendiri karena pagi pagi orang tua sudah berangkat dan pulang tengah malam Bandi jarang berkomunikasi dengan orang tuanya tapi tinggal didesa pati membuat Bandi tidak merasa kesepian dan dengan adanya sahabat yang selalu memahami Bandi Bandi merasa dilengkapi oleh sahabatnya meski disisi lain Bandi menginginkan kehangatan dari orang tuanya
jam menunjukkan jam 3 lebih 15 menit
Gea bersiap siap untuk pergi bersama sahabatnya ke hutan belantara dekat desa dengan membawa minuman untuk bersama
Gea yang sudah ditunggu teman temannya didepan rumahnya dan Ical yang langsung merangkul Gea dan Yuna di leher mereka dengan erat
"nah ini nih dua cewek prikk, beli bakpao nggak dibayar haa hiihhh!!" ucap Ical yang masih merangkul Gea dan Yuna dengan geram
"aduh cal lepasin oi sakit loh" ucap yuna
"Lo udah bosen hidup cal!" ucap gea dengan tatapan mematikan
Ical langsung melepaskan rangkulannya ke Gea dan Yuna
"hahaha bercanda ge bercanda jangan serius seriuslah ehem hem" ucap Ical dengan senyum ketakutan
"dah dah ayok berangkat" ucap Alfian
perjalanan cukup jauh mereka berlima menggunakan sepeda ontel untuk ke markas HEALVEN di hutan belantara, dengan menyepedai sendiri sendiri, saat dalam perjalanan mereka saling mengobrol satu sama lain yang berakhir menggibah
"Pian, tadi Lo kerumahnya annet ngapain?" ucap gea
"annet? oh annet yang pacarnya banyak itu ya" ucap Ical
"dia pinjem buku gue nah besok bukunya gue pakai, tapi katanya dia lagi sakit yaudah gue samperin kerumahnya buat ambil buku gue" ucap Alfian dengan mengayuh sepeda ontelnya
"oh annet yang itu" ucap Bandi
"Lo kenal dia Ban?" ucap Ical
"cuma pernah denger denger sih, dia juga mantan temen gue" ucap Bandi
__ADS_1
"dia juga pernah dilabrak kakel disekolah gue, katanya cowoknya selingkuh sama dia gitu, tapi nggak tau juga kenyataannya gimana" ucap Yuna
"wahhh annet ini parah bener jeleknya sampe mana mana, ati ati Lo yan kayaknya dia cuma mau caper ke Lo" ucap gea
"nggak peduli juga gue sama dia" ucap Alfian
"nggak peduli tapi Lo pinjemin juga buku Lo yan Pian" ucap Bandi
"bukan gue temen gue yang minjemin dia pake buku gue " ucap Pian
mereka sampai di hutang belantara karena markas mereka layaknya berada di tengah tengah hutan dan harus melewati sungai mereka harus melanjutkan deng berjalan kaki, dan meninggalkan sepeda mereka dipinggir hutan
"Lo bawa apaan ge kayaknya berat banget?" ucap Bandi
"iya ge Lo bawa batu apa? ucap Ical
"iya batu buat mukul Lo nanti, ini gue bawa minuman soda sama susu" ucap gea
"mau gantian sama gue ge?" ucap Alfian
"emang Lo bawa apa yan" ucap gea
"jagung sama singkong tapi masih mentah buat kita bakar bareng bareng di markas" ucap Alfian
"sama aja berat Pian , hadehhh" ucap gea
"mana mana biar gue bawain aja punya Lo sama punya Yuna" ucap Bandi yang sudah menganggap Gea dan Yuna sebagai adiknya meski kadang mereka ngeselin
"makasih Abang Bandi" ucap gea dan yuna deng lembut dan tersenyum
"nggak ada yang mau bantuin gue bawa ini? " ucap Alfian
"hahahaha" mereka tertawa bersama sama dan berakhir saling membantu Gea membawa nasi kuning yang dibawa Ical dan Yuna membawa cemilan yang dibawa Bandi Bandi Ical membawa bawaan Gea dan Yuna yang juga membawa beberapa singkong dan jagung yang dibawa Alfian
saat perjalanan ke markas mereka kaget melihat seekor rusa putih sang lumayan besar dengan tanduk yang indah dikepalanya dan dikelilingi oleh burung burung yang indah dekat sungai karena mereka sering kehutan dari kecil tapi baru pertama kali melihat rusa putih yang bercahaya dihutan belantara ini mereka menamai rusa ajaib
"itu beneran rusa?" ucap Ical
"menurut mu itu ikan cal" ucap Alfian
Gea, Yuna dan Bandi menahan tawa dengan masih bersembunyi disemak semak
"ini momen langka harus diabadikan" ucap Bandi yang mau memotret rusa
"jangan, biar ini jadi rahasia kita aja" ucap gea dengan tatapan serius
Yuna,Ical, Alfian dan Bandi terdiam sejenak mereka tau Gea saat ini sedang sangat serius
Alfian juga berfikir bahwa kejadian ini bukan sembarang kejadian
saat mereka masih melihat rusa ajaib itu Ical terpeleset kesungai
__ADS_1
byurrrrrrrr
aaaaaaa! hanya Gea yang yang masih terlihat tenang sedangkan Bandi Alfian dan Yuna kaget
"aduhhhh" ucap Ical sambil meringis kesakitan
"Ical Lo ngagetin kita, gue kira buaya atau apa haisss" ucap Yuna
"kemana rusanya" ucap Alfian
"Lo sih cal " ucap Bandi
"woi, bantuin Napa!, sakit nih" ucap Ical
Bandi dan Alfian mengulurkan tangan untuk membantu Ical ,tapi Ical menarik tangan mereka sehingga ikut terjatuh kesungai
byurrrr
"ical.....!" teriak Bandi dan Alfian
"ahahahaha " gea dan yuna yang menertawakan mereka terbahak bahak
lalu Ical Bandi dan Alfian mencipratkan air ke Yuna dan Gea
"awas ya Lo Lo dan Lo nanti" ucap gea
Ical yang sudah berada di belakang Gea dan Yuna mendorong Yuna ke air
"awas ya cal kalo Lo macem gue cantik cantik lo nanti " ucap gea
"apa ge nggak denger" ucap Ical yang pura pura tidak mendengar Gea dan mendorong Gea lalu juga ikut lompat ke air, mereka saling menyiratkan air dan basah kuyup sambil tertawa bersama
air di sungai hutan belantara masih sangat bening dan belum tercemari begitu juga dengan pepohonannya
setelah selesai bermain air mereka melanjutkan perjalanan ke markas HEALVEN dengan basah kuyup
"untungnya kita punya satu setel baju di HEALVEN" ucap Bandi
"ini gara gara Ical nih" ucap Yuna menyalahkan Ical
"enak aja, ini itu takdir kita hehehe" ucap Ical
"akhirnya sampai juga, Yun kita ganti baju dulu yuk" ajak Gea
"kalian buat api unggun ya sambil nunggu kita hehe" ucap Yuna
"dasar cewek cewek prik, sekali kali ngalah sama cowok!" ucap Ical
HEALVEN markas yang indah dan ramah lingkungan mereka berlima yang menjaga hutan belantara tetap aman dan tidak tercemari, HEALVEN dengan rumah kayu yang hangat dengan tv dan sofa serta kulkas kecil untuk menyimpan minuman dingin ,lemari untuk menyimpan makanan dan loker untuk menyimpan barang barang pribadi masing masing seperti baju dan rumah pohon dengan hiasan dan lampu lampu yang berkelip mengelilingi HEALVEN, ayunan dan pagar kayu, yang mengelilingi HEALVEN, toilet kecil yang dibuat oleh pak mat, serta beberapa tanaman buah dan sayuran yang mereka tanam dan ada beberapa pohon buah yang tidak jauh dari HEALVEN seperti mangga, rambutan, apel,dll, terdapat satu pohon yang besar dan sangat tinggi saat berada dipuncak pohon akan terlihat semua hutan
__ADS_1