Hidup Dalam Bayanganmu

Hidup Dalam Bayanganmu
awal mula


__ADS_3

namanya adinda santoso, di besarkan dengan keluarga broken home, dia gadis yang periang namun menyimpan banyak luka.


kepergian ayahnya meninggalkanya dengan ibu beserta kedua kakak laki lakinya meninggalkan luka yang mendalam.


selama ini dia terus pura pura bahagia, tersenyum untuk mengurangi sakit hati ibunya, walaupun begitu hidupnya tetep bahagia karna kedua kakaknya sangat menyayanginya, tapi suatu hari kenyamanan hidupnya terusik karna hadirnya seorang laki laki yang mengaku sebagai kekasih ibunya.


yah ibunya menikah lagi dengan duda beranak tiga, walau begitu dia coba untuk bertahan hingga kehidupan tenangnya benar benar terampas, dia harus rela ibunya membagi kasih saya, dan kakak kakaknya merantau, dia harus putus sekolah saat lulus SD.


"kak emang harus yah kakak merantau jauh" adinda


"iya dek, ini juga buat kamu, kaka juga gak kuat kalau harus tinggal sama ibu, kakak gak mau ibu ribut terus sama bapak gara gara ngebelain kakak" rian kakak pertama adinda


"tapi kak, adinda takut kak, ibu udah berubah, ibu gak sayang kita lagi hiks hiks" adinda


"yang sabar dek, entar kalau kakak udah punya banyak uang kakak pasti bakal temuin kamu, dan bawa kamu pergi dari sini" andre kakak kedua dinda


"yaudah, tapi kakak janji kan bakal balik jemput dinda, dinda gak kuat kak di sini, mama lebih sayang riko sama dika ketimbang aku kak hiks hiks hiks" ya riko dan dika adalah adik tiri adinda, anak bawaan dari papa tiri adinda yang bernama rido.


selama ini rido melakukan adinda dengarin tidak baik, bahakan ketika makan rido sering memberi daging ikan kepada anak anaknya dan yang bagian tulang di berikan kepada adinda.


Rahma sebenarnya tahu tapi diam saja, karna dia. mencintai suaminya rido, lagian Rahma yang sedang hamil sangat takut dengan ancaman rido yang akan meninggalkanya, tak jarang rido selalu melakukan kekerasan kepada Rahma dan juga adinda, apa lagi anak laki laki Rahma sedang merantau.


selama ini rian dan andre selalu mengirimi Rahma uang, tapi selalu di rampas suaminya, semua keuangan suinya rido yang mengurus, Rahma hanya di beri uang yang hanya cukup untuk belanja, kadang kadang juga kurang


bahkan uang sekolah adinda pun di ambil olehnya, rido yang pengangguran dan suka bermain judi, hampir setiap malam dia pulang dalam keadaan mabuk selalu marah.


Dok... Dok... Dok...


"hey bodoh buka pintunya" lagi lagi rido menghamburkan uang kiriman dari rian dan andre dan pulang dalam keadaan mabuk, setelah semalam main judi dan di temani wanita wanita malam


"ayo buka pintunya, jadi perempuan gak guna banget sih, bisanya nyusahin aja, suami pulang bukanya di sambut malah di kunciin" rido


"ma kayanya bapak udah pulang ma, biar dinda bukain yah, pinggang mama kan lagi sakit" adinda


" jangan dinda biar mama saja, takutnya bapak marah, dan ngelakuin kekerasan sama kamu, mama gak mau kamu di pukul sama bapak nak"Rahma


"gapapa kok ma, adinda gak ngerasain sakit, kan udah biasa hemmm" adinda tersenyum kepada mamanya


"yaudah tapi kamu hati hati yah, kalau bapak ngomong apa apa kamu diam aja yah, maafin mama adinda" rahma


"iya ma, mama gak salah kok, mama jangan sedih adinda gak papa" adinda


adinda pun berlalu meninggalkan rahmi yang sedang ada di kamarnya...


Ceklek...


"kemana saja kamu bodoh, lama sekali pulangnya" rido


"ma...maaf Pak" adinda


" maaf maaf, kamu fikir maaf mu bisa buat saya menang judi hah" teriak rido pada adinda

__ADS_1


"mana mamanya yang bodoh dan tak berguna itu hah" rido


"mama da di kamar pak, mama lagi sakit hiks..


adinda mohon bapak jangan kasar sama mama, mama lagi mengandung anak bapak juga pak" adinda


" heh anak kecil kamu tau apa hah" rido


PLAK... rido lagi lagi mendaraykan tanya ke pipi mulus dinda, dan berlalu begitu saja


"ya Allah sampai kapan aku kaya begini, aku gak kuat, kak aku mohon cepatlah pulang, sudah setahun kakak gak pulang pulang, adinda kangen kak, adinda mohon jemput adinda hiks,,, hiks,,,, hiks,,,


sementara di dalam kamar terjadi keributa lagi seperti hari hari sebelumnya


PLAK... BUG... BUG....


" Rahma kau sudah ku ingatkan, jangan membantah setiap ucapanku, cepat telfon anakmu yang kurang ajar itu untuk memgirimimu uang, aku tidak main main, kamu ingat ancaman ku kan, kalau sampai kamu menolak kamu tau kan apa yang akan aku lakukan"rido lagi lagi mengancam Rahma


"hiks... hiks... hiks... mas hak puas kamu selama ini kasar sama aku dan dinda, kamu selalu berbuat didak adil pada anak anak ku, bahkan uang yang harusnya buat adinda sekolah pun sudah kamu pakai mas" Rahma


"ingat Rahma aku menikahimu karna aku butuh pengurus anak anakku, aku tidak peduli dengan anak anak mu, jangan membantah lagi, cepat telfon andre dan rian minta uang pada mereka" rido


"tapi mas" Rahma


ucapan Rahma pun di potong dengan rido " gak ada tapi tapian, aku bilang cepat"


" mas andre kemarin bilang dia mau nikah, dia gak bisa lagi kirimin kita kaya biasanya, cobalah mas kamu berhenti minum dan main judi "Rahma


PLAK...


hiks..... hiks... hiks....


Rahma masih menangis.


sementara di kamar yang lebih tepat di katakan gudang adinda sedang menangis


"ya Allah, aku harus bertahan sampai kak andre dan kak rian datang menjemputku" adinda pun tertidur karna terlalu lelah menangis


hari hari adinda di lewati dengan berat, selain membantu ibunya berkebun adinda juga sering di panggil panggil warga di kampungnya untuk sekedar membantu di sawah mereka, atau mencuci, adinda setiap hari kerja serabutan untuk membantu keuangan mamanya.


apa lagi sekarang anak yang di kandung Rahma sedah lahir, riso masih sama saja, bahkan semakin tidak peduli pada mereka


setahun kemudian...


"assalamu'alaikum" rian


"ka kakak? " dinda pun berlari


"kakak gimana kabar dinda kangen kak"


"kakak baik, adik kakak mangkin cantik deh, dinda baik baik kan? maafin kakak ya dek baru bisa pulang, kakak baru dapet cuti lebaran ini" rian

__ADS_1


"iya kak gak papa, jadi lebaran ini kakak ngumpul di sini kan? " yah hati ini adalah puasa terakhir dan malam ini ada lah malam takbir


"iya adeknya kakak yang cantik" rian


"dinda kangen kak" adinda


"kakak juga kangen kamu dek" rian


" kak andre gak pulang lagi yah, apa istri kak andre gak mau di ajak pulang ke kampungkan? " adinda langsung menunduk lesu


"kata siapa, kakak ada di sini kok, aaf yah terlambat, kakak abis palkirin mobil" andre


"kak andre" adinda pun mengangkat wajahnya sambil tersenyum


" mana mama dek, terus bapak sama riko dan dikanmana? " ante bertanya pada dinda


dinda yang ada di pelukan antre pun tersenyum sambil berkata " mama ada di pasar kak tadi berangkat sama bu atik untuk belanja kebutuhan lebaran" bu atik adalah tetangga rumah mereka yang sering membantu mereka


"bapak sama mama pisah kak, dua bulan lalu, dan ngebawa riko ke rumah mamanya, dia titip dika di sini katanya pulang dari kota S dia bakal ngempit dika" terang dinda


kakak kakak dinda pun terdiam, sesaat dinda terpaku pada sosok wanita cantik tengah menggendong anak laki kecil yang tampan


" dia pasti kak Rere kan, di itu pasti budia"tanya adinda pada kakak" nya


" iya dek, kenalin dia kak Rere, kak andre ama kak rian sering nyeritain kamu loh, ampe hafal kakak ama kamu" jawab Rere sambil berjalan mendekat kearah mereka


" oh yah? ayo kak masuk sulu, kasian budi pasti capek, di tidurin aja di kamar dika, dia lagi di masjid baru aja berangkat sama temen" nya, sementara aku bersihin kamar depan buat istirahat kakak yah" jawab adinda


mereka pun masuk ke dalam rumah, tak lupa adinda menyiapkan minum untuk kakak" nya, setelah Rere membaringkan budi di kamar dika mereka berkumpul di ruang tamu


"dek mama masih lama? " rian


" bentar lagi kok kak" adinda


" din kamu tadi lagi ngapain? " tanya Rere


" oh iya dinda lupa, tadi lagi nyuci sayur" dinda


"kamu lagi mau masak dek" rian


"iya kak, dinda ampe lupa gara gara terlalu seneng kaka datang" jawab sinda sambil meringis


"yaudah yuk kakak bantu" jawab Rere


" emang kakak bisa masak di tungku" tanya dinda pada Rere


" gak bisa, tapi kaka bisa bantu bersihin sayur dan masak, kamu yang jaga apinya" jawab Rere sambil tertawa


"yang kamu jaga budi yah" Rere meminta tolong pada andre


andre pun menganggu mengiakan, anre dan sang kakak rian sedang berbincang bincang ringan

__ADS_1


sementara si dapur Rere dan dinda sedang bercerita sbil masak, dinda memang tidak mengenali Rere karna baru kali ini dia berkunjung, tapi dinda sering bercakap lewat telepon dengan Rere.


__ADS_2