
beberapa saat setelah teh di hidangkan pak heru ayah citra pun memberi tahu kan maksud kedatanganya
" ku dengar kau kembali bersama rita, ivan" heru
" ko kok paman bisa tau" tanya ivan dengan gugup
" tak perlu kau tahu aku tahu dari siapa, harusnya kau kenal siapa keluargamu, apa yang kau lakukan pasti mereka tau" heru
" paman, rita telah kembali, dia telah meminta maaf padaku" ivan
" van aku tau betul siapa dia dan perempuan seperti apa yang kau cintai itu" heru
" tapi paman... tolong lah paman mengerti aku, aku sangat mencintainya " ivan
" aku tak bisa berbohong pada kak ahmad, jika aku berbohong dan dia tahu sensendiri entah apa yang harus ku katakan padanya, maaf ivan aku tak bisa membantumu, aku sudah berjanji pada mendiang ibumu" heru
" paman mengertilah, untuk sekarang tak perlu memberi tahu kan hal ini pada papa, aku janji setelah keadaan papa membaik aku yang akan memberi tahunya" ivan
" baik lah ivan jika itu maumu, aku tak bisa memaksamu, tapi ku harap kau mengingat pesan terakhir mendiang ibumu" heru
" aku masih mengingatnya paman, aku takan lupakan hal itu, tapi mungkin saat itu ibu hanya salah paham, rita adalah gadis yang baik, dia sangat lembut, dan lagi kita memiliki status sosial yang sama" ucap ivan memberi pengertian pada pamanya ahmad
" terserah lah, jika itu yang kau lihat ivan, kau hanya ingin melihat apa yang ingin kau lihat, aku tak memaksamu untuk melihat apa yang kami lihat tentang rita mu itu" karna kesal heru pun berdiri dan berkata
" aku harus pergi ivan, aku tak bisa lama lama di sini karna aku harus menjenguk kakak ku di singapur, dia sangat membutuhkan anaknya, dan dia sangat membutuhkan dukungan dari keluarganya, tapi sayangnya anak semata wayangnya tak perduli denganya malah ia bersenang senang dengan gadis yang sama sekali tidak di sukai kakakku itu" ucap heru penuh sindiran
" ayo lah paman, mengertilah keadaanku" ivan
namun ucapan ivaan tak lagi di hiraukan heru tetap mengayun kan langkahnya tanpa sepatah katamu
beberapa saat menjelang sore hari ivan sangat tidak tenang, entah kenapa setelah margareta pergi kemarin dia sangat susah di hubungi, sampai saat ini Margareta hanya meneleponnya sekali siang tadi dan ber kata bahwa dia sedang sibuk dengan pemotretanya
sementara itu di tempat lain tepatnya di hotel
" aku anterin kamu yah dan banyu bantu kamu berkemas din" viki
" gak usah bang, aku bisa sendiri kok, aku gak mau ngerepotin" ucap adinda, saat ini mereka ada di ruangan loker karna merek akan berganti pakaian dan mengambil barang barang mereka karna jam kerja telah usai
" kamu gak ngerepotin kok din, aku seneng bisa bantu kamu, lagian kita bakal jadi tetangga loh" viki
__ADS_1
" eemmm... gini aja, bang viki nungguin aku si rusun, setelah aku ambil barang barang aku kota belanja bahan bahan dapur dan barang yang belum ada di rusun, gimana? " adinda
" oke deh kalau mau kamu begitu, aku duluan yah din, aku tunggu si rusun " viki
" baiklah bang, makasih sebelumnya " adinda
" it's okay lah... bye din sampai jumpa nanti" ucap viki ssbil berjalan melalui dinda
" dah.. " teriak dinda saat viki berlalu
dinda pun menyelesaikan bebereanya dia masuk ke ruang ganti dan mengganti pakaiannya
beberapa saat...
adinda yang menaiki ojek online sudah sampai di depan sebuah apartemen 20 lantai, di sana seperti biasa selalu ada satpam yang menegur adinda seperti biasa
" hay din" bang satpam
" eeh iya bang, sore bang" adinda
" sore din, baru pulang kerja ya" satpam
" makasih ya din, ngerepotin aja... kamu sering banget beliin kita cemilan" ucap satpam B sambil nyengir kuda
" aah gak juga kok bang, ini tadi sekalian saya beli, ooh iya saya mau sekalian pamit, mulai hari ini saya gak lagi tinggal di sini" adinda
" kamu mau ke mana din? " tanya satpam A
" saya pindah di rusun, itu fasilitas dari hotel tempat saya bekerja" terang adinda
" ooh gitu, wah nanti pasti rindu sama mbak adinda nih" satpam B
" jangan lupa main main ke sini yah dinda" satpam A
" iya bang, mang, dinda masuk dulu yah, soalnya harus beberes " adinda
" oh iya mbak" satpam B
" makasih din, hati hati" satpam A
__ADS_1
adinda pun hanya mengangguk dan berlalu menuju lift, saat adinda sampai di lantai paling atas kebetulan ivan juga baru keluar dari lift kusus petinggi dan pemilik apartement
" dinda... baru pulang kamu din" tanya ivan dengan nada yang sulit di artikan
" iya Pak" jawab dinda sambil menunduk
" kok tumben gak kaya jam biasa" tanya ivan saat mereka jalan beriringan menuju unit apartement
" iya Pak, biasanya pulang jam begini tapi nongkrong dulu kalau gak jalan sama temen, biasa sih sama mbak fita" teranga dinda
" ooh... fita si fita senior pengawas? " tanya ivan
" iya Pak, senior pengawas, bapak kenal? " tanya dinda pada ivan
" iya kenal, dia temen sekolah dulu" ivan
"eeemmm" ucap adinda sambil ngangguk ngangguk
" kok tumben kamu gak nongkrong atau jalan din" tanya ivan
" iya Pak karna hari ini saya harus bersama beres, saya mau sekalian pamit sama bapak, saya mau pindah hari ini" adinda
" kok mendadak banget sih din? " tanya ivan dengan suara yang sedikit di tinggikan karna terkejut
" tidak mendadak kok Pak, bapak kan sudah saya beri tahu dari semalam" adinda
" iya tapi saya kita minggu depan, atau. paling tidak setelah kamu ikut ujian paket" ivan
" maaf Pak saya sudah terlanjur ambil fasilitas dan saya sudah mendata tangani kontrak kerja untuk satu tahun kedepan" terang dinda
" ooh ya sudah", jawab ifan dengan nada lemah
ivan memutuskan istirahat sejenak di kursi ruang TV sedangkan adinda menaiki tangga, dia akan membereskan barang barangnya
pikiran ivan sangat kacau, hatinya sangat tak menentu entah apa yang ada di fikiranya saat ini, tapi bukan rita yang jadi beban fikiranya kali ini
sementara di kamar adinda, setelah berkemas dan membersihkan kamar seperti semula saat ia datang di apartement ini adinda pun memutuskan keluar dari kamar dan berpamitan pada ivan
adinda turun dari tangga membawa sebuh koper dan tas selempangnya, ivan yang melihat nya sangat tidak nyaman
__ADS_1
" din apa gak sebaiknya kamu di sini saja, saya gak tau mau ngomong apa di kakak kamu kalau sampai dia tau soal ini" ucap ivan berusaha membujuk adinda lagi