
" van... bisa kamu jelasin siapa dia, kenapa kalian tinggal bersama " Margareta
" rita aku bisa jelasin, dia adinda, dia adik dari suami sepupuku, kamu tau si citra kan? dia nikah sama rian supirnya paman, dan itu adinda adiknya rian, papa sama paman suruh aku ngejaga dia di sini, ini pertama kalinya dia merantau rita" ivan
" kamu gak bohong kan? " margarenta
" enggak sayang, gak mungkin aku ada hubungan sama anak kecil itu, umur dia baru 16 tahun sayang" ucap ivan sambil mengelus surai lembut milik Margareta
" percaya sama aku, selama kamu pergi aku cuma nunggu kamu, dan saat mereka bilang kamu akan jadi model di kantorku aku sangat senang" ivan
" aku juga, maafin aku van, kalau saja aku gak berambisi kita mungkin gak pernah putus" Margareta
" iya sayang gak papa, yang penting sekarang kamu sudah balik" ivan pun mengecup puncak kepala Margareta
sementara di tempat lain tepatnya di kamar adinda, adinda sedang berfikir keras
" apaan tadi, hah mereka para orang dewasa mang sulit di tebak!! masak iya mereka memgotori mata suci ku ini? adinda
" apa aku Terima saja yah fasilitas dari hotel, dari pada di sini, udah numpang, di kasih tontonan gak senonoh pula? adinda lagi
adinda pun berfikir untuk mengambil salah satu kamar di rusun fasilitas dari hotel untuk tempat tinggal karyawan
"siapa tadi yah, apa dia pacaranya pak ivan, aku kayaa pernah liat dia, tapi di mana yah" monolog adinda
tring tring tring...
bunyi ponsel adinda...
" kak citra? tumben telfon aku? " monolog adinda
adinda pun mengangkat telefonya
" hal hallo kak cinta, assalamu'alaikum... " adinda
" waalaikumsalam, din kamu sudah pulang kerja " citra
" iya kak sudah, baru saja " adinda
" kamu sudah sampai rumah? " citra
" sudah kak" adinda
" sama ivan gak pulangnya" citra
__ADS_1
" enggak kak, pak ivan tadi gak masuk" adinda
" loh kok tumben, tadi katanya varel dia juga gak masuk kantor" citra
" gak tau juga kak, tapi pak ivan sudah ada di rumah pas aku pulang kok, dia sama pacaranya kayanya" terang dinda
"pacarnya?" citra
" iya kak, cantik banget, tinggi putih" terang adinda
" apa itu rita yah? kalau dari ciri ciri nya itu rita, apa mereka balikan, aku harus bilang ke papa, ini gak bisa di biarin" batin citra
" halo kak, kak... " sontak saja ucapan adinda memecahkan lamunan cotra
" oo ooh... iya din, maaf kakak matiin dulu yah, kaka ada pekerjaan tadi kakak lupa, kaka cuma mau nanyain kamu doank kok" citra
" ooh iya kak gak papa, aku juga sebenarnya mau nelfon kak rian" adinda
" ada perlu apa din, tumben, biasa kalau kak rian gak nelfon kamu, kamu gak pernah nelfon duluan" citra
" aku pengen bil fasilitas dari hotel kak, aku udah pindah difinisi jadi aku dapet fasilitas, aku mau ambil, mau tinggal di ruko aja" ucap adinda polos
" loh kenapa gak di apartemen aja, kan lebih nyaman din" citra
" anu kak, itu apa..
" aku gak enak sama pak ivan kak, tadi dia sama. pacarnya di dapur, pas aku mau minum aku liat mereka ciuman di b*b*r kak aku jadi gak enak" ucap adinda polos
" ooh yaudah entar kakak omongin sama papa, kamu gausah pindah dulu yah gausah ngomong kak rian dulu entar kakak yang ngomong ke kak rian" citra
" ooh yaudah kak" ucap adinda
setelah citra mematikan sambungan telefonya adinda pun berfikir untuk mandi tapi tidak mungkin dia turun ke bawah,
di sana masih ada ivan dan kekasihnya
sementara di kota lain...
" iya sayang ada apa? kenapa teriak teriak sih, kamu ini yah, udah nikah juga masih gak berubah" papa citra
" pah apa papa sudah tau ivan balikan sama rita" citra
" rita sapa" tanya papa citra
__ADS_1
" Margareta pa... " citra
" ngaco ah kamu, rita gak mungkin balikan sama ivan, dia sudah pergi lagian om dan almarhum tante mu itu menentang mereka" papa citra
" aku gak bohong pah, lebih parahnya lagi tadi adinda ngeliat mereka ciuman b** ir" citra
" wah parah ini, papa harus kasih tau om kamu cit, jangan sampai perjodohan mereka gagal, kita gak akan nemuin wanita sebaik dan se polos adinda buat ivan, cuma adinda yang paling baik buat ivan" papa citra
" pah tapi jahat gak sih kita jodohin mereka, adinda itu masih kecil, lagian ivan gak mungkin tertarik sama adinda, adinda bukan tipenya ivan" citra
" kenapa jahat? rian juga setuju setuju saja kok kalau adiknya mau sama ivan tanpa paksaan, lagian cinta itu gak mandang usia, sudah lah cit, dari pertama paman kamu kenalan sama adinda dia langsung tertarik dan pengen adinda jadi mantunya" papa citra
" yaudahlah terserah papa aja deh, aku mau ke kantor dulu mau temuin rian, ooh iya papa harus bergerak cepat, karna adinda pengen pindah ke rusun fasilitas hotel, dan dia juga sudah gak satu divisi sama ivan lagi, dia sudah bagian pengawas sekarang" citra
" loh kok bisa, bukanya dia harusnya bagian koki? " ayah citra
" gak tau deh, papa yang punya hotel aja gak tau" citra
setelah citra berlalu ayah cinta pun mulai menyusun temcana, sebelum kakaknya itu pulang dia harus memberi kabar baik, supaya kakaknya itu lebih semangat dengan pengobatanya
ya ayah ivan kakak dari ayah citra sekarang sedang berobat di luar negeri karna penyakitnya, dia sangat berharap adinda mau jadi menantunya dan menjaga ivan untuknya suatu saat nanti
"apa yang harus aku lakukan" ayah citra
sementara di tempat lain, tepatnya di apartemen ivan
" van aku nginep di sini gak papa kan? " Margareta
" iya rita" ivan
" sayang apa papa kamu masih gak nge restuin kita? " Margareta
" kamu tenang saja, aku yakin papa bakal nge restuin kita nanti" ivan
" tapi kapan van, van aku gak bisa nunggu terlalu lama, mama sama papa sudah meminta ku untuk segera menikah" margareta
" sabar yah, tunggu keadaan papa stabil, aku janji bakal nikahin kamu" ivan
" aku pegang loh kata kata kamu" Margareta
" ivan pun mencium puncak kepala Margareta dan meluknua sambil berkata " kamu tenaga saja, aku janji, aku gak bisa kehilangan kamu lagi rita" ivan
" aku sayang kamu van" Margareta
__ADS_1
" iya aku tau, aku juga sayang sama kamu ta" ivan
mereka pun berpelukan dan berjalan beriringan menuju kamar ivan