Hidup Dalam Bayanganmu

Hidup Dalam Bayanganmu
kutukan bangun siang


__ADS_3

hari hari bekerja di lalui sangat baik dengan adinda, seperti hari ini hari yang sangat berat bagi adinda karna ivan masuk kerja sebagai koki, ivan sangat suka membuat adinda cemberut dengan perintahnya


"di kamu tolong masuk gudang dan hitung telur satu persatu, inget yah satu persatu, bukan pernah rak! " ucap ivan yang tiba datang dari belakang


"eeh copot copot, ah iya Pak... boleh tanya Pak, kenapa satu persatu? "adinda


" emangnya saya nyuruh kamu nanya yah" ivan


" aah... oke Pak" jawab adinda sbil berjalan menuju gudang


beberapa jam berlalu sampai kantung menyeranh adinda, tanpa sadar adinda tertidur di gudang, sangat terkejut ketika salah satu kawanya yang bernama litaembangunkanya


"din dinda... ngapain kamu tidur di sini? ini udah hampir malam loh" lita


"hah yang bener aja, aku abis di suruh ngitung telur satu persatu sama Pak ivan" terang adinda pada lita salah satu pengawas di sana, lita juga temen sekolah ivan dulu


"lah kok bisa? tumben ivan usil, kamu ada apa sih sama ivan, kok di kerjain mulu" lita


"gak tau juga" adinda


lita hanya garuk garuk bingung sbilenyuruh adinda untuk pulang karna ini sudah jam pulang kerja


"yaudah deh pulang aja kamu, lain kali kalau di ngasih kerjaan yang aneh aneh kamu bilang aku yah" lita


"aah Iyah kak, makasih banyak ya kak"adinda pun bergegas keluar dari gedung perhotelan itu


sampai di depan adinda langsung mesan gojek, karna sebelumnya telah di ajari dengan ivan, dan yah tidak ada yang tau soal hubungan ivan dan adinda, dan tidak ada yang tau bahwa adinda tinggal di apartemen bersama ivan


itu dasar permintaan ivan yang tidak ingin privasinya di ketahui orang lain


setelah sampai di apartemen adinda pumasuku apartemenya


"hay mbak dinda, baru pulang mbak" sapa satpam di yang sering adinda kasih makanan atau jajanan


"iya mang hehehe" ucap adinda sambil nyengir kuda " dinda naik dulu ya mah"


" iya mbak, ati ati yah" satpam


"iya mang makasih" jawab adinda sambil berlalu


beberapa menit berlalu sekarang adinda sudah memasuki apartemenya, aah lebih tepatnya milik ivan


" assalamu'alaikum "adinda


" waalaikumsalam " ivan "din mana laporan telur" ucap ivan lagi


"bukanya si kasihnya besok yah pak, pas waktu kerja, ini kan waktu saya istirahat, sekarang kan sudah waktunya pulang" dinda

__ADS_1


"iih siapa yang bilang" ivan


"yaudah nanti saya ambil pak" adinda


"gausah deh" ivan


" aneh banget jadi orang" adinda bermonolog dalam hati


"din kamu bikinin saya kopi yah, ingat jangan manis manis, jangan pait pait" ucap ivan


"iya Pak... " adinda


"jangan lupa masak juga buat makan malam" kata ivan lagi sambil berlalu menaiki tangga


"istirahat juga belum sudah di suruh kerja lagi, huh" batin adinda


sementara ivan hanya tersenyum, hari ini ivan sangat senang karna rita tiba tiba menghubunginya, dan ternyata rita akan jadi model di perusahaannya


dan untuk menganggu adinda, itu telah menjadi hobi barunya, saat sedang ber chat ria bersama rita pintu kamar tampak di ketuk


"masuk" ivan


"Pak kopinya" adinda


"ooh taro aja di situ" ivan


adinda pun berlalu keluar dari kamar yang di dominasi warna putih dan navy itu, kesan yang maskulin dan elegan


"eeh din, dari mana kamu? " ivan


" dari kamar kan pak"adinda


"oh Iyah, ayo dudukakan, ada yang mau aku ceritain" ivan


"apa tuh pak" adinda


" mantan aku rita, dia tadi ngabarin aku setelah sekian lama aku nunggu dia, aku mau ketemuan sama dia di hotel xx malam ini, kamu gak papa kan aku tinggal"ivan


seketika adinda mamatung, bukanya adinda takut sendirian di apartemen, tapi adinda merasa sangat sakit saat ivan berkata mau menemui mantanya


bagai manapun adinda wanita normal, tinggal berbulan bulan dan selalu bersama pria tampan itu pasti menumbuhkan rasa sukanya


tapi selalu di tepis adinda, dengan senyum yang di paksakan adinda pun tersenyum sambil berkata" selamat yah pak, sayang senang dengarnya, iya gak papa saya bisa kok di sini sendiri" ucap adinda


ivan pun mengangguk, entah kenapa dia merasa sedikit tidak nyaman meninggalkan adinda, saat ivan naik di kamar guna untuk siap" adinda pun membereskan sisa makananya tadi


"din aku berangkat yah" ivan

__ADS_1


" oh iya Pak"adinda


saat ivan sudah berangkat adinda pun hanya tersenyum kecut


beberapa saat berlalu, ivan sampai di hotel xx di langsung menuju kamar hotel yang di tempati rita


TOK.... TOK... TOK...


cek lek...


pintu pun terbuka dan menampilkan sosok cantik semampai tengah menggunakan ligery


"hay van... aku rindu" tanpa aba aba rita langsung memeluk ivan dan memcium bibirnya


ivan yang kaget mendapatkan serangan dadakan hanya bisa mematung, ivan dan rita dulu memang sering melakukan itu, ivan yang mangnpain tapi dia selalu dengan cara aman, cuma dengan rita dia mau serius


"eemm... kamu kemana saja rita selama ini, aku selalu hubungi kamu, dan ku pergi setelah mutusin aku" ucap ivan


"maaf van, aku ngejar karier aku, kalau aku ngomong dulu ke kamu, kamu gakungkin setuju kan" ucap rita meyakinkan ivan,


rita mulai mendekat dan mulai menciumi ivan, ivan hanya menikmatinya, saat sudah tak tahan lagi, mereka punelakukanya sebagai bentuk hubunganeteka yang membaik


beberapa jam berlalu, mereka pun yang sudah lelah tertidur


sementara di tempat lain, adinda yang fikiranya melayang kemana mana, dia ingin tau siapa pacar ivan itu


"aah kenapa aku gak bisa tidur yah, apa ini gara gara aku mikirin pak ivan terus, tapi kenapa?" monolog adinda pada dirinya sendiri


"aah udah lah, dari pada besok kesiangan" ucap adinda lagi


waktu berjalan begitu cepat, malam pun berlalu beranjak pagi, dering HP berbunyi di atas nakas berkali kali, dengan malas adinda pun mengangkatnya


"halo...


" woe din kemana aja kamu, ini udah deket jam masuk", ucap viki pada adinda sambil berteriak yah viki adalah kawan dari adinda di tempat bekerja, viki sendiri memang menyukai adinda, tapi selalu di tolak halus oleh adinda


"hah jam berapa emang?" adinda yang kaget langsung berlari tanpa mematikan telefon, adinda pun bergegas cuci muka dan berganti pakaian, tanpa tunggu lama lama lagi dia turun ke basemen apartemen itu


saat turun kebawah untung ada si satpam yang mau pulang karna jam jaganya dapet siv malam


" mbak mau kerja" tanya satpam yang bingung, karna tidak biasanya adinda kesiangan


" aah iya mang, saya telat bangun" ucap adinda


" mari saya anter sekalinya mbak" satpam


"emang gak papa mang" adinda

__ADS_1


"yah gak papa, ayo mbak" satpam


adinda hanya mengangguk dan menaiki motor milik satpam itu, di perjalanan menuju hotel tak ada percakapan antara mereka berdua


__ADS_2