Hidup Dalam Bayanganmu

Hidup Dalam Bayanganmu
membujuk ivan


__ADS_3

adinda yang sedang tidur tiba tiba terbangun, lapar telah menyerangnya, dia ingat tadi dia masak banyak


adinda pun turun dari tangga menuju dapur, dia berjalan dengan malas


sampai di dapur adinda membuka kulkas, " ternyata ayam gorengnya habis yah, sisah capcay sayuran doank" monolog adinda


adinda pun mulai berkutat dengan alat alat dapurnya di menghoreng telur dan memanaskan capcay sayuran sisa makanan ivan dan Margareta


adinda makan dengan lahap, sementara ivan baru turun dari tangga, hari ini Margareta kali ke apartemen miliknya, entah kenapa tadi ia terburu buru untuk pulang


ivan yang melihat adinda sedang makan menghentikan langkahnya " adinda ternyata imut, dia gadis yang polis dan baik hati, beruntung suatu saat nanti laki laki yang mendapatkan ya" monolog ivan


" aah kenapa aku jadi mikir kaya gini sih" ivan pun kembali melanjitkan langkahnya


setelah sampai di dekat adinda ivan pun berdehem, karna adinda sedari tadi fokus menunduk menikmati makananya sampai sampai tak menyadari kehadiran ivan


" eehemmm" ivan


" uhuk uhuk uhuk" adinda batuk karna kesedak makananya


ivan pun menyodorkan air minum yang ada di hadapannya " nih minum dulu, hati hati makan nya dinda" ivan


" makasih pak, maaf tadi saya kaget bapak tiba tiba sudah ada di hadapan saya" adinda


" bukan saya yang tiba tiba, tapi kamu yang kurang peka " ivan


" bapak sejak kapan ada di sini" adinda


" sejak tadi" ucap ivan enteng


" bapak mau ngapain? " tanya adinda, adinda pun jelalatan seperti mencari sesuatu


" mau ambil minum, kamu nyariin apa? "ivan


" ooh... itu saya nyari kak rita" adinda


" rita gak ada, dia sudah pulang tadi" ucap ivan enteng sambil duduk di hadapan adinda, tangan ivan yang gatal pun mencomot telur yang ada di piring adinda


" bapak mau telur? kalau mau saya goreng kan pak, itu bekas saya" adinda


" gak... aku cuma pengen nyobain saja emangnya kenapa kalau bekas kamu" tanya ivan enteng


" tidak kenapa kenapa sih pak, tapi masak iya bapak makan bekas saya" adinda


" aah udah lah aku gak ngerti maksud kamu, di kamu bisa buatin aku jus jeruk, aku pengen ngobrol sama kamu" ivan


" iya Pak bisa, saya juga ada yang mau saya omongin sama bapak" adinda

__ADS_1


adinda pun berlalu, ia mencuci piring bekas makanya, dan membuat jus jeruk untuk ivan


tak berapa lama adinda pun menemui ivan di ruang TV dan memberikan jus untuk ivan " pak minumnya" ucap adinda, dia juga membawa cemilan


" ooh iya taro aja di situ " ivan


setelah adinda duduk ivan pun membuka obrolan, jujur saja setelah melihat adinda kantuknya tadi entah menguap ke mana, ada rasa rindu di hatinya, rindu untuk duduk bersama adinda


" di gimana di hotel" ivan


" alhamdulillah baik Pak" adinda


" beberapa hati minggu aku gak masuk karna kantor lagi buka cabang yang baru" ivan berkata dengan nada tidak enak


adinda hanya diam, dia bingung mau berkata apa


" eemmm... din, apa kamu mau ikut aku ke Singapura? " tanya ivan lagi


" hah singapur? jauh banget pak, ngapain ke sana? " adinda


" jengukin papa , dia lagi sakit dan di rawat si sana, dia pengen ketemu kamu" ivan


" lama gak" adinda


" terserah kamu" ivan


" bisa" ivan


" tapi kenapa harus buru buru? " tanya ivan lagi


" saya tidak bisa lama karna pekerjaan saya bagaimana pak?" adinda


" ooh.. itu sih gampang din, bisa si atur lah, kamu juga kalau mau langsung naik pangkat di kerjaan juga bisa, itu kan hotel paman, ooyah... kenapa kamu gak mau saja langsung di pangkat atas? kenapa harus dari bawah?" tanya ivan yang tak habis pikir dengan adinda yang tak mau langsung bekerja sebagai menejer di hotel pamanya itu


" semua kan mulainya dari bawah pak, gak adil sama yang lain rasanya kalau saya langsung di atas, lagian saya juga butuh banyak belajar, saya kan ingin jadi koki pak, lagi kan saya juga gak lulus SD " adinda


" aku lupa kasih tau kamu din, kamu bisa ikutan ujian paket minggu depan, setelah ujian paket kamu bisa ikut aku ke singapur setelah itu kamu bisa ikut kuliah" terang ivan yang memang sudah mendaftarkan adinda untuk sekolah atas persetujuan rian dan andre


" bapak serius" adinda


" iyah din" ucap ivan


saking senangnya dinda tersenyum sambil meneteskan air matanya


" din... " ivan


" iyah" adinda

__ADS_1


" katanya ada yang mau kamu omongin" ivan


" ooh iya saya lupa pak" ucap adinda sambil nyengir kuda


" terus apa yang ingin kamu omongin sin" ivan


" begini oak, saya mau pindah ke rusun fasilitas hotel, dan saya ingin mencoba mandiri" adinda


" loh kenapa din? " ivan


" saya kan sudah bilangnya, saya ingin mandiri" adinda


" kamu gak nyaman di sini karna rita suka di sini, atau kamu gak nyaman karna kata kata rita?" tanya ivan


" tidak pak, ini emang keinginan saya sendiri" adinda


" kamu sudah pikirin matang matang din" ivan


" sudah pak " ucapan adinda, entah kenapa ivan sangat tidak Terima dengan keputusan adinda, dia tak mau adinda pergi


" apa kamu sudah tanya rian" ivan


" sudah pak, tapi.. " ucapan adinda menggantung


" rian gak setuju kan" ivan


" iya pak" adinda


" terus kamu mau maksa" ivan


adinda oun mengangguk setuju " terus kalau terjadi sesuatu sama kamu, saya harus jawab apa ke ruang din" ivan berkata dengan nada yang sulit di artikan


"saya mohon pak, saya tidak akan membuat bapak pusing dan susah, saya berjanji pak" adinda


" tapi din...


ucapan ivan terpotong" kali ini saja pak" ucap adinda dengan wajah memulai dan menunduk


" baiklah jika itu kemauan kamu din" ucap ivan dengan terpaksa, jujur saja dia tidak rela adinda pergi dari apartemen ini


apartemen ini sangat sunyi, dan kehadiran adinda menghiasi kesaunyiannya tapi sekarang sudah ada rita, batin ivan


sebenarnya di rumah mansion orang tuanya sangat ramai karna banyak asisten rumah tangga dan tukang kebun di sana, belum lagi para penjaga dan supir, tapi untuk tinggal di sana ivan tidak kuat si sana terlalu banyak kenangan almarhum sang ibu


" tapi kamu harus janji, jangan kelaur tanpa sepengetahuanku, dan jangan pernah menerima tamu yang tidak begitu kamu kenal" ucap ivan dengan nada penuh penekanan


" saya berjanji pak, saya tidak akan mengecewakan anda, bapak bisa pegang omongan saya" ucap adinda dengan nada sungguh sungguh

__ADS_1


ivan pun hanya mengangguk setuju, mereka pun kembali dengan keheningan, ivan dan adinda focus dengan acara televisi yang menayangkan film romatis


__ADS_2