Hidup Dalam Bayanganmu

Hidup Dalam Bayanganmu
sif malam


__ADS_3

pagi ini adinda sudah rapi dengan pakaian yang, dia akan bekerja dan menemui jailani sang atasan, dan fina senior pengawas


tok tok tok...


suara pintu unit rusun adinda di ketuk dari luar oleh seseorang, adinda pun bergegas membukanya


" assalamu'alaikum din" ucap viki


" waalaikumsalam " adinda


" sudah siap kan, ayo... nanti kita sarapan di warung makan langganan aku aja, si gang depan" terang viki


" baiklah bang viki, ayo kita pergi " adinda


adinda dan viki pun berjalan beriringan menuju palkiran, setelah sampai di palkiran viki pun mengeluarkan motor kesayangannya, dan dia pun mengendarai motor berboncengan dengan viki


sementara di tempat lain ivan baru saja bangun tidur, dia pun langsung masuk ke kamar mandi yang ada di kamarnya


setelah di rasa cukup segar ia pun berjalan menuju wake in close di sana sudah terjejer rapi jas jas dan pakaian ivan, jangan lupa aksesotis dan berbagai macam sepatu koleksinya


ivan memakai jas berwarna hitam di padukan dengan celana bahan berwarna hitam dan kemeja berwarna navy, tak lupa dasi berwarna biru dengan sedikit motif, ia juga makai sepatu formal dan jam tanganya


setelah di rasa cukup dan cocok di tubuhnya ivan pun berjalan keluar, saat ia keluar dari kamar tak sengaja matanya melirik ke arah kamar adinda, ia pun memasuki kamar adinda


di dalam kamar nampak kosong, dan masih tercium harum khas tubuh adinda


tiba tiba rasa rindu pada sosok penghuni kamar pun di rasakan ivan, iya ingat besok iya akan mengantar adinda ke tempat ujian paket


"aku harus telepon dia, dan tanyain di mana aku jemput dia besok, tapi gimana ternyata nomer adinda gak ada di aku" batin ivan


" pantes aja adinda gak pernah ngomong ke aku kalau jalan sama temenya, dan pantes aj aku juga gak tau jam berapa dia berangkat kerja atau pulang kerja" batin ivan lagi


ivan pun menghela nafasnya, "aku harus telefon si nenek sihir dan tanyain nomer adinda, hah sebenarnya males banget" ucap ivan, si nenek sihir yang di maksud ivan adalah citra sang sepupu


ivan dan citra memiliki kesamaan, selain sama sama anak tunggal citra dan ivan juga sama sama keras kepala, itulah mengapa mereka tak pernah akur


tut... tut... tut..


setelah sering telefon ke dua baru di angkat dengan citra


" iya kak" suara khas bangun tidur dari citra menyapa gendang telinga ivan


" lo baru bangun dek" tanya ivan

__ADS_1


" iyah... capek banget sumpah, lo ngapain pagi pagi nelfon gue, kurang kerjaan lo" citra


" ini udah siang citraaa... lagian bukanya bangun masakin suami nyiapin kebutuhanya" omel ivan


" kan ada pembantu, lagian tian juga gak kek elu kok, dia bakal ngerti, dia itu bakal bangunin aku kalau semua sudah siap, saat mau mulai makan baru aku bangun temenin dia sarapan" terang citra


" aah terserah, aku nelfon kamu mau minta nomernya si adinda" ivan


" kenapa gak minta langsung ke orangnya? tunggu tunggu, jadi selama ini kalian tinggal bareng lo gak punya nomernya si dinda" tanya citra dengan nada tidak percaya


" iya gue belum sempat minta nomer dia, lagian dia itu terlalu lugi dan pendiam " ucap ivan


" lah dia ke mana, kenapa gak langsung minta ke dia aja, bukanya ini belum. jam berangkat kerja?" tanya citra


" adinda sudah pindah, gue harap lu jangan kasih tau si rian, entah kenapa adinda ngebet minta oindah" terang ivan dengan nada memohon


" hah apa pindah" tanya citra dengan nada kagetnya


" iya" ivan


" kapan, kenapa pindah, aah ini pasti gara gara rita suka nginep di apartement kan? tanya citra dengan nada menuduh tapi memang benar keadaanya seperti itu


" lo tau soal rita, dari siapa? apa adinda ngomong ke elo" ivan


setelah mengobrol lama dengan citra ivan pun mematikan telefonya, sekarang dia sedang menunggu citra mengirim nomer milik adinda


tak seberapa lama notifikasi hpnya berbunyi, menandakan bahwa nomor adinda sudah di kirimkan ke HP miliknya melalui wats ap


ivan hanya tersenyum samar dan memulai aktivitas paginya, nanti siang dia akan menghubungi dinda setelah jam istirahat


sementara di tempat lain dinda sedang bekerja, di di aibukan dengan menghitung stok bahan yang ada di gudang, tentunya bersama viki


" din apa besok kamu jadi ambil sif malam? " tanya viki saat mereka sedang duduk dan menghitung stok bahan baku di dalam gudang,


" iya bang, mulai besok aku ikut ujian paket soalnya" adinda


" ooh... oke lah, semangat yah din, semoga lulus" ucap viki dengan nada tulus


" iya bang makasih ya" adinda


adinda oun pamit pada viki, iya akan menemui oak jaelani " bang aku pamit dulu yah, mau nemuin atasan" adinda


" iya silakan din, aku juga nanti mau nemuin Pak jailani kok" ucap viki

__ADS_1


" dah" adinda


" dah " viki


adinda pun berjalan menuju pintu keluar gudang, sebentar lagi adalah jam istirahat, setelah menemui oak jailani iya akan menelfon citra guna meminta nomer telepon ivan


tok tok tok...


suara ketukan pintu dari luar, Pak jailani pun mempersilakan nya untuk masuk


" eeh din, ada apa tumben, ada keluhan soal fasilitas? " tanya oak jailani setelah adinda masuki ruanganya


" enggak kok Pak, tempatnya cocok hanya saya ada perlu saja sama bapak" ucap adinda memberitahukan maksud kedatanganya


" eemmm... bagai mana din, ada apa? " tanya jailani pada adinda


" Pak mulai besok saya bisa ambil sif malam" tanya adinda


" loh kenapa din, sif malam berat loh, kamu emang bisa" jailani


" insya Allah bisa pak, soalnya siangnya saya ada keperluan di luar" adinda


" kalau boleh tau apa itu din" jailani


" saya mau ikut ujian paket pak" adinda


" ooh begitu? yaudah nanti saya konfirmasi kan pada ana yah" jailani


" baik Pak, trimakasih banyak pak" adinda


jailani mengangguk, setelah menerima persetujuan jailani adinda pun keluar dari ruangan, di luar dia bertemu fita


" hy mbak fita, selamat siang" adinda


" siang din" fita


" kata viki kamu mau ambil sif malam yah din" tanya fita


" iya mbak" adinda


" tapi sif malam itu berat loh din" fita memberitahukan pada adinda, pasalnya di hotel kebanyakan pria yang kerja sif malam


" iya gak papa kok kak, lagian kalau gak ambil sif malam aku gak bisa ngatur waktu entar" adinda

__ADS_1


" iya juga sih ya din" ucap fita


__ADS_2