
" maaf Pak keputusan saya sudah bulat, saya mau pindah saja, lagian tidak baik seorang wanita dan pria yang tak memiliki darah tinggal dalam satu rumah" terang dinda
" kamu bisa tinggal di mansion kalau kamu mau, saya akan tinggal di sana juga, dan di sana ada banyak pembantu" ucap ivan
" saya semakin tidak nyaman kalau begitu Pak " adinda pun membulatkan keputusannya, ivan hanya mengangguk lemah
" baiklah jika itu mau kamu" terpaksa ivan menyetujuinya dengan berat hati
" besok kamu ambil sif kerja malam din, mulai besok sampai minggu depan kamu ikut ujian paket kan" ivan
" iya Pak, akan saya bicarakan dengan Pak junaidi" ucao adinda
" din saya mau tanya, ini sedikit pribadi" tiba tiba ivan berkata dengan nada yang sulit di artikan
" iya Pak silakan mau tanya apa? " tanya adinda balik
" tadi pagi saya lihat kamu di youtube seorang pria di mini market depan apartement, siapa dia din? " tanya akan dengan nada yang sulit di artikan bagi dinda
" ooh itu... itu bang viki Pak, teman sedivisi saya, dia bagian gudang Pak, tadi dia baru pulang dari kampung, dan sekalian karna lewat di jalan yang sama saya nebeng sama dia" terang adinda
"kamu dekat sama dia" tanya ivan lagi
" iya Pak, bang ivan itu orangnya baik, saya dan bang ivan sering nongkrong bareng mbak fita", ucap adinda enteng
ivan hanya mengangguk, entah mengapa ivan merasa sangat tidak nyaman
" Pak kalau begitu saya permisi yah, ini taksi online saya sudah sampai depan" adinda
" loh kok pesan taksi sih din, aku bisa anter loh" ivan protes pasalnya dia ingin mengantar adinda dan melihat langsung di mana adinda akan tinggal nantinya
" gak papa Pak, saya gak mau ngerepotin, lagian di rusun akan banyak orang yang mengenali bapak, di sana kan tempat para karyawan hotel tinggal, saya takut mereka mikir macam macam Pak" terang adinda
" ya sudah, kamu hati hati, kalau mau keluar beri tahu saya, besok pagi saya jemput kamu, kita akan ke tempat ujian oke" pesan ivan dan mengingatkan adinda
" baik Pak saya permisi" adinda
ivan hanya menganghuk dengan berat hati, setelah kepergian adinda, apartement ivan menjadi sangat hening, tak ada suara di dapur, tak ada lantinan ayat ayat ayat Al-Quran yang setiap malam ivan dengar berasal dari kamar adinda
malam ini ivan yang merasa sangat sepi memutuskan untuk main ke sebuah bar
__ADS_1
" el kamu di mana?" tanya ivan pada sahabat sekaligus tangan kanannya itu, ivan memiliki 3 orang kepercayaan, tapi hanya elang yang tau dan kehidupan pribadi ivan melebihi siapapun
" saya di rumah tuan ivan yang terhormat" elang
" hah aku serius el, kamu bisa kan datang ke bar malam ini" tanya ivan
" ngapain malam malam tuan ke bar"elang
" aku suntuk, dan bingung, aku butuh pelampiasan" ivan
" baik lah tuan saya menyusul" elang
setelah ivan mendengar penuturan elang dia pun memutuskan sambungan teleponnya
setelah iya sampai di sebuah bar ivan langsung saja memesan votka minuman favoritnya, entah kenapa setiap iya mabuk iya bisa tidur dengan nyenyak tanpa memikirkan masalahnya
tak seberapa lama elang pun datang dan bertanya pada ivan" ada apa tuan, kenapa kau mabuk ma bukan, bukankah ritamu sudah kembali? " tanya elang
ivan hanya mengangguk " lalu apa masalahnya? " tanya elang lagi
ivan yang kesadaran yang tinggal setengg pun mulai mengomel dan mengungkapkan apa yang jadi beban pikiranya
" tadi paman ku, mendatangi ku di kantor, kau tahu kan dia tadi datang" ivan
" dia seperti biasa gak kasih restu buat aku dan Tita, dan kau tau, tadi dia mwngungkit soal mendiang ibuku dan ayahku yang sedang sakit" terang ivan
" tapi tuan apa kau tak melihat bagai mana rita, apa kau tak merasa aneh dengan dia yang tiba tiba muncul dan pergi begitu saja? " tanya elang oasalnya dia sedikit banyaknya tau kenapa keluarga ivan sangat tidak menyukai Margareta
" tapi bukan itu yang mengganggu pikiranku sekarang el" ucap ivan lagi
" lalu" tanya elang
" sekarang apartement ku terasa sangat sunyi" ivan
" bukankah biasanya memang sunyi" elang
" yah sebelum adinda datang, setelah adinda datang aku terbiasa dengan keributan di dapur, atau suara pantunan Al-Quran yang biasa di bacakan oleh adinda" terang ivan
" memangnya di mana dia sekarang" tanya elang
__ADS_1
" dia sudah pindah, dia mengambil fasilitas hotel untuk karyawan dan dia menandatangani surat kontrak kerja selama setahun" terang ivan
" ooh begitu, tapi kenapa tuan merasa kehilangan, bukankah dia tak ada artinya apa apa untuk tuan" tanya elang
" entahlah el, aku juga bingung dengan perasaan hampa ini" ivan
elang pun hanya mangguk mangguk, entah apa yang di fikirkanya
sementara di tempat lain, tepatnya di rusun " makasih ya bang" adinda
" iya sama sama, di besok berangkat kerja bareng kan" tanya viki
" iya bang, tapi aku gak ngerepotin kan? " adinda
" enggak kok, ooh iya karna kita tetangga rumah gak papa kan sekali sekali kita jalan bareng" tanya viki
" kemana bang? " adinda
" kemana aja, yah kapan kapan pas ada waktu luang aja" viki
" oke deh bang, aku masuk dulu yah, lagian sudah malam" adinda
" oke, bye din" setelah viki menjawab adinda, adinda pun mengangguk dan berjalan menuju unit rusun, di dalam rusun itu tidak terlalu besar, hanya ada satu kamar tidur ruang tamu dapur dan kamar mandi
setelah sampai di dalam timah adinda pun mengunci pintu, iya akan membersihkan dirinya dan istirahat, hari ini sangat melelahkan, besok iya harus bekerja dan juga mulai mengikuti ujian paket
sementara di tempat lain...
tepatnya di rumah orang tua citra, Pak heru sedang menelefin seseorang, tak lain adalah sang kakak ahmad
" maaf kak, aku sudah berusaha membujuk ivan tapi tidak berhasil, aku rasa kita harus menggunakan rencana kakak" heru
" baiklah aku akannmbeti tahu kan pada ivan agar dia kemari, kau kapan ke mari heru? " tanya ahmad
" besok aku dan istri ku akan ke sana, aku harap kakak mau berusaha lebih karas lagi untuk sembuh kak" heru
" aku akan subuh heru, aku ingin melihat ivan menikahi adinda" ucap ahmad dengan nada lemah
" akan kun pastikan mereka menikah kak, tapi apa kau tau bahwa rita telah kembali" tanya heru dengan hati hati pada kakaknya
__ADS_1
" apa? rita kembali? apa dia kembali lagi dengan ivan? " tanya ahmad dengan nada kaget dan khawatir
" aku belum tau pastinya kak" ucap ahmad dia memang berbohong karna tak ingin kabar ini mengganggu kesehatan sang kakak