Hidup Dalam Bayanganmu

Hidup Dalam Bayanganmu
siapa wanita itu


__ADS_3

" makasih ya mang" adinda berucap pada sang satpam


"iya sama-sama mbak dinda" jawab satpam dengan ramah


setelah beberapa saat adinda sampai di tempat kerjanya, di hotel 26 lantai, di sana dia sudah di sambut oleh viki


" astaga din, tumben kamu bisa telat, ini pertama kalinya lo kamu telat" ucap viki dengan nada khawatir


" ya maaf kak, namanya juga kebawa mimpi" adinda


" mimpi apa sih kamu? mimpiin aku yah" viki


"iih PD banget sih kakak" adinda


" udah yuk, keburu mangkin telat kak" adinda mengajak viki memasuki gedung, sampai di dalam gedung mereka berpisah


viki langsung saja ke arah dapur sedangkan adinda ke ruangan loker, di ruangan loker adinda ketemu rara


" hay din" rara


" eeh ra... baru ganti baju"adinda


" iya din, tadi ketumpahan saos" rara


mereka pun jalan beriringan, dari kejauhan adinda bisa melihat lita berjalan ke arahnya


" aku duluan ya din" ucap rara saat melihat lita mendekat ke arah adinda


" iya ra"adinda


setelah rara menjauh lita pun mendekat dan berkata " di kamu di panggil HRD tuh" lita


"ada apa ya mbak, apa jangan jangan gara gara aku telat yah" adinda


" mbak gak tau, tapi gak deh kayanya" lita


" mbak serius? " adinda


" iya lah, yaudah cepet sana, keburu pak bakri matah, kamu taukan dia gimana" lita


pak bakti adalah kepala divinisi bagian HRD


" ah iya mbak, yaudah aku kesana dulu ya mbak, permisi" ucap adinda sambil berlari ke ruang HRD


"dinda dinda, ada ada aja anak itu, tingkah polosnya kebangetan banget" ucap lita sambil geleng geleng kepala, pasalnya dia tau dinda sering di isengin anak anak dapur karna kepolosanya


sementara di tempat lain " permisi pak" dinda


" eeh din, ayo masuk" lia salah satu tangan kanan pak bakti

__ADS_1


" maaf Bu, pak baktinya ada" ucap adinda sopan


"ooh ada din masuk aja, kamu udah di tungguin tuh" lia


" baiklah bu lia saya masuk dulu" adinda


" silakan" lia


setelah beberapa saat adinda sudah masuk di ruangan pak bakti, jantung adinda berdetak sangat kuat, dia takut di pecat gara gara kesiangan


" pagi pak" sapa dinda


" pagi, ehem... tanpa basa basi lagi din, to the poin saja, kamu tau kenapa saya panggil kamu ke sini" bakti


adinda hanya bisa menggeleng lemah " saya tidak tau pak, apa gara gara saya kesiangan ya pak" tebak adinda


" bukan din, ya manggil kamu ke sini karna saya di suruh atasan memindahkan kamu bagian pencicip makanan yang akan di hidangnkan pada para tamu" bakri


sontak saya ucapan pak bakri membuat adinda melongo, apakah sang dewi fortuna sedang berpihak padanya?


" mulai hari ini kamu langsung pindah di bagian pencicip ya din" bakri


"baik pak, Terima kasih pak" ucap dinda dengan semangat, karna itu artinya pekerjaan dinda tak akan terlalu melelahkan, adunda akan terbebas dari ivan dan beberapa karyawan yang suka menjahili nya


"oh yah din, bukankah kamu dari luar kota? kamu tinggal dimana? kenapa kamu tidak tinggal di rusun karyawan saja, di sana juga fasilitas lengkap dan kamu tidak perlu lagi membayar kost kostan atau kontrakan" ucap bakti lagi


" memangnya ada pak? " tanya dinda yang pasalanya dia memang tidak tau


"baiklah pak nanti saya fikirkan" adinda


" masih ada lagi pak, kalau tidak saya permisi mulai bekerja" adinda


" tidak... oh iya din, kamu bisa langsung ambil seragam baru kamu" bakri


"baik lah pak Terima kasih banyak" adinda pun berlalu, keluar dari rungan pak bakri


sesampainya dia di depan tuamgan pak bakri adinda bertemu viki


"eeh din, dari mana aja, aku cariin loh" viki


"dari ruangan pak bakri vik" adinda


"ngapain? " viki yang penasaran langsung bertanya


"aku si pindah tugasin" adinda


"bagian apa? " viki


"pencicip makanan" adinda

__ADS_1


"wah selamat din, aku ikut senang" viki


adinda pun tersenyum sambil mengangguk, dia berjalan ke arah ruang loker, guna mengganti bajunya


sementara di tempat lain, dua insan yang berbeda jenis kelamin itu baru bangun "sayang aku masih ngantuk, nanti dulu dong bangunya" ucap rita yang sedang malas, bahkan dia berbicara tanpa membuka matanya


" ayolah sayang, aku harus kembali, dari semalam aku tidak kembali ke apartement " ucap ivan jujur


" emangnya kenapa kalau kamu gak kembali ke apartement kamu, emangnya ada yang nungguin" rita


" gak juga, tapi aku harus bekerja" ivan


"aaaa... bentar lagi beib" ucap Tita dengan nada manja


"sementara lagi jam cek out loh" ivan


" iya iya aku bangun, aku mandi dulu" ucap rita dengan nada malas


"yaudah gitu donk" ucap ivan, entah kenapa ivan sekarang meresa hal berbeda, rasa yang dulu menggebu sekarang biasa saja pada rita


cekreet


pintu kamar mandi terbuka, menampilkan sosok tinggi demampai dengan kulit putihnya, dan tentunya sangat cantik, siapa lagi kalau bukan rita atau margareta, pacar masa lalu ivan yang tak bisa di lupakan


mereka semalam balikan, karna setelah sekian lama rita menghilang, dan ketika kembalii di tanah air rita langsung saja menghubungi ivan lagi


"sudah" ivan


"iyah... beib karna kita baru balikan bisa kan sehari ini kamu nemenin aku? aku pengen seharian sama kamu, aku masih kangen kamu" ucap rita dengan wajah berkaca kaca


" iya... ayo kita ke apartement aku" ucap ivan


setelah mereka keluar dari hotel ivan dan rita berjalan ke arah basement hotel, setelah sampai dan duduk manis di dalam mobil ivan pun menyalahkan mesin mobil


ivan menjalankan mobilnya membelah padatnya jalan raya ibu kota " beib kita makan dulu yah di rumah makan favorit kita dulu"


ucap rita yiba tiba " iyah, kamu mau makan apa" ivan


"aku selalu kaya biasa donk, salat sayuran, sama jus jeruk" ucap rita


setelah menempuh perjalanan singkat akan sampai di apartement nya, rita berjalan sambil memeluk tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya di gunakan untuk membawa makanan pesenan mereka tadi


setelah sampai di apartemen rita dan ifan pun menikmati makan mereka, sementara tiba tiba pintu depan terbuka, menampilkan sosok adinda dengan wajah lelahnya, tapi tak mengurangi keimutanya


adinda berjalan ke arah dapur guna minum air "astagafirullah" ucap dinda sambil menutup matanya dengan tangan


mata suci dinda di kotori dengan pemandangan di depanya, ivan dan seorang wanita sedang ber ciuman, me***at dan ber tukar sliva


" adinda, sejak kapan kamu di situ" ucap ivan dengan nada tak enak hati, dia yang terkejut karna teriakan dinda tadi langsung mengangkat wajahnya

__ADS_1


"anu pak ivan, maafkan saya" ucap adinda sambil berlari ke lantai dua menuju kamarnya


setelah sampai kamar adinda berfikir, siapa wanita itu? rita pun berfikir hal yang sama


__ADS_2