Hidup Dalam Bayanganmu

Hidup Dalam Bayanganmu
masakan adinda


__ADS_3

setelah ivan dan Margareta ke kamar adinda pun keluar dari kamarnya, tadi tak sengaja adinda melihat Margareta keluar dari balkon kamar ivan


adinda pun menuju kamar mandi, setelah selesai dengan titual mandinya adinda melakukan rutinitas seperti biasa dia akan sholat dan mengaji


rita yang ada di balkon kamar ivan pun bertanya


" van itu yang ngaji ai bocah" Margareta


"iya rita, dia memang pinter ngaji, aku sering denger dia. ngaji, suaranya merdu kan" ivan


" gak kok biasa saja, bagusan juga suara aku" Margareta


" iya kalau kamu nyanyi suara kamu juga bagus, tapi kamu kan sama kaya aku gak bisa ngaji" ivan


" iih apa apaan sih van, kamu muji muji cewek lain di depan aku? " Margareta


"enggak sayang, cuma bercanda" ivan


setelah beberapa saat...


saat ini adinda sedang ada di dapurnya, dia sedang menikmati teh hanyatnya...


tiba tiba ada seseorang mendekat padanya dan bertanya dengan nada angkuh


" heh siapa kamu? "


" sa saya adinda kak" adinda


" kenalin saya rita pacarnya ivan" ucap Margareta dengan nada angkuh


"ooh iya kak, salam kenal" ucap adinda ramah


" kamu mau sampai kapan tinggal sama ivan, kamu juga kayanya gadis baik baik, kamu taukan kalau perempuan sama laki laki gak bisa tinggal di satu rumah cuma berdua"argareta


" iya saya tau kak, saya juga tau maksud kakak, pasti kakak gak ingin pak ivan dekat sama saya, kakak pasti gak nyaman, secepatnya saya aan pergi kak" adinda


" gadis pintar, bagus deh kalau kamu ngerti" Margareta pun berjalan melalui adinda tanpa permisi


adinda hanya menarik nafas...


beberapa minggu berlalu, hati hari dinda tidak ada yang berubah, rian melarangnya untuk keluar dari rumah ivan karna dia khawatir kalau adinda mau pergi berarti adinda di harus pulang


hari hari dinda selalu di beri tontonan yang kurang senonoh, Margareta sering menginap di rumah ivan, dan ivan sudah lama tak pergi ke hotel karna dia focus pada perusahaanya


" van kapan kamu nikahin aku" tanya Margareta dengan nada manja setelah mereka menuntaskan hari panas mereka sore ini

__ADS_1


" sabar sayang, papa belum pulang dari singapur, aku gak bisa ambil resiko kalau nanti papa belum. bener bener sembuh" ivan


" tapi van... kalau kamu ngundur ngundur terus mending aku balik ke Amerika aja yah, aku lanjutin karier aku dulu" margareta


" kenapa rita? apa uang dari aku masih kurang, lagian nikah apa belum nya kita setiap kamu minta sesuatu pasti terpenuhi kan, aku juga selalu ada di dekat kamu? " ivan


" iya tapi aku berasa kaya perempuan murahan, kita belum ada ikatan van" Margareta


" iya aku janji, sebulan lagi kita akan menikah" ivan


" kamu serius sayang" Margareta


" iya sayang" ucap ivan sambil meluk rita


beberapa saat ivan da rita sedang duduk di ruangan TV siaran pintu apartemen di buka, dan menampilkan sosok adinda dengan wajah lelahnya


dinda yang melihat mereka pun langsung mengucapkan salam " asalamualaikum " adinda


" waalaikum salam " jawab ivan santai


" beda dengan Margareta yang langsung menampilkan wajah masamnya


" din kamu sudah pulang" ivan


" iya Pak...


" iya donk sayang, kalau dia belum pulang ngapain ke sini, iya gak din? " Margareta


" iya kak" ucap adinda


" kak aku masuk dulu yah" adinda


" iya din" ivan


" dinda kamu bisa kan masakin kita, ivan lagi capek, sedangkan aku gak bisa masak, lagian sayang kan kuku kuku aku baru dari salon tadi siang" ucap Margareta enteng


" iya kak bisa" adinda


" gausah din, apaan sih sayang, kita kan bisa beli makanan lewat online, atau kita bisa keluar cari makan" perotea ivan


" aku gak bisa percaya online sayang, lagian juga aku capek kalau harus keluar" Margareta berbicara dengan nada manjang dan wajah yang di buat murung


" gak apa apa kok pak ivan, saya bisa memasak,. lagian saya juga belum makan, sebentar ya kak rita, habis saya mandi saya masak buat kakak" ucap adinda


ivan pun hanya mengangguk tidak enak, sedangkan Margareta senyum dengan seringai liciknya

__ADS_1


adinda pun berlalu menuju kamarnya, setelah iya meletakan tas dan juga berganti sepatu adinda membawa baju ganti ke kamar mandi guna untuk membersihkan tubuhnya


setelah di rasa cukup segar adinda pun ke tempat pakaian kotor menaruh pakaiannya di dalam mesin cuci dan mencucinya


sentara medin cuci berputar adinda berjalan menuju dapur, adinda dengan lihai memotong sayuran dan bahan makanan lainya


" aku masak apa yah? lagian aku gak tau makanan kesukaan kak rita" monolog adinda, adinda pun mulai memasak


setelah beberapa saat harum dari makanan buatan adinda masuk di penciuman Margareta dan ivan


tak beberapa lama adinda muncul dengan wajah imutnya dan rambut yang di cepol ke atas


" kak rita pak ivan silakan makan, aku saya sudah menyiapkan makanan di atas meja makan" adinda


" ooh iya din, makasih yah, kamu capek capek pulang kerja malah masak" ivan


" apaan sih sayang, itu kan tanggung jawab dia, di dunia ini gak ada yang geratis yah, lagian adinda kan tinggal di sini, gak mungkin dia keberatan bantu kamu, iya kan din? " ucap Margareta dengan tidak tau malunya


" eeh... iy iya Pak, kak rita benar" ucap adinda


" ayo sayang aku sudah lapar" Margareta


" ya udah ayo" ivan


ivan dan Margareta berjalan menuju meja makan, sementara adinda berjalan menuju kamar, tapi sebelum dia menaiki tangga langkahnya terhenti karna suara ivan menyebut namanya


" dinda kamu gak ikutan makan? " tanya ivan


" maaf Pak saya sudah kenyang " adinda


" serius kamu sudah makan" ivan


" iya Pak sudah" adinda


" udah lah sayang, orang dia sudah makan kok, lagian dia bukan anak kecil" ucap Margareta sambil menarik lengan ivan yang iya peluk


" iya ayo" ivan pun pasrah


setelah mereka berlalu adinda pun melanjutkan langkahnya menuju kamar, sesampainya di kamar adinda merebahkan tubuhnya tidak lupa mengunci pintu kamarnya


" aku harus gimana yah, aku gak nyaman di sini, apa aku diam diam pindah yah, aku ijin saja di pak ivan, dan ngajak dia kerja sama" monolog adinda pada dirinya sendiri


" iya besok aku harus ngomong di pak ivan, lagian kak rita kayanya gak suka banget aku si sini" adinda lagi


setelah banyak berfikir adinda pun tanpa sadar tertidur

__ADS_1


sementara di luar tepatnya di ruang makan alan dan Margareta sedang menikmati makanan buatan adinda, alam tak bisa berbohong, makanan buatan adinda memang lezat


__ADS_2