Hidupku ? Akupun Tak Tahu

Hidupku ? Akupun Tak Tahu
prolog


__ADS_3

Rara saputri remaja 16tahun yang baru masuk sekolah menengah atas. Biasa dipanggil Ara. Dia hidup bersama ibu, nenek beserta adik perempuan satu satunya.


Diana Saputri adiknya yang baru menginjak kelas 4 sekolah Dasar. Yang selalu bermanja dengan sang kaka.


sejak 1tahun kepergian ayahnya sifat dan sikapnya sedikit berbeda. Dia yang selalu menyembunyikan segala kesedihan didepan keluarga nya.


sejak kepergian sang ayah ibunya membuka usaha kue dirumah untuk menyambung kehidupan mereka sehari - hari. Meskipun mereka mendapatkan asuransi sepeninggalan ayahnya.


Angga remaja 17tahun berasal dari keluarga berada. Ayah dan ibunya seorang pengusaha property dan restaurant.


sikap dingin dan cuek yang berasal dari sang ayah. namun dia yang selalu menjadi anak penurut saat berhubungan dengan ibunya.


Berbeda dengan sang adik Riko yang lebih ceria dan jahil.


Menjelang siang Ara membantu ibunya membuat kue di dapur.


"Sini Bu biar Ara bantu" mengambil baskom berisi adonan kue.


" tidak usah Ara, biar ibu yang kerjakan sendiri"


"kok ibu jadi sungkan sih ? Ara gak sukaloh kalau ibu terlalu cape membuat kue"


Dari ruang tv nenek memperhatikan menantu dan cucunya mengobrol sebelum membuat adonan kue. tak lama dia pun menghampiri keduanya.

__ADS_1


"Sudahlah Ara , biarkan ibumu membuat kue. yang ada kue buatanmu membuat orang sakit perut" nenek pun pergi seketika. karna pasti cucunya mengoceh setelahnya.


"nenek" suaranya memenuhi seisi dapur dan ruang tamu.


"Berhentilah berteriak ! nenekmu tidak tuli ara"


" lihat saja nanti saat kue Ara sudah matang, sepotong pun tidak akan aku bagi"


"Tidak akan, nenek tidak akan meminta"


Ceklek, terdengar suara pintu kamar terbuka.


Diana melangkah ke ruang tv menghampiri neneknya.


"Kamu ini sama saja dengan kakamu" nenek menatap Diana malas dengan celotehan cucunya


"Nenek nonton apa sih? Serius banget" Diana memperhatikan neneknya yang terlihat serius


"Iniloh nenek nyari acara gosip, tapi kok belum mulai ya"


"Astaga, nenek ini sudah tua tetap saja suka nonton acara gosip, udah kaya mulut ibu- ibu tetangga sebelah yang perlu dikasih sambel. "


" Ya kalau mereka bergosip, kamu tidak usah mendengarkan. Telingamu tutup pake tangan"

__ADS_1


"Nenek telinga gunanya buat mendengar.


Lagian Diana heran dengan ibu-ibu tetangga emang gak ada kerjaan gak pagi gak sore hobinya kumpul-kumpul sambil bergosip. Giliran dibubarin sama suaminya baru tau rasa. Syukur- syukur gak dikasih jatah uang belanja" Diana tertawa dengan kerasnya


"Sudahlah diam, ini acara gosipnya sudah mulai"


"Astaga nenek" suara Diana menggelegar dengan keras nya


Dari arah dapur Ara melangkah membawa sepiring kue yang baru dia masak bersama ibunya.


" Kamu lagi ngobrol in apa sih De? Sampe ke dapur ke dengerloh"


" Ini ka nenek, sudah tua tetep aja suka nonton gosip" diana berceloteh sambil memakan kue


"Kamu ini, makan sambil bicara. Cepat habiskan dulu kuenya baru bicara lagi"


" Iya Kaka juga ngajak aku bicara" Diana bicara dengan mulut yang masih penuh dengan kue


"Kamunya aja Kaka belum selesai bicara asal comot aja kuenya" Ara terus mengomeli adiknya


"Kalian ini berisik, nenek sedang nonton gosip jadi tidak konsen" nenek bicara tanpa mengalihkan pandangannya dilayar televisi


"Astaga, gosip lagi" Ara dan Diana bicara bersamaan

__ADS_1


Dari arah dapur ibu tersenyum memperhatikan mereka bertiga. meskipun terkadang ketiganya selalu berselisih paham dan tak ayal membuat rumah berisik.


__ADS_2