Hidupku ? Akupun Tak Tahu

Hidupku ? Akupun Tak Tahu
Bunga di bawah meja


__ADS_3

Ku parkirkan motor maticku di area parkiran sekolah. Ku lihat mobil Hana melaju ke arah parkiran


Sengaja ku menunggunya di area taman sekolah agar dia bisa melihatku dari arah ke jauhan


ku pandangi setiap inci sekolah yang masih terlihat sejuk dengan udara pagi. Sekolah yang mulai ramai dengan kedatangan para siswa-siswinya.


Ku lihat di sudut gedung terlihat dia yang sedang berjalan dengan ciri khasnya yang dingin dan cuek. Sejenak tatapan kami bertemu dia tersenyum ke arahku, aku hanya tersenyum tipis ke arahnya takut aku salah mengartikannya


"Wooyyyyyyy" teriaknya


Ke tengok dia tertawa puas mengagetkanku


"Apa yang kau lihat? Aishhhh kau memandangi cowok tampan ku" ucapnya lagi


Aku hanya menatap nya jengah. Sudah mengagetkan dan dia mengerlingkan mata genitnya


"Tidak ada urusannya denganmu Hana" aku menjawab cuek


Seketika aku pergi meninggalkannya yang sedang mematung entah memikirkan apa


"Hey tunggu aku Ara, Apa kedekatan kalian sudah ada kemajuan? Ayo ceritalah" dia sedikit berlari kecil dan bergelayut manja di lenganku


"Aishh kau berbicara apa sih? Kau berbicara sedikit ngelantur Hana. Duduklah mungkin kau sedikit lelah sesudah menyetir" ucapku


"Kau pelit sekali Ara, kau tak mau membagi cerita dengan sahabatmu?"

__ADS_1


"Kau berbicara apa sih? Aku tidak mengerti. Lagi pula tadi kau melihat apa sampai kau menanyakan ku yang tidak jelas"


"Ku lihat tadi kau dan ka Angga saling menatap dengan sama-sama tersenyum dari kejauhan"


"Itu tidak mungkin, kau salah melihat"


"Kau kira aku rabun jauh heh?" Dia berkacak pinggang di depanku. Aku hanya tertawa melihat tingkah absurdtnya


Sejenak ku taruh tas dibawah meja.


"Kenapa tidak muat? Apa ada sesuatu didalamnya" ku tarik tasku dan ku raba-raba jikalau memang ada sesuatu di dalamnya


"Ehhh Bunga mawar ?" Ucapku


"Ahhhh bunga mawar ciyeeee" teriak hana


"Diam Hana, kau menghebohkan seisi kelas"


"Ada kartu ucapannya biar ku baca" ditariknya memo kecil yang terselip di dalam bunga


"Jangan kau baca keras-keras" Aku sedikit melotot ke arahnya


" I Miss you" ucapnya


"Heh hanya ucapan sesimpel ini"ucapnya lagi

__ADS_1


"Coba ku lihat barangkali ada yang salah menaruhnya" ku coba untuk mengambil memo kecil yang berada di tangannya tapi dia sedikit menjauhkannya


"Tapi ini benar untukmu, coba kau lihat"


"Ahh iya, ini untukku. Tapi dari siapa? Tidak ada nama pengirimnya " ku coba membolak-balikkan kartu memo yang ku pegang barangkali ada nama pengirimnya


"Mana ku tahu Ara, kau kan yang menerimanya" Dia sedikit mencebikan bibirnya ke depan


Aku hanya tertawa melihat sikapnya


"Kau ini kenapa aneh sekali sudah menghebokan seisi kelas dan sekarang ahh kau menggemaskan seperti adikku" aku masih tertawa dengan melihatnya


"Hey Jangan samakan aku dengan adik kecilmu. Aku berbeda dengannya.


Aku sedikit iri denganmu karena ada yang megerimimu bunga sepagi ini"


"Heh kau iri denganku hanya karena bunga? Kalau begitu ini untukmu" aku memberikan bunganya


"Kau ini tidak waras. Mana mau aku menerima bunga yang jelas-jelas untukmu, aku mau bunga yang dikirim benar-benar untukku" ku lihat Dia menopang dagu di atas meja, ku pastikan dia sedang berimajinasi


"Sudahlah jang berpikir yang aneh-aneh, lihat Pak Bambang sudah masuk kelas"


"Ah menyebalkan sepagi ini harus berurusan dengan angka-angka" ucapnya


"Diamlah kau bisa dikeluarkan dari kelas gara-gara mengumpatnya"

__ADS_1


Rara Saputri



__ADS_2