
Aku berjalan menenteng tas punggung ku untuk masuk ke kelas. Terhitung sudah hampir seminggu aku masuk SMA N 1 Bandung .
Dalam benakku masih berkecamuk tentang pembicaraan dengan ibu semalam. Apa yang harus aku lakukan untuk meringankan beban Ibu. Semenjak kepergian Ayah 1 tahun yang lalu Ibu banting tulang untuk tetap menyokalahkan kami berdua. Aku tak pernah tega melihatnya terlalu letih dalam membuat Kue pesanan pelanggannya.
Aku terus melangkah untuk masuk ke dalam kelas tapi tidak dengan pemikiranku seolah - olah entah melayang pergi kemana. Sampai aku tak menyadari kelasku sudah terlewat
"Kau melewati kelasmu" siswa itu sedikit bingung melihat langkahku
"Ehh, sudah terlewat ya " menggaruk kepala yang tidak terasa gatal. aku sedikit bingung dengan langkahku yang entah membawa kemana. melihat sekilas aku melewati 3 kelas setelah kelas ku.
Berpikir sebentar untuk menetralkan kebodohanku di hadapannya.
"Ya sudah balik ke kelas, sebentar lagi pelajaran Akan di mulai" tersenyum tipis untuk mengakhiri obrolan
"Ahh-- iya terimakasih Ka"
Aku berbalik untuk melangkah menuju kelas yang sudah ku lewati. Dalam benakku ada sedikit pemikiran tentang apakah dia mengetahui letak posisi kelasku .Padahal baru kemarin dia mengenalku termasuk aku mengenalnya, meskipun aku sesekali mendengar tentang kehidupannya dari sebagian siswi di sekolah ini.
"Kau baru datang? " Hana menghampiriku
"Ah iya" jawabku singkat
Aku sedikit menutupi kebodohanku barusan untuk tidak olok-olok olehnya
***
"Kau tak mau bercerita Ara ? " Hana sedikit menatap ke arahku
Aku sedikit terperanjat dengan pertanyaannya. Sekarang memasuki waktu istirahat sekolah jadi kami memiliki waktu untuk bercerita dan makan siang. Namun Rasanya perutku belum terasa lapar , pemikiranku hanya tetap fokus kepada Dina dan Ibu.
__ADS_1
"Hei Ara ! " Hana sedikit menaikan nada bicaranya.
"Ehh, kau bicara apa? " aku sedikit gelagapan dengan tatapan matanya
"Astaga ! kau tak mendengarku ? "
"Hemm, aku sedang tak fokus. Maafkan aku Hana" menarik nafas seketika
"Ceritalah, apa masalahmu ? sejak jam pelajaran pertama aku melihatmu tak focus menyimak penjelasan tentang pelajaran. apa yang kau pikirkan? " Hana menyerang dengan banyak pertanyaan karena melihat sikapku yang terkesan berbeda
" Entahlah, Aku terasa pusing dari sejak semalam tentang penuturan ibuku"
"tentang ? " menopang dagu untuk siap mendengar kan
"Kau tahu kan Ibuku seorang single parent. sejak Ayah meninggal 1 tahun lalu ibu banting tulang menafkahi keluargaku termasuk sekolah adikku. Semalam Dia bercerita tentang pembiayaan Dina untuk mengikuti study tour 1 bulan lagi"
"Lalu Ara ?"
" Itu masalahnya, Ibu kekurangan biaya. Aku bingung bagaimana cara membantu mencari tambahan uang sedangkan aku masih sekolah."
"Kau mau kerja paruh waktu Ara ? "
"Memang Ada ?" jawabku dengan cepat
"Kau ini, padahal kau pintar. Hal seperti ini kau tidak tahu ? " memicingkan mata menatap ke arahku
"Entahlah, pemikiranku sedikit Lamban dengan masalah ini. Kau tahu tadi aku sempat melewati 3 kelas setelah kelasku. Dan ka Angga menegurku."
"Astaga ! kau serius? " menatap Dengan tatapan tak percaya
__ADS_1
"Ehhh- aku salah bicara Hana" jawabku gelagapan
"Sudahlah jangan menutupinya. Untuk kali aku takkan mengolok- olokmu " tersenyum dengan menahan tawa
"cihh kau sama saja. tak mengolok-olokku tapi menertawakan ku" menatap sinis ke arah Hana
"Sudahlah jangan cemberut seperti itu, muka semakin jelek saja"
"Tunggu, tadi kau bilang kerja paruh waktu ? dimana? "
"Ahh iya aku sampai lupa. Kemarin saat aku makan di restoran favoritku aku tak sengaja melihat tentang lowongan pekerjaan. "
"Memang bisa disana menerima pekerja paruh waktu ?"
"Kaukan belum mencobanya Ara? " mendelikan mata atas pertanyaan yang didengarnya barusan
" iya ya, semoga pemiliknya mau menerimaku" Berharap semua berjalan sesuai keinginannya
" Ya ya semoga saja. semoga pemiliknya kuat dengan ocehan mu"
"Dasar kau ini " Menjitak kepala Hana dengan buku yang ada dimeja
"Ehh satu hal lagi Hana?" melihat dengan mata berbinar ke arah Hana
"Apalagi Ara?"
"Antarkan aku ya ya. Kau teman terbaik sekaligus TERCANTIK"mengeja Kata untuk membujuk Hana
"Kau ini, Saat ada maunya pasti bersifat manis begini. Ya sudah nanti ku antar kesana"
__ADS_1
" hihi terimakasih Hana" memeluk dengan seketika