
"Mereka bilang waktu akan mengobati segalanya. Tapi kehilangan orang yang menyayangiku seperti dirimu, lukanya tak terobati
Kini terasa gelap sekali Tidak ada sepercik cahaya pun di sekelilingku. Karena cahaya berpendar dari dirimu
Aku tak bisa melihatnya, hanya orang lain yang bisa.
Ketika aku diperlakukan tidak baik oleh orang lain, aku selalu bisa mengadu.
Engkau adalah laki-laki yang tak mungkin membiarkanku sedikit pun merasa sedih.
Engkau selalu berhasil membuatku merasa bahwa semua akan baik-baik saja.
Namun Kepergianmu membuat diriku mengerti bahwa rindu yang paling menyakitkan ialah kepada orang yang telah tiada.
Seandainya waktu dapat diulang, aku ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersamamu.
Engkau senantiasa berusaha melakukan yang terbaik buatku.
Waktu terasa semakin berlalu, engkau telah lama pergi. Namun semua kenangan darimu senantiasa abadi di hatiku.
Engkau kan selalu ada di hatiku, sebab di sana kau tetap hidup.
Tak peduli dimana engkau berada, jiwamu selalu bersamaku
Meski kau telah tiada namun kau masih di sini, bersama kami
Selamat jalan Ayah"
Cahaya pagi masuk di celah gordengku yang sedikit terbuka
Aku masih terlelap disela tidurku yang nyenyak entah badan ini yang belum terbiasa menerima rutinitas berlebihan kemarin atau memang badanku yang lebih suka bermalas-malasan.
Ku tengok jam wakerku untuk mengetahui seberapa pagi ini.
"Astaga aku kesiangan" aku berlari secepatnya untuk menggapai kamar mandi
Dukkkk
"Sialan! Kenapa ada dinding disini" Aku mengumpat sekita karena kecerobahanku
"Kenapa aku berbicara dengan benda mati. Cepatlah Ara kau sudah terlambat"
Aku hanya bisa membasuh muka dan menyikat gigi. Memakai baju dan mengikat sepatu secepat mungkin
"Kau ini terlambat lagi. Cepat sarapan dan berangkat"
Nenek yang paling sering memarahiku bukannya ibu. Tepat di depanku Ibu hanya mengulas senyum kepada ku
"Cepat habiskan sarapanmu dan berangkat. Adikmu sudah berangkat dengan temannya sejak tadi pagi katanya ada piket" Ibu menimpali dan aku hanya menganggukan kepala
"Aku berangkat" tak lupa ku cium tangan ibu beserta nenek
"Aku menyayangi kalian" Aku tersenyum setelah menutup pintu
Ku lajukan motor matic ku untuk cepat sampai ke sekolahan semoga aku tidak terlambat untuk kali ini.
Brukkkk
__ADS_1
"Astaga, apa lagi ini" Aku belum menyadari siapa seseorang yang sudah aku tabrak dan menyebabkan buku-buku terjatuh
"Kau buru-buru?"
Ah aku mengenali suaranya meski baru beberapa kali berbicara dengannya. Ke tengok seketika dan benar dia Ka Angga yang ku tabrak
"Maafkan aku ka, Aku tak sengaja karena buru-buru"
Dia berdiri dan merapikan buku-buku yang dipegangnya.Ku cium Aroma parmuf berbau mint yang selalu ku rindukan akhir-akhir ini
"Bodoh apa yang ku pikirkan"ucapku dalam hati
"Hey kau tak apa ?" Dia melambaikan tangan di depan wajahku dengan senyum tipisnya
"M-mm aku tak apa. Sekali lagi aku minta maaf ka, Aku duluan ya" Aku pergi meninggalkannya begitu saja
Sebenarnya aku ingin cepat menghindar ada didekat nya entah apa yang Ka Angga pikirkan, aku yang menabrak dan aku yang melarikan diri
Aku tersenyum cerah saat belum ada guru mengajar mata pelajaran pertama.
"Huhhh aku lelah " ku tempelkan kepalaku di atas meja meredakan rasa lelahku dan perasaan saat bertemu ka Angga
"Kau terlambat atau kesiangan?" Todong Hana kepadaku
"Sama saja Hana, sudah diamlah sebentar aku lelah"
Terdengar Hana cekikikan melihat ekpersiku seperti ini
"Hana aku mau minum? Kau membawa air" ku todongkan tanganku langsung meminta kepada nya
Pletakkk
Dia memukul kepala dengan botol air mineral yang tinggal sedikit.
"Habiskan! hanya tinggal sedikit"
Aku mencebikan Bibirku "Kau ini pelit sekali, kenapa tidak beli ke kantin"
"Ara ini sudah mau jam masuk kelas, kau mau aku di panggil guru BP karena pergi ke kantin saat jam istirahat tapi tak masalah asal kau yang bertanggung jawab" Hana menyeringai mentapku
"Tidak..tidak, ini cukup"
****
"Cepat lah Hana aku sudah lapar" teriak ku kepadanya
"Sebentar Ara tinggal sedikit lagi"
"Sudahlah kalau lama aku ke kantin sendiri.
Tenagaku habis saat tadi pagi secepat kilat untuk datang ke kelas" ocehku
"Ara tunggu, kau ini berlebihan sekali"
Aku tertawa melihat ekspresi nya, ku seret tangan nya untuk berdampingan dengan ku untuk pergi ke kantin.
Sekarang memang jam waktu istirahat
__ADS_1
Dimana waktu untuk mengisi asupan makanan sebelum melanjutkan jam pelajaran selanjutnya.
Saat makan kami selipkan berbagai candaan
Untuk membahas yang tidak terlalu penting tapi membuat ku tertawa dengan celotehan hana
"Boleh aku bergabung ?" Ucapnya
"Boleh ka silahkan" Hana begitu cepat menimpali
Aku hanya mematung melihat Dia duduk di sampingku
Deg Deg Deg
"Jantung bodoh kenapa kau terus berdebar seperti ini" hardikku dalam hati
"Tadi pagi kau tidak apa-apa? Karena kau langsung pergi begitu saja"
"Ahh iya tidak apa ka,aku minta maaf sekali lagi atas kejadian yang tadi pagi" ucapku
Dia hanya mengulas senyum yang begitu manis.
"Syukurlah kalau memang tidak apa-apa,
Dan tidak perlu meminta maaf aku juga tidak melihat jalan dengan benar"
Padahal aku hanya terpental sedikit menyentuh dinding,seharusnya dia merasa sakit Sampi terjatuh menyentuh ke lantai
Hana melotot ke arahku , menagih tentang cerita tadi apa yang telah dilewatkan.
"Kita sudah selesai ka, kami permisi ke kelas" Aku bangkit untuk meninggalkannya
"Ahh iya silahkan, aku juga sudah selesai" ucapnya dengan tersenyum tipis
"Kau hutang penjelasan kepadaku Ara" Ucapnya yang hampir terdengar satu kelas
"Iya.. iya duduklah dulu"
Ku ceritakan awal mula saat aku terburu-buru untuk masuk kelas sampai aku menabrak ka Angga tanpa terlewat.
"Lalu kau meninggalkannya begitu saja?"
Aku mengangguk seketika
Hana tertawa"Astaga apa kau bodoh meninggalkannya begitu saja tanpa ada jawaban apa-apa dari ka Angga atas apa yang telah kau perbuat"
"Aku gugup Hana, makanya aku lari. Aku tidak tau apa yang harus aku katakan aku takut salah bicara"
Hana masih tertawa"kau sama bodohnya denganku tidak bisa berpikir saat bertemu dengan laki-laki tampan"ocehnya
"Hei aku berbeda denganmu yaa! Sudahlah aku muak terus mendengarmu tertawa.Tau begitu aku takkan menceritakannya kepadamu" aku menatap kesal ke arahnya
"Hei kau merajuk, seperti adikmu saja yang baru kelas 4 SD "
"Sudahlah Diam kau berisik Hana"
Hana masih tertawa menatap ku. Entah seberapa konyolnya aku hari ini sampai membuat Hana tertawa seperti itu
__ADS_1