
Silaunya matahari ku tutup dengan sebelah tangan agar tidak terlalu menusuk penglihatanku.
Teriknya matahari sudah tak kurasakan
Hembusan angin sore yang menerpa kulit leher ku.Rambut sebahu tergerai begitu saja
Ku lihat senja sudah menampakkan ciri khas oranyenya tampak indah saat ku tatap langit sore dengan mata telanjang ku
Ada banyak cerita yang telah ku lewati setiap waktu
Mengenang masa lalu takkan membuatku Focus menatap masa depan
Melapangkan hati untuk hal yang telah ku lewati
Tak terasa aku berdiri ditempat dimana sudah hampir seminggu aku bekerja. Sejauh ini aku merasa Tuhan begitu baik kepada ku Aku berdoa kepada-Nya untuk segala keinginananku dan Dia mengabulkan setiap doa-doa ku.
Ada kata yang selalu terselip dalam benakku "Aku percaya mukjizat Nya"
Saat seseorang sudah berdoa dan berusaha aku yakin waktu itu akan tiba dan bila Tuhan belum mewujudkan apa yang selalu kita pinta dalam doa berarti ada suatu kesalahan yang memang harus kita perbaiki.
Kutahu "Renca kita indah namun skenario Tuhan jauh lebih Indah"
"Ka lily aku kebelakang mengganti seragam ya" ucapku
Dia menganggukan kepala dengan tersenyum tipis
__ADS_1
Ku rapihkan seragamku meneliti takut ada yang ku lewatkan saat akan memulai bekerja. Aku cepat ber benah membersihkan setiap sudut ruangan yang kotor
menyajikan pesanan pelanggan secepat mungkin dan berlari saat ada pelanggan memanggil.
"Mmmm Ka apa pak Danu masih ada di ruangannya?" Dia sedikit menoleh ke arahku
"Ada pa Ra? Apa ada yang ingin kau bicarakan dengan nya"
"Aku ada perlu dengannya Ka, adikku membutuhkan uang untuk study tour nya" Aku sedikit was-was untuk mengutarakan permintaan ku
"Coba kau langsung ke ruangannya saja, Pak Danu orang yang baik kok"
"Apa tak apa ka? Aku sedikit takut. Tapi mau bagaimana lagi aku sangat membutuhkannya Ka"
"Cobalah dulu kau takkan pernah tau sebelum mencoba Ra"
"Iya cepatlah, Pak Danu pasti mengerti"
Ku langkahkan kaki untuk sampai keruangan Pak Danu. ku tarik nafas panjang dan ku hembuskan untuk menenangkan perasaan khawatirku
Tok tok tok
"Masuk" terdengar suara sahutan pak Danu dari dalam
"Permisi pak, Maaf mengganggu"
__ADS_1
"Ada apa Rara?" Memicingkan mata untuk melihatku.
"Sebelumnya saya minta maaf karena lancang menemui bapa. Tapi saya tidak punya pilihan lain karena memang keadaannya memang mendesak" ku tarik nafasku untuk melanjutkan pembicaraan
"Coba langsung ke intinya ada apa?"
"Apa boleh saya meminta gaji setengah bulan saya di awal pak. Adik saya butuh biaya untuk studi tour nya "
Aku menundukkan kepalaku harap- harap cemas atas ucapanku barusan
"Kamu butuh berapa?"
"M-mm 1juta pak"
"Ya sudah nanti akan saya berikan, tapi tidak sekarang mungkin besok. Sekarang saya harus langsung pulang karena ada keperluan"
"Tidak apa-apa Pak. Terimakasih, maaf merepotkan"
"Jangan sungkan, tapi kamu harus bekerja dengan giat dan rajin" Dia mengutas seulas senyumnya kepadaku
"Saya akan berusah sebaik mungkin. Kalau begitu saya permisi pak"
Ku tutup pintu ruangan dengan sangat bahagia. Ku usap sudut mataku yang sedikit basah pertanda aku menangis bahagia.
Ku ucap syukur atas segala hal yang berjalan sesuai rencana ku. Terimakasih Tuhan kau selalu ada untuk setiap langkahku
__ADS_1