Hidupku ? Akupun Tak Tahu

Hidupku ? Akupun Tak Tahu
Ibu


__ADS_3

Ku langkahkan kaki menuju teras rumah, Ku dorong perlahan pintu untuk memasuki rumah.Terlihat nenek sedang asik menonton acara gosip favoritnya. Tak ku lihat Dina atau Ibu di setiap penjuru rumah.


"Kau baru ulang Ara?" nenek menanyaiku


"Iya nek" ku dudukan tubuhku di atas sofa berdampingan dengan nenek. senyumku masih terhias di bibir ini aku seketika memeluk nenek mencurahkan kebahagiaan untuk hari ini.


"Iissh kau ini,Ada apa ?"


Tampak nenek terlihat bingung dengan senyum merekah ku dan dengan pelukan yang ku lakukan.


"Kau menang lotre?" nenek menanyaiku dengan wajah polosnya


"cihh apa nenek tidak bahagia melihat cucu cantikmu ini tersenyum " aku masih menatap mimik wajahnya


"Dan apa, Lotre ? aku tak pernah tau hal semacam apa itu" ucapku lagi


"Kau tampak aneh kalau tersenyum seperti itu, jangan-jangan kau punya niat terselubung kepada nenekmu ini"


"Ishh selalu saja berpikir yang aneh terhadapku. Aku merasa bahagia saja.Tapi aku tidak bisa memberitahu nenek hihi"


aku masih tersenyum tipis ke arahnya


"Ya sudahlah terserah kau saja"


"mmm nek?"


"Apa?"


"Ibu sama Dina kemana? aku tak melihat sejak tadi" aku mengedarkan sekeliling untuk mencari sosok ibu dan Dina namun tak terlihat


"Entahlah dari tadi nenek tak melihat ibumu, dan Dina berada di kamarnya sejak tadi" tampak nenek masih focus menonton televisi

__ADS_1


"Ya sudah aku mau pergi ke kamar dulu. Bye nek"


***


tok tok tok


"Ka kau didalam?" tampak tak ada jawaban


"ka aku masuk ya" Dina melangkah memasuki kamar Ara


"Astaga Kaka masih tidur? " Dina menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan kelakuan kakaknya


"Kaka bangunnnnnn gempaaaaa"


Ara seketika bangun dan langsung lari menuju pintu. Dina terlihat tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan


kakak nya yang berhasil Ia kerjai


"Ishh adik durhaka, kau mengerjai kakakmu" Ara melototkan kedua matanya


"Kalau bukan adikku sudah ku lempar kau dari jendela"


"ishh kau mengerikan ka hihi"


"Sudahlah, untuk apa kau kemari? kau membangunkan dari tidur nyenyak ku"


" Kau ini ka, dari tadi sore sampai jam segini masih tidur. kau tidur apa mati suri?"


"Kau ini bicara sembarangan" tampak aku berfikir sejenak


"Ibu sudah pulang?"

__ADS_1


"belum ka, dari tadi aku tak melihat Ibu" Dina sedikit termenung


"Hey ada apa?" Aku melihat perubahan dari raut wajahnya yang sedikit menunduk


"mmm tak apa ka"


"Ehh, kau aneh. Tadi saja kau begitu bersemangat mengerjai ku Sampai kau tertawa terbahak-bahak" aku sedikit bisa menebak apa yang ada dipikirannya


"Kau akan study tour?" aku langsung menanyai pokok permasalahannya


"Ehh kau tau ka?" Dia sedikit terkejut dengan peryanyaanku


"iya ibu semalam bercerita kepada kakak " Aku menggenggam tangan kecilnya untuk menenangkan kekhawatirannnya


"Ka apa ibu terbebani ya dengan masalah ini?" kulihat wajahnya sedikit gusar


"Jangan terlalu dipikirkan, nanti kakak bantu buat nambah biayanya ya. Sekarang kau focus dengan sekolah mu saja.Untuk urasan itu biar ibu dan kakak yang pikirkan"


Dia memelukku dan ku lihat matanya sedikit berair.


"hey kenapa kau cengeng?" Aku sedikit menarik pipinya yang bulat


"Ahh aku menyayangimu ka" Dia semakin mempererat pelukannya kepadaku


aku menangkup pipinya, dan ku usap air matanya.


"Sudah lah cepat kau tidur, besok harus sekolah kan.Dan berhentilah menangis,Kau tak maukan nenek mengejek mata sembabmu besok " aku mengusap lembut kepalanya


"Ah kau sangat hafal sekali sifat nenek ka, Dia memang seperti itu. Selalu saja ada alasan untuk mengejekku"


"tapi kau tahu walau begitu nenek sangat menyayangi kita"

__ADS_1


"Iya aku tahu, Aku ke kamar ya ka" Dia pergi ke arah pintu meninggalkan kamarku


Aku merebahkan tubuhku untuk segera tidur. Ku lihat jam terus berputar dan mataku masih belum terpejam. Entahlah pikiranku masih berpusat dengan pembicaraan study tour Dina. Aku mengerjap teringat besok aku mulai bekerja, berharap setelah 2 Minggu bekerja aku bisa mendapatkan konfensasi gajiku untuk Dina.


__ADS_2