Hidupku ? Akupun Tak Tahu

Hidupku ? Akupun Tak Tahu
mengantar pulang


__ADS_3

Hentikan ! " Mencoba melepaskan tangan Ara


"Apa kalian tidak bosan mengganggu seorang wanita ! " menatap tajam ke arah mereka berdua.angga sedikit geram melihat siswa tersebut karena memang kebiasaan mereka menggangu siswi di sekolahnya. Entah bagaimana jalan pemikirannya yang hobi mengisengi sebagian siswi. Bahkan mereka sempat beberapa kali di panggil guru BP karena masalah itu itu saja


"Kau lagi kau lagi. Apa tidak bosan mengganggu kesenangan kami" melotot ke arah Angga dengan tatapan tidak suka


"Kesenangan seperti apa yang merugikan orang lain? "


"Sudahlah ka, lebih baik kita pergi. Aku tidak mau membuat masalah saat aku pertama masuk sekolah" berpikir jernih pergi adalah hal yang lebih baik dibanding memperpanjangnya dan membuat masalah.


"Berhentilah mengganggu seorang wanita, kalian seperti banci" melotot dengan tajam


" Aku antar pulang, siapa namamu? " berjalan beriringan ke arah parkiran


"Ah, Aku Rara" ucap nya dengan terbata


"Aku Angga. Ayo pulang"


"Kakak duluan, aku bawa motor" menatap sekilas laki laki dingin yang selalu diperbincangkan banyak siswi


"Yasudah, kau duluan aku mengikuti dari belakang" ucapnya


"Ta--pi ka"


"Cepatlah ! Aku hanya mengawatirkan mu. Karena mereka berdua tidak semudah itu melepaskanmu "


"Ahh-- iya"

__ADS_1


Mereka keluar dari parkiran sekolah dengan beriringan.Ara memakai motor maticnya dan Angga dengan mobilnya.


"Terimakasih ka" Ara menatap sekilas dengan senyumannya


"Ya sudah cepatlah masuk ke dalam rumah . Lain kali berhati hatilah terhadap mereka" ucap Angga


"Ah iya" ucapnya dengan tersenyum


Setelah mobil Angga tidak terlihat oleh matanya Ara bergegas untuk masuk ke dalam rumah


Ceklek


"Ka siapa yang mengantarmu ?" Dina menatap kakanya dengan penasaran


"Ah itu, kakak kelas kakak di sekolah" berdehem untuk menetralkan suasana


Dina masih menerawang dengan menatap kakak nya. Apa memang benar yang barusan mengantar kakaknya adalah kakak kelasnya atau pacar kakak nya.tapi mana mungkin kakaknya mempunyai pacar padahal baru masuk sekolah hari pertama.


"Apa yang kau pikirkan?"


"Ah tidak ka" Dina menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Kemana ibu ? Rumah sepi sekali de. Dan kemana nenek? " Ara melihat sekeliling rumah yang nampak sepi tanpa penghuni. Biasanya ada nenek yang selalu rame dengan celotehannya dan dia yang selalu bergosip ria .


"Ibu mengantarkan kue pesenan pelanggan dan nenek sedang beristirahat di kamar. Kau Taukan Ka darah tingginya kadang selalu tidak stabil semenjak nenek selalu marah - marah dan cerewet atau mungkin faktor usia yaa" Dina berceloteh dengan terkikik


"Kau ini, kalau nenek sampai dengar habislah kau"

__ADS_1


"Apa yang kalian bicarakan? " Nenek terlihat berjalan menghampiri kakak beradik tersebut


Matilah kita. Mereka bergumam di dalam hati dan pikiran masing-masing


"Ah nenek sudah bangun? " Dina mengulas senyumnya berharap neneknya tidak mendengar pembicaraannya barusan dengan sang Kakak.


"Siapa juga yang tidur ! Nenek hanya berselonjor di dalam kamar. Karena saat mendengar mu terus berbicara membuat telingaku pengang kau terlalu berisik Dina. makanya nenek memutuskan untuk pergi ke kamar"


"Lalu untuk apa nenek keluar? " Tanya Dina


"Perut ku terasa keroncongan minta segera di isi. Ah kau sudah pulang Ara? Coba kau lihat ke dapur apa ibumu sudah memasak ?" Nenek melihat Ara sekilas yang baru pulang sekolah


Ara melengos ke dapur untuk melihat apa ada makanan untuk neneknya.


"Nenek mau Ara bawa makannya kesana atau nenek kesini?" Ara berteriak dari arah dapur agar neneknya bisa mendengar


"Kau bawa saja kesini. Awas jangan pake sambal kau selalu menjahili nenekmu ini" teriak nenek


Menjahilinya padahal nenek yang selalu menjahili ku lebih awal.Bahkan dia yang pertama membuat masalah aku yang kena imbasnya. Ara bergumam dalam hati takut- takut neneknya mendengar.


Ara menyendokan beberapa lauk kepada piring untuk sang nenek.


"Ini makanan mu nek !" Menyodorkan makanan yang telah di isi beberapa lauk untuk sang nenek


"Tidak pakai sambal kan? Nenek menatap dengan penuh selidik


"Tidak nenek ! Sini biar Ara coba dulu kalau nenek tidak percaya" berusaha merebut piring yang sudah ditangan nenek

__ADS_1


"Tidak usah, nenek percaya padamu" mulai memakan makanan yang telah diberikan oleh Ara


" Yasudah, Ara ke kamar. Ara sungguh lelah hari pertama masuk sekolah sungguh melelahkan." Ara melengos untuk pergi ke kamarnya. Dia akan mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lelah.mungkin setelah dia bangun Tubuhnya akan terasa lebih baik.


__ADS_2