
Aku memperhatikan sebuah tempat yang akan menjadi tempatku bekerja. Le Delice Cafe & Bakerry
"Eh tunggu, bukan kah Hana bilang restaurant kenapa Cafe?" ucapku dalam hati
Aku masih memperhatikan sekitaran cafe ini Bak di negri dongeng terdapat halaman rumah yang luas dengan konsep cafe kebun, dekorasi yang unik begitu pula dengan pernak pernik yang menarik terdapat pagar putih dan kursi-kursi cantik.
"Hana kau bilang restaurant? kenapa cafe?" Aku menunjuk tulisan Le Delice cafe & bakery yang terdapat di antara pagar putih.
"hihi aku lupa Ara, ini bisa disebut restaurant atau cafe. Aku selalu terpesona saat masuk ke tempat ini, begitu indah dan menyejukkan mataku"
"Hemm, untuk keindahannya aku setuju denganmu"
Aku masih terkagum dengan apa yang ku lihat di seketar cafe ini
"ku harap aku bisa diterima bekerja di sini, ah sungguh indah" ucapku dalam hati
aku masih tetap menyunggingkan senyuman
"Ayolah, kau mau tetap berdiri disana ? " ucapnya ke padaku
"Ehh, aku sampai lupa. tapi Hana apa bisa aku diterima bekerja disini ?" Aku sedikit gugup untuk masuk ke dalam
"Kaukan belum mencoba, Kau mau kalah sebelum bertarung?" Hana sedikit menarikku untuk masuk kedalam
"Ah iya Hana"
Aku berdoa semoga tempat ini cocok untukku dan bisa membantu meringankan beban ibu
kami beriringan masuk ke dalam menghampiri kasir yang berdiri di mejanya. Dia tersenyum ke arah kami, mungkin pemiliknya menuntut setiap pegawai untuk bersikap ramah kepada setiap orang yang datang ke cafe ini. terbukti saat Melawati beberapa waiters sebelum masuk ke dalam mereka menyapaku sangat ramah.
"Maaf mba kami mau bertanya tentang lowongan pekerjaan disini apakah masih ada?" Hana bertanya terlebih dahulu kepada sang kasir.
"Sebentar saya tanyakan terlebih dahulu kepada manager disini. kalian bisa menunggu disini sebentar" Dia tersenyum tipis dan berlalu meninggalkan kami
Terlihat dari kejauhan Dia berjalan ke arah kami.
"Silahkan ikuti saya "
__ADS_1
Aku masih tercengang dengan keindahan cafe ini. Dan saat aku masuk lebih dalam aku melihat air mancur di tengah - tengah kafe ini. terdapat kolam yang sedikit luas dan terdapat pula kursi yang sengaja di letakan di dalam kolam air tersebut. ini begitu menyejukkan mataku
Tok tok tok
"Masuk" terdengar suara seseorang berucap dari dalam ruangan tersebut.
"silahkan pak Danu manager disini sudah menunggu didalam" Dia mempersilahkan ku untuk masuk ke dalam
"Iya, Terimakasih"
" Ara cepatlah masuk" Hana berucap kepadaku
"Kau tidak mau menamaniku?"
"Ayolah kaukan yang mau berkerja. Aku tak mau ikut serta, aku takut sama boss galak hihi" Dia cengengesan menatap ke arahku
Aku melangkah kan kaki yang sedikit gemetar ke dalam ruangan.
"Permisi pak "
"silahkan duduk" Tampak sekilas dia menoleh ke arahku yang sedang berkutat dengan pekerjaannya.
mungkin karena dia melihat dari seragam sekolahku yang masih ku kenakan.
"I--ya pak" aku sedikit gugup menjawab pertanyaan nya
"Kau mau melamar pekerjaan disini?" Dia berucap dingin dan masih focus dengan pekerjaannya
"iya pak"
"Apa tidak mengganggu sekolahmu untuk bekerja?" tampak dia sedikit menoleh ke arahku menunggu jawaban atas pertanyaannya
"Akan saya usahakan untuk tidak menggangu sekolah. Dan saya akan berusaha untuk bertanggung jawab dan berusaha sebaik mungkin untuk bekerja disini" Aku merapatkan kedua tangan yang terasa dingin
"Lalu untuk apa kamu bekerja? Biasanya Anak yang masih sekolah hanya mementingkan kesenangan nya. Dan lebih suka nongkrong-nongkrong bersama teman sebayanya"
Aku menghela nafas sejenak untuk jawaban yang akan ku berikan.
__ADS_1
"Untuk sebagian anak sebayaku mungkin seperti itu yang memiliki tanggungan dari setiap orang tua mereka. tapi tidak untuk saya, sejak kepergian ayah 1 tahun yang lalu ibu yang menanggung semua kehidupan kami termasuk adik dan juga nenek. Untuk itu saya mohon beri saya kesempatan untuk bekerja disini pak"
Tampak Dia sedikit mengehela nafas. Aku sedikit gugup, apa aku bisa di terima bekerja disini.
"Baiklah saya akan memberimu kesempatan untuk bekerja disini. Tapi apakah kau akan bekerja setelah pulang sekolah?"
"iya pak, apa bapak tidak keberatan?"
"Tidak masalah, Kamu bisa bekerja besok disini sebagai waiters atau membantu yang lain saat membutuhkan bantuan"
"Terimakasih banyak pak. saya akan bekerja sebaik mungkin di cafe ini" Aku tersenyum bahagia mendapatkan jawaban yang aku harapkan
"Sama-sama, selamat bekerja dan semoga kamu betah disini"
Aku keluar dari ruangan dengan tersenyum bahagia.
"Hana aku ke terima" teriakku , ku peluk Hana begitu kencang mencurahkan kebahagianku saat ini.
"Hei lepaskan Ara ! aku tidak bisa bernafas. Kau mau membuatku kehabisan nafas" Dia melotot ke arahku
"Ahh aku lupa, maafkan aku Hana. Aku begitu bahagia bisa ke terima bekerja disini"
aku mencubit kedua pipinya dengan begitu gemas
"Kau ini selalu tak mengenal tempat, kau tidak lihat orang di sekitar melihat aneh terhadap kita. Dan apa yang kau lakukan dengan mencubit pipiku " dia sedikit cemberut dengan perlakuanku barusan
"Cihh begitu saja ngambek. Ya sudah ayo pulang" Aku langsung menarik tangannya ke arah parkiran
"Ah... aku sangat bahagia Hana. Terimakasih untuk semuanya, jika nanti aku dapat gaji pertamaku aku akan meneraktirmu"
"Sudahlah, itu gunanya temankan?" Aku tersenyum dengan penuturannya
"iya. sekali lagi terimakasih ya ya"
"Cihh kau selalu saja manis saat mendapat kan yang kau inginkan tapi begitu menyebalkan saat ada masalah"
"hihi maafkan aku. Ya sudah ayo pulang sudah sore"
__ADS_1
seketika kami pulang beriringan karena saat kesini Hana membawa mobilnya dan aku membawa motor maticku.