Hinaan Dari Keluarga

Hinaan Dari Keluarga
bab 10


__ADS_3

Eko dan Intan mulai berkencan dan menjalani hubungan mereka. Mereka menikmati setiap saat bersama, dan Eko merasa bahagia seperti belum pernah merasa sebelumnya. Ia tidak lagi merasa kesepian dan merasa bahwa Intan adalah jawaban atas doanya.


Namun, kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama. Suatu hari, Rani ibu Eko menelepon Eko dan memberitahukan bahwa Adi telah diterima di sebuah universitas di kota. Eko menjadi lebih banyak pikiran karena harus membantu Ibunya mencari uang untuk biaya sekolah Adi adiknya. Dengan semangat yang membara,Eko berusaha mencari informasi lowongan pekerjaan yang bisa dikerjakan sambil kuliah.


Intan pun menjadi terbebani dengan situasi tersebut. Ibu kandungnya sendiri sedang sakit dan membutuhkan perawatan. Intan merasa bahwa ia harus membantu ibunya dan memiliki tanggung jawab untuk membiayai perawatan ibunya.


"Eko, aku harus berbicara denganmu tentang sesuatu," kata Intan dengan wajah yang sedih.


"Apa yang terjadi, Intan? Apakah ibumu baik-baik saja?" tanya Eko cemas.


"Ibuku sedang sakit dan membutuhkan perawatan. Aku harus membantunya dan membiayai perawatannya. Aku tidak bisa memikirkan hal lain sekarang," ucap Intan.


Eko memahami situasi Intan dan memberikan dukungan kepadanya. Ia tahu betapa sulitnya memiliki tanggung jawab untuk orang tua dan ia merasa bahwa ia harus membantu Intan dalam hal apapun.


"Tentu saja, Intan. Kita akan mencari cara untuk membiayai perawatan ibumu. Kita akan melalui ini bersama-sama," ucap Eko dengan memeluk Intan.


Mereka berdua bersama-sama mengatasi situasi tersebut dan membuat keputusan untuk mencari pekerjaan dan mengumpulkan uang demi membiayai perawatan ibu kandung Intan dan biaya sekolah Adi. Meskipun situasi tersebut sulit, mereka bersama-sama mengatasi semuanya dan terus berjuang demi masa depan yang lebih baik.

__ADS_1


Eko dan Intan berjuang dengan keras dan bekerja keras untuk mengatasi masalah yang mereka hadapi. Mereka mencari pekerjaan paruh waktu dan bekerja keras untuk mengumpulkan uang yang dibutuhkan. Eko berjuang untuk menyelesaikan kuliahnya sambil bekerja paruh waktu dan Intan juga bekerja keras untuk membiayai perawatan ibunya.


Mereka tidak menyerah dan terus berjuang meskipun situasi sulit. Mereka memiliki satu sama lain sebagai dukungan dan mereka tahu bahwa mereka harus berjuang bersama-sama untuk mencapai tujuannya.


Tak lama kemudian, Intan mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik dan memiliki gaji yang lebih baik. Ini membantu mereka membiayai perawatan ibu kandung Intan dan biaya sekolah Adi. Eko juga berhasil lulus dari kuliah dan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.


Dengan usaha dan kerja keras mereka, ibu kandung Intan sembuh dan Adi berhasil menyelesaikan sekolah dengan baik. Eko dan Intan juga menikah dan hidup bahagia bersama. Mereka tidak pernah lupa akan perjuangan mereka dan selalu berterima kasih atas satu sama lain karena membantu mereka mengatasi masalah mereka dan membantu mereka mencapai mimpi mereka.


Eko dan Intan tahu bahwa hidup tidak selalu mudah, tetapi mereka juga tahu bahwa mereka dapat mengatasi segala masalah jika mereka berjuang bersama-sama. Mereka memiliki satu sama lain sebagai dukungan dan mereka tahu bahwa mereka harus berjuang bersama-sama untuk mencapai tujuannya.


Eko dan Intan memiliki hubungan yang kuat dan saling menghormati satu sama lain. Namun, ada satu hal yang selalu menjadi masalah bagi mereka: sikap Rani, ibu Eko, terhadap Intan. Rani selalu meremehkan Intan sebagai menantunya karena berasal dari kampung dan tidak memiliki latar belakang yang sama dengan keluarganya.


Eko merasa sangat tidak nyaman dengan sikap ibunya terhadap Intan dan ia sering berbicara dengan ibunya untuk meminta agar berubah. Namun, Rani tetap saja tidak peduli dan terus meremehkan Intan. Ini membuat Eko merasa sangat sedih dan kesal karena ia sangat mencintai Intan dan tidak ingin melihatnya diperlakukan dengan buruk.


Suatu hari, Rani meminta Eko untuk datang ke rumah dan menemuinya. Eko merasa sangat bingung dan tidak tahu apa yang akan terjadi. Saat ia sampai di rumah, ia menemukan Rani sedang berbicara dengan Intan. Eko tidak tahu apa yang sedang terjadi, tetapi ia merasa bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi.


"Intan, aku tidak suka bagaimana kau memperlakukan putraku. Kau hanya seorang perempuan kampung dan tidak layak menjadi menantu keluargaku," kata Rani dengan sangat keras.

__ADS_1


Intan merasa sangat terluka dengan ucapan Rani dan ia mulai menangis. Eko sangat marah dengan sikap ibunya dan ia berdiri untuk membela Intan.


"Ibu, apa yang kau katakan sangat tidak benar. Intan adalah orang yang paling berharga bagiku dan aku sangat mencintainya. Dia adalah bagian dari keluargaku dan aku tidak akan membiarkanmu memperlakukannya dengan buruk," ucap Eko dengan tegas.


Rani merasa terkejut dengan bantahan Eko dan ia menjawab dengan marah. "Apa yang kau pikirkan, Eko? Kau pikir aku tidak tahu apa yang terbaik untuk keluargamu? Intan hanya akan menjadi beban bagimu dan tidak akan bisa membantumu mencapai tujuanmu dalam hidup."


Eko merasa sangat kesal dengan ucapan ibunya dan ia membalas dengan tegas. "Intan bukan beban bagiku, dia adalah sumber kebahagiaan dan dukungan bagiku. Aku tidak akan membiarkanmu memperlakukannya dengan buruk lagi."


Rani merasa kesal dengan tegasnya Eko dan ia berteriak. "Lihatlah dirimu, Eko! Kau terlalu lemah dan terlalu dipengaruhi oleh Intan. Aku tidak akan membiarkanmu membuat keputusan yang salah dalam hidupmu."


Eko merasa sangat tidak nyaman dengan ucapan ibunya dan ia memutuskan untuk meninggalkan rumah. Ia sangat sedih karena harus berpisah dari ibunya, tetapi ia tahu bahwa ini adalah hal yang terbaik untuk dirinya dan Intan. Ia bersumpah untuk selalu membela dan melindungi Intan dan memastikan bahwa ia tidak pernah lagi diperlakukan dengan buruk oleh siapapun.


Setelah Eko membela Intan dengan tegas, Rani masih saja meremehkan Intan dan tidak mau berubah. Intan merasa sangat sedih dan terluka oleh sikap Rani. Ia menangis dan merasa tidak berguna sebagai menantu keluarga Eko. Ia merasa bahwa dia tidak pernah bisa diterima oleh keluarga Eko dan hanya diperlakukan dengan buruk oleh Rani.


Intan mulai merasa bahwa ia hanya membebani Eko dan tidak ingin membuat hidup Eko semakin sulit. Ia merasa bahwa Eko akan lebih baik tanpanya dan memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah dan meninggalkan Eko.


Eko sangat sedih dan kesal dengan keputusan Intan. Ia sangat mencintai Intan dan tidak ingin kehilangan dia. Namun, ia juga merasa bahwa Intan membutuhkan waktu untuk meredam emosinya dan memikirkan hal-hal dengan tenang. Eko membiarkan Intan pergi dan berharap suatu saat nanti, Intan akan kembali padanya dan mereka akan hidup bahagia bersama.

__ADS_1


__ADS_2