Hinaan Dari Keluarga

Hinaan Dari Keluarga
21


__ADS_3

" Mas mau kerja?" tanya Intan pada Eko. padahal Intan susah tahu jawabannya,namun biarlah pagi ini ia terlihat ingin tahu.,setidaknya tidak dalam suasana kaku setelah meminta maaf kepada Eko.


" Iya."


intan mempertahankan senyumnya mendengar nada datar Eko. "Nanti aku ke kantor ya. Anter makan siang."


"Nggak usah."


Intan sedikit tersentak mendengar penolakan itu. Namun,lagi-lagi ia menutupinya dengan senyuman. " Yaudah mas,kalau gitu hati-hati ya mas."


Eko bergumam dan berlalu begitu saja tanpa mengecup dahinya seperti dulu. Intan menghembus napas sesak dengan kepala tertunduk,terluka akan sikap Eko saat ini.


Setelah Eko ke kantor, Intan membersihkan rumah, Intan melangkahkan kakinya menuju kamar. Baju yang masih belum sempat ia masukan ke lemari kemudian ia memasukannya.


Intan duduk di atas ranjang dan menatap bingkai foto mereka berdua di meja. Senyumannya memudar saat memikirkan bagaimana mereka bisa sampai seperti ini.


Mereka dulunya sangat bahagia, saling menyayangi dan memiliki harapan masa depan yang cerah. Namun, kini mereka seperti orang asing satu sama lain, Eko sepertinya tidak memiliki perasaan apapun terhadapnya.


Intan berusaha mengumpulkan keberanian untuk membicarakan masalah ini dengan Eko, namun takut kalau hal itu malah memperburuk keadaan. Ia merasa tak berdaya, tak tahu bagaimana harus memperbaiki hubungan mereka.


Dalam pikirannya, Intan memutuskan untuk memulai dengan memperbaiki diri sendiri. Ia bertekad untuk menjadi istri yang lebih baik, menjadi pendengar yang baik dan memperlakukan Eko dengan baik. Ia berharap hal itu akan membantu memperbaiki hubungan mereka.


Intan beranjak dari ranjang dan mengambil buku inspiratif untuk membantu memulai perubahan. Ia membaca dan mencatat beberapa hal yang ingin ia lakukan, membuat rencana aksi untuk memulai memperbaiki hidup mereka bersama.


Intan berharap, dengan usahanya memperbaiki diri dan hubungan mereka, ia dan Eko bisa kembali bahagia seperti dulu.


Intan memulai perjalanannya memperbaiki diri dan hubungan mereka dengan bersemangat. Ia memulai dengan memperbaiki komunikasi mereka, dengan memastikan bahwa ia selalu siap untuk mendengarkan Eko dan memberikan dukungan tanpa membuat terlalu banyak pertanyaan. Ia juga mulai memperlakukan Eko dengan lebih baik, dengan memberikan perhatian dan cinta yang ia butuhkan.

__ADS_1


Intan juga berusaha untuk menjadi lebih bersabar dan tidak mudah marah, meskipun ada saat-saat sulit. Ia memahami bahwa setiap orang memiliki masalah mereka sendiri dan kadang-kadang mereka butuh waktu untuk mengatasinya.


Ia juga mulai memperlakukan diri sendiri dengan lebih baik, dengan berolahraga dan mengikuti program diet. Ia ingin membuktikan pada Eko bahwa ia sangat peduli dengan dirinya dan hubungan mereka.


Setelah beberapa minggu melakukan hal-hal ini, Intan mulai melihat perubahan besar dalam hubungan mereka. Eko mulai terbuka dan lebih memperlihatkan perasaannya, dan Intan sangat senang melihat hal itu.


Pada suatu hari, Eko membawakan Intan keluar untuk makan malam romantis. Ia mengatakan bahwa ia sangat menghargai usaha Intan untuk memperbaiki hubungan mereka dan memperlihatkan perasaannya dengan kata-kata manis dan pujian.


Intan sangat senang dan terharu. Ia merasa bahwa usahanya memperbaiki diri dan hubungan mereka benar-benar terbayar sudah. Eko dan Intan kembali menjadi pasangan yang bahagia dan saling menyayangi seperti dulu.


Mereka mulai merencanakan masa depan mereka bersama dan membangun harapan yang lebih baik. Intan merasa sangat bersyukur dan bahagia bahwa ia dan Eko bisa kembali bersama dan menjalani hidup mereka dengan lebih baik.


Intan tidak pernah lupa tentang pengalaman mereka dan selalu mempertahankan komitmennya untuk memperbaiki diri dan memperlakukan Eko dengan baik. Ia yakin bahwa dengan cinta dan kesabaran, mereka akan terus bersama selamanya.


Namun ternyata Eko tak setulus yang diinginkan Intan. Ia kembali berulah lagi setelah satu bulan baikan dengan Intan.


Pukul tujuh malam Intan selesai menyiapkan makan malam untuknya dan juga Eko.Kali ini ia memilih menu makanan yang belum pernah dibuatnya sama sekali.


Ia tersenyum senang mendapati Eko Yang turun dari tangga. Setelah membukakan kursi untuk Eko,ia ikut duduk dan memberikan sepiring nasi yang telah diisi untuk suaminya.


Makan malam memang terasa sangat hening,tapi tidak dengan hati Intan yang bersenandung ria sejak pagi tadi. Perhatian kecil Eko sudah begitu membekas baginya sampai malam ini.


"Mas," Intan membuka suara setelah menelan makanan di mulutnya.


"Hmm." Eko mengangkat kepalanya sesaat.


"Tadi ada undangan dari Pak Rt malam ini ada pengajian di masjid sebelah setelah isya', boleh nggak aku ikut berangkat mas?" Tanya Intan dengan nada pelan.

__ADS_1


"Terserah kamu aja. " Jawab Eko datar.


"Tapi sebenarnya aku pengen mas Eko juga ikut."


"Kamu itu tau nggak sih kalau akau ada banyak kerjaan yang harus aku selesein besok? Kamu mau aku di pecat dari kantor karena nggak ngerjain kerjaan ku?" Jawab Eko dengan ketus.


Intan sudah tidak mampu menjawab ucapan dari Eko.


Intan menundukkan kepalanya, dia merasa sedih karena Eko tidak memahami betapa pentingnya pengajian baginya. Namun, dia tidak ingin memaksa suaminya untuk ikut dan mengkhawatirkan pekerjaannya.


Setelah makan malam, Eko kembali ke kamar kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaan yang masih menunggu. Sementara Intan memutuskan untuk berangkat ke masjid sendirian.


Di masjid, Intan merasa sangat menyegarkan hatinya saat mendengar dakwah dan bersama-sama dengan masyarakat lain berdoa. Ia berharap Eko bisa ikut bersamanya suatu saat.


Setelah pengajian selesai, Intan kembali ke rumah dengan hati yang penuh berkah. Ia merasa bersyukur atas karunia yang diterimanya dan berharap Eko bisa menemukan kebahagiaan yang sama dengannya.


Ketika sampai rumah, Eko sudah tidur. Intan memandang suaminya yang terlihat lelah dan merasa sedih karena Eko tidak ikut pengajian. Namun, dia tidak memegang kesal karena dia mengerti betapa beratnya pekerjaan Eko.


Intan berbaring di samping Eko dan memeluknya. Ia berdoa agar Eko selalu dalam lindungan Allah dan bisa menemukan kebahagiaan yang sama dengannya.


Tiba-tiba, ponsel Eko berbunyi dan menandakan ada pesan masuk. Eko mengambil ponselnya dan melihat pemesan. Ia terkejut saat melihat pemesan adalah seorang perempuan yang tidak dikenalnya.


"Siapa ini?" Eko membaca pesan singkat dari perempuan tersebut.


Eko berpikir sejenak, kemudian ia memutuskan untuk membalas pesan itu dan meminta perempuan tersebut mengidentifikasi diri.


Tak lama kemudian, perempuan itu membalas pesan dan mengaku sebagai teman lama Eko dari masa sekolah. Eko sangat terkejut saat mengetahui bahwa temannya itu sudah lama tidak terdengar kabar dan kini ingin bertemu dengannya.

__ADS_1


Eko berpikir sejenak, kemudian ia memutuskan untuk menerima tawaran temannya tersebut untuk bertemu. Ia memilih untuk bertemu dengan temannya tersebut pada hari Sabtu minggu depan.


Eko sangat antusias untuk bertemu dengan temannya yang sudah lama tidak terdengar kabar. Ia merasa penasaran dan ingin tahu bagaimana kabar temannya tersebut setelah bertahun-tahun tidak bertemu.


__ADS_2