
Bu Rani selalu berharap anak dan menantunya hidup mewah seperti yang ia impikan. Namun, kenyataannya justru sebaliknya. Eko dan Intan hidup sederhana dan tidak seperti yang diharapkan Bu Rani.
Hal ini membuat Bu Rani sangat kecewa dan marah. Ia merasa bahwa Eko dan Intan tidak memperhatikan harapannya dan tidak memperlakukan dirinya dengan baik. Bu Rani mulai membenci anak dan menantunya dan merasa sangat kecewa dengan hidup mereka.
Bu Rani menjadi sangat egois dan tidak peduli pada kebahagiaan Eko dan Intan. Ia hanya memikirkan kemewahannya sendiri dan merasa hidup mereka tidak sebanding dengan harapannya.
Namun, suatu hari, Bu Rani memperhatikan bahwa Eko dan Intan sangat bahagia dan saling mencintai, meskipun mereka tidak hidup mewah. Ia mulai merasa bersalah dan memahami bahwa kebahagiaan sejati bukanlah dari kemewahan, tapi dari kebahagiaan dan cinta dalam keluarga.
Bu Rani mulai mencoba untuk memperbaiki hubungan dengan anak dan menantunya dan berusaha untuk menjadi bagian dari kebahagiaan mereka. Ia belajar bahwa uang dan kekayaan bukanlah hal yang paling penting dalam hidup, tapi kebahagiaan dan cinta yang sejati.
Bu Rani meminta maaf pada Eko dan Intan dan mengatakan bahwa ia sangat menyesal atas sikapnya selama ini. Eko dan Intan sangat terkejut, tapi mereka juga sangat bahagia melihat bahwa ibu mereka berubah dan berusaha memperbaiki hubungan mereka. Mereka memaafkan Bu Rani dan berjanji untuk membantu membangun hubungan yang lebih baik dengannya.
Bu Rani dan Eko mulai berbicara dan berbagi kisah hidup mereka. Eko menceritakan tentang bagaimana ia bekerja keras setiap hari untuk membahagiakan istrinya Intan dan anak mereka, dan bagaimana ia merasa bahagia meskipun hidupnya sederhana. Intan juga berbicara tentang bagaimana ia mencintai Eko dan bagaimana ia merasa bahagia dengan hidup mereka yang sederhana.
Bu Rani mulai mengerti dan memahami bahwa kebahagiaan sejati tidak datang dari kekayaan dan kemewahan, tapi datang dari cinta dan kebahagiaan dalam keluarga. Ia mengatakan bahwa ia sangat bahagia melihat kebahagiaan Eko dan Intan dan mengatakan bahwa ia sangat mencintai mereka.
Eko dan Intan sangat bahagia melihat perubahan dalam diri ibu mereka dan berharap bahwa hubungan mereka akan terus membaik. Mereka berjanji untuk selalu ada untuk Bu Rani dan membantunya menemukan kebahagiaan dalam hidup.
Bu Rani mulai menikmati hidupnya dan mempelajari bahwa uang dan kekayaan bukanlah hal terpenting dalam hidup. Ia memulai menghabiskan waktu dengan keluarganya dan menikmati kebahagiaan dalam hidup.
__ADS_1
Eko dan Intan juga membantu Bu Rani untuk menikmati hidup dan memberikan banyak kebahagiaan padanya. Mereka membantunya menikmati banyak aktivitas dan membantunya untuk memahami bahwa hidup bukan hanya tentang uang dan kekayaan, tapi juga tentang kebahagiaan dan cinta dalam keluarga.
Akhirnya, Bu Rani mengerti bahwa kebahagiaan sejati datang dari dalam diri kita sendiri dan bahwa kekayaan dan kemewahan bukanlah hal yang paling penting dalam hidup. Ia sangat bahagia dengan keluarganya dan mengatakan bahwa ia sangat mencintai Eko dan Intan.
Setelah bu Rani sembuh, Eko merasa bahagia karena bisa melihatnya tersenyum dan berbicara lagi. Namun, Eko juga tahu bahwa saatnya untuk kembali pulang dan melanjutkan hidup normalnya. Ia meminta izin pada bu Rani dan berjanji akan mengunjunginya lagi. Bu Rani mempersilakan Eko pergi dan mengatakan bahwa dia akan merindukan Eko. Eko pun pulang dengan hati yang penuh kenangan dan terima kasih pada bu Rani yang telah merawatnya selama ini.
Eko dan Intan sangat senang melihat bu Rani sudah sembuh dari penyakitnya. Mereka sangat bersyukur karena sudah bisa melihat bu Rani kembali seperti dulu. Namun, mereka juga tahu bahwa saatnya untuk pulang dan melanjutkan hidup mereka masing-masing.
Eko: "Bu, saya dan Intan harus pulang sekarang. Saya harap ibu sudah sembuh dan bisa pulih sepenuhnya."
Bu Rani: "Iya, Eko. Saya sudah merasa lebih baik sekarang. Terima kasih sudah merawat saya selama ini."
Bu Rani: "Sudahlah, pergilah kalian. Saya akan merindukan kalian berdua."
Eko dan Intan pun pulang ke rumah masing-masing dengan hati yang penuh kenangan dan terima kasih pada bu Rani yang telah merawat mereka selama ini. Mereka berjanji akan mengunjunginya lagi dan memastikan bahwa bu Rani selalu dalam keadaan baik-baik saja.
Setelah tiba di rumah setelah 3 jam perjalanan, Eko dan Intan langsung berbaring di kamar mereka. Mereka sangat lelah setelah menjaga dan merawat bu Rani selama beberapa hari.
Eko: "Akhirnya kita sampai juga di rumah." Intan: "Iya, rasanya sangat lelah. Tapi senang bisa pulang dan beristirahat." Eko: "Benar juga, tapi aku merasa bersalah juga karena meninggalkan ibu di rumah sakit." Intan: "Kamu tidak perlu bersalah, kita sudah berikan yang terbaik untuk ibu dan dia sudah sembuh. Kita harus fokus pada hidup kita sekarang." Eko: "Kamu benar, terima kasih sudah membuatku sadar."
__ADS_1
Eko dan Intan pun mulai berbincang tentang rencana mereka untuk hari-hari mendatang dan memulai kembali aktivitas seperti biasa. Mereka sangat bersyukur bahwa bu Rani sudah sembuh dan mereka bisa kembali pulang ke rumah dan hidup normal kembali.
Eko memeluk Intan dan berkata, "Akhirnya kita pulang juga, sayang."
Intan tersenyum dan membalas, "Iya, aku juga merindukan rumah ini."
Eko memeluk Intan lebih erat, "Aku merasa sangat bersyukur karena ibu kita sudah sembuh. Terima kasih sudah menemani aku menjaga ibu."
Intan membelai rambut Eko, "Tentu saja, aku selalu ada untukmu dan keluarga kita."
Setelah beristirahat sejenak, Eko dan Intan mulai melakukan aktivitas mereka masing-masing. Eko bekerja di kantornya dan Intan memasak untuk keluarga mereka. Setiap hari, mereka berdua selalu membahas keadaan bu Rani dan memastikan bahwa dia baik-baik saja.
Setelah beberapa hari, Eko dan Intan memutuskan untuk kembali mengunjungi bu Rani. Mereka membawakan buah-buahan dan kue kesukaan bu Rani. Saat sampai, mereka sangat senang melihat bu Rani sudah benar-benar sembuh dan bisa beraktivitas seperti biasa.
Eko dan Intan pun berkumpul bersama bu Rani dan Adi untuk makan siang. Mereka tertawa dan berkisah tentang berbagai hal, termasuk kesehatan bu Rani. Bu Rani sangat bahagia bisa berkumpul dengan keluarganya dan mengatakan bahwa mereka selalu menjadi sumber kebahagiaannya.
Setelah makan, Eko dan Intan memutuskan untuk pulang dan memastikan bu Rani tetap beristirahat. Mereka berjanji akan kembali lagi dan memastikan bahwa bu Rani selalu merasa baik-baik saja.
Eko dan Intan pun pulang dengan hati yang penuh kebahagiaan. Mereka sangat bersyukur bisa memiliki ibu yang sehat dan keluarga yang harmonis. Mereka selalu berusaha untuk menjaga keluarga mereka dan memastikan bahwa semua anggota keluarga merasa bahagia dan sejahtera.
__ADS_1