Hinaan Dari Keluarga

Hinaan Dari Keluarga
bab 7


__ADS_3

Hakim memutuskan bahwa hak asuh anak jatuh pada Rani karena Ali sering melakukan kekerasan terhadap Rani. Ali mempertanyakan masalah perekonomian, namun hakim mengatakan bahwa keamanan dan kesejahteraan anak adalah hal terpenting dan mereka akan membantu Ali untuk mengatasi masalah perekonomian. Rani merasa lega dengan keputusan hakim dan mengatakan bahwa dia akan melakukan yang terbaik untuk anak-anak mereka.


Setelah memenangkan hak asuh anak, Rani merasa bahagia dan lega. Dia merasa bahwa dia bisa membesarkan anak-anak mereka dengan lebih baik tanpa harus takut pada kekerasan dari mantan suaminya, Ali.


Namun, masalah baru muncul ketika Eko ingin melanjutkan kuliahnya. Rani tidak memiliki cukup uang untuk membiayai kuliah Eko dan juga membesarkan anak-anak mereka. Nenek memberikan solusi untuk membantu Rani dengan menawarkan untuk membantu menjual produk melalui online.


Rani merasa sangat terbantu dengan solusi tersebut dan mereka pun memulai bisnis jualan online bersama-sama. Mereka bekerja keras dan terus belajar untuk mempromosikan produk mereka dan memastikan bahwa pelanggan puas. Bisnis mereka berkembang dengan baik dan Eko bisa melanjutkan kuliahnya.


Eko: "Mama, terima kasih banyak sudah membantu membiayai kuliah saya. Saya akan berusaha untuk menjadi anak yang membanggakan."


Rani: "Tidak perlu terima kasih, Eko. Mama hanya melakukan tugas sebagai ibu. Kita harus saling membantu satu sama lain untuk mencapai mimpi kita."


Nenek: "Betul sekali, Rani. Kita harus selalu bekerja keras dan berusaha untuk mencapai tujuan kita. Dan, aku sangat bangga pada kalian berdua."


Eko merasa sangat bersalah karena harus membebani Rani dengan pekerjaan ekstra. Dia tahu betul betapa sulitnya hidup sebagai ibu tunggal dan dia merasa seperti tidak membantu cukup. Namun, Eko juga harus bekerja dan kuliah karena dia ingin membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.


Eko mencoba untuk berpegang teguh pada komitmennya, tapi beban yang dia rasakan semakin berat. Ia sering merasa lelah dan sakit, tapi dia terus berjuang dan tidak pernah mengeluh. Suatu hari, Eko sakit parah dan harus dirawat di rumah sakit.


Rani sangat khawatir dengan kondisi Eko dan dia merasa sangat bersalah karena tidak bisa membantu anaknya. Nenek, yang merupakan ibu dari Rani, memutuskan untuk membantu Eko dan Rani dengan membuka toko online yang menjual produk-produk kecil yang dapat membantu menambah penghasilan keluarga.


Eko merasa sangat terbantu dengan bantuan dari Nenek dan dia sangat berterima kasih kepada Rani dan Nenek atas perhatian dan kasih sayang mereka. Dia berjanji untuk terus berjuang dan membantu keluarganya.


Eko dan Rani sedang duduk di balkon rumah mereka, menikmati pemandangan sore yang indah. Eko terlihat gugup dan Rani merasa ada yang salah.


Rani: "Eko, kamu terlihat kacau. Apa yang terjadi?"


Eko: "Aku hanya merasa sangat terbebani, Ibu. Aku harus kuliah dan bekerja sekaligus untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Dan sekarang aku sakit, aku merasa tidak bisa mengatasi semua ini."

__ADS_1


Rani: "Eko, kamu tidak sendirian. Aku selalu ada untukmu. Kamu melakukan yang terbaik dan aku sangat bangga padamu. Kita akan mengatasi semua masalah bersama-sama."


Eko: "Terima kasih, Ibu. Aku hanya merasa kadang-kadang aku terlalu lelah dan tidak bisa memberikan yang terbaik untuk keluarga."


Rani memeluk Eko dan membisikkan kata-kata penghibur dalam telinganya.


Rani: "Kamu memiliki hati yang baik dan kamu selalu memberikan yang terbaik. Kita semua membutuhkan istirahat dari waktu ke waktu. Dan aku selalu ada untukmu. Kita akan mengatasi semua masalah bersama-sama."


Eko merasa terharu dan lega dengan dukungan Rani. Mereka berdua duduk di balkon sambil menikmati pemandangan sore yang indah dan membahas rencana untuk mengatasi masalah yang ada.


Eko dan Rani sedang berbincang-bincang di rumah nenek saat mereka menerima kabar bahwa Ali akan menikah dengan wanita lain. Eko merasa terkejut dan sedikit tidak percaya, sementara Rani tampak tenang dan memahami.


Eko: "Bagaimana bisa ayah menikah lagi, apa dia tidak memikirkan kami?"


Rani: "Eko, ayahmu memiliki hak untuk memulai hidup barunya. Kita harus memahami dan memberikan dukungan kepadanya."


Eko: "Tapi bagaimana dengan kenangan kita bersama ayah?"


Eko merasa terharu oleh kata-kata ibunya dan memeluk Rani. Eko mulai memahami bahwa hidup terus berlanjut dan perubahan adalah bagian dari kehidupan. Ia berjanji akan membantu ibunya dan membuat mereka bahagia, terlepas dari apapun yang terjadi.


Rani kembali ke kamar dan duduk di sisi tempat tidur. Ia merasa sangat terpukul karena mendengar kabar mantan suaminya, Ali, menikah dengan istri baru. Ia menangis dan merasa tidak sanggup untuk melihat orang lain bahagia sedangkan dirinya masih merasa sedih dan kesepian.


Eko masuk ke kamar dan melihat ibunya sedang menangis. "Ibu, apa yang terjadi?" tanya Eko.


"Ali, ayahmu, telah menikah dengan wanita lain," jawab Rani dengan suara terbata-bata.


Eko terkejut. Ia tidak pernah berpikir bahwa ayahnya akan menikah lagi. Ia berjalan ke sisi ibunya dan memeluk Rani. "Ibu, jangan menangis. Ayah pasti memiliki alasan yang baik untuk melakukan hal ini."

__ADS_1


Rani terisak. "Tapi bagaimana jika dia tidak memikirkan kita? Bagaimana jika dia tidak peduli lagi?"


Eko mengelus rambut ibunya. "Ibu, ayah pasti memiliki alasan yang baik. Kita harus memberikan dia waktu dan ruang untuk menjelaskan."


Nenek masuk ke kamar dan melihat Rani sedang menangis. Nenek memeluk Rani dan berkata, "Rani, kau harus berhenti menangis. Ali pasti memiliki alasan yang baik untuk melakukan hal ini. Kita harus memberikan dia waktu dan mempercayainya."


Rani mengangguk dan berusaha untuk berhenti menangis. Ia merasa lebih baik setelah berbicara dengan Eko dan nenek. Ia berjanji untuk mencoba untuk memahami dan memaafkan ayahnya.


Rani menutup pintu kamarnya dan duduk di sisi ranjang. Air matanya mengalir deras saat dia memikirkan Ali yang sudah menikah lagi. Rani merasa sangat terluka dan sedih, bagaimana bisa Ali melakukan hal itu padanya? Bagaimana dia bisa membuka hatinya untuk orang lain setelah semua yang mereka alami bersama?


Nenek yang merasa khawatir dengan Rani, datang ke kamar Rani dan duduk di sampingnya. Nenek memeluk Rani dan berkata, "Ayo, jangan menangis lagi, semuanya akan baik-baik saja. Kita masih punya satu sama lain."


Rani mengangguk dan mengusap air matanya. "Aku hanya tidak tahu bagaimana mengatasi semua ini, Nenek. Bagaimana bisa dia menikah lagi setelah semua yang kita alami bersama?"


Nenek memegang tangan Rani dan berkata, "Rani, kadang-kadang orang membuat keputusan yang salah dalam hidup mereka, tetapi kita harus memaafkan mereka dan bergerak maju. Ini bukan tentang kita lagi, ini tentang Eko. Kita harus fokus pada masa depan yang baik untuk dia."


Rani mengangguk dan mencium tangan Nenek. "Terima kasih, Nenek. Kau selalu bisa membuatku merasa lebih baik."


Nenek tersenyum dan memeluk Rani. "Kau selalu menjadi anakku yang kuat, Rani. Kita akan melalui ini bersama-sama."


Beberapa saat kemudian, Eko datang ke kamar dan melihat Rani dan Nenek sedang memeluk. Eko tersenyum dan berkata, "Apa yang terjadi, Bu?"


Rani memeluk Eko dan berkata, "Tidak ada apa-apa, sayang. Ibu hanya sedang memikirkan sesuatu."


Eko memeluk Rani dan berkata, "Jika kau merasa sedih, aku disini untukmu. Aku selalu disini untukmu."


Rani tersenyum dan memeluk Eko erat-erat. "Terima kasih, sayang. Ibu sangat mencintaimu."

__ADS_1


Eko tersenyum dan memeluk Rani. "Aku juga mencintaimu, Ibu."


Mereka bersama-sama duduk di kamar, memeluk dan berbicara tentang masa depan yang cerah. Mereka bertekad untuk mengatasi masalah dan membangun masa depan yang baik bersama.


__ADS_2