Hinaan Dari Keluarga

Hinaan Dari Keluarga
bab 17


__ADS_3

Setelah sampai di rumah, Eko dan Intan merasa lega dan senang karena bisa bersama lagi dengan keluarga mereka. Mereka bercerita tentang perjalanan mereka dan bagaimana bu Rani sudah sembuh dan sehat kembali.


Eko: "Akhirnya kita bisa sampai di rumah. Rasa-rasanya sudah lama sekali kita tidak bersama dengan keluarga."


Intan: "Iya, sungguh. Tapi kita harus bersyukur bu Rani sudah sembuh. Kita harus berterima kasih pada Tuhan atas kesembuhannya."


Eko: "Betul sekali. Dan kita harus berterima kasih juga pada dirimu, Intan. Kamu sangat baik dan setia menemani bu Rani selama sakit."


Intan: "Itu sudah seharusnya, dia ibu kita. Kita harus selalu menjaganya dan memperhatikan kesehatannya."


Eko: "Benar sekali. Dan kita juga harus memberikan perhatian yang sama pada keluarga kita di sini. Kita harus lebih memperhatikan mereka dan menjaganya."


Intan: "Iya, kita harus bersama-sama memperhatikan keluarga kita. Kita harus saling menjaga dan mencintai satu sama lain."


Eko dan Intan pun memulai hidup mereka dengan lebih baik dan memperhatikan keluarga mereka. Mereka juga tidak lupa mengunjungi bu Rani dan memastikan kalau dia baik-baik saja. Mereka menjalani hidup dengan penuh cinta, kasih sayang, dan perhatian pada keluarga dan orang-orang yang mereka sayangi.


Eko dan Intan memutuskan untuk berbicara tentang masa depan mereka setelah mereka sampai di rumah. Mereka duduk bersama di ruang tamu dan Eko memulai pembicaraan.


Eko: "Intan, aku pikir kita perlu berbicara tentang masa depan kita."


Intan: "Apa yang ingin kamu bicarakan, Eko?"


Eko: "Sudah saatnya kita memikirkan tentang bagaimana kita akan mempersiapkan diri untuk masa depan. Apa yang kita inginkan untuk kita dan keluarga kita 5 tahun ke depan?"


Intan: "Sudah lama sekali aku tidak memikirkan hal itu, aku pikir kita perlu memiliki tujuan yang jelas dan bekerja keras untuk mencapainya."


Eko: "Sama sekali. Aku pikir kita perlu memiliki rumah sendiri dan memiliki bisnis yang stabil untuk memastikan masa depan kita dan keluarga kita."


Intan: "Aku setuju. Tapi, bagaimana kita akan memulainya?"

__ADS_1


Eko: "Kita harus memulai dengan merencanakan dan menentukan tujuan kita. Kemudian kita harus membuat rencana aksi dan bekerja keras untuk mencapainya."


Intan: "Kita harus memulai sekarang, bukan nanti. Kita tidak boleh menunda-nunda hal itu lagi."


Eko: "Benar sekali. Kita harus memulai dari sekarang dan bekerja keras untuk mencapai masa depan yang kita impikan."


Intan dan Eko pun memulai rencana mereka untuk mempersiapkan masa depan mereka dan memastikan bahwa mereka memiliki kehidupan yang stabil dan bahagia. Mereka bekerja keras dan bekerja sama untuk mencapai tujuan mereka.


Setelah berbicara soal keluarga, Eko dan Intan mulai membahas hal lain yang sangat penting, yaitu masa depan anak mereka. Mereka memutuskan untuk menabung dengan baik agar biaya sekolah anak mereka tidak menjadi masalah di kemudian hari.


Intan:" Kita harus berpikir jauh ke depan, mas. Kita harus memastikan bahwa anak-anak kita akan memiliki masa depan yang cerah."


Eko: "Saya setuju, Intan. Kita harus memulai menabung sekarang juga. Saya ingin anak-anak kita dapat belajar dengan baik dan memiliki masa depan yang cerah."


Intan: "Aku juga setuju. Tapi, berapa banyak uang yang kita butuhkan untuk biaya sekolah anak-anak kita mas?"


Intan: "10 juta rupiah per tahun? Itu banyak sekali. Bagaimana kalau kita mulai menabung dengan menyisihkan uang gaji mas Eko per bulan? "


Eko:" Baiklah, itu sudah baik. Kita harus memulai sekarang juga."


Intan dan Eko mulai menabung dengan serius dan tekun. Mereka tidak ingin anak-anak mereka harus mengalami kesulitan saat bersekolah. Mereka bertekad untuk menabung dengan baik dan memastikan bahwa masa depan anak-anak mereka akan cerah.


Eko dan Intan membicarakan bagaimana mereka akan menabung untuk biaya sekolah anak-anak mereka. Mereka memutuskan untuk menyisihkan sebagian dari gaji Eko setiap bulan dan menabungnya secara berkala. Mereka juga membahas bagaimana mereka dapat menambah penghasilan mereka melalui usaha sampingan.


Setelah beberapa bulan menabung, Eko dan Intan memutuskan untuk membuka rekening tabungan khusus untuk biaya sekolah anak-anak mereka. Mereka memastikan bahwa uang tabungan tersebut hanya akan digunakan untuk biaya sekolah anak-anak mereka dan tidak boleh diganggu gugat.


Eko dan Intan juga memastikan bahwa mereka akan memantau perkembangan tabungan mereka secara berkala dan memastikan bahwa mereka tetap pada jalur yang benar. Mereka juga memastikan bahwa mereka akan memperbaharui rencana keuangan mereka secara berkala untuk memastikan bahwa mereka memiliki cukup uang untuk biaya sekolah anak-anak mereka.


Tahun demi tahun berlalu dan anak-anak Eko dan Intan tumbuh dengan baik. Mereka memulai sekolah dasar dan menikmati setiap hari di sekolah. Eko dan Intan senang melihat anak-anak mereka berkembang dan belajar banyak hal baru.

__ADS_1


Eko dan Intan juga terus menabung dengan baik dan memastikan bahwa mereka memiliki cukup uang untuk biaya sekolah anak-anak mereka saat mereka beranjak remaja. Mereka bertekad untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak mereka dan memastikan bahwa mereka memiliki masa depan yang cerah.


Ketika anak-anak Eko dan Intan mulai beranjak dewasa dan memasuki universitas, Eko dan Intan merasa lega karena mereka memiliki cukup uang untuk membiayai kuliah anak-anak mereka. Mereka memastikan bahwa anak-anak mereka dapat belajar dengan baik dan memiliki masa depan yang cerah.


Eko dan Intan bahagia melihat anak-anak mereka berkembang dan memiliki masa depan yang cerah. Mereka senang karena mereka memiliki tabungan yang cukup untuk membiayai sekolah dan universitas anak-anak mereka. Mereka bertekad untuk terus menabung dan memastikan bahwa mereka memiliki cukup uang untuk membiayai masa depan


Intan baru pulang dari pasar, dia terlihat sedikit kaget saat melihat temannya yang dikenal sejak sekolah, Amel, sedang duduk di depan rumahnya.


Intan: "Hey Amel, kenapa kamu nongol di sini?"


Amel: "Intan, tolong bantuin aku yah, aku lagi ada masalah nih."


Intan: "kamu kenapa? Masalah apa?"


Amel: "Aku lagi susah banget nih, uang sekolah anak aku abis semua, aku gak tau mau ngapain lagi."


Intan: "Serius? Itu berarti kamu butuh bantuan financial?"


Amel: "Iya, Intan. Aku sangat membutuhkan bantuanmu, aku tau kamu punya banyak uang."


Intan: "Tentu saja, aku dengan senang hati bantu kamu. Tapi, aku gak bisa berikan semua uang aku. Aku dan suami aku lagi menabung untuk masa depan anak kita."


Amel: "Aku gak pengen ambil semua uangmu, Intan. Cuma tolong bantu aku sampai aku bisa berdiri sendiri lagi."


Intan: "Baiklah, aku akan berikan bantuan yang aku bisa. Tapi, kamu harus berjanji untuk memperbaiki keuangan kamu dan tidak terjebak masalah yang sama lagi."


Amel: "Terima kasih, Intan. Aku akan berusaha keras untuk memperbaiki keuangan aku dan gak pake ribetin kamu lagi."


Intan memberikan bantuan keuangan kepada Amel dan memberikan nasihat tentang pentingnya menabung dan perencanaan keuangan. Intan berharap Amel bisa belajar dari masalah yang ia alami dan tidak terjebak masalah yang sama lagi.

__ADS_1


__ADS_2