Hinaan Dari Keluarga

Hinaan Dari Keluarga
bab 14


__ADS_3

Namun, Bu Rani selalu berusaha untuk merendahkan keluarga Eko dan Intan karena Adi lebih sukses dibandingkan Eko. Ia sering membandingkan keberhasilan Adi dengan kesuksesan Eko dan membuat mereka merasa kurang berharga.


Eko dan Intan tidak terpengaruh dengan ucapan Bu Rani. Mereka tetap memiliki semangat dalam mengejar mimpi mereka dan tetap saling membantu satu sama lain. Adi dan Natasha juga selalu memotivasi Eko dan Intan dan membantu mereka untuk tetap berpegang pada visi dan misi mereka.


Suatu hari, saat mereka sedang berkumpul bersama, Bu Rani memulai percakapan yang tidak sopan.


Bu Rani: "Eko, kapan kamu akan memiliki pekerjaan sebaik Adi? Kalian memang tidak seperti Adi yang sukses dan memiliki bisnis besar."


Eko: "Saya tidak membandingkan diri saya dengan Adi, Bu. Saya memiliki jalur karir dan tujuan hidup yang berbeda."


Intan: "Sama seperti Eko, saya juga tidak membandingkan diri saya dengan Adi. Kita semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Itu yang membuat kita unik dan spesial."


Adi: "Bu, kenapa harus membandingkan Eko dan Intan dengan saya? Kita semua memiliki jalur yang berbeda dalam mencapai kesuksesan. Kita harus saling membantu dan menghormati satu sama lain."


Natasha: "Benar sekali, Bu. Eko dan Intan memiliki bakat dan kemampuan mereka sendiri yang luar biasa. Mereka akan mencapai kesuksesan dengan cara mereka sendiri."


Bu Rani memandang Eko dan Intan dengan sinis. "Kalian memang terlalu rendah diri. Saya tidak tahu kenapa Adi mempercayaimu. Kalau aku yang menjalankan bisnis Adi, pasti sukses lebih cepat dan lebih besar."


Eko dan Intan tetap terdiam, mereka tidak ingin membuat situasi semakin memburuk. Mereka tahu bahwa bu Rani hanya memiliki tujuan untuk merendahkan mereka dan mereka tidak ingin membiarkan hal itu mempengaruhi perasaan dan keyakinan mereka.


Adi dan Natasha tidak tinggal diam. Mereka berdiri untuk membela Eko dan Intan. "Bu, Eko dan Intan memiliki potensi dan bakat yang sangat luar biasa. Mereka hanya membutuhkan waktu untuk membuat mimpi mereka menjadi kenyataan. Kita harus memberikan dukungan dan semangat kepada mereka, bukan menghakimi dan merendahkan."


Bu Rani menatap Adi dan Natasha dengan marah. Ia tidak menyukai bahwa Adi dan Natasha selalu membela Eko dan Intan. Ia merasa kalah dan merasa tidak diakui.

__ADS_1


Eko dan Intan berdiri dan berbicara dengan suara yang lembut. "Terima kasih Adi dan Natasha atas dukungan dan semangatmu. Kami akan berusaha untuk mencapai mimpi kami dan tidak akan terpengaruh dengan ucapan negatif orang lain."


Bu Rani mengangguk dan pergi tanpa berkata apa-apa lagi. Eko dan Intan tetap bersama dan berpegang pada visi dan misi mereka. Mereka tahu bahwa mereka akan mencapai kesuksesan dengan cara mereka sendiri dan tidak akan terpengaruh oleh pikiran negatif orang lain.


Eko dan Intan memang tidak terpengaruh dengan ucapan Bu Rani, namun mereka merasa sangat kesal dan sakit hati dengan perkataan tersebut. Mereka selalu berusaha untuk menjalani hidup dengan baik dan membahagiakan orang-orang yang mereka sayangi, namun tetap saja Bu Rani selalu berusaha untuk merendahkan mereka.


Setelah Bu Rani pergi, Eko dan Intan tidak bisa menahan kasabaran mereka. Mereka berbicara satu sama lain dan membahas perasaan mereka.


Eko: "Kenapa dia selalu merendahkan kita, Intan? Apa salah dalam hal kita mengejar mimpi dan bahagia?"


Intan: "Eko, jangan terlalu dipengaruhi oleh perkataan Bu Rani. Kita tahu apa yang kita lakukan dan kita tahu bagaimana kita menjalani hidup dengan baik."


Eko: "Tapi, dia selalu membandingkan kita dengan Adi dan membuat kita merasa kurang berharga."


Intan: "Eko, kita tidak perlu membandingkan diri kita dengan orang lain. Kita harus fokus pada diri kita sendiri dan berusaha untuk menjadi yang terbaik dalam hal yang kita sukai. Dan, kita tidak perlu membutuhkan pengesahan dari orang lain."


Bu rani " mau dikasih makan apa kedua anakmu kalau kamu masih hidup susah begini? Mau minta adikmu buat beliin jajan anakmu?"


Eko dan Intan sangat terluka oleh ucapan Bu Rani. Eko berusaha untuk tetap tenang dan tidak membalas ucapan Bu Rani.


Eko: "Bu, saya dan Intan bekerja keras setiap hari untuk mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan keluarga kami. Kami tidak meminta bantuan siapapun."


Intan: "Kami sangat berterima kasih kepada Adi dan Natasha yang selalu membantu kami dan menyemangati kami. Namun, kami tidak akan pernah meminta bantuan kepada mereka atau siapapun."

__ADS_1


Adi: "Bu, harap jangan membahas hal-hal seperti ini lagi. Eko dan Intan adalah keluarga kami dan kami akan selalu membantu mereka jika mereka membutuhkan."


Natasha: "Benar sekali, Bu. Eko dan Intan memiliki bakat dan kemampuan mereka sendiri. Kami yakin mereka akan berhasil dan memiliki hidup yang lebih baik di masa depan."


Bu Rani: "Eko, kau ini masih saja tidak bisa mencari pekerjaan yang layak? Aku tidak bisa membayangkan bagaimana masa depanmu dan anak-anakmu nanti."


Eko: "Saya berusaha sebaik mungkin, Bu. Saya tidak mau membebani Adi dengan masalah saya."


Bu Rani: "Kau ini memang selalu memikirkan Adi, bukannya memikirkan masa depanmu sendiri. Adi sudah cukup baik untukmu, kenapa kau tidak bisa seperti dia?"


Intan: "Bu, Eko sudah berusaha sebaik mungkin. Apa yang kita butuhkan sekarang adalah dukungan dan pemahaman, bukan cemoohan."


Adi: "Bu, kau tidak harus seperti ini. Eko dan Intan sedang berusaha mengatasi masalah mereka dengan baik."


Natasha: "Betul sekali, Bu. Kita harus saling membantu dan mendukung satu sama lain dalam keluarga kita."


Eko dan Intan merasa sangat sakit hati dengan ucapan Bu Rani yang terus merendahkan mereka. Mereka berusaha untuk tidak memperdulikan ucapan Bu Rani dan tetap berusaha untuk mencapai mimpi mereka. Mereka tahu bahwa mereka memiliki keluarga dan teman yang mendukung dan memahami mereka.


Bu Rani tiba-tiba jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Eko, Intan, Adi, dan Natasha sangat khawatir dengan kondisi Bu Rani. Mereka bergegas ke rumah sakit untuk mengunjungi Bu Rani dan memastikan bahwa dia baik-baik saja.


Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, dokter mengatakan bahwa Bu Rani mengalami masalah jantung dan membutuhkan perawatan intensif. Eko, Intan, Adi, dan Natasha sangat terkejut dan sedih. Mereka sangat menyayangi Bu Rani dan tidak ingin kehilangan dia.


Eko dan Intan memutuskan untuk membatalkan pekerjaan mereka dan memperhatikan Bu Rani selama beberapa hari. Mereka berjanji untuk melakukan yang terbaik untuk membantu Bu Rani pulih secepat mungkin.

__ADS_1


Adi dan Natasha juga membantu dengan membantu mengurus hal-hal administratif dan menjaga rumah saat Eko dan Intan menjaga Bu Rani. Mereka semua bekerja sama untuk memastikan bahwa Bu Rani dapat pulih secepat mungkin dan kembali sehat.


Eko dan Intan merasa sangat bersyukur memiliki keluarga dan teman yang begitu peduli dan memahami. Mereka berharap bahwa mereka dapat memperbaiki hubungan mereka dengan Bu Rani seiring waktu dan memberikan dukungan yang dibutuhkan oleh Bu Rani.


__ADS_2