
Eko dan Intan memulai hubungan mereka dan menikmati setiap saat bersama. Eko merasa bahagia seperti belum pernah merasa sebelumnya dan tidak lagi merasa kesepian. Namun, kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama saat Rani, ibu Eko, menelepon dan memberitahukan bahwa Adi adik Eko diterima di universitas di kota dan membutuhkan biaya sekolah.
Intan juga mengalami kesulitan saat ibunya sakit dan membutuhkan perawatan. Mereka berdua berusaha mengatasi situasi dan mencari pekerjaan paruh waktu serta bekerja keras untuk mengumpulkan uang.
Tak lama kemudian, Intan mendapat pekerjaan baru dengan gaji yang lebih baik dan Eko juga lulus dari kuliah dan mendapat pekerjaan yang lebih baik. Ibu kandung Intan sembuh dan Adi berhasil menyelesaikan sekolah dengan baik.
Eko dan Intan menikah dan hidup bahagia bersama. Mereka tidak pernah lupa akan perjuangan mereka dan selalu berterima kasih atas satu sama lain karena membantu mengatasi masalah dan mencapai mimpi mereka. Mereka tahu bahwa hidup tidak selalu mudah, tetapi mereka juga tahu bahwa mereka dapat mengatasi semua masalah bersama-sama.
Intan merasa sangat sakit hati karena telah di rendahkan oleh ibu suaminya, Rani. Ia merasa tidak dihargai dan diperlakukan seperti orang yang tidak penting. Ini sangat mempengaruhi perasaan Intan dan membuatnya merasa tidak nyaman dalam rumah tangga mereka. Meskipun Intan berusaha untuk mengatasi masalah ini dengan baik, ia masih merasa sedih dan tidak diterima oleh keluarga suaminya. Ia berharap suatu saat keluarga suaminya akan menerima dan menghargai kehadirannya.
Rani: "Intan, kau seharusnya tidak merasa kesal dengan apa yang Eko lakukan. Kau hanya istri yang tidak memiliki pekerjaan, tidak bisa memasak dengan baik, dan tidak memiliki banyak uang. Kau tidak memiliki apa-apa untuk dibanggakan. Eko hanya berbicara jujur." Intan terdiam dan merasa sangat sakit hati setelah mendengar ucapan Rani yang merendahkan dirinya. Ia merasa bahwa semua usahanya untuk menjadi istri yang baik dan membahagiakan suaminya tidak dihargai.
Kau pikir kau layak menjadi istri Eko? Kau hanya seorang wanita biasa tanpa keahlian apapun," ujar Ibu Rani dengan suara yang sangat menghina.
Intan terkejut dan merasa sakit hati mendengar ucapan Ibu Rani. Ia tidak pernah merasa rendah diri seperti ini sebelumnya. "Apa yang kau katakan, Ibu? Apa salahku?" tanya Intan dengan suara terbata.
Ibu Rani tertawa sinis. "Salahmu? Kau tidak memiliki keahlian apapun, kau tidak memiliki kekayaan, dan kau tidak memiliki keluarga ternama. Bagaimana kau bisa menjadi istri Eko?" ujar Ibu Rani sambil mengangkat bahunya.
__ADS_1
Intan merasa sangat sakit hati dan tidak tahu harus berkata apa. Ia hanya bisa memandang Ibu Rani dengan air mata yang mengalir. Eko yang melihat situasi ini segera berdiri dan berteriak pada Ibu Rani.
"Bagaimana kau bisa berbicara seperti itu pada istriku, Ibu? Apa yang salah dengan Intan?" bentak Eko dengan suara keras.
Ibu Rani terkejut dan merasa bersalah. "Maafkan aku, Eko. Aku tidak bermaksud menyakiti hatimu dan Intan," ujar Ibu Rani sambil memohon maaf.
Eko menatap Ibu Rani dengan tatapan marah. "Intan adalah istriku dan aku sangat mencintainya. Dia memiliki kelebihan yang tidak bisa kau lihat, Ibu. Dia memiliki hati yang baik dan ia selalu setia pada aku," ujar Eko dengan suara tegas.
Intan terharu melihat ucapan cinta Eko pada dirinya. Ia bangkit dan berdiri di samping suaminya. "Terima kasih sudah membela saya, suami. Saya mencintai Anda," ujar Intan sambil tersenyum pada Eko.
Eko tersenyum dan mengulurkan tangan pada Intan. "Aku juga mencintaimu, Intan. Kita akan selalu bersama, tidak peduli apapun yang terjadi," ujar Eko sambil menggenggam tangan Intan.
Intan dan Eko memutuskan untuk pindah dari rumah mereka setelah tidak tahan dengan sikap buruk ibu Rani yang selalu merendahkan mereka. Setelah beberapa bulan mencari tempat tinggal baru, akhirnya mereka menemukan sebuah apartemen yang sesuai dengan keinginan mereka.
Intan dan Eko sangat senang dengan apartemen baru mereka dan mulai merasa hidup mereka lebih baik tanpa adanya tekanan dari ibu Rani. Namun, mereka merasa sedih karena harus meninggalkan rumah mereka yang sudah menjadi bagian dari hidup mereka selama bertahun-tahun.
Eko mengatakan, "Aku merasa sedih harus meninggalkan rumah ini, tapi aku sangat senang bahwa kita bisa hidup dalam lingkungan yang lebih baik."
__ADS_1
Intan menambahkan, "Ya, aku juga merasa sedih tapi aku lebih senang karena aku tidak lagi merasa tertekan oleh ibu Rani."
Mereka berdua berpelukan dan berjanji untuk memulai hidup baru yang lebih baik bersama-sama. Mereka bekerja keras untuk membuat apartemen baru mereka menjadi rumah yang nyaman dan bahagia.
Waktu berlalu dan Intan dan Eko sangat bahagia bersama-sama. Mereka berdua menjalani hidup mereka dengan penuh cinta dan kasih sayang satu sama lain. Mereka tidak memikirkan lagi tentang ibu Rani dan sikap buruknya, karena mereka merasa bahwa mereka sudah memiliki hidup yang lebih baik tanpa adanya tekanan dari orang lain.
Intan dan Eko tidak pernah menyesal memutuskan untuk pindah dan memulai hidup baru bersama-sama. Mereka merasa bahagia dan bersyukur atas hidup mereka yang sekarang. Mereka berdua berjanji untuk selalu menjaga cinta dan kasih sayang mereka satu sama lain, sampai akhir hidup mereka.
Eko bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan teknologi. Ia adalah seorang teknisi yang sangat ahli dalam bidangnya dan sangat dihormati oleh rekan-rekannya. Intan bekerja sebagai pegawai kantor di perusahaan lain. Mereka berdua bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan keluarga mereka dan membangun masa depan yang lebih baik.
Setiap hari, Eko dan Intan bekerja dengan tekad yang kuat. Mereka berdua sangat menikmati pekerjaan mereka dan merasa bahagia karena bisa bekerja dan membantu keluarga mereka. Mereka juga memiliki banyak teman baik di kantor masing-masing dan sering berkumpul untuk berbagi cerita dan membahas proyek yang sedang mereka kerjakan.
Namun, satu hal yang selalu membuat Eko dan Intan sedih adalah pengabaian dari ibu mertua mereka, Ibu Rani. Meskipun mereka bekerja keras dan berhasil membahagiakan keluarga mereka, Ibu Rani selalu menganggap mereka tidak cukup baik dan tidak layak untuk diakui.
Suatu hari, Eko dan Intan memutuskan untuk tidak lagi membiarkan Ibu Rani memperlakukan mereka dengan cara yang tidak baik. Mereka memutuskan untuk membuktikan bahwa mereka bisa sukses dan membahagiakan keluarga mereka tanpa bantuan dari Ibu Rani.
Eko dan Intan bekerja semakin keras dan mengejar karier mereka dengan tekad yang kuat. Mereka berdua berhasil mencapai posisi yang lebih tinggi di perusahaan masing-masing dan memperoleh penghasilan yang lebih baik. Mereka juga membeli rumah yang lebih besar dan membuat keluarga mereka bangga.
__ADS_1
Suatu hari, Ibu Rani datang ke rumah Eko dan Intan untuk menemui mereka. Ia tampak sangat terkejut melihat betapa sukses Eko dan Intan dan betapa baik mereka membahagiakan keluarga mereka. Ibu Rani mengakui bahwa ia salah dalam memperlakukan mereka dan meminta maaf.
Eko dan Intan dengan lapang dada menerima permintaan maaf Ibu Rani. Mereka memaafkan ibu mertua mereka dan berharap dapat memulai hubungan yang baik dengannya.