
Angin kencang berhembus kencang dari arah timur laut, menampilkan kapal yang sedang berlayar dengan gagah diatas samudra, menari nari dengan alunan ombak yang cukup tenang, ditemanani oleh matahari yang mulai terbenam, menampilkan pemandangan indah yang sedang dinikmati oleh banyak orang di geladak kapal, ada yang sedang bermesra, berswafoto, berbincang, bahkan ada juga yang sedang muntah karna mungkin ini kali pertama ia menaiki kapal. di ruang kemudi, nahkoda dan kapten sedang berdebat kecil, mengontrol arah laju kapal. di dapur para koki sedang memasak, mereka juga saling berteriak, seperti akan terjadi perang dunia ketiga disana, karna baru saja anak magang menumpahkan saus yang ada diatas meja.
sali menghubungiku tidak lama setelah kapal ini berlayar, ia langsung memberitahu ruangan ruangan yang ada di dalam kapal, termasuk jumlah kamar tamu undangan dan kamar para bangsawan. aku meminta agar ia mencari tahu para bangsawan dari kerajaan mana saja yang berada di dalam kapal ini, iapun bersedia, dan akan menghubungiku sebelum makan malam.
aku sudah mengelili kapal ini, termasuk kamar para bangsawan yang berada di dek paling atas, dengan balkon pribadi. aku mengelilingi kamar para bangsawan dengan berpura pura menjadi petugas kebersihan sembari memasang alat sadap di setiap kamarnya, berjaga jaga agar tidak terjadi apa apa kepada mereka.
__ADS_1
setelah mengelilingi kapal ini -dengan sembunyi sembunyi tentunya, aku kembali ke kabin, mencoba merebahkan badan diatas kasur, menatap langit-langit, menenangkan pikiran, bersiap atas semua kemungkinan yang akan terjadi didalam kapal ini. dalam buku panduan, makan malam akan disajikan pukul tujuh, masih ada waktu satu jam lebih untuk aku memikirkan rencana, itu berarti masih tersisa waktu untuk para bangsawan berada di ruangan yang sama, belum ada telepon dari sali, sedang apa dia?, memikirkan rencana liburannya? kenapa belum memberikan informasi yang kuminta?. aku masih berpikir tentang kejadian ini, berjaga jaga apakah ada hal yang aku lewatkan, bagaimana jika rencana pembunuhan itu dilangsungkan sebelum makan malam?, tetapi kenapa mereka repot repot membunuh para bangsawan satu persatu jika mereka bisa melakukannya sekaligus pada saat para bangsawan berada di ruangan yang sama?. aku bertanya kepada diriku sendiri.
dan disela sela keheningan tiba tiba terdengar suara langkah kaki di lorong, langkah kaki ini berbeda dari yang lainnya, seperti berirama, seperti suara musik, not 1/4, menggunakan sepatu pantofel berwarna hitam? mungkin, dengan hak setinggi 15 centi?, atau 12?, aku berbicara didalam hati, mengira ngira, suaranya semakin terdengar, itu artinya dia semakin dekat, lalu berhenti. tok tok tok. ternyata kamarku yang dituju, akupun langsung bangun dari tempat tidur, mengambil pistol yang ada didalam tas, menatap ke arah pintu, siapa dia? apakah musuhku? ah tidak, kalaupun musuhku dia pasti akan langsung mendobrak. ah tapi itu untuk amatir, seorang pembunuh profesional pasti akan menyamar sebagai pelayan kapal yang menawarkan makanan yang sudah dicampuri racun, atau langsung membunuhku dengan menembakan pistol setelah membuka pintu . tok tok tok. suaranya makin keras, apakah identitas ku sudah diketahui saat aku berkeliling kapal sejak tiba di kabin ini, tidak ada cara lain untuk mengetahui dia siapa. sembari berjalan dengan sangat pelan ke arah pintu aku memikirkan segala kemungkinan, siapa dia? apa maunya? kenapa kamarku yg dituju? apakah mereka sudah mengetahui identitas ku?, tidak kah dia tahu bahwa melihat matahari terbenam itu lebih menyenangkan daripada mengganggu seseorang yang sedang memikirkan rencana penyelamatan. akupun berdiri membelakangi pintu, mencoba mengintip dari sela sela, mukanya tidak terlihat, pakaiannya serba hitam, menggunakan rok 3/4, kameja hitam dengan dasi berwarna putih, dan sepatu pantofel dengan hak 12 centi. seperti pelayan kapal, lebih tepatnya seperti pembunuh profesional yang sedang menyamar sebagai pelayan kapal. tiba tiba teleponku berbunyi, berdering keras, tidak ada jalan lain, dia sudah mengetahui ada seseorang di dalam kabin, akupun membuka pintu dan langsung menodongkan pistol ke kepalanya.
"permisi tuan, apakah ada yang bisa saya bantu?" ucap pelayan itu sambil tersenyum manis
__ADS_1
-
pukul 6, orang orang kembali ke kabinnya setelah melihat matahari terbenam,bersiap siap karena satu jam lagi makan malam akan dihidangkan, makan malam ini menjadi spesial karna dihadiri para bangsawan, ya aku menaiki kapal yang sama dengan para bangsawan, kapal pesiar mewah yang hanya orang orang tertentu yang bisa menaikinya, jangan tanya bagaimana aku bisa berada satu kapal dengan bangsawan, aku memiliki sekretaris handal sehingga bisa menjadi siapa saja yang aku mau dengan memalsukan identitas. tujuan kapal ini ke rika, tempat dimana para bangsawan akan berkumpul selama sekali dalam 7 tahun untuk membicarakan tentang isu isu dunia terkini, tapi aku yakin mereka hanya akan berdebat satu sama lain, mengunggulkan negaranya masing masing dengan tidak memperdulikan bahwa tujuan perkumpulan ini dibentuk ialah untuk membantu kestabilan dunia. matahari terbenam dengan cuaca yang mendukung merupakan kejadian langka bagi mereka yang tidak terlalu sering menaiki kapal, dan sangat indah tentunya. aku mengurungkan niat untuk melihatnya dari geladak kapal, berjaga jaga agar tidak ada yang mengenali identitas asliku, aku sudah menyusuri seluruh isi kapal sejak tiba disini, sembunyi sembunyi tentunya, dan tau mana titik lemah penjagaan kapal ini. satu jam sebelum makan malam dihidangkan, itu berarti satu jam sebelum rencana ini dijalankan. sali pun sudah memberikan informasi penting, detail detail kecil yang selalu kuminta, detail kecil yang orang lain selalu lewatkan, tapi aku selalu memaksa untuk meminta informasi itu kepadanya, aku hanya selalu teringat hari itu, hari disaat aku melewatkan momen, mereka mungkin lupa bahwa hidup kita detentukan oleh momen momen yang ada disekeliling, atau bahkan tidak tau. JANGAN MENGINTIP!!, ucap guruku sembari memukulku dengan rotan, MANUSIA MEMILIKI 5 INDRA KENAPA KAU HANYA MENGGUNAKAN SALAH SATUNYA!!. kata kata yang akan selalu kuingat dari guruku, itu sebabnya aku selalu meminta sali untuk memberikan detail detail kecil untuk kelancaran misi ini, walaupun terkadang dia marah karna permintaan ku yang katanya tidak masuk akal, seperti meminta agar mencari tau targetku menyukai warna apa, akan memakai sepatu apa, atau apakah kencing dia berdiri?. yaa mungkin pertanyaan itu terdengar konyol dimata orang orang, tapi ketauilah, aku selalu mempunyai pembenaran, perlakuan seseorang menentukan kebiasaannya, dan kebiasaan menentukan karakternya, dan aku harus tau karakter orang yang akan kuselamatkan.
-
__ADS_1
"sedang apa kau disini?" tanyaku kepada dewi. pelayan tadi, dia langsung kutarik masuk kedalam kabin setelah mengetahui bahwa dia teman seangkatanku, satu dari tujuh orang yang lolos pengetesan, salah satunya termasuk aku tentu saja, "membantumu" ucapnya sembari memandangi lukisan koala yang dibelakangnya terdapat hutan terbakar, "aku tidak butuh bantuanmu" sergahku, "ya kau juga mengatakan hal yang sama satu bulan yang lalu, dan kau tau bagaimana nasibmu jika aku tidak ada disana?" bantahnya, "tenang" kataku, "tenang karna kau sudah mati terkubur hidup hidup, bodoh" ucapnya sembari mendekatkan wajahnya ke hadapanku. sifatnya memang seperti itu, hari pertama pengetesan dia langsung berkelahi dengan senior, dan berujung dengan hukuman tidak mendapat jatah makan selama 3 hari, akupun yang merasa iba melihat dia kelaparan di hari pertama, menawarkan makananku, sialnya ketauan dan harus menanggung nasib sial bersamanya, sama sama kelaparan. tapi dia teman yang bisa dipercaya, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri saat dia sudah kehilangan kesadaran karna disiksa dan dipukuli, dia enggan memberi tahu nama bahkan setelah tiga hari disiksa tanpa henti, peristiwa itu sudah lama dan merupakan momen dimana aku bisa mempercayainya. setidaknya untuk sekarang sudah tidak ada lagi hal yang kubenci. berbeda dengan dulu.