
"geledah dia" ucap kepala penjaga santai. memerintah. salah satu orang yang sedang menodongkan pistolnya pun segera berjalan mendekati ku. meraba raba. menggeledah. ada kartu nama disana. tongkat pendek yang terbuat dari kayu. kacamata. semua barang itu disimpan diatas meja setelah dikeluarkan dari sakuku. "kita bisa membicarakan ini baik baik", ucapku dengan kepala yang ditekan diatas meja. aku mengeraskan rahangku. tetap mengangkat kedua tangan. "siapa kau?, dari organisasi mana?, apa motifmu membunuh para bangsawan?". penjaga itu berteriak didekat kupingku. "aku tidak bisa memberikan informasi apapun, yang jelas" ucap ku sembari mengatur nafas. "kita berada di pihak yang sama". lanjutku. "PEMBOHONG!!". ucap penjaga yang sedang menekan kepalaku. dia menarik kepalaku. ingin membantingkannya keatas meja untuk yang kedua kali. sebelum dia sempat membantingkan kepalaku, aku langsung meraih kerah kamejanya dengan tangan kiriku. menarik badaannya lalu berputar mengitari tubuhnya sembari mengambil pistol yang ada disaku kirinya. aku menariknya kebelakang dan menjadikan dia sebagai tawanan. mengunci lehernya menggunakan sikuku. aku menodongkan pistol ke arah kepalanya. semuanya tersentak. gerakanku begitu cepat. itu gerakan terlatih. mereka hampir tidak menyadari hal itu akan terjadi. aku berjalan mundur perlahan menjauhi meja. "HEII TURUNKAN SENJATAMU!!". teriak salah satu penjaga. mereka mulai berjalan mendekat. "TURUNKAN SENJATAMU!!". penjaga lainnya menimpal. mendekatiku dengan perlahan. "kita tidak harus melakukan ini bukan?" aku menatap tajam mata kepala penjaga. terengah engah. mencoba bernegosiasi. dia hanya duduk tenang dikursinya. tidak bergerak sedikitpun. aku tetap mundur. berjalan perlahan. aku sudah berada di pintu keluar. alih alih melarikan diri aku malah mengunci pintu itu dari dalam. aku tidak bisa kemana mana. ada lebih banyak penjaga diluar sana. yang bisa kulakukan hanyalah bernegosiasi dengannya dari dalam ruangan ini. disela sela kehenginan yang menegangkan tiba tiba terdengar suara tembakan dari luar sana. DORR!! DORR!! DORR!!. PENYUSUP!!. seseorang berteriak dari luar sana. BRUKK!!. DORR!!. BRUKK!! BRUKK!! BRUKK!!. ARGHH!!. kami semua tersentak. kepala penjaga yang bersikap tenang pun mulai berdiri dari mejanya. ikut tersentak. tetapi penjaga yang berada di depanku tetap menodongkan pistolnya kearahku. menatap satu sama lain. terheran. ada apa diluar sana.
"HEII BERIKAN PERINTAHMU!!, BISA JADI ITU ORANG KAU CARII!!". aku berteriak kepadanya dengan nada tinggi. terengah engah. kepala penjaga berjalan mendekatiku dengan perlahan. mengacungkan tangannya. memberikan perintah pada dua penjaganya untuk menurunkan pistol. mereka pun menurunkan pistol. DORR!! DORR!!. BRUKK!!. ARGHH!!. masih terdengar suara tembakan dari luar sana. akupun pun melempar penjaga yang kujadikan tawanan. menjauh dari pintu. mengarahkan senjataku kearah pintu. kepala penjaga pun mengerti. sekarang aku berada dipihaknya. DORR!! DORR!! DORR!! ARGHH!! BRUKK!!. suaranya berhenti. senyap. menimbulkan ketegangan di ruangan ini. kemungkinan besar semua penjaga yang berada di lorong sudah dilumpuhkan oleh orang itu. kepala penjaga menodongkan pistolnya ke arah pintu. diikuti oleh ketiga penjaga lainnya. suasana menjadi tegang. terdengar nafas penjaga dari dalam ruangan ini. mendengus. terengah engah. sial. kenapa aku tidak pernah bisa menyelesaikan misi sesuai dengan rencana. ceklekk. gagang pintu bergerak. pertanda akan ada seseorang yang masuk ke ruangan ini. suasana menjadi semakin tegang. nafas kami menderu. tangan kami mencengkram gagang pistol lebih erat. bersiap untuk menembak. ngikk. pintu itu terbuka sedikit. tiba tiba ada seseorang yang berbicara. "permisii, apakah ada orang didalam?." itu suara wanita. aku mengernyitkan dahi. apakah itu dia?, gunamku. kepala penjaga mengangkat salah satu tangannya. memberi aba aba tahan tembakan. tangan yang lainnya tetap mencengkram erat gagang pistol. "angkat tanganmu nona, kau sudah terkepung" ucap kepala penjaga. dia mengendap ngendap mendekati pintu. "ada kurang lebih 300 penjaga sedang kemari dari lorong yang berada di sisi kirimu, sedangkan sisi kananmu merupakan ruang makan. disana ada kurang lebih 500 penjaga. menyerahlah dengan terhormat.". lanjutnya sembari berjalan tanpa suara mendekati pintu keluar. "dewi apakah itu kau?" tanyaku penasaran. kedua penjaga menatapku heran. matanya seakan berbicara. kepala penjaga sudah berada di pintu keluar. ketika ia hendak membukanya tiba tiba pintu itu ditendang dari luar. BRAKK!!. kepala penjaga terkena hantaman pintu yang ditendang secara paksa dari luar. ia terbanting kebelakang. DORR!! DORR!! DORR!!. para penjaga langsung menembak ke arah luar pintu. tetapi wanita itu telah melompat lebih dulu sebelum peluru itu mengenainya. ia bersembunyi dibalik dinding. hanya ada para penjaga yang tergeletak disana. sepertinya dewi sudah melumpuhkan semuanya. entah berapa jumlahnya. "jeje kau baik baik saja?". terdengar suara dari luar sana. terengah engah. "TAHAN TEMBAKAN KALIAN!!". aku memerintah para penjaga. "DEWI KENAPA KAU MELUMPUHKAN PARA PENJAGA?!!" aku bertanya, meneriakinya kesal. kenapa ia melumpuhkan para penjaga yang ada diluar sana. dewi tetap bersembunyi dibelakang dinding. "MENYELAMATKANMU BODOH!!". teriaknya dari luar sana. para penjaga tiba tiba menodongku. hei ada apa gumamku. salah satunya langsung meringkusku. kakiku ditendang dari belakang. aku berlutut kesakitan. ARGHH!!. mereka mengambil pistolku. pistol mereka yang tadi kucuri lebih tepatnya. mereka mengunci leherku. lalu menawanku. posisiku berlutut. "KELUARLAH NONA!!, ATAU TEMANMU AKAN MATI!!" ucap penjaga yang sedang menodongkan pistolnya kearah kepalaku. "heii tadi aku berada di pihakmu bodoh". aku menghardiknya. tidak terima bahwa sekarang mereka menawanku. "DIAM KAU PENGKHIANAT!! ANGKAT TANGANMU!!" ucap penjaga yang sedang menawanku. dia berteriak didekat telingaku. "AKU BUKAN PENGKHIANAT!!". teriakku kesal sembari mengangkat tangan. ah sial, situasinya semakin rumit. sekarang mereka mengira bahwa orang yang ada diluar sana adalah orang yang telah membunuh bangsawan karna telah melumpuhkan para penjaga. dan para penjaga yang sedang menodongku mengira bahwa aku merupakan teman pembunuh bangsawan karna kenal dengan orang yang sedang berada diluar sana. situasinya sekarang sudah tidak terkendali. ini melenceng jauh dari perkiraanku. "keluarlah nona". ucap kepala penjaga. ia mencoba berdiri. memegang kepalanya. kesakitan karna terbentur oleh pintu yang ditendang dewi. "atau temanmu akan mati". kepala penjaga sekarang menodongkan pistolnya kearahku. ah sial. aku mencoba berpikir cepat. menghembuskan nafas. "keluarlah dewi. angkat tanganmu. mereka bukan musuh." ucapku memerintah. situasinya sudah diluar kendali. tidak ada pilihan selain bernegosiasi. pikirku. "TAPI MEREKA MENAWANMU BODOH!!, SUDAH JELAS MEREKA ADALAH MUSUH!!.", dewi berteriak dari luar sana. "BISAKAH KAU MENDENGARKANKU SEKALI IN..". belum selesai aku berbicara tiba tiba ada seseorang yang melompat dari luar sana. DORR!! DORR!! DORR!!. para penjaga menembaki orang itu. orang yang melompat itu mengenai badan kepala penjaga. kepala penjaga terjatuh. tersungkur diatas lantai. dewi melompat masuk. DORR!! DORR!!. menembaki dua penjaga yang sedari tadi menodongku. posisiku tetap berlutut. melihat ada orang melompat dari luar sana, akupun langsung reflek menangkap tangan penjaga yang sedang menawanku. berbarengan dengan melompatnya dewi. aku berguling kedepan. menarik tangan penjaga itu. membuat penjaga yang sedang menawanku mengikuti gerakanku. membantingkan badannya kedepan. ARGHH!!. penjaga itu jatuh. aku mengangkat tubuhnya. menjadikannya sebagai tameng. lalu mengambil pistolnya yang terjatuh. gerakanku cepat. aku menodongkan pistol ke arah penjaga yang sedang kujadikan tawanan. dewi sudah melumpuhkan dua penjaga lainnya sedari melompat masuk tadi. tersisa penjaga yang sedang kutawan dan kepala penjaga yang sedang menyingkirkan seseorang yang sedang berada diatas tubuhnya. kepala penjaga tersungkur dilantai. dia mencoba berdiri. dewi langsung mengarahkan pistol kepadanya. ternyata orang yang melompat sebelum dewi merupakan penjaga yang telah dilumpuhkan olehnya diluar sana. dewi sepertinya kehabisan akal lalu melemparkan penjaga itu kedalam ruangan ini.baguslah. situasinya sudah terkendali. "sama sama jeje". ucap dewi sembari tersenyum. wajahnya menoleh kearahku. dia tetap menodongkan pistolnya kearah kepala penjaga. kepala penjaga mengangkat tangannya. "cihh" jawabku menghiraukan tatapannya. "heii begitukah caramu berterimakasih?". ia memicingkan matanya. tidak terima dengan jawabanku. "kau mengganggu rencanaku!!" aku menatap matanya. "aku menyelamatkanmu bodoh!!, bisakah sekali saja kau ber...". BRAKK!!. belum selesai dewi berbicara tiba tiba terdengar suara dari luar sana. dewi langsung menjadikan kepala penjaga sebagai tawanan. ia membelakanginya. mencekeknya dengan siku. mundur mendekati meja sembari menodongkan pistol kearah kepalanya. akupun reflek mengikutinya. mundur mendekati meja dengan membawa tahanan. tiba tiba para penjaga sudah berada didepan pintu. jumlahnya tidak diketahui. mereka menodongkan senjatanya ke arah kami. sepertinya dewi mengunci pintu ruang makan setelah berhasil melumpuhkan para penjaga di lorong. dan mereka baru berhasil mendobraknya. sial. lagi lagi aku berada di situasi yang tidak menguntungkan. kami terkepung. tidak ada jalan untuk lari.