
"Saya nikahkan dan kawinkan engkau Gavin Arghaza Aditama dengan putri saya Zhivanna Archelia dengan seperangkat alat sholat di bayar tunai."
"Saya terima nikah dan kawinnya Zhivanna Archelia, dengan seperangkat alat sholat dibayar tunai," kata Gavin dengan satu tarikan nafas.
Zhivanna yang duduk disamping Gavin menangis haru. Dia sangat bahagia karena mulai detik ini dia resmi menjadi nyonya Aditama.
Melihat Zhivanna yang menangis, Gavin menangkup wajah Zhivanna lalu menghapus airmata Zhivanna.
"Jangan menangis, aku gak mau kamu menangis di hari bahagia kita ini, " kata Gavin.
"Aku menangis karena aku bahagia, Mas sekarang kita sudah resmi menjadi suami-istri, " kata Zhivanna.
"Aku juga sangat bahagia sayang," kata Gavin
Setelah akad nikah, Resepsi pun digelar. Banyak tamu undangan yang datang ke resepsi pernikahan mulai dari tetangga, keluarga besar dan kolega bisnis orang tua mereka.
Setelah acara resepsi pernikahan selesai, Zhivanna berpamitan kepada orang tuanya karena dia harus tinggal bersama keluarga suaminya.
Zhivanna memeluk kedua orang tuanya. Zhivanna sangat sedih karena dia harus berpisah dengan orang tuanya. Sama halnya dengan Zhivanna, orang tua Zhivanna juga sangat sedih karena mereka harus berpisah dengan putri semata wayang mereka.
"Mah, Pah, aku pamit dulu ya," kata Zhivanna setelah melepaskan pelukan Orang tuanya.
"Iya sayang, kamu harus nurut ya sama suami kamu. jadilah istri dan menantu yang baik buat Suami dan mertuanya kamu," kata Mamah Zhivanna yang bernama Zahira.
"Iya Mah, aku pasti akan menjadi istri dan menantu yang baik," kata Zhivanna.
__ADS_1
"Gavin, tolong kamu jaga putri kami dengan baik jangan pernah kamu sakiti dia dan membuat dia menangis," kata Papah Zhivanna yang bernama Rian.
"Iya Pah, aku janji akan menjaga dan mencintai Zhivanna sampai kapanpun aku gak akan pernah bikin dia terluka sedikit pun," kata Gavin.
"Kalian tenang saja, Zhivanna pasti akan bahagia tinggal bersama kami karena kami juga menyayangi dia seperti putri kami sendiri ya kan Pah," kata Mamah Gavin yang bernama Tari.
"Iya itu benar sekali, jadi kalian jangan khawatir Zhivanna akan aman dan bahagia bersama kami," kata Vendo.
"Kami percayakan putri kami kepada kalian, " kata Rian dengan tegas.
Setelah selesai berpamitan, Mereka berempat (Gavin, Zhivanna, Tari, dan Vendo) segera masuk ke dalam mobil. Mobil Gavin melaju meninggalkan gedung pernikahan.
•
•
•
Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, akhirnya mereka telah tiba di rumah. Mereka segera turun dari mobil lalu melangkahkan kaki mereka memasuki rumah.
"Gavin, kamu bawa istri kamu ke kamar kalian ya kasihan dia pasti capek," pinta Vendo.
"Iya Pah," kata Gavin.
"Selamat beristirahat ya untuk kalian," kata Tari
__ADS_1
"Iya Mah," kata Gavin.
Gavin segera membawa Zhivanna ke kamar mereka. Sesampainya di kamar, mereka langsung masuk dan Zhivanna sangat terkejut melihat kamar itu sudah dipenuhi oleh kelopak bunga serta balon yang menghiasi langit-langit kamar.
"Apa kamu yang menyiapkan semua ini, Mas?" tanya Zhivanna.
"Tentu saja tapi dibantu sedikit sih sama Mamah, kami menyiapkan ini khusus buat kamu sayang, " jawab Gavin, " Gimana, kamu suka kan sama kejutannya?"
"Aku sangat suka, Mas makasih ya atas kejutannya, " kata Zhivanna seraya memeluk Gavin.
"Sama-sama istri ku sayang, " kata Gavin.
Setelah mandi dan berganti baju, Kini Gavin dan Zhivanna sedang duduk diatas kasur sambil bermesraan.
"Sayang," panggil Gavin.
"Iya Mas, " jawab Zhivanna
"Kita mulai sekarang ya," pinta Gavin.
"Mulai apa?" tanya Zhivanna
"Mulai bikin dede bayi buat kasih orang tua kita cucu, ya aku mohon," pinta Gavin dengan wajah yang memelas
Zhivanna tersenyum lalu mengangguk. Gavin langsung mematikan lampu tidur. Mereka pun mulai melaksanakan malam pertama mereka sebagai suami-istri.
__ADS_1
Malam ini menjadi malam yang panjang untuk Gavin dan Zhivanna. Malam yang dinantikan semua orang. Mereka berharap segera dianugerahi sebuah momongan untuk melengkapi kehidupan keluarga kecil mereka.
...[Bersambung....]...