Hurt Love

Hurt Love
Hurt Love-005


__ADS_3

Tari telah sampai dirumahnya, Setelah turun dari mobil Tari bergegas masuk ke dalam rumahnya. Sesampainya di dalam rumah, Tari segera menghampiri suaminya.


"Papah," panggil Tari.


"Ada apa, Mah? Kok kelihatannya Mamah senang begitu?" tanya Vendo.


"Papah tau besok Laura bakalan pulang kesini Pah, " jawab Tari dengan bahagia.


"Apa itu benar, Mah? Laura akan pulang besok?" tanya Vendo tidak percaya sekaligus bahagia


"Benar, Lah tadi barusan Laura kirim pesan ke Mamah dia bilang kalau dia mau pulang besok, " jawab Tari.


"Syukurlah akhirnya dia pulang juga setelah sekian lama disana, " kata Vendo.


"Iya Papah, Mamah juga kangen banget sama dia. pokoknya besok Mamah akan buat penyambutan yang meriah buat dia boleh kan, Pah?" tanya Tari meminta persetujuan dari Vendo


"Boleh Mah, Mamah siapkan saja semuanya, " jawab Vendo menyetujui rencana Tari.


"Oke Mamah akan siapkan semuanya besok, " kata Tari, " Oh ya, Pah Mamah punya cara supaya kita bisa cepat punya cucu."


"Bagaimana Mah?" tanya Vendo.


"Kita nikahkan saja kembali Gavin dengan wanita lain dengan begitu kita bisa punya cucu kan, " jawab Tari dengan enteng.


"Apa? Mamah mau Gavin menikah lagi hanya untuk mendapatkan anak?" tanya Vendo tidak percaya dengan rencana istrinya itu.


"Iya, Papah setuju kan sama rencana Mamah?" tanya Tari berharap jika suaminya mau untuk mendukungnya.


"Gak, Papah gak setuju sama rencana Mamah, " jawab Vendo dengan tegas menolak rencana istrinya itu.


"Kenapa Papah gak setuju? Dengan begitu kita bisa cucu, Pah emangnya Papah gak mau punya cucu?" tanya Tari mencoba untuk membujuk suaminya


"Mah, Papah pengen punya cucu tapi bukan begitu caranya Mah. coba Mamah pikirkan kalau Mamah menikahkan Gavin kembali bagaimana dengan Zhiva? Dia pasti akan terluka, " jawab Vendo mencoba untuk menyadarkan Tari.


"Mamah gak perduli sama wanita itu, Mamah cuma mau Gavin bahagia Pah, " kata Tari.


"Gavin sekarang sudah bahagia dengan pernikahannya Mah dan Mamah mau menghancurkan kebahagiaan dia hanya karena ingin mendapatkan cucu, Itu sangat keterlaluan, " kata Vendo menasehati istrinya itu.


"Tapi Pah---" kata Tari.


Pembicaraan mereka terhenti ketika melihat Zhivanna datang yang baru saja pulang dari rumah orang tuanya.


"Zhiva kamu sudah pulang, " Kata Vendo mencoba mencairkan suasana yang semula tegang menjadi seperti biasa agar Zhivanna tidak curiga


"Iya Pah, " kata Zhivanna.


"Ya sudah sekarang kamu istirahat ya, pasti kamu capek kan karena perjalanan dari rumah orang tua kamu kesini cukup jauh, " kata Vendo.


"Kalau begitu aku ke kamar dulu ya, Pah, Mah, " kata Zhivanna meminta izin kepada mertuanya.


"Iya, " kata Vendo.


Zhivanna segera pergi menuju kamarnya. Setelah Zhivanna pergi, Vendo pun mengingatkan istrinya akan rencananya itu.


"Mah dengar tolong Mamah batalkan rencana Mamah itu, jangan sampai Zhiva tau soal rencana Mamah ini dan satu hal yang harus Mamah ingat Papah gak akan pernah setuju kalau Gavin menikah lagi, " kata Vendo tegas.


Vendo segera pergi meninggalkan istrinya dengan kemarahan. Sedangkan Tari, dia sangat kesal karena suaminya juga tidak mendukung rencananya.


'Dasar anak sama Ayah sama saja, kenapa sih gak ada yang mendukung rencana ku ini? Padahalkan aku hanya mau mereka bahagia, siapa ya yang mau mendukung rencana ku ini?' batin Tari.

__ADS_1


Tiba-tiba Tari teringat putrinya yang akan pulang besok. Dia yakin putrinya itu pasti akan berpihak padanya dan mendukung rencananya.


'Aku yakin Laura pasti akan mendukung aku, dia kan sayang banget sama aku gak mungkin dia gak mendukung aku, setelah dia datang besok aku akan membicarakan rencananya ku ini dengannya, batin Tari.


→Bandara


Di Bandara, seorang gadis cantik duduk dikursi tunggu seraya memainkan handphonenya. Dia sedang menunggu keluarganya untuk menjemputnya.


"Ih Papah sama Mamah kok lama banget sih jemput aku?" dumel gadis itu.


Tak lama kemudian datanglah pria paruh baya dan wanita paruh baya menghampiri gadis itu lalu memanggilnya.


"Sella, " panggil mereka berdua kepada gadis itu


Ternyata nama gadis itu adalah Grisella atau dipanggil Sella dan kedua orang yang memanggilnya adalah Orang tuanya.


Sella segera berdiri lalu berjalan menghampiri orang tuanya dan Sella langsung memeluk orang tuanya dengan erat.


"Mamah, Papah aku kangen banget sama kalian, " kata Sella seraya memeluk orang tuanya.


"Mamah juga kangen banget sama kamu sayang" Kata Mamah Sella yang bernama Sella


"Apalagi Papah, Papah kangen banget sama putri kesayangan Papah yang cantik ini" Kata Papah Sella yang bernama Dimas


"Ayo kita pulang kamu pasti udah kangen banget kan sama suasana dirumah?" Tanya Stella


"Iya, Mah aku udah kangen banget sama suasana rumah" Jawab Sella membenarkan pertanyaan Mamahnya


"Ayo kita pulang, " ajak Dimas kepada istri dan putrinya.


Mereka bertiga segera pergi meninggalkan Bandara. Diluar Bandara, mereka bertiga masuk ke dalam mobil dan mobil pun melaju menuju rumah mereka.


Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, akhirnya Sella dan kedua orang tuanya telah sampai dirumah mereka. Mereka bertiga pun turun dari mobil.


"Setelah sekian lama akhirnya aku bisa juga pulang ke rumah, rasanya aku kangen banget sama suasana disini, " kata Sella.


"Ayo sayang kita masuk, " ajak Stella.


Mereka bertiga memasuki rumah mereka. Sesampainya di dalam rumah, Kedatangan mereka disambut oleh Bi Marni, dia adalah ART kepercayaan keluarga Sella.


"Non Sella Syukurlah Non akhirnya pulang juga, " kata Bi Marni.


"Iya Bi, aku kangen banget sama Bibi, " kata Sella.


"Bibi juga kangen banget sama Non, " kata Bi Marni.


"Bi Marni tolong Bibi bawain koper Sella ke kamarnya ya, " pinta Stella.


"Baik Nyonya, ayo Non Bibi antar ke kamar Non, " kata Bi Marni.


"Mah, Pah, aku ke kamar dulu ya, " kata Sella.


"Iya sayang, kamu istirahat ya dengan baik, " kata Dimas.


"Iya Pah, " kata Sella


Sella pun segera menuju kamarnya yang berada di lantai 2 disusul oleh Bi Marni yang membawakan kopernya.


Setelah Sella pergi, Dimas dan Stella pun duduk diruang keluarga sambil membicarakan sesuatu hal.

__ADS_1


"Akhirnya setelah sekian lama Sella pulang juga ke rumah ini, " kata Dimas.


"Iya Pah, Mamah senang banget Sella pulang ke rumah ini, " kata Stella.


"Mah, Papah punya suatu rencana, " kata Dimas.


"Rencana apa Pah?" tanya Stella penasaran


"Papah mau Sella menggantikan posisi Papah menjadi direktur diperusahaan lagian Papah udah tua dan sudah seharusnya Papah pensiun, " kata Dimas.


"Apa Papah serius mau Sella untuk menggantikan Posisi Papah sebagai direktur?" tanya Stella tidak percaya


"Iya, Papah serius Mah lagian Sella itu putri kita satu-satunya jadi sudah seharusnya Papah memberikan perusahaan sama dia, Mamah setuju kan sama rencana Papah ini?" tanya Dimas meminta pendapat istrinya mengenai rencananya itu.


"Mamah setuju Pah dengan begitu Sella gak perlu jauh-jauh cari pekerjaan, " kata Stella.


"Syukurlah kalau Mamah setuju nanti saat makan malam Papah akan bicarakan rencana Papah ini ke dia ya semoga aja dia mau untuk menerima rencana Papah ini, " kata Dimas


"Pah, Mamah yakin Sella pasti gak akan menolak, " kata Stella.


"Ayo Mah kita ke kamar istirahat, " ajak Dimas.


"Papah aja duluan, Mamah mau disini aja dulu mau telponan sama teman-teman sosialitanya Mamah, " kata Stella.


"Ya udah Papah ke kamar dulu ya Mah, " kata Dimas.


"Iya Papah, " kata Stella.


Dimas segera pergi menuju kamarnya sedangkan Stella, dia langsung mengambil handphone lalu menghubungi teman-teman sosialitanya.


→Kamar Sella


Sella telah sampai dikamarnya. Sella sangat terkejut melihat kamarnya sangat rapi dan bersih.


"Non pasti kaget ya karena kamar Non tetap bersih dan rapi walapun Non tinggalin?" Tanya Bi Marni yang datang dengan membawa Kopernya


"Iya, Bi aku kaget soalnya kan kamar ini udah lama banget gak aku tempatin" Jawab Sella


"Nyonya yang suruh Bibi buat bersihin dan rapiin kamar Non walaupun Non gak ada makanya Kamar Non tetap bersih dan rapi" Kata Bi Marni


"Makasih ya, Bi udah bersihin dan rapiin kamar aku" Kata Sella


"Sama-sama, Non kalau Non butuh apapun Non panggil Bibi ya" Pinta Bi Marni


"Iya, Bi nanti kalau aku butuh apapun aku pasti panggil Bibi" Kata Sella


"Kalau begitu Bibi keluar dulu ya, Non" Kata Bi Marni


"Iya, Bi" Kata Sella


Bi Marni pun keluar dari kamar Sella. Sedangkan Sella, dia segera membereskan baju-bajunya ke lemari.


Saat sedang asyik membereskan baju-bajunya, tiba-tiba selembar foto jatuh di depannya. Sella pun segera mengambil foto itu lalu Sella tersenyum memandangi foto itu lalu Mengusap-usapnya.


'Apa kabar kamu? Aku yakin sekarang kamu sudah bahagia dengan kehidupan kamu tapi entah kenapa aku gak bisa melupakan kamu bahkan sampai sekarang aku masih sangat mencintai kamu, aku menyesal udah meninggalkan kamu begitu saja, batin Sella.


Setelah puas memandangi foto itu, Sella segera menyimpan foto itu dengan selip lalu kembali membereskan baju-bajunya.


...[Bersambung...]...

__ADS_1


__ADS_2