Hurt Love

Hurt Love
Hurt Love-008


__ADS_3

Saat ini Sella sedang sibuk membaca beberapa berkas penting perusahaannya. Tak lama kemudian, Siska pun datang menghampiri Sella.


"Permisi, Bu" Kata Siska


"Ya, Siska ada apa?" Tanya Sella


"Saya cuma memberitahukan Ibu kalau nanti siang kita ada meeting dengan perusahaan Aditama Groups di  Bu dan ini berkas yang harus dibawa nanti siang" Kata Siska seraya menyerahkan beberapa berkas kepada Sella


"Makasih ya, Siska" Kata Sella


"Sama-sama, Bu kalau begitu saya permisi dulu" Kata Siska


Siska pun segera keluar dari ruangan Sella, sedangkan Sella, dia terdiam memikirkan sesuatu. Dia merasa pernah mendengar nama perusahaan itu namun dia tidak mengingatnya.


"Aditama Groups? Sepertinya aku mendengar nama perusahaan itu? Tapi dimana ya?" Batin Sella


Sella segera membuka berkas-berkas itu lalu mulai mempelajarinya agar meetingnya berjalan dengan lancar.


→Kantor Gavin


Gavin juga tengah sibuk mengerjakan berkas perusahaannya di laptopnya. Tak lama kemudian Arini, Sekretarisnya datang menghampirinya.


"Permisi, Pak ini berkas untuk meeting nanti siang" Kata Arini seraya menyerahkan


"Makasih ya Oh ya, kita akan meeting direstoran mana?" Tanya Gavin


"Di Restoran ***, Pak" Jawab Arini


"Oh, baiklah" Kata Gavin


"Kalau begitu saya permisi dulu, Pak" Kata Arini berlalu pergi keluar dari ruangan Gavin


Gavin terdiam memikirkan sesuatu. Dia memikirkan nama perusahaan yang akan meeting dengannya nanti.


"Fernando Groups? Sepertinya aku pernah mendengar nama perusahaan itu, tapi dimana? Ah, sudahlah lebih baik aku pelajari bahan untuk meeting nanti" Batin Gavin


Gavin pun mulai membuka berkas bahan untuk meetingnya bersama dengan clientnya nanti.


→Rumah Gavin


Saat ini Laura sedang asyik menonton televisi diruang tamu sambil rebahan dan makan cemilan. Tiba-tiba Laura memanggil Zhivanna yang berjalan melewatinya.


"Kak Zhiva, kesini sebentar deh" Panggil Laura


"Ada apa Laura?" Tanya Zhivanna ketika menghampiri Laura


"Ayo sini duduk sama aku, kita ngobrol-ngobrol" Jawab Laura


"Maaf Laura aku harus ngerjain pekerjaan rumah dulu baru nanti setelah selesai kita bisa ngobrol" Kata Zhivanna menolak Laura untuk mengajaknya ngobrol


"Kakak, pekerjaan rumah kan bisa dikerjainnya nanti, emangnya Kakak gak mau dekat sama aku?" Kata Laura mencoba untuk memaksa Zhivanna agar mau mengobrol dengannya


Setelah dipaksa Laura, Zhivanna pun akhirnya mengiyakan ajakan Laura lalu duduk disamping Laura.


"Aku boleh tanya sesuatu gak sama kakak?" Tanya Laura


"Tanya apa, Laura?" Tanya Zhivanna kembali


"Kakak kan gak bisa hamil nih, apa Kakak gak takut kalau Kak Gavin punya wanita lain diluar sana, banyak loh sekarang laki-laki yang selingkuh karena istrinya gak bisa kasih dia anak" Kata Laura mencoba memprovokasi Zhivanna dengan menjelekkan Gavin


"Laura dengar Gavin bukan laki-laki seperti itu, aku yakin dan aku percaya banget sama dia, dia gak mungkin menghianati pernikahan kami" Kata Zhivanna mencoba membela suaminya agar dia tidak terpengaruh oleh perkataan Laura


"Oh ya? Tapi kalau menurut aku Kak Gavin itu pasti udah mulai bosen sama Kakak dan aku juga yakin cepat atau lambat dia pasti bakalan ninggalin Kakak" Kata Laura terus memprovokasi Zhivanna


"Kenapa kamu bisa mempunyai pemikiran seperti itu?" Tanya Zhivanna tidak percaya jika Laura akan berkata seperti itu kepadanya


"Karena aku rasa Kakak itu gak pantes buat Kak Gavin lagian aku heran deh sama Kak Gavin kenapa dia masih mau mempertahankan Kakak yang jelas-jelas gak bisa kasih dia anak" Kata Laura menghina Zhivanna


"Gak, aku pastikan apa yang kamu bicarakan ini salah, Gavin akan tetap setia sama aku sampai kapanpun" Kata Zhivanna yang mulai emosi dengan Laura sekaligus dia juga sedih karena Laura menghinanya


"Kita lihat aja nanti siapa yang benar aku atau Kakak" Kata Laura menantang Zhivanna


Karena tidak tahan mendengar Laura yang terus memburukkan dirinya, Zhivanna segera berlari meninggalkan Laura. Sedangkan Laura, dia tersenyum puas. Dia puas karena dia berhasil menghina Zhivanna.


...****************...


(Siang Harinya)


→Restoran


Gavin dan Arini sudah berada di restoran. Mereka sedang menunggu kedatangan Client mereka.


"Arin kapan client kita datang?" Tanya Gavin pasalnya mereka sudah lama menunggu kedatangan client mereka namun client mereka tidak juga datang


"Tadi saya sudah menghubungi sekretaris beliau, Pak dia bilang mereka sedang diperjalanan menuju kesini" Jawab Arini


"Ya sudah kita tunggu saja sebentar lagi" Kata Gavin


Tak lama kemudian, Arini melihat kedatangan Client mereka. Dia segera memberitahukan Gavin yang sedang sibuk mengetik sesuatu di laptopnya.


"Pak, client kita sudah datang" Kata Arini


Gavin pun menatap clientnya. Betapa terkejutnya Gavin setelah melihat orang yang akan menjadi clientnya itu.

__ADS_1


'Sella? Jadi client aku itu Sella?,' batin Gavin terkejut.


Begitupun dengan Sella yang terkejut ketika melihat Gavin.


'Gavin? Jadi dia yang menjadi Client ku,' batin Sella terkejut.


Mereka berdua saling pandang penuh artinya. Pandangan mereka terhenti ketika mendengar Arini mempersilahkan Siska dan Sella untuk duduk.


"Mari silahkan duduk" Kata Arini mempersilahkan Siska dan Sella untuk duduk.


Siska dan Sella pun segera duduk di kursinya. Gavin dan Sella  meminimalisir perasaan mereka dan mencoba bersikap profesional pekerjaan.


"Perkenalkan saya Gavin, saya Direktur perusahaan PT.ADITHAMA GROUP dan ini Arini, sekretaris saya" Kata Gavin memperkenalkan dirinya dan Arini kepada Sella dan Siska.


"Perkenalkan saya Sella, saya Direktur perusahaan PT. FERNANDO GROUP dan ini Siska, sekretaris saya" Kata Sella yang juga perkenalkan dirinya dan Siska dengan Gavin dan Arini.


"Mari kita mulai meeting kita" Kata Gavin


Mereka pun memulai meeting mereka. Gavin mempresentasikan hasil kerjanya sedangkan Sella, dia terus memperhatikan Gavin yang sedang presentasi. Selama 1 jam, Gavin pun telah selesai mempresentasikan hasil kerjanya. Sella segera bertepuk tangan untuk Gavin.


"Saya suka dengan rancangan proyek yang Bapak presentasikan dan saya putuskan menyetujui kerja sama kita, " kata Sella


"Terima kasih, Bu" Kata Gavin


"Nanti saya akan buatkan surat kontrak kerja sama kita dan saya akan kirimkan ke email Bapak," kata Sella.


"Baik Bu, saya tunggu surat kontrak itu," kata Gavin.


Setelah terjadi kesepakatan, meeting mereka pun selesai. Saat Gavin sedang membereskan beberapa berkas, tiba-tiba Sella mendekatinya.


"Pak Gavin, bisa kita bicara sebentar?" tanya Sella


"Arin, kamu duluan ya ke mobil saya mau bicara dulu sama Bu Sella," kata Gavin.


"Baik, Pak" kata Arini seraya pergi meninggalkan  Gavin dan Sella. Gavin dan Sella kembali duduk. Tidak ada pembicaraan diantara mereka, yang Mereka sama-sama terdiam. Tidak ada sepatah katapun yang terucap dari mereka.


"Gimana kabar kamu, Vin?" tanya Sella membuka pembicaraan setelah lama terdiam.


"Aku baik, kamu sendiri gimana Sella?" tanya Gavin.


"Aku juga, baik. Oh ya? gimana juga kabar Laura?" tanya Sella


"Laura baik, dia baru saja datang dari Amerika soalnya dia kuliah disana," jawab Gavin


"Oh ya, aku gak tau loh ternyata impian dia kuliah diluar Negeri bisa terwujud," kata Sella" Vin, apa kamu sudah menikah?"


"Iya, aku sudah menikah," kata Gavin


Sella terkejut mendengar jawaban Gavin. hatinya tiba-tiba merasa sakit ketika mengetahui Gavin sudah menikah. Dia mengira jika Gavin masih belum bisa melupakan namun ternyata Gavin sudah melupakannya.


"Kamu sendiri, apa kamu sudah menikah?" tanya Gavin.


"Belum," jawab Sella


"Aku kira kamu sudah menikah," kata Gavin.


"Vin, maafin aku ya aku udah ninggalin kamu dan memutuskan hubungan kita secara sepihak," kata Sella.


"Aku sudah memaafkan kamu, Sella. Bagi ku itu hanya masa lalu dan aku sudah melupakan itu semua," kata Gavin.


"Syukurlah kalau begitu," kata Sella mencoba tersenyum padahal sebenarnya hatinya sangat sakit.


"Apa ada yang mau kamu bicarakan lagi?" tanya Gavin.


"Ah, gak ada. Kamu bisa pergi kalau kamu mau," kata Sella


"Kalau gitu aku pergi dulu ya, soalnya aku masih banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan," kata  Gavin.


"Iya," kata Sella


Gavin segera pergi meninggalkan Sella. Sedangkan Sella hanya bisa memandangi Gavin yang semakin jauh. Setelah itu, dia pun juga pergi meninggalkan restoran.


→Rumah Orang tua Zhivanna.


Zahira sedang menyiapkan makan siang untuk suaminya. Tiba-tiba Pak Yadi berjalan mendekatinya.


"Permisi Tuan, Nyonya, " kata Pak Yadi.


"Ya, ada apa Pak?" tanya Rian.


"Itu diluar ada yang cari Tuan sama Nyonya," kata Pak Yadi.


Siapa Pak?" tanya Zahira.


"Saya gak kenal Nyonya, dia perempuan masih muda dan cantik banget terus dandanannya seperti orang luar negeri," jawab Pak Yadi.


"Ya sudah Pak Yadi suruh dia masuk 5 menit lagi kami akan temuin dia," kata Rian.


"Baik Tuan," kata Pak Yadi.


Pak Yadi segera pergi untuk menjalankan perintah yang diberikan Rian tadi.


"Kira-kira siapa ya Mah tamu kita ini?" tanya Rian.

__ADS_1


"Mamah juga gak tau Pah," kata Zahira.


"Ayo kita temuin dia," kata Rian.


Rian dan Zahira segera pergi menemui tamu mereka. Sesampainya di ruang tamu, mereka sangat terkejut ketika melihat tamu mereka itu.


"Yumna," panggil Rian dan Zahira.


Gadis yang bernama Yumna itu yang tadi sibuk memainkan handphonenya. Kini menoleh ke Rian dan Zahira lalu dia tersenyum.


"Om Rian, Tante Zahira," kata Yumna.


Yumna beranjak dari duduknya. Dia berjalan menghampiri Rian dan Zahira lalu dia memeluk mereka dengan sangat erat.


Yumna adalah keponakan Rian.Dia ditinggal orang tuanya saat dia masih berumur 5 tahun. Saat itu Yumna mengalami kecelakaan bersama orang tuanya yang mengakibatkan dirinya kehilangan orang tuanya. Saat mengetahui adiknya kecelakaan dan dinyatakan meninggal bersama istrinya, Rian dan Zahira memutuskan untuk mengasuh Yumna dan menganggap Yumna seperti putri mereka sendiri. Namun saat Yumna sudah lulus SMA, dia memutuskan untuk kuliah di London. Awalnya Rian menolak keinginan itu, namun Yumna bersikeras untuk tetap kuliah di London dan akhirnya Rian pun mengalah dan mengizinkan Yumna untuk kuliah di London.


"Om, Tante, aku kangen banget sama kalian," kata Yumna.


"Kami juga kangen banget sama kamu sayang," kata Zahira,"  Kenapa gak kasih kabar sama kami kalau kamu mau pulang ke Indonesia? Gimana kalau terjadi apa-apa sama kamu diperjalanan?"


"Aku kan mau kasih surprise sama kalian, yang penting kan aku udah sampai kesini dengan selamat," kata Yumna.


"Om senang kamu akhirnya pulang ke Indonesia," kata Rian.


"Aku juga senang karena tahun ini aku bisa pulang ke Indonesia dan ketemu sama kalian," kata Yumna," Oh ya Kak Zhiva mana?"


"Zhiva udah gak tinggal disini lagi, dia tinggal dirumah suaminya," jawab Zahira.


"Jadi Kak Zhiva udah menikah? Kok kalian gak kasih tau aku sih?" tanya Yumna.


"Kalau pun kami kasih tau kamu, kamu gak mungkin bakalan datang, jadinya kami gak kasih tau kamu soal pernikahan Zhiva," jawab Rian.


"Ya juga sih, ya sudah Om sama Tante telpon Kak Zhiva suruh dia kemari sekalian aku mau kenalan sama kakak ipar aku," kata Yumna.


"Ya udah, nanti Tante telpon dia dan suruh dia kemari sama suaminya ya," kata Zahira.


"Oke Tante," kata Yumna.


"Kamu belum makan siang kan?" tanya Zahira.


"Belum Tante, soalnya aku tadi langsung kemari," jawab Yumna.


"Ya udah sekarang kita makan siang dulu habis itu kamu langsung ke kamar istirahat," kata Zahira.


"Oke Tante," kata Yumna.


Mereka bertiga segera pergi menuju ruang makan untuk makan siang bersama.


→Rumah Gavin.


Setelah selesai mengerjakan pekerjaan rumah, Kini Zhivanna sedang istirahat di kamarnya. Dia melamun memikirkan perkataan Laura tadi pagi.


'Bagaimana jika apa yang dibilang sama Laura benar, jika sekarang Mas Gavin udah mulai bosan sama aku? tapi aku rasa itu gak mungkin, Mas Gavin pasti akan selalu setia, dia gak mungkin menghianati pernikahannya kami, batin Zhivanna.


Tiba-tiba handphone Zhivanna berbunyi. Dia segera mengambil handphonenya yang terletak di atas nakas.


Drtt... Drtt... Drttt


Mamah is calling...


Zhivanna segera menerima panggilan telpon dari Mamahnya tersebut.


"Hello Mah, " sapa Zhivanna


"Hello sayang. Maaf ya Mamah ganggu waktu kamu," jawab Zahira.


"Gak papa Mamah, aku lagi santai kok ini. Ada apa Mamah telpon aku?" tanya Zhivanna.


"Begini sayang, apa nanti malam kamu sama Gavin bisa ke rumah?" tanya Zahira.


"Emangnya ada acara apa Mah dirumah?" tanya Zhivanna.


"Yumna baru datang dari London terus dia mau ketemu sama kamu dan Gavin, makanya kami mau ajak kalian makan malam disini," jawab Zahira.


"Jadi Yumna pulang dari London Mah?" tanya Zhivanna dengan antusias. Dia sudah sangat merindukan sepupunya yang sudah dia anggap seperti adiknya sendiri.


"Iya, makanya kami ajak kamu sama Gavin buat ke rumah nanti malam, Yumna pengen banget ketemu sama kamu dan Gavin," kata Zahira.


"Kami pasti datang Mah, apalagi aku juga udah kangen banget sama Yumna," kata Zhivanna.


"Udah dulu ya sayang, jangan lupa nanti malam ya," kata Zahira.


"Iya Mah, salam ya buat Papah sama Yumna," kata Zhivanna


"Iya, nanti Mamah bakalan sampaiin sama mereka," kata Zahira.


Tut... Tut... Tut...


Zhivanna pun memutuskan sambungan telponnya dengan Mamahnya. Dia sudah tidak sabar menunggu malam ini untuk pergi ke rumah orang tuanya dan bertemu dengan Yumna.


→Adhitama Groups.


Gavin telah sampai di kantornya. Kini dia sedang duduk di kursi kebesarannya untuk melepaskan rasa lelahnya. Tiba-tiba dia teringat dengan pertemuannya dengan Sella tadi.

__ADS_1


'Aku gak nyangka setelah sekian lama akhirnya kita bertemu kembali Sella dan lebih parahnya, ternyata kamu adalah rekan bisnis ku sekarang,' batin Gavin.


...[Bersambung... ]...


__ADS_2