Hurt Love

Hurt Love
Hurt Love-012


__ADS_3

...(Keesokan Harinya)...


Keluarga Gavin sedang berkumpul untuk sarapan pagi bersama kecuali Zhivanna. Saat ini dia sedang sibuk melayani Ibu mertuanya dan adik iparnya. Tak lama kemudian, Gavin datang dengan terburu-buru.


"Gavin, ayo sarapan dulu," tegur Tari.


"Aku hari gak sarapan dulu Mah, aku buru-buru ada meeting penting soalnya," kata Gavin.


"Aku antar Mas sampai depan ya," kata Zhivanna.


"Mah, Pah aku berangkat dulu," kata Gavin sambil tangan kedua orang tuanya.


Setelah pamit, Gavin segera bejalan keluar dari rumah diikutin oleh Zhivanna. Sesampainya di luar, Zhivanna menyalami tangan Gavin sedangkan Gavin dia mencium kening Zhivanna.


"Aku berangkat kerja dulu ya sayang," kata Gavin.


"Mas hati-hati dijalan jangan ngebut bawa mobil," kata Zhivanna.


"Iya sayang," kata Gavin.


Gavin masuk ke dalam mobil. Gavin pun menghidupkan mesin mobil lalu mulai menjalankan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah. Setelah melihat Gavin sudah berangkat, Zhivanna kembali masuk ke dalam rumahnya.


→ADITHAMA GROUP


Setelah menempuh perjalanan jauh, akhirnya Gavin telah sampai di depan gedung perusahaannya. Dia turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam.


Sesampainya di dalam, para pegawai menyapa Gavin dan Gavin pun membalas sapaan para pegawainya dengan ramah. Dia berjalan ke arah lift.


Di dalam lift, Gavin menekan angka 10. Tak lama kemudian, dia sudah berada di lantai 10 tempat dimana ruangannya berada.


"Pak Gavin, siang ini kita meeting dengan Bu Sella," kata Arini ketika Gavin telah tiba di depan ruangannya.


"Kamu siapkan semua berkasnya," kata Gavin.


"Baik Pak," kata Arini.


Gavin pun masuk ke dalam ruangannya sedangkan Arini, dia menyiapkan berkas meeting sesuai dengan perintah dari Gavin.


Sesampainya Gavin diruangannya, dia langsung duduk dikursi kebesarannya dan menyalakan laptop miliknya. tiba-tiba dia mendengar ketukan pintu dari luar.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk," sahut Gavin.


Ceklek!


Pintu pun terbuka dan masuklah seorang Pria dengan membawa sebuah berkas. Dia berjalan mendekati Gavin.


"Eh lo Muel. Gue kirain siapa," kata Gavin.


Ternyata nama pria tersebut adalah Muel atau Samuel. Dia adalah sahabat baik Gavin sejak SMA dulu dan dia bekerja di ADITHAMA GROUP sebagai manajer keuangan perusahaan.


"Nih laporan keuangan yang lo minta," kata Samuel.


"Thanks ya," kata Gavin.


"Kalau gitu gue lanjut kerja lagi ya," kata Samuel.


"Iya, udah sana," kata Gavin.


Samuel keluar dari ruang kerja Gavin dan berjalan menuju ruang kerjanya. Sedangkan Gavin, dia kembali melanjutkan pekerjaannya.


...****************...


...(Siang Harinya) ...


→Rumah Gavin


Zhivanna tengah menyiapkan bekal makan siang untuk Gavin. Setelah siap, dia menaruh kotak makan di totebag beserta dengan minumannya lalu mengambilnya dan pergi meninggalkan dapur.


Sesampainya diruang tamu, Zhivanna ditegur oleh Vendo yang sedang duduk sambil membaca koran.


"Kamu mau kemana Zhiva?" tanya Vendo.


"Aku mau ke kantor Mas Gavin Pah, aku mau anterin dia bekal makan siang," jawab Zhivanna.


"Ya udah kamu kesananya sama Pak Wawan ya," kata Vendo.


"Tapi Pah, Kan Mamah yang biasanya diantar Pak Wawan kemana-mana?" tanya Zhivanna.


"Mamah kamu hari ini gak kemana-mana, katanya lagi gak enak badan," kata Vendo.


"Mamah lagi sakit Pah?" tanya Zhivanna khawatir dengan Ibu mertuanya.


"Iya, tapi kamu gak perlu khawatir sekarang yang penting kamu antar dulu makan siang buat Gavin," kata Vendo.


"Ya udah kalau gitu aku pergi dulu Pah, nanti kalau ada apa-apa, Papah langsung telpon aku ya," kata Zhivanna.


"Iya," kata Vendo.


Zhivanna segera menyalami tangan Vendo dan pergi berjalan keluar rumah. Sesampainya diluar, Zhivanna berjalan mendekati Pak Wawan, supir pribadi keluarganya.


"Pak Wawan," panggil Zhivanna.


"Ya Non ada apa?" tanya Paj Wawan.


"Pak Wawan bisa gak anterin saya ke kantor Mas Gavin?" tanya Zhivanna.


"Tentu saja bisa Non," jawab Pak Wawan.


"Terima kasih Pak," kata Zhivanna.


Pak Wawan pun membukakan pintu untuk Zhivanna, setelah Zhivanna masuk Pak Wawan segera masuk ke bangku kemudi. Pak Wawan mulai menghidupkan mesin mobil dan menjalankan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah.


→ADITHAMA GROUP


Sella telah sampai di depan ADITHAMA GROUP. Sella takjub melihat perusahaan Gavin yang begitu besar dan luas. Dia bangga dengan Gavin, karena dia mampu membangun perusahaannya hingga besar dan terkena seperti sekarang. Sella dan Siska pun berjalan masuk ke dalam.


Sesampainya di dalam, tiba-tiba Sella berjalan mendekati meja resepsionis untuk bertanya ruangan Gavin berada.


"Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?" tanya Resepsionis.


"Saya mau ketemu sama Pak Gavin," jawab Sella.


"Apa Ibu Sudah membuat janji?" tanya RResepsionis.


"Sudah," jawab Sella.


"Kalau begitu silahkan Ibu langsung ke ruangan Pak Gavin. ruangannya berada di lantai 10," kata Resepsionis.

__ADS_1


"Terima kasih," kata Sella.


Sella pun berjalan ke arah lift. Namun tiba-tiba dia bertabrakan dengan seseorang.


"Ya ampun, maaf saya gak sengaja," kata Sella.


"Sella," kata orang itu.


"Muel," kata Sella.


Ternyata orang yang bertabrakan dengannya adalah Samuel. Samuel sangat terkejut melihat Sella ada di kantor Gavin. Samuel seketika panik dan khawatir dengan keberadaan Sella, dia takut jika Gavin masih memiliki perasaan dengan Sella.


"Kamu apa kabar Muel?" tanya Sella.


"Aku Baik, aku gak nyangka kalau ternyata kamu balik lagi ke Indonesia. Aku kira kamu bakalan betah di luar negeri," sindir Samuel secara halus.


"Aku udah lulus kuliah dan kembali menetap Indonesia," kata Sella, " kamu kerja disini?" tanya Sella.


"Iya, aku disini sebagai manajer keuangan," jawab Samuel,"  Btw kamu ngapain disini?"


"Aku disini mau ketemu sama Direktur Utama kalian buat bahas kerja sama kita," kata Sella.


"Oh begitu," kata Samuel.


"Kalau begitu, aku duluan ya," kata Sella.


Sella pun masuk ke dalam lift dan menekan angka 10. Setelah Sella pergi, Samuel berharap Gavin bisa menjaga perasaannya dan tidak terbawa perasaan dengan kisah masa lalunya.


'Jadi Sella client barunya Gavin? Semoga aja Gavin gak bawa perasaan saat bersama Sella. Kalau itu terjadi kasihan Zhiva,' batin Samuel.


Setibanya di lantai 10,Arini langsung menyambut kedatangan Mereka.


"Selamat datang Bu Sella, Pak Gavin sudah menunggu anda diruangannya," kata Arini.


"Terima kasih ya," kata Sella.


Sella mengetuk pintu terlebih dahulu lalu terdengar sahutan Gavin dari dalam ruangan.


"Masuk," sahut Gavin.


Ceklek!


Pintu pun terbuka dan Sella melangkah masuk ke dalam ruangan Gavin. Sesampainya di dalam, Sella berjalan mendekati Gavin.


"Maaf ya aku telat, tadi di jalan kena macet," kata Sella.


"Gak papa. Silahkan duduk dan mari kita mulai meeting kita," kata Gavin.


Gavin dan Sella memulai meeting mereka dengan membahas masalah proyek yang akan mereka kerjakan bersama. 1 jam kemudian, akhirnya meeting mereka telah selesai. Sella tampak ragu untuk bertanya pada Gavin tentang rumah tangganya, setelah menguatkan dirinya, Sella memberanikan dirinya untuk bertanya pada Gavin.


"Emm... Gavin," panggil Sella.


"Ada apa?" tanya Gavin dingin.


"Aku boleh tanya sesuatu sama kamu?" tanya Sella.


"Tanya soal apa?" tanya Gavin balik.


"Apa kamu bahagia sama pernikahan kamu?" tanya Sella.


Gavin seketika terkejut mendengar pertanyaan Sella tentang pernikahannya. Dia sangat marah, karena menurutnya Sella terlalu kepo dengan rumah tangganya.


"Meskipun istri kamu gak bisa kasih kamu anak?" tanya Sella.


Gavin kembali dikejutkan dengan pertanyaan Sella. Dia penasaran, bagaimana Sella bisa tau kalau sampai saat ini dia dan Zhivanna belum dikarunia anak.


"Sella dengar, aku sudah bahagia dengan pernikahan aku karena aku sangat mencintai istri ku," kata Gavin.


"Aku tau Gavin di dalam hati kecil kamu, kamu pasti pengen banget punya anak. Tapi kamu untuk memendamnya karena kamu kasihan sama istri kamu," kata Sella.


"Terus menurut kamu aku harus bagaimana?" tanya Gavin.


"Kamu harus menikah lagi dan kalau kamu ingin, aku mau jadi istri kamu dan aku bisa kasih kamu anak," jawab Sella.


"Maaf Sella, aku tetap memilih istri ku karena bagi ku dia segalanya dan aku gak akan pernah kembali sama kamu. Jadi aku minta sama kamu, kamu gak usah ikut campur lagi soal rumah tangga aku," kata Gavin," Sekarang kamu pergi dari sini sebelum aku marah sama kamu Sella."


Melihat Gavin yang marah, Sella pun mengalah dan pergi keluar dari ruangan Gavin.


Sementara diluar, Zhivanna telah sampai di depan kantor ADITHAMA GROUP. Dia segera turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam kantor suaminya itu.


Sesampainya di dalam, para pegawai banyak menyapanya dan Zhivanna membalas sapaan mereka dengan ramah. Tiba-tiba dia bertemu dengan Samuel yang ingin menuju ruangannya.


"Kak Muel," panggil Zhivanna.


"Zhiva, kamu disini? Tumben?" tanya Samuel.


"Iya, aku bawain bekal buat Mas Gavin. kalau gitu aku pergi ke ruangan Mas Gavin dulu ya Kak, " kata Zhivanna.


Zhivanna berjalan menuju ke arah lift dan menekan angka 10. Setelah Zhivanna pergi, barulah Samuel sadar Kalau saat ini Sella ada di ruangan Gavin.


"Ya ampun, kenapa aku lupa kalau di ruangan Gavin ada Sella. Jangan sampai Zhiva ketemu sama Sella. Bisa bahaya," gumam Samuel.


Sesampainya Zhivanna di lantai 10, dia segera berjalan menuju ruangan suaminya. Sesampainya disana, dia bertemu Arini, sekretaris suaminya.


"Bu Zhiva," sapa Arini.


"Apa Pak Gavin nya ada?" tanya Zhivanna.


"Ada Bu, silahkan masuk," jawab Arini.


"Terima kasih ya," kata Zhivanna.


Sebelum masuk Zhivanna terlebih dulu mengetuk pintu.


Tok.. Tok.. Tok..


"Masuk," sahut Gavin.


Ceklek!


Pintu pun terbuka dan Zhivanna melangkah masuk ke dalam ruangan Gavin. Melihat Zhivanna yang datang, Gavin berusaha meredam emosinya.


"Sayang, kamu datang," kata Gavin.


"Iya Mas, aku bawain makan siang buat kamu kan tadi pagi kamu gak sempat sarapan," kata Zhivanna.


"Perhatian banget sih istri aku ini," kata Gavin sambil mencubit hidung Zhivanna gemas.


"Aku kan harus perhatian sama kamu karena kamu suami aku," kata Zhivanna.

__ADS_1


"Ayo kita duduk, aku gak sabar nih mau makan masakan istri aku," kata Gavin.


Gavin dan Zhivanna duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Zhivanna membuka totebag dan mengeluarkan kotak makan dan botol minum.


"Kamu masak apa sayang?" tanya Gavin.


"Coba kamu buka aja," jawab Gavin.


Gavin pun membuka kotak makan itu dan ternyata isinya adalah ayam kecap kesukaannya.


"Wah, ayam kecap kesukaan aku," kata Gavin.


"Aku sengaja masak ini spesial buat kamu Mas, kamu habisin ya masakannya," kata Zhivanna.


"Makasih ya, aku pasti bakalan habisin makanannya tapi aku mau kamu suapin aku," kata Gavin.


"Ih udah besar juga, masa mau disuapin," kata Zhivanna.


"Gak papa kan aku minta suapin sama istri aku sendiri," kata Gavin.


"Yaudah deh, aku suapin nih," kata Zhivanna.


Zhivanna mengambil kotak makan itu dan menyuapi Gavin dengan penuh kasih sayang. Setelah Gavin menghabiskan makanannya, Zhivanna pamit kepada Gavin untuk pulang.


"Mas aku pamit pulang ya," kata Zhivanna.


"Iya sayang, kamu hati-hati dijalan ya," kata Gavin.


"Iya Mas," kata Zhivanna.


Zhivanna pun berjalan keluar dari ruangan Gavin. Sesampainya di luar kantor, Zhivanna berjalan mendekati Pak Wawan.


"Ayo Pak kita pulang," kata Zhivanna.


"Baik Non," kata Pak Wawan.


Pak Wawan pun membukakan pintu untuk Zhivanna, setelah Zhivanna masuk Pak Wawan segera masuk ke bangku kemudi. Pak Wawan mulai menghidupkan mesin mobil dan menjalankan mobilnya meninggalkan kantor ADITHAMA GROUP.


→Rumah Gavin.


Tari sedang mencari keberadaan Zhivanna sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing.


"Zhivanna kamu dimana sih?" teriak Tari.


"Mamah cari Zhiva?" tanya Vendo yang menyadari kedatangan istrinya.


"Iya, apa Papah lihat dia?" tanya Tari.


"Zhiva lagi pergi ke kantor Gavin, dia anterin Gavin makan siang," jawab Vendo.


"Ya udah nanti kalau datang, Papah suruh dia ke kamar Mamah ya. Mamah mau suruh dia buat pijat Mamah," kata Tari.


"Mah, apa gak sebaiknya kita cari ART aja buat bantu-bantu dirumah. Kasihan kalau Zhiva semua pekerjaan rumah dia yang kerjakan," kata Vendo.


"Gak perlu Pah. Kita sewa ART cuma buang-buang uang aja, lebih baik kita manfaatkan aja menantu kita lagipula kalau dia gak disuruh seperti ini yang ada dia nanti malas dan ngelunjak sama kita," kata Tari.


"Tapi Mah---"


"Udah ah, Mamah lagi pusing kok diajak debat sih. Udah, Mamah mau ke kamar istirahat jangan lupa kalau Zhivanna datang langsung suruh ke kamar Mamah," kata Tari.


Tari berjalan kembali menuju kamarnya. Sedangkan Vendo, dia hanya bisa diam dan menuruti keinginan istrinya. Tak lama kemudian, Zhivanna pun datang.


"Papah," panggil Zhivanna.


"Zhiva, kamu sudah pulang," kata Vendo.


"Pah, apa Mamah masih sakit?" tanya Zhivanna.


"Masih, tadi dia cari kamu terus Papah bilang kalah kamu lagi ke kantor Gavin dan dia nyuruh kamu ke kamarnya," kata Vendo.


"Kalau gitu aku langsung ke kamar Mamah ya Pah," kata Zhivanna.


Zhivanna langsung pergi menuju kamar ibu mertuanya. Sesampainya disana, Zhivanna melihat Tari sedang rebahan di kasur sambil memegangi kepalanya. Dia pun berjalan mendekati Tari.


"Mah," panggil Zhivanna.


"Kamu darimana aja Hah? Udah tau mertua sakit malah keluyuran," kata Tari memarahi Zhivanna.


"Maaf Mah, tadi aku ke kantor Mas Gavin anterin makan siang buat dia," kata Zhivanna.


"Udah, saya gak mau dengar alasan kamu. Sekarang cepat kamu pijat saya," kata Tari.


"Baik Mah," kata Zhivanna.


Zhivanna pun segera memijat badan Tari dengan pelan.


"Oh ya, Mamah udah minum obat?" tanya Zhivanna.


"Belum," jawab Tari.


"Kenapa Mamah belum obat?" tanya Zhivanna.


"Ya karena saya gak tau yang mana obatnya, makanya saya gak minum obat," ketus Tari.


"Ya udah nanti aku ambil obatnya buat Mamah," kata Zhivanna.


"Udah sana cepat ambilkan saya obat, saya mau istirahat," kata Tari.


"Iya Mah," kata Zhivanna.


Zhivanna pun keluar dari kamar Ibu mertuanya untuk mengambil obat. Sesampainya di dapur, Zhivanna mengambil kotak P3k dan mengambil obat yang akan dia berikan pada Ibu mertuanya. Tiba-tiba Laura datang menghampirinya.


"Kak Zhiva, tolong dong setrikain baju aku lihat tuh baju aku kumel begini. Aku mau pakai nanti malam ke acara pesta teman aku," perintah Laura.


"Nanti ya Laura, aku mau kasih obat ini dulu ke Mamah," kata Zhivanna.


"Ya udah jangan lama ya dan nanti malam baju ini harus sudah rapi," kata Laura sambil menyerah bajunya pada Zhivanna.


Laura pergi meninggalkan Zhivanna. Sedangkan Zhivanna, dia kembali berjalan menuju kamar mertuanya.


Sesampainya disana, Zhivanna langsung memberikan obat itu pada Ibu mertuanya.


"Ini Mah obatnya," kata Zhivanna.


Tari mengambil obat itu dan langsung meminumnya.


"Udah sana kamu pergi, saya mau istirahat," usir Tari.


Zhivanna pun keluar dari kamar Ibu mertuanya dan dia berjalan menuju ruang laundry untuk menyetrika baju Laura.

__ADS_1


...[Bersambung...]...


__ADS_2