Hurt Love

Hurt Love
Hurt Love-003


__ADS_3

Tari menatap Zhivanna dengan tajam, sedangkan Zhivanna, dia hanya diam saja sambil menundukkan kepalanya. Dia tidak berani menatap ibu mertuanya.


"Jadi istri kamu ini gak hamil?" tanya Tari seraya menunjukkan jarinya kepada Zhivanna.


"Maaf Mah," kata Zhivanna pelan seraya menundukkan kepalanya.


"Saya gak butuh maaf dari kamu, ini sudah kesekian kalinya kamu bikin saya kecewa, " kata Tari dengan kemarahan.


"Mah, sudah jangan diteruskan, mungkin kita harus lebih bersabar lagi untuk punya cucu," pinta Vendo menenangkan istrinya.


"Kali ini Mamah gak bisa sabar lagi, Pah. Papah tau kan kalau Mamah itu pengen banget punya cucu tapi wanita ini gak bisa kasih kita cucu Pah, " kata Tari menghina Zhivanna.


"Mamah gak boleh bicara seperti itu sama Zhiva, " kata Gavin membela Zhivanna.


"Tapi itu memang faktanya kan atau jangan-jangan kamu itu mandul makanya kamu gak bisa kasih saya cucu," kata Tari.


Hati Zhivanna sangat terluka mendengar hinaan Ibu mertuanya itu yang mengatakan dirinya mandul. Zhivanna menangis karena dia sudah tidak tahan mendengar hinaan Ibu mertuanya.


"Mah, sudah tolong hentikan semua ini, " pinta Gavin karena tidak tahan mendengar Mamahnya terus menghina istrinya.


"Alah, kamu bela aja terus istri kamu yang gak berguna ini, " kata Tari.


Tari dengan bergegas mengambil tasnya yang terletak diatas sofa. Kemudian Tari berlalu menuju keluar rumah dengan kemarahan dihatinya sedangkan Zhivanna, dia langsung pergi ke kamar menumpahkan rasa sedihnya.


"Pah, aku mau nyusul Zhiva dulu ya, " kata Gavin.


"Iya kamu hibur dia, dia pasti sangat sedih karena mendengar hinaan dari Mamah kamu tadi," kata Vendo.


"Iya Pah," kata Gavin.


Gavin segera menyusul Zhivanna ke kamar mereka. Sesampainya dikamar, Gavin melihat Zhivanna sedang duduk melamun di tepian kasur.


"Sayang, " panggil Gavin


Menyadari kedatangan Gavin, Zhivanna langsung menghapus airmatanya. Gavin pun menghampiri Zhivanna lalu duduk disamping Zhivanna.


"Aku tau pasti kamu nangis karena perkataan Mamah tadi," kata Gavin.


"Aku bukan nangis karena perkataan Mamah tapi aku menangisi diri aku sendiri, aku belum bisa menjadi istri dan menantu yang sempurna buat kamu dan juga orang tua kamu Mas, " kata Zhivanna.


"Sayang dengerin aku, bagi aku kamu itu adalah istri yang sempurna dan menantu yang baik buat aku dan orang tua aku, " kata Gavin mencoba menghibur Zhivanna.


"Tapi sampai saat ini aku belum bisa kasih kamu anak dan cucu buat orang tua kamu, apa itu bisa disebut sebagai istri dan menantu yang sempurna?" tanya Zhivanna.


"Udah, kamu gak usah memikirkan itu semua kan aku udah pernah bilang aku gak masalah kalau kita belum punya anak, " jawba Gavin.


"Harus sampai kapan kita gak punya anak seperti ini?" tanya Zhivanna.


"Kamu sabar ya aku yakin kalau saatnya tiba pasti kita akak punya anak. Udah dong kamu jangan sedih lagi, " kata Gavin.


"Ya udah sana kamu ke kantor, kamu udah telat banget ke kantor gara-gara anterin aku ke dokter, " kata Zhivanna.


"Oke, aku akan ke kantor tapi kamu janji dulu jangan sedih lagi, " pinta Gavin.


"Iya, aku janji aku gak sedih lagi, nih aku senyum" Kata Zhivanna seraya menunjukkan senyumannya


"Nah begitu dong, ini baru istri aku. Oh iya, nanti kamu jangan lupa minum obat yang diberikan dokter ya biar cepat sembuh, " kata Gavin


"Iya nanti aku minum kok, " kata Zhivanna.

__ADS_1


"Aku berangkat ke kantor dulu ya sayang, " Kata Gavin


"Iya Mas, kamu hati-hati dijalan ya, " kata Zhivanna.


Gavin segera mencium ubun-ubun Zhivanna. Setelah itu, Gavin berlalu pergi keluar kamar meninggalkan Zhivanna. Setelah Gavin pergi, Zhivanna kembali bersedih.


'Daripada bersedih seperti ini lebih baik aku ke rumah Mamah dan Papah aja mungkin disana aku bisa terhibur' batin Zhivanna.


Zhivanna bergegas mengambil tasnya yang terletak diatas meja rias. Tak lupa dia juga membawa obatnya. Kemudian, Zhivanna berjalan keluar dari kamar.


Sementara di tempat lain, Tari sedang berkumpul bersama teman-teman sosialitanya di sebuah Restoran. Mereka sedang asyik mengobrol satu sama lain.


"Oh iya Jeng, saya ada sesuatu buat jeng-jeng semua, " kata Ibu Sosialita yang bernama Yuni


"Apa itu jeng?" tanya salah satu Ibu sosialita yang lainnya bernama Vina


"Ini dia, " Kata Yuni sambil membagikan beberapa undangan kepada teman-teman sosialitanya


"Undangan apa ini Jeng?" tanya Vina


"Ini undangan syukuran atas kelahiran cucu saya Jeng. kalian semua harus datang ya jangan sampai gak loh, " pinta Yuni dengan wajah yang bahagia.


"Pastilah kita datang ya kan jeng, " kata Vina


"Iya" jawab semua Ibu sosialita bersamaan


Sementara Tari, dia hanya diam saja. Sungguh dia sangat iri kepada teman-teman karena mereka sudah mempunyai cucu. hanya tinggal dirinya yang belum mempunyai cucu.


"Jeng Tari," panggil Yuni.


"Hah, ada apa Jeng?" tanya Tari yang terkejut namanya dipanggil.


"Saya usahain ya, Jeng soalnya akhir-akhir ini saya sibuk menemani suami saya ke acara keluarga", jawab Tari berbohong karena sebenarnya dia malas datang ke acara temannnya itu.


"Oh iya, Jeng apa menantu Jeng Tari udah hamil?" tanya Vina.


"Belum," jawab Tari.


"Ya ampun masa sih belum? Seingat saya mereka sudah menikah 3 tahun, anak saya aja yang menikah 1 tahun udah punya anak," kata Yuni.


"Saya juga bingung Jeng, kenapa sampai saat ini dia belum hamil juga padahal saya sudah kepengen banget punya cucu untuk jadi pewaris keluarga kami, " jawab Tari


"Jangan-jangan dia mandul kali Jeng, " kata Indah.


"Kalau emang dia mandul mendingan Jeng suruh aja anak jeng ceraiin dia, " kata Yuni.


"Saya juga sepemikiran seperti itu Jeng dan saya juga pernah menyuruh anak saya buat ceraiin wanita itu tapi entah kenapa anak saya tetap mempertahankan wanita tidak berguna itu, " kata Tari.


"Atau begini saja Jeng, Jeng suruh aja anak Jeng buat menikah lagi, " kata Vina memberikan saran untuk Tari


"Wah, benar itu Jeng, saya setuju sama sarannya Jeng Vina, " kata Yuni mendukung saran dari Vina


Tari pun terdiam. Dia membenarkan saran yang diberikan oleh teman-temannya itu untuk menyuruh Gavin menikah lagi.


"Kalian benar, saya harus menyuruh Gavin untuk menikah lagi, " kata Tari.


"Semoga dengan saran dari kita ini bisa membantu Jeng buat dapatin cucu ya, " kata. Vina


"Iya, Makasih Jeng atas sarannya, " kata Tari

__ADS_1


Tari pun tersenyum licik. Dia harus berhasil meyakinkan Gavin untuk menikah lagi. Sudah saatnya dia bertindak untuk kebahagiaan yang tidak pernah Putranya dapatnya yaitu mempunyai seorang anak.


→Rumah Orang Tua Zhivanna


Zhivanna telah sampai di depan rumah orang tuanya. Setelah membayar biaya taksi, Zhivanna pun segera turun dari Taksi. Satpam rumah yang melihat kedatangan Zhivanna segera menyambut Zhivanna.


"Non Zhiva datang, " kata Pak Satpam.


"Iya Pak Yadi, apa Mamah sama Papah ada dirumah?" tanya Zhivanna


"Tuan sama Nyonya ada dirumah Non, sebentar saya bukakan pintu gerbangnya dulu, " jawab Pak Satpam yang bernama Pak Yadi


Pak Yadi segera membukakan pintu gerbang untuk Zhivanna lalu mempersilahkan Zhivanna untuk masuk.


"Silahkan masuk Non Zhiva, " kata Pak Yadi


"Makasih Pak Yadi, " kata Zhivanna


Zhivanna pun segera melangkahkan kakinya memasuki rumahnya. Sesampainya di dalam rumah Zhivanna langsung memanggil orang tuanya.


"Mamah, Papah, aku datang, " panggil Zhivanna


Tak lama kemudian orang tua Zhivanna datang menghampiri Zhivanna. Mereka sangat senang dengan kedatangan Zhivanna.


Zahira segera memeluk Zhivanna dengan erat. Dia sangat merindukan putri semata wayangnya itu.


"Zhiva sayang, Mamah kangen banget sama kamu, " kata Zahira.


"Aku juga kangen banget sama Mamah, " kata Zhivanna.


Zhivanna segera menghampiri Papahnya lalu memeluk Papahnya.


"Papah kangen banget sama kamu sayang, " kata Rian.


"Aku juga kangen banget sama Papah, " kata Zhivanna.


"Kamu kesini sendiri aja? Gavin mana?" tanya Zahira


"Aku sendiri, Mah Mas Gavin masih kerja di Kantor, " jawab Zhivanna.


"Tapi kamu udah izin kan sama suami kamu kalau kamu mau kesini?" tanya Rian.


"Udah, Pah tadi aku udah kirim pesan sama dia, aku bilang aku mau kesini, " kata Zhivanna


Tiba-tiba Zhivanna mencium aroma makanan yang sangat enak.


"Mamah lagi masak ya?" tanya Zhivanna


"Iya sayang, Mamah lagi masak buat makan siang nanti, " jawab Zahira


"Aku bantuin ya Mah, " kata Zhivanna.


"Boleh, ayo kita ke dapur, " kata Zahira.


"Pah, aku bantuin Mamah masak dulu ya, " kata Zhivanna.


"Iya sayang, " kata Rian.


Zahira dan Zhivanna segera pergi menuju dapur. Sedangkan Rian, dia duduk disofa kemudian mengambil koran dan membacanya.

__ADS_1


......[Bersambung... ]......


__ADS_2