
Saat ini Zhivanna sedang membantu Mamahnya memasak makanan untuk makan siang mereka. Namun sedaritadi Zhivanna murung saja, dia masih memikirkan perkataan Tari. Melihat Putrinya yang murung, membuat Zahira yakin jika putrinya itu sedang ada masalah saat ini.
"Oh iya, sayang tumben kamu kesini? Biasanya kan kamu kesininya setiap hari weekend aja?" tanya Zahira kepada Zhivanna.
"Aku kangen sama Mamah dan Papah makanya aku kesini hari ini, " jawab Zhivanna.
"Kamu lagi ada masalah?" tanya Zahira.
"Gak kok Mah, aku gak ada masalah," jawab Zhivanna berbohong, dia tidak membuat orang tuanya khawatir.
"Sayang, kamu gak bisa membohongi Mamah, Mamah tau pasti kamu lagi ada masalah, ayo cerita sama Mamah apa masalah kamu, " pinta Zahira terus memaksa Zhivanna untuk jujur kepadanya.
Zhivanna langsung memeluk Zahira. Di dalam pelukan Zahira, Zhivanna menangis. Melihat Zhivanna yang menangis dipelukkannya membuat Zahira semakin yakin jika putrinya itu sedang ada masalah.
"Tadi pagi saat aku sama keluarga Mas Gavin sarapan tiba-tiba aku mual terus Mamah Tari minta Mas Gavin untuk membawa aku ke Dokter buat diperiksa, " kata Zhivanna menceritakan kejadian tadi pagi. Dia tidak bisa berbohong dan menutupi masalahnya ke orang tuanya.
"Terus apa hasil pemeriksaan? Apa kamu hamil?" tanya Zahira.
"Aku gak hamil, Mah kata Dokter asam lambung aku naik, " jawab Zhivanna.
"Kamu yang sabar ya sayang pasti nanti kamu akan hamil juga, " kata Zahira memberikan semangat untuk Putrinya karena dia tau putrinya itu sangat berharap untuk hamil.
"Bukan itu yang bikin aku sedih Mah, " kata Zhivanna.
"Kalau bukan karena itu, terus kenapa kamu sedih?" tanya Zahira.
"Mamah Tari Mah, dia marah banget sama aku dia bilang aku cuma bikin dia kecewa dan aku adalah wanita yang gak berguna bahkan dia bilang kalau aku mandul karena sampai sekarang aku belum hamil juga, "jawab Zhivanna
Zahira sangat terkejut mendengar cerita dari putrinya. Dia sangat marah dan kecewa kepada Tari karena telah berani menghina dan membuat Putrinya sedih.
"Keterlaluan dia! Berani sekali dia menghina kamu seperti ini, Mamah harus kasih tau Papah kamu soal ini, " kata Zahira.
"Jangan Mah, " kata Zhivanna melarang Zahira.
"Kenapa Mamah gak boleh kasih tau Papah kamu? Dia juga harus tau kalau kamu sudah dihina oleh mertua kamu biar mertua kamu, " kata Zahira.
"Mah, aku gak mau ada keributan terjadi dikeluarga kita, Mamah kan tau gimana Papah kalau Marah jadi aku mohon sama Mamah tolong jangan kasih tau Papah soal ini ya, " pinta Zhivanna memohon kepada Zahira.
"Baiklah, Mamah gak akan kasih tau Papah soal ini, " kata Zahira menuruti permintaan Putrinya.
"Makasih Mah, " kata Zhivanna merasa lega karena Mamahnya tidak memberitahu Papahnya soal Tari.
__ADS_1
Mereka berdua melanjutkan memasak. Selama 15 menit, akhirnya mereka pun selesai memasak dan saat ini Zhivanna dan Zahira sedang menata makanan di meja makan.
"Sayang, tolong kamu panggilin Papah kamu ya suruh kemari, " pinta Zahira.
"Iya Mah, " kata Zhivanna.
Zhivanna bergegas untuk memanggil Papahnya yang sedang duduk diruang keluarga. Sesampainya diruang keluarga, Zhivanna segera menghampiri Papahnya yang sedang membaca koran.
"Papah," panggil Zhivanna.
"Ya sayang, " jawab Rian.
"Ayo Pah kita makan siang dulu, makanan sudah siap, " ajak Zhivanna.
"Ayo sayang, " kata Rian.
Rian segera meletakkan korannya diatas meja lalu berjalan bersama Zhivanna menuju ruang makan.
Sesampainya diruang makan, mereka segera duduk dikursi lalu mereka mulai menyantap makanan mereka.
→Kantor Gavin
Tari telah sampai di depan kantor Gavin. Dia segera melangkahkan kakinya memasuki kantor Gavin.
"Ya ampun, Mamah bikin aku kaget aja harusnya Mamah ketuk pintu dulu sebelum masuk, " kata Gavin.
"Maaf, habisnya Mamah buru-buru mau ketemu sama kamu, " kata Tari.
"Memangnya ada perlu apa Mamah ketemu sama aku? Di rumah kan bisa?" tanya Gavin.
"Ada yang mau Mamah bicarakan sama kamu dan ini gak bisa ditunda," jawab Tari.
"Mamah mau bicara soal apa sama aku?"tanya Gavin kembali
"Langsung pada intinya aja ya, Mamah mau kamu menikah lagi, " pinta Tari dengan entengnya
"Apa? Menikah lagi?" tanya Gavin terkejut ketika mendengar Mamahnya menyuruh dirinya untuk menikah lagi.
"Iya, dengan kamu menikah lagi kamu bisa memiliki anak kan Zhiva gak bisa kasih kamu anak," jawab Tari berusaha meyakinkan Gavin untuk memenuhi keinginannya itu.
"Mamah udah gila ya nyuruh aku menikah lagi, pasti Mamah lagi bercanda kan?" tanya Gavin.
__ADS_1
"Gak Gavin, Mamah serius menyuruh kamu untuk menikah lagi, " jawab Tari.
"Mamah dengerin aku, aku gak mau untuk menikah lagi, " kata Gavin dengan tegas.
"Kenapa kamu gak mau menikah lagi?" tanya Tari yang kecewa dengan jawaban Gavin.
"Karena aku sangat mencintai Zhiva Mah, aku gak mau menghianati dia hanya demi seorang anak, " kata Gavin.
"Tapi Vin, Mamah pengen banget punya cucu, Zhiva gak bisa kasih itu ke Mamah, " kata Tari.
"Bukan gak bisa Mah tapi belum, aku yakin kalau kita bersabar nanti juga Zhiva bakalan hamil, " kata Gavin.
"Mau sampai kapan Mamah sabar Hah? Mau sampai Mamah udah tiada baru deh istri kamu itu hamil, " kata Tari.
"Mamah aku mohon tolong Mamah bersabar dulu, " pinta Gavin.
"Untuk kali ini Mamah gak bisa sabar lagi, Vin Mamah udah membuat keputusan, Mamah akan tetap cariin istri kedua buat kamu mau gak mau, suka gak suka, kamu setuju atau gak itu sudah keputusan Mamah dan kamu gak bisa melarang Mamah ngerti kamu, " kata Tari.
"Tapi Mah---" kata Gavin.
Tari bergegas pergi meninggalkan ruangan tanpa menghiraukan Gavin yang terus memanggilnya. Kali ini keputusannya sudah bulat, dia akan tetap mencarikan istri kedua Gavin meskipun Gavin menolak itu.
Sedangkan Gavin, dia hanya bisa terdiam sambil memijit kepalanya. Dia merasa sangat pusing dengan keputusan Mamahnya untuk mencarikan istri kedua buat dirinya.
'Ya ampun, saat ini aku benar-benar sangat pusing, bisa-bisa Mamah membuat keputusan seperi itu. Apa yang harus aku lakukan agar Mamah membatalkan rencananya itu. Aku gak mau rumah tangga ku bersama Zhiva hancur hanya karena rencana Mamah itu. Semoga aja Mamah gak kasih tau rencananya itu ke Zhiva, batin Gavin.
Sementara diluar kantor Gavin, Tari sangat kesal dengan Gavin karena Gavin menolak rencananya.
"Kenapa sih Gavin malah menolak rencana ku, padahalkan rencana ku itu bagus supaya dia bisa punya anak tapi dia malah menolaknya, " kata Tari mengomel sendiri.
Saat Tari ingin menaiki mobilnya, tiba-tiba handphonenya berbunyi. Tari segera mengambil handphonenya lalu membuka pesan masuk di handphonenya.
^^^From:Laura^^^
^^^Mah, besok aku bakalan ke Indonesia^^^
^^^Kalian jemput aku ya^^^
Tari sangat senang setelah membaca pesan WA dari Putrinya itu.
"Laura bakalan pulang besok? Aku harus kasih tau Papah soal ini, " gumam Tari dengan semangat.
__ADS_1
Tari segera masuk ke dalam mobilnya. Mobil Tari melaju meninggalkan kantor Gavin.
......[Bersambung...]......