
(3 Tahun Kemudian)
Pernikahan Gavin dan Zhivanna telah berusia 3 tahun. Bagi Zhivanna, hidupnya sudah sempurna karena memiliki suami sebaik Gavin. Namun ada sesuatu yang sering membuat Zhivanna merasa sedih. Sampai saat ini, mereka belum dikarunia seorang anak namun dia bersyukur karena Gavin tetap mencintainya dan setia dengannya.
Seperti biasa, Zhivanna melakukan rutinitas paginya yang selama 3 tahun ini dia lakukan yaitu menyiapkan sarapan pagi untuk suami dan mertuanya.
"Selesai, tinggal menunggu Mas Gavin, Mamah, dan Papah kesini," kata Zhivanna.
Tak lama kemudian, Gavin dan orang tuanya datang menghampiri meja makan.
"Selamat pagi istri ku sayang, " sapa Gavin seraya mencium pipi Zhivanna.
"Selamat pagi juga Mas," jawab Zhivanna dengan senyuman.
"Selamat pagi Zhiva, " sapa Vendo.
"Selamat pagi juga Pah," jawab Zhivanna
Sementara Tari, dia tidak menyapa Zhivanna. Dia hanya melengos seraya duduk dikursi. Hal itu membuat Zhivanna sedih, pasalnya Ibu mertuanya yang semula sayang dengannya kini berubah sikap karena dia belum juga dikarunia anak. Zhivanna sering mendapatkan hinaan dari mertuanya itu.
"Ayo sayang kita sarapan bareng, " ajak Gavin yang melihat Zhivanna melamun
"Hah, iya Mas, " kata Zhivanna seraya duduk dikursi.
Mereka pun segera menyantap hidangan sarapan pagi. Ditengah mereka makan, tiba-tiba Zhivanna merasa mual.
"Ueekk"
"Sayang kamu kenapa?" tanya Gavin khawatir.
"Aku gak tau, Mas tiba-tiba aku mual banget, uekk, " jawab Zhivanna
"Jangan-jangan kamu hamil," kata Tari dengan wajah yang bahagia.
"Aku hamil?" tanya Zhivanna pelan.
"Gavin setelah makan ini coba kamu bawa istri kamu ke dokter untuk diperiksa siapa tau sekarang dia lagi hamil," pinta Tari dengan binar wajah yang sangat bahagia
__ADS_1
"Iya Mah nanti aku bawa Zhiva ke dokter," kata Gavin.
"Semoga ini kabar baik ya," kata Vendo penuh harap.
"Iya Pah," kata Zhivanna.
Mereka pun meneruskan makan mereka. Setelah selesai sarapan, tanpa menunggu lama lagi, Gavin langsung membawa Zhivanna ke dokter dengan menggunakan mobilnya.
"Semoga Zhiva kali ini beneran hamil ya, Pah Mamah pengen banget punya cucu," kata Tari penuh harap
"Iya Mah semoga kali ini ada kabar baik dikeluarga kita," kata Vendo.
Mereka berdua melanjutkan makan. Mereka berharap kali ini harapan mereka untuk memiliki seorang cucu bisa terwujud.
→Rumah Sakit
Zhivanna telah selesai diperiksa oleh Dokter. Kini Zhivanna dan Gavin sedang duduk berhadapan dengan Dokter untuk mengetahui keadaan Zhivanna.
"Bagaimana keadaan istri saya Dok? Dia sakit apa?" tanya Gavin.
"Istri anda baik-baik saja, Pak dia hanya mengalami asam lambung," jawab Dokter.
"Jadi saya gak hamil Dok?" tanya Zhivanna.
"Iya, Bu. Ini saya berikan resep obat untuk ibu, tolong ditebus ya diapotik, " pinta dokter seraya memberikan resep kepada Gavin.
"Makasih Dok,kalau begitu kami permisi dulu, " kata Gavin.
"Ya, silahkan," kata Dokter.
Gavin dan Zhivanna segera keluar dari ruangan dokter lalu mereka berjalan menuju apotik untuk menebus obat.
Sesampainya di Apotik, mereka duduk dikursi tunggu sambil menunggu nomor antrian mereka dipanggil. Sejak keluar dari ruangan dokter, Zhivanna hanya melamun, Zhivanna merasa kali ini dia kembali membuat suami dan mertuanya kecewa. Karena memikirkan itu semua, Zhivanna tidak dapat membendung airmatanya lagi. Dia menangis.
Melihat Zhivanna yang menangis, Gavin segera memeluk dan menenangkan Zhivanna.
"Sayang sudah ya kamu jangan sedih seperti ini, " pinta Gavin.
__ADS_1
"Bagaimana aku gak sedih, Mas. Aku kembali bikin kamu, Mamah, dan Papah kecewa, aku kembali menghancurkan harapan kalian," kata Zhivanna.
"Sayang dengerin aku, kamu gak pernah membuat kami kecewa. Mungkin ini belum rezeki kita untuk memiliki anak, " kata Gavin.
"Tapi bagaimana dengan Mamah?" tanya Zhivanna.
"Aku yakin Mamah pasti ngerti kok, udah ah jangan nangis lagi masa istri aku yang cantik ini nangis sih, " kata Gavin menggoda sekaligus menghibur Zhivanna.
"Udah ah malu tau dilihat orang," kata Zhivanna.
"Kenapa harus malu? Kan kamu istri aku jadi wajar dong kalau aku godain istri aku sendiri," kata Gavin.
Mereka berdua tertawa bersama seakan melupakan kesedihan mereka. Tak lama kemudian, nomor antrian mereka dipanggil, mereka langsung mengambil obat lalu pergi meninggalkan rumah sakit.
→Rumah Gavin
Sementara dirumah, Tari sedang mondar-mandir di depan pintu menunggu kedatangan Gavin dan Zhivanna. Melihat istrinya mondar-mondir tidak jelas membuat Vendo merasa pusing.
"Mah, udah dong mondar-mandirnya Papah pusing melihatnya," tegur Vendo.
"Aduh Papah, Mamah itu gak sabar mau nungguin hasil periksanya Zhivanna, kok mereka lama banget ya, " kata Tari.
"Mamah sabar dong, mungkin sebentar lagi mereka datang, " kata Vendo.
Tak lama kemudian, Vendo dan Tari mendengar suara mobil Gavin berhenti didepan rumah. Mereka dengan antusis menyambut kedatangan Gavin dan Zhivanna.
"Bagaimana hasilnya? Zhiva sedang hamil kan?" tanya Tari setelah Gavin dan Zhivanna masuk ke dalam rumah.
Mereka berdua hanya diam saja tanpa menjawab pertanyaan Tari. Sehingga membuat Tari kesal karena pertanyaan tidak kunjung dijawab oleh anak dan menantunya itu.
"Gavin, Zhiva, ayo dong jawab pertanyaan Mamah, kalian jangan diam saja seperti ini, " pinta Tari dengan hati yang kesal
"Mah, nanti saja mereka menjawabnya mungkin mereka lagi capek sekarang. biarkan mereka istirahat dulu, " Kata Vendo menenangkan istrinya
"Gak Pah, Mamah gak akan biarin mereka istirahat sebelum mereka menjawab pertanyaan Mamah. Ayo dong kalian jawab pertanyaan Mamah jangan diam aja, " kata Tari terus mendesak Gavin dan Zhivanna untuk menjawab pertanyaannya.
"Mah, sebenarnya Zhiva Gak hamil dia cuma mengalami asam lambung saja, " jawab Gavin setelah cukup lama terdiam, dia tidak tahan karena terus didesak oleh Mamahnya
__ADS_1
Betapa terkejutnya Tari dan Vendo mendengar jawaban dari Gavin. Harapan mereka untuk memiliki cucu seketika pupus dan harus mereka kubur lagi. Rasa kecewa dan marah bercampur menjadi satu dihati Tari setelah mendengar Zhivanna tidak hamil. Dia menatap Zhivanna dengan penuh kemarahan sementara Zhivanna dia hanya menundukkan kepalanya, takut.
...[Bersambung...]...