Hurt Love

Hurt Love
Hurt Love-007


__ADS_3

Sella dan Dimas telah berada di depan kantor Fernando Groups. Mereka melangkah masuk ke dalam kantor.


Sesampainya di dalam kantor, mereka disapa oleh banyak pegawai kantor.


"Perhatian semuanya" Kata Dimas


Semuanya pegawai berhenti bekerja lalu memperhatikan Dimas.


"Mulai hari ini saya memutuskan untuk berhenti dari jabatan saya sebagai direktur dan yang akan menggantikan saya adalah gadis yang berdiri disamping saya ini dia adalah putri saya, Sella dia baru saja datang dari Amerika, mulai hari ini dia yang akan menggantikan saya jadi kalian harus hormati dan patuhi perintah dari dia, kalian mengerti?" Tanya Dimas


"Mengerti, Pak" Jawab Semua pegawai serempak


"Kalian boleh bekerja kembali" Suruh Dimas


Semua pegawai pun melanjutkan pekerjaan mereka sedangkan Sella dan Dimas, mereka pergi menuju ruangan direktur.


Sesampainya di ruangan Direktur, Sella dan Dimas disambut oleh seorang perempuan.


"Selamat datang, Bu Sella" Sambut Perempuan itu


"Sella, perkenalkan ini Siska, dia sekretaris Papah tapi sekarang dia adalah Sekretaris kamu" Kata Dimas" Siska, tolong kamu hormat dan patuhi perintah apapun dari Sella ya" Lanjutnya


"Baik, Pak" Jawab perempuan itu yang ternyata bernama Siska


"Ayo sayang kita masuk" Ajak Dimas


Dimas pun segera masuk ke dalam ruangannya diikuti oleh Sella. Sesampainya di dalam, Sella begitu kagum melihat ruangan Papahnya yang begitu tertata rapi.


"Gimana sayang apa kamu suka sama ruangan ini? Kalau kamu gak suka kamu tinggal bilang aja sama Papah, Papah pasti akan suruh orang untuk mendekor ulang ruangan ini" Kata Dimas


"Gak perlu, Pah aku suka kok sama ruangan ini" Kata Sella


"Syukurlah kalau begitu, ya sudah Papah pergi dulu ya nanti sisanya biar Siska yang ajarin kamu" Kata Dimas


"Iya, Pah" Kata Sella


Dimas segera pergi keluar dari ruangan. Sedangkan Sella, dia duduk di kursi kebesarannya.


"Semoga aja aku bisa memimpin perusahaan ini dengan baik dan membangun perusahaan ini menjadi semakin berkembang" Batin Sella


→Rumah Gavin


Gavin, Tari, dan Laura telah sampai dirumah mereka. Setelah turun dari mobil, Laura bergegas masuk ke dalam rumah.


Sesampainya di dalam, Laura terkejut melihat rumahnya yang sudah dihiasi banyak bunga dan balon serta ada Banner bertuliskan"SELAMAT DATANG LAURA".


"Gimana sayang kamu suka gak sama surprisenya?" Tanya Tari


"Suka banget, Mah" Jawab Laura


"Kamu tau Mamah yang merencanakan semua kejutan ini" Kata Gavin


"Thank you, Mamah ku sayang" Kata Laura seraya memeluk Mamahnya


"You Well come, sayang" Kata Tari


"Laura" Panggil Vendo yang baru saja datang bersama Zhivanna


"Papah" Kata Laura


Laura segera berjalan menghampiri Vendo lalu memeluk Papahnya itu.


"Aku kangen banget sama Papah" Kata Laura


"Papah juga kangen banget sama kamu, sayang" Kata Vendo


Tatapan Laura beralih kepada Zhivanna yang berdiri di samping Papahnya. Zhivanna yang merasa Laura menatapnya pun memberikan senyuman kepada Laura.


"Dia siapa?" Tanya Laura

__ADS_1


"Oh iya, Laura kenalin ini Zhivanna dia istri aku, Kakak ipar kamu" Kata Gavin seraya merangkul Zhivanna dengan mesra


Laura menatap Zhivanna dari ujung Kaki hingga ujung kepala. Merasa diperhatikan, membuat Zhivanna agak risih dan tidak nyaman.


"Laura ayo dong kenalan sama Kakak ipar kamu" Kata Tari


"Hai, Kak kenalin aku Laura aku adik kesayangannya Kak Gavin sekaligus adik ipar kakak" Kata Laura memperkenalkan dirinya


"Aku Zhivanna kamu bisa panggil aku Zhiva" Kata Zhivanna


"Oh iya, Kak anak kalian mana? Aku mau kenalan dong sama keponakan aku?" Tanya Laura


Mendengar pertanyaan Laura membuat Zhivanna kembali sedih. Gavin pun mencoba untuk menenangkan istrinya itu.


"Laura, mereka itu belum punya anak" Jawab Tari


"What? Belum punya anak? setau aku kalian kan udah nikah 3 tahun masa sih belum punya anak?" Tanya Laura


"Mungkin belum rezeki kami untuk dikasih anak nanti kalau sudah waktunya kami pasti punya anak ya kan sayang" Kata Gavin


"Iya" Kata Zhivanna mencoba tersenyum namun di dalam hatinya dia sangat terluka


"Ayo kita makan bersama" Ajak Vendo mengalihkan pembicaraan


"Sepertinya kalian aja deh yang makan" Kata Gavin


"Loh, kakak kamu kemana? Kok gak ikut sih?" Tanya Laura


"Aku harus berangkat kerja, Laura" Jawab Gavin


"Kakak kan bisa cuti satu hari aku akan baru pulang" Kata Laura


"Gak bisa Laura soalnya hari ini aku ada meeting sama Client penting" Kata Gavin


"Tapi Kak---" Kata Laura


"Laura, Udah biarin Kakak kamu kerja" Kata Tari


"Apa itu?" Tanya Gavin


"Kakak harus beliin aku pizza langganan kita, gimana?" Tanya Laura


"Oke, nanti pulang kerja aku langsung beliin kamu pizza ya" Jawab Gavin mengiyakan permintaan Laura


"Yeyyy, makasih Kakak" Kata Laura


"Sama-sama, kalau begitu aku pergi dulu ya" Kata Gavin


"Mas, kamu Hati-hati dijalan ya jangan ngebut bawa mobilnya" Kata Zhivanna


"Iya, istri ku sayang" Kata Gavin


Gavin pun mencium kening Zhivanna dengan penuh kasih sayang. Setelah itu, Gavin bergegas pergi keluar dari rumah sedangkan Zhivanna, Tari, Vendo, dan Laura pergi menuju meja makan.


Sesampainya di meja makan, mereka langsung duduk dikursi lalu mulai menyantap hidangan yang ada dimeja makan.


"Enak banget makanannya, siapa yang masak, Mah?" Tanya Laura


"Yang masak semua ini adalah Zhiva, dia masakin makanan ini spesial buat kamu" Kata Vendo


"Oh jadi, ini semua Kak Zhiva yang masak? Aku gak nyangka kalau masakan Kakak enak juga" Kata Laura


"Makasih" Kata Zhivanna


"Oh ya, Laura kapan wisuda kamu dilaksanakan?" Tanya Vendo


"1 bulan lagi, Pah makanya aku cuma 1 bulan aja disini" Jawab Laura


"Setelah wisuda nanti apa kamu akan menetap di sini atau menetap di Australia?" Tanya Tari

__ADS_1


"Tentu saja aku aku menetap disini, Mah" Jawab Laura


"Syukurlah kalau kamu akan menetap disini setelah wisuda nanti sayang Mamah senang banget dengarnya" Kata Tari


"Kak Zhiva nanti setelah makan apa aku boleh minta tolong sama Kakak?" Tanya Laura


"Minta tolong apa Laura?" Tanya Zhivanna


"Tolong dong bawain koper aku ke kamar" Pinta Laura


"Laura, kamu yang sopan sedikit sama Kakak ipar kamu" Kata Vendo


"Tapi, Pah aku kan cuma minta tolong aja sama Kak Zhiva" Kata Laura


"Kamu kan bisa bawa sendiri koper kamu" Kata Vendo


"Papah, aku itu capek habis perjalanan jauh badan aku sakit semua nih" Kata Laura


"Iya, Pah biarkan Zhiva bawain kopernya Laura, kasihan Laura dia pasti kecapekan" Kata Tari membela Laura


"Tapi---" Kata Vendo


"Udah, Pah gak papa kok kalau aku bawain koper Laura ke kamarnya" Kata Zhivanna


"Tuh Kak Zhiva aja gak keberatan masa Papah yang repot" Kata Laura


Vendo hanya bisa menghela nafasnya. Mereka pun melanjutkan makan mereka.


Setelah selesai makan, Zhivanna segera membawa koper Laura ke kamar Laura diikuti oleh Tari dan Laura dibelakang.


Sesampainya di kamar Laura, Zhivanna menaruh koper Laura di dekat kasur.


"Makasih ya, Kak udah bawain koper aku" Kata Laura


"Sama-sama, nanti kalau kamu butuh apapun kamu panggil aku aja ya" Kata Zhivanna


"Oke, Kak" Kata Laura


"Kalau begitu aku pergi dulu ya" Kata Zhivanna


Zhivanna pun segera pergi keluar dari kamar Laura. Sedangkan Laura dan Tari duduk ditepian kasur.


"Mah, dia itu beneran Istrinya Kak Gavin ya?" Tanya Laura


"Iya, emangnya kenapa?" Tanya Tari


"Kak Gavin gak malu apa punya istri kayak dia, udah wajahnya biasa aja terus penampilannya juga sederhana banget ih level banget buat Kak Gavin" Kata Laura menghina Zhivanna


"Tapi dia itu anak orang kaya makanya Mamah merestui mereka untuk menikah tapi nyatanya dia gak bisa kasih Mamah cucu" Kata Tari


"Kenapa Mamah gak suruh aja Kak Gavin buat ceraiin wanita itu?" Tanya Laura


"Mamah udah pernah coba buat suruh Kakak kamu ceraiin dia tapi Kakak kamu gak mau ceraiin dia terus juga Mamah udah nyuruh Kakak kamu menikah lagi" Jawab Tari


"Terus apa kak Gavin setelah Mamah nyuruh dia buat menikah lagi?" Tanya Laura


"Dia tetap gak mau malahan Papah kamu juga gak setuju kalau Mamah menikahkan Kakak kamu kembali" Jawab Tari


"Aku heran deh sama Kak Gavin dan Papah kenapa mereka segitu banget ngebela wanita itu, apa sih kelebihan dia" Kata Laura


"Mamah juga heran sama mereka berdua, kenapa mereka sangat mendukung dan membela wanita itu daripada Mamah" Kata Tari


"Mamah tenang aja selama aku disini aku pasti bakalan selalu dukung Mamah dan membela Mamah" Kata Laura


"Makasih ya sayang, cuma kamu disini yang membela dan mendukung Mamah" Kata Tari


"Iya, Mah sama-sama" Kata Laura


Mereka pun berpelukan. Tari sangat lega karena dia punya Laura untuk membela dan mendukung semua rencananya. Dia berharap dengan Laura berada dipihaknya, rencananya bisa berjalan sesuai kehendaknya.

__ADS_1


...[Bersambung...]...


__ADS_2