
*Haah jadi kepikiran terus... Ternyata tidak semua orang di sekitar ku itu baik... Orang baik itu jarang... Jika aku gak bisa menemukan salah satu nya makan aku akan jadi salah satu dari orang baik. Tapi... Di sisi lain aku menjadi selalu salah... Kenapa harus miya? Huft!* Ujar Ruby dalam hati di tengah pelajaran matematika
"Ruby! kamu pake masker? Kamu sakit?" Tanya pak Akai guru matematika Ruby
"Iya pak saya sedikit flu" jawab Ruby berbohong padahal dia ingin menutupi mulut nya yang sedang terluka
"Baiklah... Kamu bisa fokus pelajaran? Kamu sepertinya dari tadi melamun aja soalnya" Tanya kembali pak Akai yang aneh sama murid kesayangan nya
"bisa pak... Maaf kalau tadi saya sempat melamun"
"Baiklah fokus Ruby! Ini materi ulangan harian minggu depan" ujar Pak akai sambil melanjutkan pelajaran nya
Tidak lama kemudian pun bel istirahat berbunyi teman teman Ruby berkumpul seperti biasa untuk makan siang namun Ruby kaget karna bekal yang ia bawa tiba tiba menghilang dan ada sebuah surat di dalam tas tempat bekal Ruby.
Di dalam surat itu tertulis "Datang ke belakang sekolah kalau ingin kotak bekal mu dan isinya kembali"
*masalah apa lagi ini!?* Ujar Ruby dalam hati dan langsung berdiri berlari ke arah belakang sekolah Alucard pun bingung dengan pacar yang yang tiba tiba saja lari tanpa berkata apa pun
Sesampainya di belakang sekolah Ruby melihat kotak bekal nya ada di sebuah meja. Ruby pun menghampiri meja itu namun ternyata itu perangkap.
"oh cewe ini yang di omongin sama Miya?" Suara asing yang tiba tiba datang membuat Ruby langsung membalikan badan nya ternyata dia adalah kaka kelas Ruby ka Balmon
"body nya lumayan sih katanya masih polos..." ujar Valir yang juga kaka kelas nya Ruby
"katanya juga bukan asli Jepang berarti kita dapet jackpot dong ya?" Ujar Bruno yang juga kaka kelas Ruby.
Mereka ber 3 adalah anak kelas 3 di sekolah Ruby... Ruby bingung apa yang mereka katakan namun mereka menyebut nama Miya sudah pasti miya yang merencanakan semua nya
"eh, senpai ini ada apa ya? Aku kurang ngerti apa yang kalian katakan" Ujar Ruby namun keringat dingin nya mulai bercucuran
Mereka pun mulai mendekat dan Ruby pun berjalan mundur sesuai langkah kaka kelas nya yang berjalan maju ke arah nya.
"tu-tunggu se-sebenernya ada apa ini?" Tanya Ruby mulai panik
Sampai lah dimana belakang ruby adalah tembok dan dia tidak bisa berjalan mundur lagi... Dia panik seketika anggota tubuh nya sulit untuk bergerak... Dia terlalu takut...
"jadi gini cantik... Kami denger denger kamu itu cari masalah sama Miya... Dan dia minta jadiin kamu bahan bergilir... Dia juga bilang kamu itu masih polos. Tapi kita gak tau itu benar atau nggak jadi kita mau buktikan" Ujar Bruno sambil membenarkan poni Ruby yang basah akan keringat nya
"eh? Yang bener tuh? Aku cantik? Makasih senpai! Aku gak polos tuh kalian di bohongin tau" ujar Ruby karna bingung apa lagi yang ingin dia katakan
"kita buktikan saja yuk siapa yang benar" Ujar Bruno Mulai membuka rok milik Ruby seketika Ruby mengerti apa yang mereka maksud
"tu-tunggu dulu ma-mau ngapain y-ya?" Ujar Ruby sambil menahan Tangan Bruno dengan cepat
Tiba tiba saja Alucard datang dengan membawa emosi nya melihat pacar nya ingin di lecehkan
Seketika iya menonjok bruno dengan keras lalu menarik tangan Ruby dan mengambil bekal Ruby yang ada di meja dan langsung berjalan ke arah taman sekolah.
Sesampainya di taman sekolah mereka ber 2 duduk dan Alucard meredakan emosi nya sebelum berbicara.
"Jangan pergi kemana mana sendiri tanpa ku!" Ujar Alucard sambil memegang kedua lengan Ruby
"maaf Alucard tadi aku main pergi saja... Karna aku lapar dan ingin mengambil bekal ku"
"ko bisa bekal mu tiba tiba ilang?"
"ah mungkin pas pagi kamu pergi keluar kelas dan aku juga keluar kelas untuk membeli minuman hangat" (pembaca gak tau oi kan gak di ceritain di Chapter sebelum nya) 😂
__ADS_1
"haduh... Kamu bikin aku panik aja bisa nya! Lain kali kalo ada apa apa ngomong sama aku!"
"Baiklah... Maaf ya Alucard kalo aku nyusahin kamu"
"kamu gak nyusahin aku... Sudah sepantasnya aku melindungi mu dan bertanggung jawab untuk mu" ujar Alucard lalu membuka masker Ruby
"kenapa di buka? Masih memar nih!"
"ini udah mendingan ko mulut mu. Coba ku pegang bibir mu ini sakit gak?"
"oh iya sudah gak sakit sih. Mungkin karna di kompres semalam an"
"pipi mu aja yang masih memar parah nih jadi warna nya biru ya lucu haha..." Ledek Alucard ke Ruby
"ih kamu mah malah ngeledekin! Iya masih sakit sih pipi kiri ku ini"
"boleh ku coba cium?" ujar Alucard sambil mendekatkan wajah nya
"eh? Yakin? Boleh tapi pelan pelan ya"
Alucard pun mencium Ruby secara perlahan.
"udah yuk balik ke kelas... Yang lain pasti nyariin kita" Ujar Alucard sambil melepas ciuman nya dan kembali memasang masker Ruby
Ruby dan Alucard pun kembali ke kelas dan makan bersama teman teman nya.
Skip...
Ting... Tong... Teng... Tong...
Bel pulang sekolah pun berbunyi.
"Tentu saja Ruby... Yuk jalan ke asrama..." Ajak Alucard sambil menggandeng Ruby
Mereka ber 2 pun berjalan ke asrama bareng dan sampai lah di kamar Alucard.
Karna Alucard anak baru dia tidak memiliki teman sekamar jadi dia hanya sendirian.
"Aku ambil cemilan dulu ya... Kamu duduk dulu aja" Ujar Alucard langsung berjalan ke dapur
Ruby tidak duduk melainkan melihat lihat kamar Alucard yang begitu rapih bahkan lebih rapih dari kamar nya...
*hebat sekali kamar nya rapih... Sepertinya dia laki laki yang rajin* Ujar Ruby dalam hati
Di sudut kamar Alucard ada sebuah meja belajar dan ada sebuah foto di dalam bingkai berwarna biru Ruby melihat nya ternyata itu adalah foto keluarga Alucard ketika Alucard masih kecil.
*ini Alucard? Lucunya... Aku gemas...* Ujar Ruby dalam hati
Ketika sedang melihat lihat pun tiba tiba saja Alucard memeluk Ruby dari belakang.
"Eh? Alucard ada apa?" Tanya Ruby yang sedikit terkejut karna terlalu serius memperhatikan foto Alucard
"gapapa mau peluk kamu aja..." Jawab Alucard sambil tersenyum tipis
"katanya mau ambil cemilan kamu..."
"udah ko, tuh cemilan di atas meja" Ujar Alucard sambil menunjuk meja yang ada tak jauh dari TV
__ADS_1
"lepas dulu Alucard... Aku gak bsa gerak nih aku mau ke situ" Ujar Ruby sambil menunjuk cemilan yang ada di atas meja
"baiklah... Yuk duduk di situ" ujar Alucard sambil melepaskan pelukan nya.
Ruby dan Alucard pun mengobrol sambil memakan cemilan dan sesekali bercanda dan bertukar pendapat soal yang mereka suka
*tok! Tok! Tok!
Suara pintu di ketik membuat Alucard langsung berdiri dan membuka kan pintu.
Alucard terkejut karna yang datang itu miya dan miya langsung memeluk Alucard.
"Mi-Miya!? Apa yang kamu lakukan!?" Ujar Alucard namun dia tetap diam Miya memeluk nya
"Alu-kun... Aku menyukai mu!" Ujar miya semakin erat memeluk Alucard.
Ruby pun mengumpat di dalam lemari Alucard, sebelum Miya melihat nya...
Dia mengintip sedikit ternyata Miya mencium Alucard dan memeluk Alucard Ruby hanya bisa menangis karna hatinya sakit...
Alucard menengok ke arah tempat Ruby duduk namun dia sudah tak ada... Alucard bingung Ruby ada dimana... Jika dia keluar pasti dia lewat pintu namun dia tidak lewat sama sekali.
Miya pun masuk ke dalam kamar Alucard dan menutup pintu nya.
"Aku tau kamu tak ada teman sekamar" Ujar miya sambil menatap Alucard
"lalu kenapa!? Bagaimana kamu bisa tau kamar ku!?" Tanya Alucard sambil tengok kanan dan kiri mencari Ruby
"Aku pasti tau dimana kamu berada Alucard... Akan ku lakukan apa pun untuk mu" Ujar Miya sambil mendekat ke arah Alucard yang sedang duduk di atas kasur nya
"Hei! Mau apa kamu miya!? Sadarkan diri mu miya! Aku bukan pacar mu, jangan macam macam!"
"aku tau kamu menginginkan nya Alucard namun Ruby terlalu polos... Untuk saat ini aku yang akan menggantikan nya" Ujar Miya mendorong Alucard menjadi tiduran di atas kasur
Mereka tak sadar bahwa Ruby ada di situ... Ruby mengawasi mereka dengan berlinang airmata...
Miya pun membuka seragam yang di pakai Alucard... Alucard hanya bisa diam saja (ya namanya juga cowo masa rejeki di tolak sih) 😂
*apa yang sedang mereka lakukan... Itu tidak baik!* Ujar Ruby sambil terus mengawasi mereka hingga selesai
Ruby pun cape menangis hingga akhirnya dia tertidur di dalam lemari dengan mata nya yang membengkak karna terlalu lama menangis. Alucard dan Miya pun sudah selesai.
Alucard memakai kembali seragam nya dan Miya sudah keluar dari kamar Alucard.
Alucard mencari Ruby ke tiap sudut kamar nya namun tidak ketemu... Karna Alucard tidak mengecek lemari nya.
Jam menunjukan pukul 6 sore namun Ruby tetap tidak ketemu... Sampai akhirnya Alucard berfikir Ruby sudah ke kamar nya duluan.
Malam pun tiba pukul 8 malam Kagura tiba tiba saja ke kamar Alucard untuk memanggil Ruby. Namun Kagura kaget karna Alucard bilang Ruby sudah kembali ke kamar nya.
"BAGAIMANA BISA DI HILANG!? DIA KAN SEDANG DI KAMAR MU DARI PULANG SEKOLAH!? GAK TANGGUNG JAWAB BANGET SIH!" Ujar kagura panik jadi teriak teriak
Ruby yang di dalam lemari masih pulas tertidur karna cape menangis.
"Baiklah Kagura chan tenang dulu... Kamu kembali ke kamar mu, aku akan mencari nya..." Ujar Alucard dan Kagura pun kembali ke kamar nya
Alucard pun menutup pintu kamar nya dan ingin ganti baju seragam nya menjadi piyama. Dia membuka lemari baju nya dan ternyata dia melihat Ruby sedang tertidur di dalam lemari nya.
__ADS_1
*ternyata kamu disini Ruby... Kamu pasti melihat semua nya ya... Maafkan aku Ruby... Mata mu terlihat bengkak, berapa lama kamu menangis? Apa aku membuat mu sakit hati?* Ujar Alucard dalam Hati sambil membenarkan poni Ruby yang berantakan... Ruby pun masih tertidur dengan pulas nya.