Hurt Me And Get Her

Hurt Me And Get Her
Part 7


__ADS_3

Tidak lama kemudian latihan pun di mulai. Alucard hanya duduk di belakang sambil melihat Ruby yang sedang latihan teater sambil tersenyum tipis. Miya melihat ke arah Alucard dengan tatapan cemburu


*aku juga ingin dia tersenyum seperti itu untuk ku* Ujar miya dalam hati dan langsung kembali memperhatikan yang sedang latihan


Latihan kali ini miya tidak banyak mengomel membuat semua anak eskul teater menjadi bingung apa yang terjadi. Miya juga terlihat tidak fokus saat mengawasi latihan.


"oke break dulu ya... Kalian kayak nya sedikit lelah juga" Ujar miya ke semua anak pemain teater


Mereka pun istirahat selama 15 menit. Ruby pun langsung menghampiri Alucard yang sedang duduk di bangku paling belakang


"hey Love kamu terlihat manis waktu main teater tadi" goda Alucard ke Ruby yang baru saja menghampiri nya


"haha bisa aja kamu... Ngomong ngomong kamu gak mau ke asrama duluan aja? Kayak nya aku masih lama nih"


"ah, gapapa aku temenin kamu aja disini. Mau ku belikan minuman? Kamu pasti lelah kan Ruby?"


"oh, boleh ko..."


"yasudah tunggu disini ya... Aku belikan kamu minuman" Ujar Alucard sambil berjalan keluar pintu ruang teater


"Baiklah Terimakasih" Ujar Ruby sambil tersenyum


*indah nya kehidupan ku saat ada dia* Ujar Ruby dalam hati sambil mulai menghafal naskah drama nya lagi sambil memasang earphone di telinga nya.


Tidak lama kemudian miya pun duduk di sebelah Ruby secara tiba tiba. Ruby pun langsung melepas earphone yang dia pakai.


"miya? Ada apa?" Tanya Ruby dengan nada lembut


"boleh ku minta tolong?" ujar miya dengan nada datar


"boleh aja, dengan senang hati aku menolong mu" jawab Ruby sambil senyum ke arah Miya


"tolong bantu aku ambil properti di gudang itu" Ujar Miya sambil menunjuk gudang barang barang di ruang teater


"Baiklah, yuk ku bantu"

__ADS_1


Ruby dan Miya pun berjalan ke gudang ber 2... Di dalam ruangan itu hanya ada mereka ber 2 saja.


"miya, properti yang ma--"


*duagh!!


Miya memukul kepala Ruby dengan tongkat yang ada di dekat nya dengan keras Ruby pun memegang kepala nya yang terasa sangat sakit


"apa maksud mu bermesra an dengan nya di depan ku!?"


*duagh!


Pukulan ke 2 mendarat di pipi kiri Ruby secara keras membuat rahangnya seperti bergeser


Miya tidak bisa menahan diri nya yang terbakar api cemburu... Dia tak sadar bahwa yang ia lakukan berdampak buruk untuk dirinya sendiri...


"Aku selalu diam! Tapi kamu ngelunjak! Kamu sudah mendapat kan nya terus kamu bermesra an depan ku! Apa maksud mu!?"


*dugh!


"mi-miya, Ji-jika kamu be-benar benar menyukai nya be-bersaing lah de-dengan ku s-s-secara sehat ja-jangan p-p-pa-pakai k-k-kekerasan" ujar Ruby terbata bata sambil memegang mulut nya yang terasa sangat sakit


"udah kayak gini aja masih sempet sempet nya ceramah! Mati lo!" Ujar Miya sambil mencekik leher Ruby


*brak!


Tiba tiba saja Alucard datang dengan mendobrak pintu gudang yang sudah di kunci oleh Miya. Dia melihat miya sedang mencekik Ruby dengan muka Ruby yang penuh dengan luka memar dan darah


"Miya!? Kamu gila!? Apa yang kamu lakuin!?" Ujar Alucard panik langsung menyingkirkan Miya secara kasar dan menggendong Ruby yang tidak sadarkan diri


"ini semua salah mu yang sudah milih dia dan tidak peduli dengan ku!" bentak Miya sambil mengeluarkan airmatanya


"Miya, jadi begini cara mu? Apa kamu tidak pernah memikirkan perasaan teman mu sendiri? Ruby selalu baik pada mu, dia selalu membantu mu dan selalu mengikuti apa yang kamu katakan. Lalu ini balasan mu untuk kebaikan nya? Sadarkan diri mu Miya Aku tidak mau lagi bicara dengan mu! Anggap kita gak pernah kenal! Dan jangan sekali kali kau menyapa ku! Aku membenci mu miya! Aku sudah bersikap baik pada mu namun kamu tetap mengganggu nya! Ini terakhir kali kita berbicara! Bye!" Ujar Alucard sambil meninggalkan miya. Miya pun tidak bisa menjawab apa pun karna dia masih di penuhi dengan emosi di hati nya


Alucard pun membawa Ruby ke kamar nya dengan cepat karna panik. Sesampainya di kamar kagura melihat Ruby pun menjadi panik takut Ruby kenapa napa. Namun waktu di cek denyut nadi nya oleh hayabusa ternyata normal dia hanya pingsan.

__ADS_1


"Bagaimana ini! Pasti karna aku tidak berada disana!" keluh kagura sambil mengeluarkan Airmatanya


"tenangkan dirimu kagura chan! Dia akan baik baik saja! Bagaimana kalau kamu obati luka memar nya saja" Ujar hayabusa sambil merangkul kagura


"baik lah aku ambil esbatu dan sapu tangan untuk mengkompres luka memarnya" ujar kagura sambil berjalan ke arah dapur lalu kembali dengan sapu tangan dan esbatu dan dia langsung mengkompres luka memar nya Ruby


Alucard hanya bisa diam seribu bahasa sambil melihat Ruby dengan keadaan yang seperti itu. Dia berfikir andai saja dia tidak meninggalkan Ruby sendiri pasti hal ini gak akan terjadi


Lalu tiba tiba saja Alucard langsung keluar dari kamar Ruby dan berlari ke arah kamar Chou karna panik Alucard main ngebuka pintu kamar nya saja tanpa mengetuk nya


"Hei! Kamu gila!? Ketuk dulu ke! Main masuk aja!" Ujar Chou dengan nada kesal


"Ru-Ruby"


"Ruby? Kenapa!?"


"Dia pingsan di hajar oleh Miya dan hampir di bunuh oleh Miya" Ujar Alucard membuat Chou panik


"hah!? Serius!? Terus dimana dia? Dan di mana miya?"


"Ruby di kamar nya dan Miya sepertinya masih di ruang teater" Ujar Alucard dan Chou pun langsung lari ke arah Kamar Ruby di iringi dengan Alucard yang juga ikut berlari ke arah kamar Ruby


Waktu mereka sampai di kamar Ruby pun ternyata Ruby sudah sadarkan diri... Tubuh nya bergetar ketakutan...


"A-alucard! Hiks! Aku akan mati sama dia! Hiks" Ujar Ruby dengan isak tangis nya Alucard pun menghampiri nya dan memeluk Ruby sambil mengelus rambut nya


"tenang ya Love selama ada aku di samping mu dia tidak akan macam macam.... Sudah ya tenangkan diri mu" Ujar Alucard sambil terus memeluk Ruby yang sedang ketakutan


Chou yang melihat itu pun tidak tinggal diam... Dia langsung berlari ke arah ruang teater dan mencari miya... Dan ketemu miya sedang mengawasi latihan teater yang masih berlangsung. Dengan penuh emosi chou menyeret Miya keluar ruang teater dengan kasar dan waktu Chou ingin menghajar Miya tiba tiba saja estes memberhentikan nya


"jangan kasar sama cewe bro. Kalo ada masalah mending di selesain baik baik" Ujar estes sambil menahan tangan Chou yang ingin menampar miya


Chou pun mencoba mengatur nafas nya dan menenangkan diri lalu pergi meninggalkan Estes dan Miya tanpa berkata apa pun


"kamu gapapa kan? Belum di pukul sama dia kan?" Tanya estes sambil sesekali membenarkan poni rambut Miya

__ADS_1


"Iya aku baik baik saja terimakasih ya" Jawab miya sambil tersenyum ke arah Estes


__ADS_2