
Lesley dan Argus pun langsung lari ke arah Rumah sakit dengan panik nya
Sesampainya di rumah sakit Lesley langsung bertemu dengan Claude yang terlihat sedang murung di kursi tunggu.
"Claude! Bagaimana Ruby! Claude! Beritahu aku! Kenapa bisa begini! Hey! Jawab aku Claude jangan diam saja seperti ini!" Ujar Lesley sambil menarik narik kerah baju Claude sambil menangis karna panik
"Tenang dulu Lesley tenang ya... Panik gak akan menyelesaikan masalahnya" Ujar Argus sambil memegang pundak lesley
Tiba tiba saja Claude pun mengeluarkan Airmatanya
"Aku juga gak tau kalau akan jadi kayak begini... Aku yang salah... Maafkan aku semua" Ujar Claude sambil mengeluarkan airmata nya
"Dasar banci! Gara gara kamu dia jadi begini! Sekarang bagaimana!? Dia hidup sebatangkara dan siapa yang mau jadi wali nya!? Mikir dong sebelum bertindak!" Ujar Lesley dengan nada keras
"lesley tolong tenang ya kita lagi di rumah sakit lesley kalo kamu teriak teriak begini akan mengganggu pasien yang lain" Ujar Argus untuk menenangkan lesley
"Bodoh! Aku benci sama kamu Claude! Sahabat apa kamu itu sebenernya! Kalo Ruby gak selamat gimana!? Kamu mau gantiin nyawa dia!?" Ujar Lesley sambil terus menarik kerah Claude
"IYA AKU SALAH! AKU TAU AKU YANG BIKIN DIA HAMPIR MATI! AKU TAU!" Ujar Claude dengan nada keras dan akhirnya lesley melepaskan kerah baju Claude
Tiba tiba saja dokter pun keluar dari kamar tempat Ruby
"apa disini ada keluarga nya?" Tanya dokter
"saya! Saya dok! Saya saudara satu satu nya dan dia tidak punya siapa siapa lagi!" jawab lesley
"baiklah... Mari ikut saya" Ujar Dokter tersebut sambil berjalan ke dalam ruang rawat Ruby dan lesley pun mengikuti nya
*seperti biasa dia ngaku ngaku untuk menjadi wali nya Ruby* Ujar Claude dalam hati
Setelah masuk ke dalam ruang rawat Ruby. Dokter pun menyuruh lesley duduk dan dokter menjelaskan kronologi yang di derita Ruby
"jadi begini... Percobaan bunuh diri yang di lakukan oleh sodara mu menyebabkan tulang lehernya patah, kepala belakang nya bocor dan saya sudah meronsen kepala nya dan kerangka kepala saudara mu retak, dia juga kehilangan banyak darah. Jadi kami membutuh kan golongan darah O yang sama dengan saudara mu. Apa mungkin kamu dengan dia sama golongan darah nya?" Jelas Dokter tersebut membuat dengki Lesley menjadi lemas
"tidak dokter... Apa boleh saya tanya sama teman yang sedang menunggu di luar? Mungkin ada yang sama golongan darah nya" Ujar Lesley sambil menunduk an kepala nya
"baiklah. Tolong secepat nya. kami harus melakukan operasi untuk kepala belakang saudara anda agar tidak terjadi pendarahan" Ujar Dokter tersebut dan lesley pun mengangguk an kepala nya
Lesley keluar dari ruang rawat Ruby dan ternyata orang yang menunggu sudah lebih banyak dari yang tadi. Sudah ada gusion, Alucard, hayabusa dan Kagura
"Guys... Apa ada yang ber golongan darah O? Dokter butuh secepatnya untuk menolong Ruby" Ujar lesley lemas
"Saya bergolongan darah O" Ujar gusion dan Lesley pun mengajak nya masuk ke dalam ruang rawat Ruby untuk menemui dokter yang merawat Ruby
__ADS_1
Ahir nya darah Gusion pun di ambil untuk operasi Ruby...
Skip....
Sudah 3 minggu Ruby di nyatakan koma setelah operasi namun belum ada tanda tanda akan kembali. Lesley, Claude, Argus, Gusion, Kagura & Hayabusa bergantian menjenguk Ruby
Kecuali Lesley... Dia menginap di Rumah sakit untuk Ruby...
Alucard tiap hari datang untuk memberikan catatan catatan selama di sekolah untuk Ruby... Semua teman Ruby berharap Ruby kembali
Pagi hari di hari minggu Gusion datang untuk menjenguk Ruby.
"selamat pagi... Bagaimana kabar sahabat mu?" Tanya Gusion sambil masuk ke dalam ruang rawat Ruby
"hey, senpai... Pagi... Seperti biasa dia belum ada tanda akan kembali... Bahkan detak jantung nya semakin melemah... Aku takut terjadi sesuatu nanti nya... Aku takut penantian ku untuk dia kembali semua cmn sekedar harapan..." Ujar Lesley sambil memegang tangan Ruby
"tenang saja... Walau aku belum mengenal nya lebih jauh tapi aku tau dia adalah wanita yang kuat... Dia pasti akan kembali... Aku yakin itu" Ujar Gusion sambil tersenyum ke arah Lesley
*ternyata dia orang yang baik... Ruby... Kamu adalah orang yang beruntung bisa di sukai oleh orang sebaik Gusion senpai... Jadi... Cepatlah sadar Ruby... Kami menunggu mu* Ujar Lesley dalam hati sambil menatap Ruby
"oh ya Lesley. Kamu belum sarapan kan? Bagaimana kalau kamu sarapan dulu di kantin Rumah sakit ini... Biar aku yang jaga Ruby"
"baiklah... Terimakasih senpai..." Ujar lesley langsung keluar dari kamar rawat Ruby menuju kantin
"Ah aku dimana ini? Gelap... Aku takut..."
Tiba tiba saja ada bayangan Claude, Argus dan Lesley
"Hey Ruby... Ayo bangun dan kembali kumpul bersama kami" Ujar bayangan Lesley sambil tersenyum
"Ruby kita sahabat selama nya kan... Kamu adalah sahabat terbaik kami..." Ujar bayangan Argus sambil tersenyum
"Hey, Ruby... Ayo kembali bersama kami... Kita nikmatin masa remaja ini..." Ujar bayangan Claude sambil tersenyum
Lalu Ruby pun melihat ke arah lain dan ada bayangan Chou, Kagura dan Hayabusa
"Ruby ayo makan siang bersama! Tanpa kamu jadi sepi nih" Ujar bayangan Chou sambil tersenyum
"Ruby! Bagaimana rasa masakan ku? Apa enak?" Ujar Bayangan kagura sambil tersenyum
"Ruby.... Ajari aku matematika dong... Bentar lagi kan kita ujian tapi aku belum mengerti sama sekali" Ujar bayangan Hayabusa
"teman teman..." Gumam Ruby lalu melihat ke arah lain lagi dan Ruby kaget melihat bayangan almarhum ibu dan ayah nya
__ADS_1
"Mama! Papa!" Ujar Ruby langsung mendekati bayangan ayah dan ibu nya
"mama?" Ujar Ruby
"Hai sayang... Apa yang sudah kamu lakukan? Kamu sudah berjanji akan membuat mama dan papa bangga tapi kenapa kamu melakukan hal yang seperti ini..." Ujar bayangan Ibunya Ruby
"mama... Maafkan aku... Aku menyesal" Ujar Ruby sambil terus menatap bayangan ayah dan Ibu nya
"Ruby... Lebih baik sekarang kamu bangun... Buat prestasi sebaik mungkin dan buat papa dan mama mu ini bangga nak." Ujar bayangan ayah Ruby
"tapi mama dan papa kan udah..."
"Ruby... Kami akan selalu ada di hati kamu... Jadi bangun lah sekarang nak... Mama dan papa pergi dulu ya" Ujar bayangan ibunya Ruby lalu menghilang
"mama mau kemana!? Mama! Papa! Jangan tinggalin Ruby sendiri! Ruby takut! Disini gelap!" Ujar Ruby sambil menangis
*mimpi selesai
"MAMA!!" Teriak Ruby langsung bangun dari koma nya sambil mengeluarkan airmata dan keringat dingin
"Ruby, kamu sudah sadar!?" Tanya Gusion sambil menekan tombol untuk memanggil dokter
"Gusion senpai?.. Hiks... Mama ku mana?... Hiks... Aku mau ketemu mama ku... Hiks..." Ujar Ruby sambil terus mengeluarkan airmata dan keringat dingin nya
"Ruby tenang dulu ya! Kamu baru siuman! Tenang ya...." Ujar Gusion mencoba menenangkan Ruby
"ngga senpai!... Hiks... Aku mau ketemu mama ku!... Hiks..." ujar Ruby dengan keadaan makin panik
Tidak lama kemudian dokter dan suster yang merawat Ruby pun datang...
Ruby terlihat panik jadi dokter menyuntik an obat penenang dan Ruby kembali tertidur
Lesley yang baru saja kembali ke ruang rawat Ruby pun langsung kaget ketika dokter bilang Ruby sudah sempat siuman
"Dia akan baik baik saja... Setelah bangun dia akan kembali seperti biasa... Dia sepertinya tadi panik karna terbawa mimpi pada saat koma" Ujar Dokter kepada Gusion dan Lesley
"Trimakasih dokter" Ujar Gusion dan Lesley serempak
"baiklah kalau begitu saya permisi dulu" Ujar Dokter dan langsung keluar dari ruang rawat Ruby
Lesley pun langsung duduk di kursi dekat dengan kasur Ruby
"untung lah kamu sudah kembali Ruby... Dan untung juga semua biaya rumah sakit sudah di biayai oleh pemerintah... Aku senang kamu kembali" Ujar Lesley sambil mengelus kepala ruby dengan lembut
__ADS_1
"hey! Hey! Sudah ku bilang dia akan kembali kan" Ujar Gusion dengan nada senang