
Gusion pun menemani Ruby sampai perasaan nya tenang dan berhenti menangis.
Ruby pun selesai menangis dan menyenderkan kepala nya di pundak Gusion.
"sudah agak tenang?" Tanya Gusion dengan nada pelan
"Huum" jawab Ruby sambil mengangguk an kepala nya.
"baik lah aku jelas kan. Aku tidak akan meninggalkan mu dan aku tidak akan merusak mu. Aku menghargai mu sebagai wanita, jadi jangan sama kan aku dengan yang lain. Kamu paham?" Ujar Gusion sambil mengelus rambut Ruby dengan lembut.
"iya. Aku paham" Ujar Ruby sambil menghapus bekas Airmata nya
"kamu jaga diri mu baik baik! Laki laki itu jahat... Dia bisa berbuat se enak nya dengan wanita dan meninggal kan nya begitu aja..."
"berarti Gusion senpai juga begitu dong"
"tidak... Aku masih bisa menahan nafsu ku... Kalo sekedar hanya Kissing atau pelukan aku masih bisa melakukan nya. Namun untuk lebih aku tidak bisa... Itu juga demi kebaikan wanita yang ku suka. Banyak yang bilang aku munafik. Tapi aku tidak peduli. Karna wanita di ciptakan bukan untuk di lecehkan atau di jadikan mainan." Jelas Gusion sambil tersenyum ke arah Ruby.
*ternyata dia benar benar laki laki yang baik...* Ujar Ruby dalam hati sambil menatap Gusion
"jadi Ruby... Aku mau kamu bahagia bukan selalu sedih seperti ini... Kalau kamu bertanya apa aku menyukai mu. Jujur iya aku memang menyukai mu tapi aku tidak berharap lebih... Aku tau kamu menyukai orang lain. Aku lebih baik melihat mu bahagia dengan orang lain dari pada kamu menjadi milik ku tapi kamu tidak bahagia. Jadi... Tersenyum lah Ruby... Karna dengan melihat mu tersenyum aku jadi ikut senang" Ujar Gusion dan Ruby pun hanya bisa terdiam dengan kata kata Gusion
*sangat di sayang kan... Aku tidak bisa menyukai nya seperti dia menyukai ku...* Ujar Ruby dalam hati
"Terimakasih sudah menyukai ku senpai. Aku... Juga ingin menyukai laki laki baik seperti mu" Ujar Ruby sambil menunduk an kepala nya
"tidak perlu di paksa kan Ruby... Perasaan suka datang langsung dari hati tidak bisa di paksa kan"
"betul juga..." Ujar Ruby dengan nada lemas
"haha sudah lah... Kita makan nya disini aja yuk... Keburu masuk nanti kalo kamu gak makan jadi lemas." Ujar Gusion sambil tersenyum ke arah Ruby
"baiklah, Aku juga sudah lapar" Ujar Ruby lalu membuka kotak bekal yang dia bawa
Ruby dan Gusion pun memakan bekal nya masing masing. Lalu setelah makan mereka kembali ke kelas masing masing
Ketika sampai di kelas Ruby pun langsung duduk di bangku nya dan tidak lama Lesley datang.
"Ruby, ikut aku!" Ujar Lesley sambil menarik tangan Ruby ke arah belakang sekolah
Sesampainya di belakang sekolah ternyata ada Argus dan Claude yang sedang menunggu Ruby dari tadi.
"hai, teman teman ada apa ini kumpul kumpul?" Tanya Ruby penasaran
"Ruby... Kita mau nanya sama kamu. Kenapa kamu nampar Claude?" Tanya lesley
"ah, maaf aku gak bisa kasih tau itu urusan pribadi kami" Jawab Ruby
__ADS_1
"Alesan aja! Karna cowo dia nampar sahabat nya sendiri!" Ujar Claude sambil menunjuk Ruby
"Ruby apa bener begitu? Kenapa kamu jadi begini?" Tanya Argus dengan muka kecewa
"Ta-tapi--" belum sempat Ruby menyelesaikan kata kata nya Claude sudah lanjut berbicara
"gak ada tapi tapi an! Sia sia tau gak nyamper in lo kesini! Sama semua cowo deket! Mau di bilang apa lo!?" Ujar Claude dengan nada keras
*Plak!
Satu tamparan mendarat di pipi kiri Ruby oleh Claude.
"Claude! Gak begitu dong! Ko kamu jadi kasar sih sama dia! Aku tau kamu emosi tapi jangan sampe main fisik dong sama cewe!" Ujar lesley dengan nada keras sambil menghampiri Ruby yang sedang memegang pipi kiri nya dengan 2 tangan.
"ya itu balasan yang tadi! Biar dia tau rasanya di tampar tuh sakit!" Ujar Claude dengan nada keras
"Bro lo gak boleh begitu dong! Kita tau lo cemburu... Tapi gak gitu caranya... Dengan cara lo bersikap keras begini lo malah bikin Ruby gak nyaman sama lo" Ujar Argus sambil memegang pundak Claude
"Gak apa ko, aku emang pantes di giniin. Maaf ya Claude udah buat kamu berusaha tapi akunya malah kayak begini. Aku emang gak bisa di sebut sahabat lagi. Maaf ya temen temen, aku ke kelas duluan" Ujar Ruby sambil tersenyum menahan Airmata nya dan berjalan ke arah kelas
*emang sudah selalu salah... Aku memang bodoh soal perasaan... Tapi... Kenapa aku masih menyukai nya... Claude... Kamu jahat, kamu buat aku terjebak dengan perasaan aneh ini dan sekarang kamu bersikap se enak nya* Ujar Ruby dalam hati sambil melanjutkan langkah nya ke arah kelas
Ruby berjalan sambil menunduk dan tiba tiba saja menabrak seseorang.
"maaf saya jalan gak liat liat" Ujar Ruby tanpa menatap orang yang dia tabrak
*Tes... Tes...
Tiba tiba saja airmata Ruby langsung menetes
"Ruby? Apa yang terjadi" Tanya Alucard terus menatap Ruby.
"Ah tidak apa apa! Aku duluan ya Alucard" Ujar Ruby sambil mengelap airmata nya dan melanjutkan jalan ke arah kelas
Skip...
Ting... Tong... Teng... Tong...
Bel pulang sekolah berbunyi. Hari ini sekolah pulang cepat karna untuk persiapan lomba besok.
*pengen makan Udon... Aku pergi sendiri saja deh. Lagian teman teman ku juga pasti benci sama aku* Ujar Ruby dalam hati sambil memberes kan peralatan sekolah nya.
Claude dan Alucard pun memperhatikan Ruby. Claude pun sadar kalau Alucard juga memperhatikan Ruby sehingga ia tak mau kalah dan langsung menghampiri Ruby.
"Ru-Ruby" Ujar Claude sambil menghampiri Ruby
"hm?" Jawab Ruby tanpa menatap Claude
__ADS_1
"mau ke asrama bareng?" Tanya Claude sambil terus menatap Ruby
"Tidak, aku duluan ya..." Ujar Ruby sambil berdiri dari bangku nya dan berjalan keluar kelas.
*yah dia ngambek...* Ujar Claude dalam hati dan langsung mengejar Ruby
"Ruby! Dengar kan aku! Ada yang ingin ku bicara kan" Ujar Claude sambil menarik tangan Ruby
"Gak ada yang perlu di bicara kan" Ujar Ruby dengan nada datar dan muka tanpa ekspresi
"Ruby maafkan aku... Aku tau aku salah sudah bersikap kasar" Ujar Claude sambil memegang tangan Ruby
"sudah ku maafkan lalu apa lagi?"
"bisa kamu bersikap seperti biasa lagi sama aku?"
"akan ku coba... Ada lagi?"
"Ikut aku!" Ujar Claude lalu menarik tangan Ruby ke arah Kamar nya
Sesampainya di kamar Claude. Claude pun langsung melepaskan tangan Ruby.
"ngapain kesini!? Aku ada urusan" Ujar Ruby dengan nada datar
"Ruby, aku mau kamu seperti biasa lagi" Ujar Claude sambil duduk di kasur nya
"sudah ku bilang kan. Akan ku coba, aku ada urusan. Aku pergi dulu" Ujar Ruby sambil berjalan ke arah Pintu namun Claude langsung menarik tangan Ruby dan melepas kan nya di atas kasur dengan kasar.
"apa mau mu!? Belum puas kamu nyakitin aku pake kata kata dan sikap kamu! Kamu mau apa lagi!?" Ujar Ruby dengan nada keras sambil menatap Claude.
Claude pun mendekat kan wajah nya ke Ruby ingin mencium Ruby namun Ruby menutup bibir nya dengan tangan nya
"Aku gak mau lagi mencium mu!" Ujar Ruby sambil menutup mulut nya dengan kedua tangan
"marah nya jangan kelamaan dong Ruby... Kamu biasa nya seneng ku cium"
"jangan remeh kan aku!"
Claude pun memegang kedua tangan Ruby dengan erat dan mencoba mencium Ruby. Namun Ruby selalu menghindar.
"Hentikan!" Ujar Ruby dengan nada pelan
"kenapa kamu jadi begini sih!"
"Kubilang hentikan! Apa kamu ngerti!?" Ujar Ruby dengan nada keras dan Claude langsung melepaskan kedua tangan Ruby
Ruby pun langsung berdiri dan keluar dari kamar Claude.
__ADS_1