I Am The Time Lord

I Am The Time Lord
Wrong transfer


__ADS_3

Terlihat langit malam sangat gelap tanpa bulan maupun bintang, di bawahnya terlihat hutan rimbun dengan hamparan pepohonan yang luas.


Di hutan tersebut banyak hewan maupun penghuni lainnya beristirahat atau berburu bagi predator.


Namun tiba tiba seberkas cahaya emas dengan gigi roda mekanik jam berputar disekitarnya muncul, hal tersebut membuat hutan sedikit bercahaya terang.


Tidak lama kemudian, muncul sesosok seperti seseorang pemuda. Setelah cahaya sedikit menghilang itu memperlihatkan penampilan nya dengan jelas.


Pria tersebut cukup tanpan memiliki kulit agak pucat, dengan rambut hitam. Dia memakai baju kemeja merah celana hitam memakai jubah Trench panjang lengkap dengan motif roda gigi jam di kerahnya.


Ding!


[Pemindahan tuan telah berhasil!]


Sebuah suara mekanik terdengar di dalam otak pemuda tersebut, di sana dia membuka matanya perlahan yang terlihat dia memiliki mata dengan dua pupil berbeda.


Mata kanannya memiliki pupil berwarna merah seperti matahari tenggelam, untuk mata kirinya memiliki pupil jam organik berwarna hijau dengan angka analog.



Pria Itu adalah Harun Afendi seorang pemuda yang menyebrang ke dunia lain.


Setelah itu Harun mulai mengamati seluruh hutan gelap di sekitarnya, dia menggunakan energi dalam tubuhnya untuk memperkuat penglihatan agar dapat melihat gelap.


Hal tersebut membuat Pupil pada matanya berwarna hijau bersinar dalam gelap, dan setelah mengamati sekitar Harun menjadi bingung.


"Sistem apa ini bumi?" tanya Harun.


Ding!


[Sistem tidak dapat menjawab, sistem tidak memiliki fungsi tersebut. Mohon tanyakan hal lainnya!]


"Cih, tidak berguna baiklah tunjukkan status!"


Ding!


[Menunjukkan status tuan rumah!]


Setelah medecakan lidahnya sebuah layar hologram berwarna emas muncul di depan nya, itu menunjukkan status keseluruhan Harun.


____________________________________


Name : Harun Afendi


Race : Transcendent


Titel : God of time


Age : 200 tahun 90 hari 1 jam


Saved time : 90 tahun 5 hari 1 jam


Skill : [Princeps temoporis] [Prana manipulation] [Transcendent]


Fungsi system :


> Inventori

__ADS_1


> Exchange


____________________________________


"Benar-benar mengambil satu triliun tahun untuk berpindah huh- suara orang?"


"Tolong siapapun!"


Tepat saat Harun melihat status, tiba-tiba sebuah suara seseorang berlari mendekat terdengar minta tolong terdengar.


Langkahnya tersebut sangat ringan dan suara mirip seperti seorang gadis kecil yang berlari sekuat tenaga, itu karena saat berteriak dia hampir kehabisan nafas.


Harun segera menutup layar status untuk menoleh kearah datangnya suara tersebut, di sana terlihat seseorang gadis kecil usia antara 9 tahun memiliki rambut berwarna biru panjang dan memakai baju lusuh.


Dia terlihat sedang di kejar mahluk bukan manusia setinggi sepuluh meter memiliki satu mata besar dan berkulit gelap.


Groa!


"Tolong- tidak! menjauhlah, dia adalah monster yang berbahaya!" teriak gadis itu.


"Eh? hei gadis kecil apa kamu butuh bantuan?" tanya Harun.


Tidak lama kemudian gadis itu sudah sampai di dekat Harun, dia segera menarik tangan Harun untuk meminta nya kabur bersama.


Untuk mahluk tersebut dia sudah sampai di depan Harun, jaraknya hanya lima kaki dari tempatnya berdiri.


Groa!


Mengetahui itu Harun merentangkan tangan nya ke depan mengarah ke mahluk yang, dia juga membuka tangannya.


"Freeze!" kata Harun.


Selain mahluk tersebut gadis kecil itu juga ikut tidak dapat bergerak karena pengaruh kekuatan Harun.


Untuk Harun dia mengamati mahluk yang mengejar gadis itu sebelumnya, dia berpikir itu bukan mahluk berasal dari bumi tempat dia tinggal.


'Cylclopse? jangan bilang ini bukan bumi!' pikir Harun.


"Tetapi tidak ada salah tanyakan pada gadis ini bukan?" Harun melihat gadis kecil itu yang membeku karena waktu.


Harun bergegas maju mendekati gadis itu, dia menyentuh pundaknya. Dalam sekejap pergerakan tubuhnya menjadi normal, dan gadis itu bingung dengan apa yang terjadi.


"Eh? apa yang terjadi?" kata gadis itu menoleh sekitar.


Tidak sengaja dia terkejut melihat mahluk yang mengejar sebelumnya terdiam seperti membeku tanpa pergerakan, namun gadis itu tidak merasa hawa dingin es.


"Untuk beberapa hal ini sulit di jelaskan, tetapi gadis kecil aku ingin bertanya apa dunia ini disebut dengan bumi?" tanya Harun.


"Tuan apa itu bumi? nama negara lain? aku belum pernah dengar? Oh ya maaf aku mau berterimakasih!" kata gadis itu.


Mendengar perkataan gadis kecil di depannya Harun mendadak syok berat seperti suara petir menyambar, tubuhnya seperti memutih dan terjatuh di atas tanah menggunakan kedua lututnya.


"Tuan apa yang terjadi? apa karena kamu memakai sihir?" gadis itu khawatir dengan penyelamatnya.


Tidak lama Harun mendapatkan kembali kesadaran nya, dia bangun mengusap kepala gadis itu hendak memenangkannya.


"Tidak, aku baik baik saja! tadi hanya syok sedikit." kata Harun.

__ADS_1


Setelah mengatakan hal tersebut Harun memanggil sistem dan menatapnya dengan kesal, dia juga terlihat marah.


'Sistem!'


'Sialan! ini bukan bumi? hei sistem kamu bercanda? ini kali ke sepuluh kamu salah kirim paham?' kata Harun dalam pikiran.


[Sistem tidak bertanggung jawab untuk pemindahan tuan secara asal, sistem sudah menjelaskan informasi pemindahan itu sangat acak.]


'Kalo begitu kembalikan waktu yang aku tukar saat pemindahan sialan!'


[Maaf, sistem tidak memiliki fungsi untuk pengembalian kompensasi]


"Seribu triliun waktu simpananku, dasar sistem curang sialan!"


Tidak sengaja Harun mengatakan isi pikirannya, itu membuat gadis kecil itu merasa bingung tapi tidak berani bertanya.


Harun segera melihat gadis kecil itu, dia menundukkan tinggi tubuh nya setara dengan tinggi gadis kecil itu.


"Gadis kecil, dunia ini di kenal dengan nama apa? tolong jelaskan?" tanya Harun.


"Tuan tidak tahu? nama dunia ini adalah Aldera dimana Dewi Sera sebagai Dewi yang dikenal luas." kata gadis itu.


"Kalo begitu ini tempat apa? dan apa yang kamu lakukan di sini hingga di kejar monster itu?" Harun kembali bertanya.


"Nama hutan ini Greenwood, itu dekat dengan desa Tori bila anda berjalan kearah matahari terbit." balas gadis itu.


Mendadak air mata keluar dari mata gadis kecil Itu, dia langsung menangis sedih seperti kehilangan seseorang.


"Lalu kenapa aku bisa sini, hiks! desaku di serang mahluk itu, hiks! semua orang ayah ibu dan teman ku tewas, hiks!" gadis itu dalam isakan tangis menjelaskan keadaannya pada Harun.


Harun yang melihatnya merasa simpati dengan keadaannya, saat itu dia juga hampir menangis dalam hatinya mendengar tragedi si gadis kecil.


"Aku paham! lalu apa kamu mau ikut? aku memiliki panti asuhan kamu dapat tinggal di sana." Harun menyerahkan tangan kanannya.


Mendapati hal tersebut gadis kecil itu mengelap air matanya, dia menyentuh tangan Harun tanda dia akan ikut dengannya.


Gadis itu paham dia tidak memiliki tujuan lain, dia juga tidak merasa Harun orang jahat karena sebelumnya dia di tolong.


"Oh ya, aku lupa berkenalan kamu bisa memanggilku dengan sebutan Harun, kalau kamu siapa gadis kecil?"


"Namaku Luna!" balas gadis kecil.


[Tuan, Sistem tidak tahu ternyata anda memiliki fetish gadis loli cilik. Dasar Lolicon!]


'Diam kamu sistem! ini namanya simpati! bukan Lolicon kamu ingat bukan aku sekarang pemilik panti asuhan?' balas Harun dalam pikiran.


"Jadi Luna, apa kamu tahu kota terdekat ada dimana? aku baru tiba di dunia ini." tanya Harun.


"Kata ayah kota terdekat dapat berada pada jarak seratus kilometer dari desa Tori, anda dapat menemukannya bila berjalan mengikuti arah matahari terbit."


"Tapi apa boleh aku bertanya? memang anda berasal dari mana? kenapa anda tidak tahu pengetahuan dasar dunia ini?" Luna dengan wajah bingung melihat Harun.


"Aku dari dunia yang telah hancur, tempat itu sangat menyebalkan, tapi dengan itu aku dapat mengisi banyak waktu untuk berpindah ke dunia ini." jelas Harun.


Mendengar perkataan Harun gadis itu menjadi bingung, dia tidak dapat memahami apa yang dikatakan Harun.


Tetapi Harun melihat nya dengan senyum hangat, dia kemudian mengelus kepalanya nya yang terlihat seperti berasap.

__ADS_1


"Ini bukan sesuatu yang bisa kamu pahami! yang jelas aku bukan dari sini." kata Harun.


__ADS_2