
Harun telah sampai di kemp sebelumnya dia dirikan bersama Luna, di sana Harun melihat Luna sudah bangun tidur dan sedang merapikan tenda.
Untuk gadis seusianya Harun berpikir dia cukup dewasa, berpikir sepertinya membawa Luna berpergian di setiap dunia tidak akan terlalu sulit sambil mengurusnya.
"Luna, kamu sudah sarapan?" tanya Harun.
Mendengar perkataan suara yang familiar Luna menoleh, dia melihat Harun muncul dari balik pepohonan, sebelumnya Luna berpikir Harun tidak jadi membawanya.
Dan mendapatkan hal tersebut Luna sedikit menangis karena bahagia, dia sangat senang bertemu Harun walaupun baru beberapa jam lalu.
Luna merasa Harun seperti orang tuanya yang sangat baik padanya, itu sebabnya dia sangat senang bertemu Harun walaupun cuma sebentar.
"Ada apa? kenapa menangis? ayo sarapan aku memiliki beberapa makanan cukup enak!" kata Harun.
Sebelum sampai di kamp dia sempat menukar beberapa barang di Exchange, dia menukar ransum militer dan menaruhnya di dalam inventori.
Harun menukar itu karena tidak tahu harus memilih makanan apa, karena dia sudah bukan manusia yang perlu makan. Jadi dengan kata lain Harun lupa bagaimana makanan manusia.
Itu sudah berlangsung cukup lama saat dia berumur 35 tahun, lebih tepatnya saat dia berada di dunia ke empat.
Cerita singkatnya.
Dia ingat dunia itu memiliki konsep Eropa abad pertengahan, di sana tidak memiliki monster fantasi tapi ada sesuatu seperti virus mutasi yang menyebar luas.
Waktu itu Harun tidak memiliki pilihan selain menyelamatkan dunia tersebut, dia memakai kekuatannya untuk mengembalikan manusia yang terjangkit tidak cukup parah.
Di sisi lain untuk yang terjangkau parah dia bunuh untuk diambil waktunya, karena itu virus yang memiliki sifat menjangkit mahluk hidup.
Dan karena semua itu orang-orang menjadi fanatik kepadanya, saat itu juga Harun mendapatkan Skill Transcendent dan berubah menjadi bukan manusia.
...
Kembali ke masa sekarang di sana Harun melihat Luna memakan Ransum militer yang dia berikan, dia memakannya dengan sangat senang namun sisi lain Harun cukup merasa bersalah memberikan Luna ransum militer.
Dia merasa bersalah karena memberikan makanan militer untuk sarapan gadis kecil, tapi mau bagaimana lagi Harun tidak memiliki pilihan.
Tidak lama kemudian Luna sudah merasa kenyang, namun dia belum menghabiskan semua makanan yang Harun berikan.
"Ini aneh! aku baru memakan ini sedikit, kenapa sudah merasa kenyang?" Luna dengan bingung.
"Ransum militer memiliki jumlah protein dan kalori cukup banyak, tentunya kamu akan merasa kenyang!" balas Harun.
"Apa itu protein? atau kalori?" Luna tampak bingung.
"Nanti aku jelaskan, kita istirahat dua puluh menit untuk kamu mencerna beberapa makanan, dan setelah itu kita akan ke desa Tori untuk penguburan dan perpisahan pada almarhum orang tua mu."
__ADS_1
Mendengar apa yang Harun katakan, Luna menjadi sedih dia seperti hampir mau menangis. Sebelumnya Luna sudah sedikit melupakan sakit kehilangan keluarganya, tapi karena Harun membicarakan itu dia jadi kembali teringat.
Luna tampak sangat sedih, matanya seperti berkaca-kaca hampir mau menangis, Harun sadar akan hal tersebut namun tidak memiliki pilihan karena saat berpindah tidak mungkin akan kembali ke dunianya.
...
Dua puluh menit berlalu cukup cepat, Luna dan Harun mulai berjalan ke desa Tori yang hancur, di sana mereka berjalan tidak cukup lama.
Karena kamp yang dibangun Harun dan desa Tori berada tidak jauh, dan lebih penting saat perjalanan mereka tidak di serang monster maupun hewan buas.
Itu terjadi karena Harun sudah menghabisi semua mahluk di hutan kecuali serangga burung maupun hewan kecil lainnya.
Kembali pada mereka yang sudah sampai di desa Tori, di sana tempat tersebut terlihat sangat hancur berantakan.
Banyak bangunan hancur dan tubuh tanpa nyawa berhamburan di mana mana, bukan hanya tanpa nyawa para warga kebanyakan di koyak atau terpotong hanya tinggal beberapa tubuh saja.
Sisanya mungkin sudah dimakan monster yang menyerang, atau hanya di cabik dan di lempar entah kemana. Untung saja Luna berhasil selamat untuk orang terakhir dan bertemu Harun.
Kembali pada Luna yang melihatnya terisak tangis berkeliling ke sekitar tempat dengan tujuan mencari tubuh orang tuanya, tidak lama kemudian dia menemukan tubuh kedua orang tuanya.
Di sana tubuh mereka berada di alun-alun kota dan kondisinya hanya tinggal setengah, seketika melihat itu Luna meledak menangis sejadinya-jadinya, dia segera berlari menghampiri tubuh mereka.
"Hiks ayah ibu! maaf, Luna tidak berguna meninggalkan kalian! Hiks!"
Luna langsung memeluk tubuh orang tuanya walaupun hanya setengah, Harun yang dari sana melihatnya menggunakan kekuatan waktu memulihkan tubuh orang tuanya.
Memang ada cara membuat mereka hidup kembali, yaitu memutar kembali waktu tapi bila melakukan itu sama saja.
Jika pada dasarnya takdir mereka adalah kematian tidak dapat di ubah, kecuali anda menghancurkan peyebabnya. Namun, karena Harun baru tiba di dunia Aldera dia tidak dapat melakukan itu.
"Luna, ayo kuburkan jenazah mereka. Untuk para warga aku yang mengurus semuanya" kata Harun.
"Time summon eksistensi!"
Tiba-tiba di belakang Harun muncul sesosok yang sangat mirip dirinya, dia sebenarnya menggunakan kemampuan untuk memangil dirinya dari masa lalu dengan durasi tertentu.
Bisa di bilang ini adalah kemampuan untuk membuat kloning, dan kloning milik Harun memiliki seperempat kekuatan aslinya.
Itu memang tidak kuat, tetapi dapat digunakan untuk mengecoh musuh. Karena kloning Harun sangat mirip dengan tubuh aslinya, yang membedakan hanya akses kekuatan waktunya.
Kembali pada Luna dia terlihat mengubur jenazah orang tuanya di bantu oleh Klon Harun, untuk tubuh aslinya Harun dia terus memanggil lebih banyak Klon untuk mengurus semua jenazah warga.
...
Apa yang dilakukan Harun dan Luna cukup lama, disana matahari mulai terbenam dan mereka baru selesai mengurus semua jenazah.
__ADS_1
Sebelumnya setelah Luna mengurus jenazah orang tuanya, dia sedikit membantu Harun walaupun tidak perlu.
Akibatnya baju Luna mengalami rusak parah dan dia menjadi kotor, melihat itu Harun menggunakan kekuatan waktunya untuk mengembalikan tubuh Luna menjadi bersih.
Tidak hanya itu dia juga memberikan baju baru dari sistem, Harun memilihkan gaun Lolita berwarna hitam cantik dengan rendra dan pita besar di belakang nya.
Luna sangat berterimakasih pada Harun tetapi dia masih memasang wajah sedih, Harun yang melihat itu merasa agak simpati dengan keadaannya.
"Luna, apa kamu mau berpamitan dengan orang tua mu untuk terakhir sekali lagi? karena ini setelah ini kita akan melakukan perjalanan panjang, dan itu tidak memungkinkan untukmu kembali ke makam orang tuamu." Harun melihat Luna masih bersedih.
Begitu Harun mengatakan hal tersebut wajah Luna Kem sedikit ceria, dia langsung menoleh melihat Harun serius dengan perkataannya.
"Apa itu bisa di lakukan?" tanya Luna.
Mendengar perkataan Luna, Harun segera tersenyum. "Dengan kekuatanku itu dapat dilakukan, tapi hanya sebentar kamu paham?"
"Baiklah aku paham! bila anda melakukan itu saya akan sangat sangat berterimakasih!" kata Luna dengan antusias.
"Baiklah mari kita mulai, Temporal Expert : Rewind!
Harun menggunakan kekuatan waktunya untuk memutar kembali kejadian, dalam batas satu planet saat dia belum sampai di dunia Aldera.
Dia tahu menggunakan kemampuan itu akan menghabiskan waktu sebanyak seribu tahun walaupun hanya satu hari dan sebentar.
Namun, karena hal itu sekejap penyerangan monster terjadi semalam seperti korban, dan bangunan kembali seperti sediakala.
Semuanya berputar kembali, itu seperti bila anda sedang menonton tanyangan mundur suatu film.
Luna melihat keajaiban yang dibuat Harun dia menjadi takjub, dia tidak menyangka Harun memiliki kemampuan membalikkan waktu dalam sekejap.
Dan dalam beberapa saat lingkungan desa Tori sekejap sudah kembali pulih, dan itu adalah waktu siang hari dimana belum terjadi penyerangan monster.
Di sana dibawah pohon agak jauh dari rumah Luna mereka berdua melihat ibu Luna sedang menjemur pakaian, disana juga terlihat ayah Luna berlatih pedang.
Dan terakhir terlihat Luna bermain dengan bunga, dia merakit dan membuat mahkota dari bunga.
"Tuan ini!" kata Luna masih terkejut.
"Ingat ini memiliki batas 40 menit, kamu kalau ada sesuatu yang dikatakan cepatlah!" Harun menyentuh kepala Luna.
"Dan aku memberikan ini untukmu sebagai penanda waktu, jarum panjang akan berputar mundur hingga menuju angka dua belas."
Harun memberikan jam saku pada Luna dan memberi tahu cara membaca waktu yang dia berikan.
Dia mengkalungkan jam tersebut pada leher Luna agar lebih mudah dia bawa, dan mudah dia simpan dibalik bajunya.
__ADS_1
"Baiklah aku paham, aku segera kembali!"
Setelah mengatakan hal tersebut Luna segera berlalu ke arah mereka, dia sambil sedikit berlinang air mata bertemu orang tuanya dan dirinya di masa lalu.