
"Luna hentikan!"
Suara Harun terdengar oleh Luna yang masih menusuk orang itu secara brutal, seketika Luna berhenti menusuk orang bodoh itu yang sudah tidak bernyawa dan hampir tidak berbentuk.
Terdiam sebentar kemudian dia menoleh ke arah Harun, disana terlihat Harun berjalan ke arah dirinya.
Harun melihat wajah cantik Luna tanpa emosi maupun ekspresi, bisa saja membuat orang yang melihat ketakutan, namun Harun tidak peduli hal itu.
Dia bersikap biasa saja, tanpa sengaja fokus Harun melihat mata Luna yang berubah warna menjadi emas. Harun berpikir itu efek dari blessing yang dia berikan, akibatnya merubah warna pupil biru menjadi emas dan untuk jarum jam, sudah jelas itu kemampuan Zafkiel.
Sebelumnya Harun tidak pernah memberikan blessing pada siapapun, bahkan di dunia yang pernah dikunjungi, bisa dikatakan Luna adalah orang pertama yang Harun berikan blessing.
Kembali pada Luna, di sana dia menatap Harun sama seperti monster yang pernah menyerang desanya, itu karena emosi dia memicu ilusi traumanya.
Yang dirinya lihat adalah monster bermata besar berwarna gelap, itu adalah Cyclopse sama yang menyerang desanya, kemudian dibunuh oleh Harun.
...
Hal penting, Harun dapat bergerak karena dia adalah penguasa waktu, dengan kata lain dia kebal hukum waktu, atau perubahan pada waktu.
Bahkan Harun dapat mengetahui bila sejarah telah diubah secara sengaja, atau seseorang yang datang dari masa depan, maupun masa lalu.
Sring!
Crat!
Tidak ada angin maupun hujan Luna tidak segan menusuk Harun, disana darah seperti keran mengalir pada luka tusukan.
Harun yang di tusuk oleh Luna tidak menjerit atau merintih kesakitan, dia bersikap biasa saja. Harun menganggapnya sebagai duri yang menancap pada tubuhnya, dan merasa itu tidak penting.
"Bukankah sudah kubilang hentikan?"
Crat! crat!
Kembali Luna menusuk Harun namun dengan lebih brutal, untuk Harun dia masih dapat berjalan maju, hanya saja sedikit sulit berjalan. Itu karena kaki Harun terkena tusukan yang membuat beberapa saraf gerak pada kakinya putus, akibatnya sulit berjalan.
Luna sedikit memiringkan kepalanya bingung melihat Harun yang masih tetap berjalan walaupun dia terpincang-pincang. Tidak lama Luna segera membuat sebuah benda mirip tombak di hadapannya, setelah memegang tombak itu dan bersiap menusuknya.
Tombak sepanjang tinggi tubuhnya memiliki ujung seperti jarum jam, itu memiliki warna emas gelap dan ujung yang tajam.
"Luna hentikan! aku tahu apa yang mau kamu lakukan dengan benda itu, tetapi nanti itu akan sia-sia."
Tidak mendengar yang Harun katakan, Luna berlari ke arah Harun, dia sambil membawa tombak langsung menusuk ke arah dadanya Harun. Kemudian langsung menembus ke jantung hingga mengeluarkan dari tubuhnya.
__ADS_1
Crat!
Dalam keadaan emosi dan ilusi traumatis gadis itu berniat membunuh monster di hadapannya, dia tidak sadar sebenarnya yang di tusuk bukan monster melainkan Harun.
"Bagus! dengan ini kamu lebih dekat."
Harun dia tidak peduli dengan Luna yang menusuk tubunya. Harun hanya ingin menyentuh kepala gadis itu dengan tangan kanannya, dan kemudian mengelus dengan hangat.
Sebagai pemilik panti asuhan, bila memukul anak asuhnya, itu membuat harga dirinya rusak dan itu adalah kebanggaannya.
Kenapa Harun tidak menggunakan kekuatan untuk menghentikan Luna? itu akan membuat keadaan menjadi semakin panjang.
"Luna, sudahlah."
Luna mendapati sentuhan tangan Harun di kepalanya seketika itu matanya berlinang air mata kemudian mengalir melewati pipinya. Luna sambil menusuk Harun dia menangis dalam diam, dia hanya mengeluarkan air mata tidak mengeluarkan suara tangisan.
Tidak lama semua jarum jam yang menusuk tubuh Harun menghilang beserta kembalinya aliran waktu, mata Luna yang berwarna emas juga kembali berwarna biru.
Dan saat itu terjadi kesadaran Luna kembali pulih, dia tidak melihat Harun adalah monster karena ilusi traumatis yang di alami. Setelah itu dia terjatuh ke atas tanah dengan posisi duduk.
"Hiks! hiks maaf!" Luna seraya jatuh ke tanah menangis.
Luna yang sudah mendapatkan kembali kesadarannya, dia menangis menyesali perbuatannya. Harun yang melihat itu dia menundukkan tubuhnya, setelah itu mengelap air mata, terakhir mengusap kepala gadis itu.
"Hiks! tuan aku sangat kejam! hiks walaupun tidak sengaja membunuh mereka, hiks jahat sangat jahat! aku juga menusukmu! hiks tolong maaf!" Luna dalam tangisnya.
"Kamu merasa bersalah bukan? kalau begitu ada cara memperbaikinya, dan luka ini bukan sesuatu yang penting!?" Harun tersenyum ramah kepada Luna.
Mendengar apa yang Harun katakan, Luna melirik Harun dengan masih berlinangan air matanya. Dia melihat luka tusuk pada tubuh Harun telah pulih, pakaiannya juga yang berlubang dan berlumuran darah telah hilang.
Melihat luka pada Harun sembuh dengan sangat cepat Luna senang, dia juga menghentikan tangisannya. Setelah itu Luna menatap Harun dengan serius.
"Luka tuan memang sudah sembuh sangat cepat, tetapi untuk memperbaiki kejadian ini memang itu ada? Anda tidak bohong?"
"Sejak kapan aku bohong?" seraya Harun mengelap air mata yang tersisa.
"Caranya bagaimana? apapun itu akan aku lakukan! itu pasti!"
Harun melihat mata Luna penuh keyakinan tersenyum kecil, setelah itu mengelus kepala gadis itu. Dia tersenyum dan menjelaskan bagaimana caranya.
Harun menjelaskan Luna dapat memutar waktu sebelum bertemu gadis pencuri itu. Karena memang sekarang Luna sudah dapat mengaktifkan blessing milik Harun.
Luna yang mendapat penjelasan tentang blessing tidak mengerti. Otaknya otomatis overload, dan asap putih muncul dari kepalanya.
__ADS_1
'Sepertinya otak anak kecil tidak paham apa yang aku jelaskan, bagaimana caranya agar dia paham?' pikir Harun.
Saat itu Harun langsung menggunakan skill pararel thought, dia menggunakan seluruh keberadaan di setiap waktu dalam batas satu menit ke bawah. Dan biayanya menghabiskan waktu Harun sebanyak 20 tahun.
Tidak butuh lama Harun mendapatkan penjelasan yang paling mudah, dia tersenyum seperti di paksakan. Kemudian menatap Luna, setelah itu menyentuh kedua bahunya.
"Luna, dengarkan!"
Blush!
Luna yang mendapat hal tersebut wajahnya menjadi semerah tomat matang, dia tidak mengerti apa yang di pikirkan Harun. Otaknya langsung blank karena seluruh urat malunya kembali overload.
Harun paham bila melakukan ini membuat dia di cap sebagai kriminal lolicon, namun tidak memiliki pilihan lain, dalam benak dia tanam untuk Luna agar memahami tentang konsep waktu.
Dengan ini Harun kembali menjelaskan pada Luna konsep waktu, tepat seperti yang di pikirkan Harun. Luna dalam perasaan malu pada Harun karena terlalu dekat, dia sedikit lebih paham apa yang dikatakan Harun.
Dalam posisi overload pada urat rasa malu Luna mengangguk dengan apa yang di katakan Harun, dia mengerti dan tidak mengerti di saat yang sama.
Memang membingungkan tapi ini cara yang terbaik dari semua pararel thought.
"Jadi kamu paham tentang konsep waktu dan cara menggunakannya?" tanya Harun yang masih dalam posisi sama.
"I- iya! aku p- paham! tetapi tuan terlalu dekat! bisa tolong sedikit lebih jauh? bukan karena saya membenci Anda, tapi saya rasa ini terlalu cepat." kata Luna sambil tergagap dan membuat suaranya lebih pelan.
"Baiklah selama kamu paham!" kata Harun melepas tanggan dari punggung Luna.
Harun bangun dari posisinya membelakangi Luna sambil berpikir banyak hal, dia berpikir apa yang di lakukan sudah menjadi beberapa sebab di masa depan. Namun tidak memiliki pilihan, karena bila tidak Luna akan terus menangis dan merasa bersalah.
Ding!
[Tuan, sepertinya anda memiliki sebuah rencana membesarkan istri sejak belia, apa terinspirasi dari if it's for my daughter?]
[Bila iya selera anda sangat unik! dan tenang saja sistem sangat menghargai itu, walau anda memiliki fetish aneh sekalipun!]
[Dan jika Luna sudah cukup umur sistem bantu anda memilihkan baju pengantin, mas kawin, tanggal pernikahan! atau tempat bulan madu terbaik!]
'Sistem, berhenti memperkeruh suasana hatiku!' kata Harun dalam pikiran melihat layar notifikasi.
Harun sangat kesal dengan sistem, dia muncul kemudian hilang. Tetapi Harun tidak dapat memukul sistem sekalipun, itu bentuk salah satu keinginannya.
Kembali pada Luna, setelah beberapa saat overload, dia kembali sadar Luna bergegas merapatkan kedua telapak tangannya. Dan itu dengan posisi telapak tangan saling menggenggam keduanya.
Tidak lama tubuh Luna bercahaya emas terang seketika itu waktu terhenti. Setelah itu lingkungan menjadi terdistorsi, itu seperti anda sedang menonton kaset film bajakan, dan scane rusak saat pertengahan cerita.
__ADS_1
Kembali pada Luna, dia langsung memutar waktu di kejadian sebelum mengalami pencurian.